NovelToon NovelToon
Cinta Pertama

Cinta Pertama

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:87.7k
Nilai: 5
Nama Author: M.Aɪɴᴜʀ Rᴏʜᴍᴀɴ

Haii, ayuk dukung saya.
Disini saya akan menceritakan kisah cinta pertama Ayra Syifania dengan seorang cowok.
Pertemuannya dengan seseorang yang bernama Arsen.
Saat melihat wajah cantik dan lugu Ayra, membuat nya tertantang untuk mendekati gadis itu.
Tapi apakah usahanya berhasil?

Bagaimana cerita cinta mereka dimulai.

Kita coba baca yuk... 😚😚

Cerita ini hanya cerita fiktiv jika ada kesamaan tempat dan nama tokoh, itu faktor ketidaksengajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Aɪɴᴜʀ Rᴏʜᴍᴀɴ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

Pagi ini Ayra berangkat sekolah di antar oleh Andra. Sepanjang jalan dia bernyanyi riang. Andra yang melihatnya ikut senang. Sesampai di depan sekolah, Andra menghentikan mobilnya. Ayra melepas seatbelt nya, lalu mencium pipi Andra dan punggung tangan Andra. Dia pun turun dan melambaikan tangannya.

Ayra berjalan sambil tersenyum. Lalu dia bertemu Keanu dan Darren di tempat parkir. Dia menghampiri mereka dan mengajaknya masuk bersama. Sepanjang jalan Ayra menggandeng lengan Darren dan Keanu sambil tersenyum, sampai mereka bingung dengan tingkah Ayra.

"Kremi, lo kenapa sih? senyum-senyum bae." tanya Darren heran.

"Gue lagi seneng beb. Hehehe... " jawab Ayra sambil cengengesan.

"Edan ya?" tanya Keanu sambil menatap Ayra curiga.

"Haha... Pokoknya gue lagi seneng banget hari ini. Yuk ah ke kelas." ajak Ayra sambil menggandeng tangan Keanu dan Darren.

Semua murid wanita melihat Ayra dengan tatapan iri, karena Ayra sangat beruntung, selalu dikelilingi laki-laki tampan.

Sesampai di ruang kelas, tampak Dave sedang menelefon seseorang dengan wajah yang memerah menahan amarah.

"Lo kenapa?" tanya Darren.

"Pulang sekolah kita ke sasana." ucap Dave.

"Apa ada masalah?" tanya Ayra.

"Tadi malam ada orang yang yang nyerang sasana kita." jawab Dave.

"APAA..!!" ucap Ayra dan kawan-kawan serentak.

"Sialan, pasti ini kerjaan Si Kebo Ireng!" ucap Darren emosi

"Gerald. KKay'nya dia belum nyerah sama gue." ucap Ayra menahan amarah.

"Ayra lo di panggil pak Eko ke ruangannya sekarang." panggil Tata.

"Mampuss gue." ucap Ayra sambil menepuk jidatnya.

"Kenapa lagi lo?" tanya Dave.

"Dihukum lagi tuh pasti." ucap Darren.

"Demen banget lo dihukum Pak Eko." ucap Jojo.

"Iiisshh.. Doain gue guys. Semoga gue masih bisa bertemu kalian lagi." ucap Ayra seraya berlari ke ruangan pak Eko.

Setelah berlari kencang akhirnya Ayra pun sampai. Dia memberanikan diri mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan. Disana sudah ada Arsen sedang berdiri di depan Pak Eko dengan menundukan kepalanya.

"Sini kamu! " perintah Pak Eko pada Ayra.

"Emm ada apa ya bapak panggil saya?" tanya Ayra memeberanikan diri.

"Masih nanya lagi." ucap Pak Eko kesal.

“Kalian masih belum menyelesaikan hukuman saya!" seru Pak Eko dengan tatapan tajam.

" Lahh kemarin kan udah selesai Pak nyikat WC nya.” protes Ayra.

"Apa kalian lupa sudah menyiram saya hah! " Seru Pak Eko yang sudah tidak bisa menahan rasa kesalnya.

"Ma.. Maaf, pak." ucap Ayra dan Arsen serentak sambil menundukan kepalanya.

"Sekarang kalian sapu seluruh halaman sekolah, potong rumputnya, dan gantikan semua pekerjaan tukang kebun hari ini. Jangan kabur lagi sebelum selesai!" perintah Pak Eko.

