Misya Alexandra, polisi wanita yang ditugaskan mencari seorang artis populer yang menghilang dari rumah setelah asisten pribadinya gantung diri.
Dalam masa pencarian Misya menemukan sebuah catatan kematian dari seorang yang bernama Jara. Pesan itu memberitahukan bahwa jara mampu membunuh sesuka hati menggunakan catatan yang didapatkannya dari iblis.
Tidak ada yang percaya akan hal itu. Akan tetapi…
Sejak pesan tersebut diterimanya. Pembunuhan berantai terus terjadi, semua terjadi di sekitarnya.
Menariknya setiap mayat-mayat yang terbunuh meninggalkan catatan bagaimana mereka semua mati.
Sebuah kriminal yang sangat sulit dimengerti.
NAMAKU MISYA BANTU AKU MENEMUKAN NYA.
Hai pembaca...
Kalau suka jangan lupa suport ya...
Saran dan kritik juga boleh...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QUSAIRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
GANGGUAN PRIA TAK DI KENAL
Saat bibir produser memberi sinyal kepadaku untuk memulainya, waktu terasa berhenti sesaat, pikiran seakan melayang. Aku menguatkan hati agar tidak perlu khawatir.Benar kasus ini belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat sulit. ini juga kejahatan yang tidak bisa diampuni. untuk menyelesaikan ini aku butuh bantuan mereka. Benar dengan begini aku akan menunjukkan kepada mereka lokasi Jara yang sebenarnya. Itu pasti!. Aku akan membawanya.
Selang beberapa menit Wawancara komandan dengan penyiar berita dalam rangka mengulas kematian LN. Layar TV pun diubah ke berita darurat nasional sesuai dengan rencana ku.
“Kami ubah program ini untuk tayangan darurat dari pihak berwajib mohon maaf atas gangguannya!’’ Ucap pembawa Acara di studio membaca naskah yang sudah ku siapkan kemarin.
Setelah kamera tersorot kepadaku produser memberikan aba-aba dari balik latar, untuk memulai.
“Selamat siang’’ Ucap ku pelan dengan suara yang besar.
Riko menyuruh ku untuk memakai mic yang sudah di atur setingan suaranya. Sehingga suara ku yang keluar berubah.
Aku adalah pasukan khusus dalam tindak kriminal nasional, untuk itu aku tidak bisa memperkenalkan nama. Ada sejumlah target kriminal pembunuhan berantai yang belakangan marak di negeri ini. Aku ingin memberitahukan sekaligus memperingatkan kepada masyarakat, ini adalah tindakan pembunuhan paling kurang ajar dalam sejarah dan tak bisa diampuni. Aku pasti akan menangkap orang dibalik pembunuhan ini.” Jelas ku sopan.
"Makhluk biadab ini mengaku sebagai Jara.’’ Sejenak aku terdiam.
“Baru saja pihak kepolisian menjelaskan kepada publik. Ya benar baru saja... mereka menjelaskan kronologi penyebab kematian dari asisten pribadi Amelia Earhart yaitu Lisdia Ningsih, dia ditemukan bunuh diri. Kepolisian tidak fokus akan kasus ini dikarenakan tidak ditemukan bukti disana. Ya benar, Itu tidak bisa dipungkiri karena tidak ada petunjuk pembunuhan disana....
“Tapi… itu tidak bagiku!” Teriakku keras.
Jara…!
“Aku tahu sebenarnya kau gagal dalam melakukan itu. Itulah sebabnya kau melakukan aksi lainnya. Yang membuatmu justru terperangkap. Apakah otak kecilmu itu tidak bisa memikirkan hal yang lebih menarik lagi!.” Cetus ku meledek.
“Jara aku tahu betul apa motivasi mu dan sebab kau lakukan ini. tapi yang kau lakukan adalah…
BODOH dan KEKANAKAN…
“ Aku tahu kau berlagak seperti tuhan. Mengendalikan dan membunuh orang dengan sesukamu.”
Jara…!
“Aku tahu kau melihat siaran ini! Jara!, Perlu aku ingatkan dan tanamkan di kepala kosong mu itu, salah besar karena membuatku turun tangan…’’
Salah besar kau memancingku kemari....
Jara... Aku ingatkan, belum pernah dalam sejarah kriminal, kasus yang tidak bisa aku selesaikan...
Kata-kataku di sela Riko, dia memberi sinyal kepada ku bahwa terjadi kerusuhan di luar studio, otak encer ku langsung merangsang itu adalah pesannya.
Ternyata benar-benar diluar dugaan. Dia terpancing. Aku bergumam dalam hati.
"Aku ralat sedikit…" Ucap ku sambil memperbaiki mikrofon.
“Kepolisian yang berjaga disini memberitahu kepada ku, bahwa ada seseorang diluar sana membuat kerusuhan dan menganggu ketertiban.
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padanya. Pastinya orang itu adalah pesan untukku bukan?.” Timpal ku pada jara dengan harapan dia mengangguk.
Jara!
“Ooo, Sungguh tidak bisa dipercaya dan di mengerti, aku harus mengujinya agar percaya. Siapa sangka kau sampai bisa melakukan ini?.
