Saling selingkuh, mewarnai kehidupan rumahtangga Dave, dan Alana.
Hingga keduanya menyadari adanya cinta pada diri masing-masing, disaat rumahtangga yang mereka jalani, berada diujung tanduk. Dan cinta itu semakin kuat, dengan kehadiran sikembar Louis, dan Louisa.
Ikuti kisah cinta Alana, dan Dave yang merupakan saudara tiri.
IG. Popy_yanni.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari tau
Setelah selesai dengan kegiatan membuat kuenya didapur, Alana segera menyambangi kedua anaknya yang tengah bermain.
"Louisa, Louis, ayo bantu Mama susun kue-kuenya," Ucapnya.
Kedua alisnya menyurut seketika, saat tidak mendapati kedua malaikat kecilnya disana. Dan diapun mulai mencari kedua bocah itu dikamar, dan berbagai ruangan dalam rumahnya.
Keresahan mulai melanda, apalagi mengingat ada Dave dikota itu, membuat kegelisahan wanita itu semakin bertambah.
"Kemana mereka berdua?! padahal aku sudah melarang untuk tidak bermain diluar rumah." Seru Alana dengan mengunci pintu rumah, dan mulai menelusuri tempat yang biasa didatangi kedua anaknya, untuk bermain.
Kenapanikan semakin melanda, saat tidak mendapati keberadaan Louisa, dan Louis disana.
"Dimana mereka, berdua?" Dengan mengedarkan pandangannya kesegalah arah, dengan kegelisahan yang semakin melanda.
Terus melangkah mencari keberaedaan kedua anaknya, ditengah panasnya cuaca kota Cambrigge, hingga dia berpapasan dengan salahsatu tetangganya.
"Tuan Sham, apakah kau melihat kedua anakku?!"
"Tadi aku melihat mereka berdua kearah pembangunan proyek hotel, yang ada diujung jalan sana."
Menghembuskan napas, dengan raut wajah yang terlihat begitu kesal, saat mendengar apa yang dikatakan pria bertubuh tambun itu.
"Terima kasih, Tuan Sham?" Dengan kembali, melanjutkan langkah kakinya.
Alana terus menggerutu, dan dia terlihat begitu kesal saat menyusuri jalan.
"Untuk apa mereka main kesana?! bukankah tempat itu sedikit jauh?!"
****
Dave, dan Daven saling menatap, dan semakin penasaran dengan marga dari gadis kecil itu.
"Boleh Paman tau, siapa nama orangtuamu?!" Tanya Dave, pada gadis kecil itu.
Belum sempat Louisa menjawab pertanyaan dari Dave, tatapan mereka teralihkan dengan panggilan dari Louis, yang memanggil Mamanya.
"Mamaa....?!" Teriak bocah kecil itu, saat melihat keberadaan Alana ditempat proyek itu.
Alana berbalik keasal suara, begitupun juga dengan Dave, yang tatapannya teralihkan kearah pandang Louis.
"Dave...?!" Seru Alana, dengan raut yang terlihat begitu pucat, saat melihat kebersaan Dave, dan kedua anak mereka.
"Alana...?!" Seru Dave, yang sangat terkejut saat melihat keberadaan Alana.
"Mama...?!"Teriak, Louisa pula.
"Mama..?!" Ucap Dave yang begitu terkejut, saat kedua bocah itu memanggil Alana, dengan sebutan Mama.
"(Jadi Louis, dan Louisa adalah anak dari Alana?!)" Bathinnya, dengan rasa penasaran yang teramat sangat.
"Louis, Louisa, apakah Bibi itu Mamamu?!" Tanya Daven, mencoba untuk mencari tau.
"Iya Paman Daven, itu Mama kami. Namanya, Alana." Timpal Louisa, dengan senyuman kecil diwajahnya.
Dave, dan Daven saling menatap, seolah tidak percaya dengan kenyataan yang baru saja mereka dengar.
****
Ada tetesan bening yang mengalir dari sudut mata wanita itu, tapi dengan cepat dia mengusapnya, saat melihat pemandangan manis, antara kedua anaknya, dan ayah kandungnya.
Dengan memberanikan diri, Alana menghampiri Dave yang tengah bersama Louis, dan Louisa.
"Ayo anak-anak?! kita pulang sekarang. Ini sudah jam makan siang," Serunya, dengan langsung meraih tangan louisa, dan Louis.
"Tapi Mama? aku, dan Kakak masih ingin bermain,dengan Paman tampan?!' Ucap Louis, yang enggan pergi.
"Aku juga, Maa?!" Timpal Louisa, pula.
"Aku ingin bicara denganmu, Alana?!" Ucap Dave, dengan mencekal tangan wanita itu.
"Maaf Dave, tapi aku tidak waktu? dan aku minta jangan ganggu aku lagi," Ucapnya, tegas.