"APAA..!!" teriak Arsen dan Ayra bersamaan sambil membelalakan matanya.

"Tapi Pak, nanti kita nggak ikut pelajaran lagi dong.” protes Arsen.

"Pulang sekolah, saya kasih kelas tambahan buat kalian berdua. Sekarang kerjakan!" tegas Pak Eko.

"Ta.. Tapi Pak.” protes Ayra sambil memasang wajah memelas.

"Jangan membantah. Kalau kalian protes lagi, saya jamin kalian tidak akan naik kelas." ancam Pak eko.

Ayra dan Arsen pun hanya pasrah dan menuruti perintah Pak Eko. Mereka ke gudang mengambil sapu dan peralatan kebun. Mereka mulai menyapu, memotong rumput dan membuang sampah. Nampak Pak Mamet si tukang kebun hanya duduk memandu dan mengawasi sambil minum es teh dan kue cucur dengan santainya.

Ayra memandangi Pak Mamet sambil menelan salivanya. Dia sangat lapar dan haus saat ini. Arsen pun menyadari jika Ayra sedang lapar. Dia sangat kasian melihat Ayra. Lalu dia berinisiatif untuk meminta sedikit kue cucur untuk Ayra.

"Pak, temen saya belum sarapan tadi. Sekarang dia kelaparan. Boleh nggak saya minta satu kue nya buat dia?" pinta Arsen sambil menunjuk kue cucur milik Pak Mamet.

"Nggak boleh. Saya juga masih lapar." tolak Pak Mamet.

"Nanti saya kasih nomor Miss Susi deh." rayu Arsen.

"Beneran?" tanya Pak Mamet dengan mata berbinar.

"Beneran." jawab Arsen.

"Ya ini, ambilah. Tapi cuma tinggal satu." ucap Pak Mamet

"Nggak apa-apa, pak. Terima kasih ya." ucap Arsen.

Arsen berjalan mendekati Ayra yang sedang duduk di bawah pohon. Arsen sengaja duduk disamping Ayra sambil mencicipi kue cucur itu, Ayra melihat Arsen dengan tatapan memelas.

"Kenapa? Mau? " tanya Arsen. Ayra hanya menganggukan kepalanya dengan cepat.

Lalu Arsen memberikan kue itu kepada Ayra.

"Buat gue semua?" tanya Ayra tak percaya.

"Iya. Iya makan aja." jawab Arsen.

Ayra menatap Arsen, lalu menatap kue cucur di tangannya secara bergantian. Ayra membelah kue cucur itu jadi dua lalu membaginya dengan Arsen.

"Ini buat lo. Kita bagi dua aja." ucap Ayra sambil tersenyum memberikan kue cucur itu pada Arsen. Arsen pun menerimanya dengan senang hati. Dia tersenyum melihat Ayra memakan kue cucur dengan lahap.

Sedang asyik mereka duduk di bawah pohon, tiba-tiba Niken datang bersama gengnya sambil membawa botol air mineral ditangannya.

"Hay, Ars. Ini buat kamu. Kamu pasti haus kan?!" ucap Niken tersenyum sambil menyodorkan botol air tersebut.

Arsen hanya sibuk memakan kue cucur tanpa menghiraukan Niken. Ayra yang ada didekatnya hanya diam menatap Arsen dan Niken bergantian.

"Ars, aku tahu kamu pasti haus, jadi aku sengaja beli minuman buat kamu." ucap Niken dengan nada merayu. Namun, Arsen tetap diam dan mengalihkan pandangannya dari Niken.

"Dia nggak mau. Sini buat gue aja. Gue juga haus." pinta Ayra sambil mengulurkan tangannya.

"Enak aja. Ini buat Arsen bukan buat lo!" seru Niken.

"Cihh, pelit banget jadi orang." gumam Ayra.

"Apa lo bilang?" tanya Niken sembari meninggikan suaranya.

"Berisik lo!" bentak Arsen. Dia merebut botol air tersebut lalu memberikannya pada Ayra.

"Ini minum." perintah Arsen, sambil menyodorkan botol Air pada Ayra.

"Weheheh tengkyu tengkyu." ucap Ayra sambil membuka tutup botol dan meminumnya.

"Kok kamu kasih ke dia sih?! Itu kan aku beli buat kamu!" protes Niken.