Sesuai dugaan ku, kau memang benar bisa membunuh dan mengendalikan orang secara tidak langsung.” Imbuh ku menambahkan.
“Akhirnya aku percaya seratus persen setelah menyaksikan caramu itu."
Dengarkan aku jara!.
“Orang yang akan terbunuh di luar sana itu kau kendalikan dengan sesukamu bukan?”
"Oi, Jara! Bukankah aku yang menantang mu?"
“Oi, Jara!, kenapa kau tidak melakukannya padaku?.
Apa kau tidak mendengarkan ku?.” Aku berteriak keras.
Apa...
“Apa tidak bisa?. Kenapa?. Sepertinya kau tidak punya informasi mengenai ku."
"Oi, Jara apa kau tidak bisa membunuh orang yang tidak kau ketahui?."
“Sepertinya.... Jara di balik layar ini Aku melihatmu jengkel dan meradang setengah mati.”
“Jadi ayo!. Bunuh aku!”
“Ayo…!” Teriakku kencang dan berulang-ulang.
“Ada apa?, kau tidak bisa? sepertinya kau tidak bisa membunuhku.
"Sayangnya...., padahal aku sudah siap menerima apa pun yang akan terjadi kepada ku."
Tapi...
"Ada juga yang tidak bisa kau bunuh. Sebuah Petunjuk yang bagus. Apa kau ingin tahu di balik topeng ini aku sedang tersenyum bahagia. Sungguh sangat bahagia.’’ Papar ku.
Aku merapatkan kedua telapak tangan, lalu menepuk-nepuk nya dengan pelan.
"Supaya permainan ini lebih menarik dan menantang. Jara bukankah kau melakukan kebodohan dengan membunuh orang sesuka hati karena bosan?"
Jadi...
“Akan ku beritahu sesuatu hal yang bagus untukmu. Kubilang siaran ini siaran langsung Nasional, tapi…
Ini hanya disiarkan di ibu kota saja. Aku berencana menyiarkannya di berbeda daerah di waktu yang berbeda, tapi sepertinya itu tidak perlu lagi, sekarang aku tahu kau berada di pusat kota, ya kau berada sangat dekat denganku.
Bagaimana...? Aku tidak sabar ingin bertemu...
Terdengar hela nafasku lirih. “Aku sudah bisa menarik kesimpulan ini. Kau berada di jakarta dan Lisdia Ningsih adalah bukti kecerobohan mu.
Beruntung kau berada di kota Jakarta yang populasinya paling ramai,
"Hahaha...." Aku tertawa keras.
Tapi aku tidak menyangka ini akan semudah ini.
Karena itu Jara, aku takkan biarkan kau terlalu lama berkeliaran dan terus menerus melakukan aksi.
Aku tahu kau sudah memakan korban kemarin di sosial media. Entah sudah berapa korban yang pasti sudah kau bunuh! Aku berencana menanyakan langsung padamu. Jadi...
Sebelum aku mengeksekusi mu. Jara!
Aku tertarik dengan caramu melakukannya walaupun secara garis besar aku sudah mengetahuinya. Jadi tolong jelaskan semuanya, saat aku menangkap mu.
Kalau begitu sampai ketemu lagi. Jaga kesehatanmu karena aku tidak suka menyiksa orang yang lemah. Terimakasih atas perhatiannya.”
Aku menutup kuliah singkat ku dengan Salam.
Setelah aku menutup kalimat terakhir produser beserta kru-nya mematikan semua peralatannya.
Aku menghela nafas sejenak. Berdiri melangkah membuka jubah dan topeng yang kupakai.
“Huhh…, Apa yang terjadi diluar sana?” Tanyaku pada Riko yang berlari menghampiri ku.
“Oi, apakah kau benar-benar gila!” Cetus nya saat berada di depanku.
“Apa maksudmu?’’
“Hah! Aku yang harus menanyakan itu padamu! Apa maksudmu membuat pernyataan seperti tadi?” Sanggah nya.
Dahi ku seketika mengkerut mendengar perkataannya itu. Riko terlihat gemetaran. Baru pertama kali aku melihatnya ketakutan seperti ini. “Itu tidak seperti yang kau katakan kemarin?’’ Sambungnya.
“Aku hanya mengimprovisasi sedikit, memangnya ada yang salah dengan itu?’’ Sanggah ku melihat nya begitu panik
“Memang wanita gila!” Lontarnya. “Kau ditunggu komandan di ruang tunggu” Ucapnya pergi meninggalkanku.
Kepala ku berputar melirik sekeliling ruangan. Ada seorang pria lewat di depan ku.
“Produser, apa ada yang salah saat siaran tadi?” Tanyaku kepada pria bertubuh besar dan rapi berjalan di depanku hendak keluar.
Dia hanya menoleh lalu melontarkan senyum manis untukku.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Aku menggaruk kepala bimbang sepanjang lorong mengejar Riko ke ruang tunggu.
mungkin amelia mengetahui sesuatu tentang nayla,makanya amelia tidak mengizinkan nayla keluar dari panti,kayanya nayla itu memiliki semacam ilmu sihir yang membahayakan orang lain.
lanjottt bang 💪🌹
makasih udah update bang
semangat menulis
lanjut bang 💪💪💪