"Aku tidak perduli kau punya waktu, atau tidak, katakan padaku apakah kau sudah menikah?!"
Menghembuskan napas, menatap tajam pria itu.
"Yaa?! aku sudah menikah, dan aku minta jangan mengusik hidupku lagi." Titahnya tegas, dengan langsung berlalu bersama Louis, dan louisa.
"Alana....,Alana...?!" Teriak Dave, tapi seketika tangannya dicekal oleh sekretarisnya, saat akan mengejar wanita itu.
"Tidak Tuan, biarkan saja,"
"Tapi aku harus bicara dengannya?!" Jawabnya, yang tetap ingin mengejar Alana.
"Tenang Tuan, karena disini aku yakin Nona Alana sedang menutupi sesuatu dari anda."
"Menutupi sesuatu?!" Dengan nada penasaran.
Apa maksumu Daven?! aku tidak mengerti?!"
"Iya yang aku lihat seperti itu, dan aku yakin Louisa, dan Louis adalah anak-anak anda, Tuan?!'
"Tapi tadi kau dengar dia mengatkan, kalau dia sudah menikah."
"Itu bisa saja siasat Nona Alana, agar Tuan menjauh dari kehidupannya. Dan menutupi kebenaran tentang Louis, dan Louisa. Tapi jauh lebih baik, kita akan menanyakan pada penduduk disisni, untuk mencari tau tentang kehidupan Nona Alana, apakah benar dia sudah menikah, karena aku rasa begitu janggal, sebab usia Louis, dan Louisa sudah hampir berusia enam tahun."
Dave tampak menimang, dan tatapannya teralihlkan pada sekretarisnya itu.
"Akupun merasakan demikian, dan sepertinya ada kontak bathin antara aku, dan kedua anak itu."
"Kalau memang benar kedua anak itu adalah dara daging anda, ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa Tuan? karena tidak menyangkah takdir membawa anda untuk bertemu dengan mereka, yang selama ini anda sama sekali tidak menyadari keberadaannya."
****
VILLA.
Dave memandang keindahan taman belakang Vila, dengan kegellisahan yang semakin teramat sangat, memikirkan jika kebenaran jika louisa, dan Louis adalah dara dagingnya.
Terdengar suara langkah kaki , yang menghampirinya.
"Tuan..?!"
"Ada apa?"
"Aku membawa salahsatu pelayan VIlla ini, yang merupakan penduduk asli kota Cambrigge."
Dave membalikkan tubuhnya, dan menjumpai seorang wanita paruhbaya yang datang bersama Daven.
"Selamat, malam Tuan?!"
"Selamat malam, duduklah."
"Baik, Tuan?" Dengan menduduki, salahsatu kursi.
Sekretris Daven mengatakan kalau ada hal yang penting yang ingin anda bicarakan denganku. Bolehkah saya tau, hal penting apa Tuan?!" Dengan tatapan penasaran, menatap pria itu.
"Apakah kau mengenal Alana? seorang wanita yang membuka usaha kue dikota ini,"
"Ohh Nona Alana? saya sangat mengenalnya. Dia adalah seoarang penduduk baru dikota ini, dan dia berstatus sebagai seorang janda beranak dua."
"Janda...?!" Dengan tatapan penasaran, menatap wanita paruhbaya itu.
"Iya Tuan, saat datang kekota ini dia tengah hamil. Dan sampai sekarang kami tidak tau, siapa ayah dari Louis, dan louisa sebab Nona Alana sangat merahasiakan jatih diri ayah dari kedua anaknya."
Menghembuskan napas, yang terasa begitu berat saat mendengar apa yang dikatakan pelayan Vila itu.
"Jadi Alana, belum menikah sampai sekarang?!'
"Belum Tuan, memang ada salahsatu pria yang begitu menyukainya, namanya Jhon, pemilik peternakan dikota ini. Dia sudah berulang kali mengajak Nona Alana, untuk menikah dengannya, , tapi Nona Alana selalu menolaknya. Tapi apakah aku boleh mengatakan sesuatu padamu, Tuan?!"
"Apa yang ingin kau katakan, katakanlah."
"Sepertinya, wajah anak-anak laki-laki dari Nona Alana, begitu mirip dengan anda,"
Hanya menyunggingkan senyuman kecil diwajahnya, dan tatapannya sekilas menatap Daven sang sekretaris.
"Kau boleh pulang sekarang, terima kasih untuk informasimu. Dan sebagai rasa terima kasihku, ini ada sedikit uang untukmu," Dengan memberikan sebuah amplop, pada wanita itu.
Bolamatanya begitu berbinar, saat membuka amplop, dan menemukan banyak uang didalamnya.
"Terima kasih Tuan," Dengan beranjak dari, duduknya.