"Lo ngasih gue terima. Jadi itu udah hak gue mau kasih ke siapa aja." tegas Arsen.

"Sekarang lo pergi dari sini." usir Arsen.

Niken pun sangat kesal dibuatnya. Dia mengepalkan tangannya lalu dia pergi dengan hati penuh dendam.

"Ahaha lucu banget tu mukanya Mak Dugong." ucap Ayra sambil tertawa puas. Arsen hanya terseyum melihat Ayra tertawa.

"Manisnya." batin Arsen.

"Besok hari minggu." ucap Arsen cuek

"Udah tau.” ucap Ayra tak kalah cuek.

"Jadi?" tanya Arsen.

"Jadi apanya?" Ayra kembali bertanya.

"Tiketnya.” jawab Arsen penuh harap.

"Tiket? Tiket apaan?" tanya Ayra bingung.

"Asatagaa gemes baget deh gue. Nggak peka banget sih jadi cewek." batin Arsen geram. Lalu Arsen mengetuk jidat Ayra.

(Tukk!)

"Awww sakit kampret!" umpat Ayra sambil memegangi jidatnya yang sakit.

"Lo lupa kita punya tiket kencan!" seru Arsen.

"Ya ngomong kek baik-baik. Ayra besok jangan lupa kita kencan. Gitu." ucap Ayra kesal.

"Nggak usah ngetok jidat gue juga. Lo pikir jidat gue pintu, diketok segala!" seru Ayra kesal.

"Otak lo tuh seret. Harus diketok biar lo pinteran dikit." ejek Arsen.

"Sialan. Lo ngatain gue bego hah! " umpat Ayra sambil membanting gunting rumput ke tanah.

"Emang." ucap Arsen enteng.

Ayra tidak terima dengan ucapan Arsen. Dia menggigit bibir bawahnya, wajahnya sudah memerah menahan amarah yang akan meledak. Dia mendekati Arsen lalu mencekik leher Arsen pelan. Dia mengumpat sejadi-jadinya. Arsen pun tidak mau kalah, dia mencubit kedua pipi tembem Ayra. Mereka berdua berkelahi seperti kucing dan tikus hingga membangunkan Pak Mamet dari tidur siangnya.

"Hey sedang apa kalian?!" seru Pak Mamet. Tetapi Arsen dan Ayra tidak memperdulikan ucapan Pak Mamet. Mereka Asyik bekelahi. Lalu Pak Mamet mendekati mereka dan melerai nya.

"STOOOPPPP..!!!!" teriak Pak mamet. Sontak Ayra dan Arsen menghentikan perkelahian mereka dan menutup kuping mereka masing-masing.

"Hah.. Hah.. Apa kalian ini waras? Apa kalian tidak capek berkelahi setiap hari? Saya saja capek melihat kalian di hukum terus sama Pak Eko. 10 saja murid seperti kalian di sekolah ini, saya yakin guru-guru disini akan jadi Botak semua." cecar Pak Mamet dengan nafas yang tersengal-sengal.

"Hahhh.. Saya lelah. Lanjutkan pekerjaan kalian! Kalau kalian masih bertengkar, saya akan laporin kalian ke Pak Eko biar ditambah hukuman kalian." ancam Pak Mamet sambil mengatur nafasnya yang masih sesak.

"Eh jangan, Pak. Maafkan kami." ucap Ayra dan Arsen serentak.

"Setelah semua ini selesai, kalian disuruh Pak Eko masuk ke ruang kelas untuk mengikuti kelas tambahan dari beliau." ucap Pak Mamet.

Arsen dan Ayra pun melanjutkan pekerjaannya dengan hati yang masih kesal.

Tiba-tiba ponsel Ayra berbunyi. Ayra melihat siapa yang menelefon ternyata dari Dave, dia pun langsung mengangkatnya.

"Lo belum selesai? " tanya Dave.

"Belum. Gue harus ikut kelas tambahan Pak Eko." jawab Ayra.

"Terus jadi ikut ke sasana, nggak?" tanya Dave.

"Kayanya nggak bisa. Tolong lo wakilin gue ya dan bilang sama bang Jony suruh catat semua barang yang di hancurin sama biaya pengobatan anak-anak yang jadi korban. Kirim laporannya ke email gue segera." perintah Ayra

"Oke." jawab Dave sembari menyudahi panggilnanya.

Ditempat lain.

Nampak Gerald sedang memukuli samsak dengan keringat bercucuran di sekujur tubuhnya. Lalu datang seorang gadis menghampirinya sambil menangis.

(Hiks hiks hiks)

"Kakak.." panggil gadis itu sambil terisak. Melihat adik kesayangannya menangis dia pun menyudahi kegiatannya.

"Kamu kenapa lagi?" tanya Gerald cemas.

"Arsen, kak. Dia jahat. Dia nolak aku lagi. Hiks.." jawab Niken sambil menangis.

"Hufftt. Bukankah kakak udah ngingetin sama kamu, cari cowok lain aja. Masih banyak yang lebih ganteng dari dia.” ucap Gerald.

"Nggak mau, kak. Aku maunya Arsen!" tegas Niken.

"Kamu ini keras kepala banget, ya." ucap Gerald.

"Kak, bantuin Niken buat dapetin dia." ucap Niken memohon.

Gerald sangat pusing dengan tingkah adiknya yang sangat terobsesi dengan Arsen.

"Ya ya ya." ucap Gerald malas.

"Beneran loh. Janji loh." ucap Niken.

"Beneran." ucap Gerald malas.

"Jadi, gimana rencananya?" tanya Niken dengan mata berbinar.

"Nanti kakak fikirkan." ucap Gerald.

Niken senang lalu dia memeluk tubuh Gerald walau Gerald tidak membalasnya.

Niken dan Gerald adalah saudara kembar. Namun, mereka tidak sekolah di tempat yang sama karena Niken selalu berpindah sekolah mengikuti Arsen.

📽To be continue🎞

1
վմղíα | HV💕
ya ampun ngajak temen mencuri lagi, Ayra asal ngomong aja.
վմղíα | HV💕
lengkap sudah penderitaan Ayra mulai dari kesiangan jatuh dikamar mandi, sampai sepeda motor mogok.
վմղíα | HV💕
sama sama jomblo 🤭
վմղíα | HV💕: sama2🤗🤗
total 4 replies
anak Ragil❤️💕
hey bg mampir nih😂😂
🍒⃞⃟🦅𝓡𝓸ᷤᷤᷤ𝓱ᷞᷞ𝓶ͦͦ𝓪ᷱᷱ𝓷☕︎: tpi klo rame rame emoh 🙄

klo berdua aja gpp deh🤔
total 5 replies
Keyboard Harapan
like favorit pantas untuk kisah ini💪💪💪💪
Keyboard Harapan
persahabatan bagai kepongpong🤗pada tinggi tinggi ya orangnya, baca cerita mu jadi keinget masa muda deh.🤗
Keyboard Harapan
mampir Ni thor, cerita yang hangat luat biasa💪💪💪
syafridawati
hahaha kasihan
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
masuk favorit dulu dech bang
Watilaras
♥️♥️♥️♥️
🍒⃞⃟🦅𝓡𝓸ᷤᷤᷤ𝓱ᷞᷞ𝓶ͦͦ𝓪ᷱᷱ𝓷☕︎: 💜💜💜💜.
total 1 replies
El_Tien
ayra dan Arsen akhirnya berpelukan
El_Tien
semangat kakak ayo saling dukung
El_Tien
Ayra suka becanda yaaa
El_Tien
hai. apa kabar Arsen
🍒⃞⃟🦅𝓡𝓸ᷤᷤᷤ𝓱ᷞᷞ𝓶ͦͦ𝓪ᷱᷱ𝓷☕︎: gak ada cuan sama sekali...
sulit disini..

sayang udah pernah nambah cuan kah dari sini..
berapa kali ....
total 3 replies
El_Tien
ih. cari perhatian ayra kok ganggu sih, kan kasian
El_Tien
hai kak aku mampir lagi
Arianti
♥️♥️♥️
El_Tien
huwaa rara...kamu maaih imut
hai bang!
🍒⃞⃟🦅𝓡𝓸ᷤᷤᷤ𝓱ᷞᷞ𝓶ͦͦ𝓪ᷱᷱ𝓷☕︎: kamu juga imut yank😂
total 1 replies
Dhina ♑
hmmm nyimak
Dhina ♑: what 😱😱
total 4 replies
El_Tien
bang, aku mampir. Dukung balik dong bang hehe
El_Tien: makasih bang, banyak banget like nya. Semoga sukses selalu 🙂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!