NovelToon NovelToon
Cinta Monyetku

Cinta Monyetku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 5
Nama Author: Hida

Aira Khumaira Az-Zahra, Gadis cantik yang saat ini memasuki usia seperempat abad. Dokter muda yang sangat cerdas putri seorang Petinggi di angkatan darat tak membuat dia menyombongkan diriinya. Gadis sholehah karena didikan sangat ayah dan bunda nya menambah nilai plus untuk Aira.

Aira, hampir 10 tahun hatinya terukir 1 nama yang tak pernah luntur meskipun tahun telah berganti. Rio, laki-laki kecil entah seberapa saat ini putra dari sahabat ayahnya yang sudah menjadi sahabatnya di saat masih anak-anak. Janji yang pernah terucap dan tak pernah Aira lupa.

"Aira, besok kamu mau ya jadi pengantinku?" Ucap seoarang anak laki-laki kecil kepada sahabatnya.

Dapatkah Aira menemukan sahabat kecilnya dan mereka dapat bersatu mewujudkan impian kecil mereka setelah badai dan perpisahan yang di alami mereka????

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Beda...

Happy Reading...🤗🤗🤗🤗🤗

 

 

Tanpa memutuskan pandangannya ke arah sang letnan, Aira berjalan mengikuti langkah sang Letnan dengan rasa penasaran. Penasaran dengan orang yang dintemuinya. Pandangan matanya mengingatkan dia dengan laki-laki yang selalu menghantui hari-hari nya.

 

 

Tapi mengapa, sang laki-laki itu seperti tak mengenalnya. Padahal dia yakin bahwa dia adalah Mario Rosfan Adhitama. Teman kecil yang dahulu tak pernah suka di panggil Mario, cukup Rio karena mudah di hafal.

 

 

Masih dengan diam, Aira mengamati sosok Mario yang berjalan di depan untuk menunjukkan tempat tinggal sementara mereka di pengungsian. Tak disadari Aira, Jenni memperhatikan gerak-gerik Aira sedari tadi.

 

 

"Dok, dari tadi aku perhatiin dokter kok memandang letnan Mario gimana gitu."Ucap Jenni sedikit berbisik dengan menyenggol Aira.

 

 

"Eh....." Airapun tersadar setelah merasa tangannya di senggol.

 

 

"Perasaan suster saja."Jawab Aira mencoba membantah ucapan Jenni dengan menghadap Jenni.

 

 

Jenni tidak percaya sepenuhnya dengan jawaban Aira. Dia yakin ada yang di sembunyikan Aira. Meskipun belum terlalu lama dekat dengan Aira, Jenni sudah memahami sikap Aira sepenuhnya.

 

 

Merekapun sampai di tenda pengungsian. Ada 2 tenda yang di sediakan untuk mereka, antara tenda untuk relawan wanita dan laki-laki di bedakan. Hanya ada Velbed yang berjajar di sana. Dan untuk kamar mandi, hanya ada 3 khusus petugas dan relawan. Itupun kamar mandi darurat yang di buat petugas sementara

 

 

Tidak jauh dari tenda mereka, ada 1 tenda yang berfungsi sebagai ruang pemeriksaan dan penanganan korban bencana yang di temukan. Menurut kabar, ada beberapa orang yang belum di temukan. Sedangkan korban dengan luka berat, telah di pindahkan ke rumah sakit besar setelah mendapat pertolongan pertama di pengungsian. Cuaca yang buruk, di tambah dengan banjir susulan dan rawan longsor menyebabkan banyak pengungsi mengeluh dengan kesehatan mereka. Ada yang terserang demam, diare maupun gatal-gatal. Sehingga, para relawan saling bahu-berbahu membantu para pengungsi.

 

 

"Silahkan bapak dan ibu istirahat terlebih dahulu, sebelum esok mulai bertugas. Jika ada pertanyaan tentang para pengungsi, kalian bisa tanyakan kepada saya, komandan Rahmat dan para anggota kami. Maaf hanya tempat sederhana ini yang bisa kami sediakan, bukan kemewahan yang bapak dan ibu dapatkan di rumah."Ucap Mario dengan wajah datarnya. Tidak ada senyuman ramah di wajahnya.

 

 

"Terimakasih letnan Mario, mohon bimbingannya untuk kami disini. Dan kami, tenda ini sudah sangat bagus buat kami tinggal di sini."Jawab dokter Anton dengan ramah.

 

 

"Wah, coba lihat komandan Mario tampan sekali ya."Puji salah satu relawan kepada temannya.

 

 

Aira yang mendengar pujian ke Mario, ada rasa gemuruh yang tak bisa di katakan.

 

 

"Ya Allah, jika memang dia Rio mengapa dia tak mengenaliku?" Ungkapan hati Aira dalam hatinya. Aira masih setia menatap laki-laki di depannya. Dia akan mencari tahu siapa Mario sebenarnya. Meskipun hati kecilnya mengatakan bahwa dia adalah Rionya, laki-laki kecil yang akan selalu melindunginya dan selalu di nantikan.

 

 

"Aku akan mencari tahu siapa kamu sebenarnya, ya aku harus."Tambah Aira berguman dalam hatinya.

 

 

"Dokter Aira, biar saya bantu membawakan kopernya masuk."Tawar Kevin kepada Aira yang ingin mengambil alih koper yang di bawa Aira. Di sampingnya ada Nayla yang melihat nya dengan sinis.

 

 

Mario yang mendengarnya, melihat sementara kearah Aira dan Kevin dengan pandangan yang sulit diartikan.

 

 

"Terimakasih dokter Kevin atas tawarannya, tapi saya masih bisa membawanya. Mungkin dokter Nayla yang membutuhkan bantuan dokter."Tolak Aira halus dengan menawarkan Nayla untuk kevin bantu.

 

 

Nayla memang kesusahan dengan barang bawaannya, dia tidak hanya membawa koper, tetapi juga tas ransel beserta bonekah besar yang biasa digunakan bantalan ketika tidur.

 

 

Kevinpun hanya pasrah dan terpaksa membantu Nayla yang memang butuh bantuan. Dengan rasa malas karena Nayla yang selalu mengekorinya, Kevin menawarkan diri membawakan koper Nayla masuk.

 

 

"Biar saya bantu dokter Nayla" Tawar Kevin.

 

 

"Terima kasih dokter Kevin." Jawab Nayla dengan tersenyum bahagia. Diapun menyerahkan kopernya ke Kevin. Meskipun sedikit kecewa karena Kevin terlebih dahulu menawarkan bantuan ke Aira, setidaknya saat ini dia merasa bahagia karena yang di bantu adalah dirinya. Kevin dan Naylapun masuk kedalam, kecuali Aira.

 

 

"Pak Mario, tunggu...." Pinta Aira.

 

 

"Ya, dokter ada yang bisa saya bantu?" Jawab Mario dengan wajah yang sama datar dan tanpa senyum.

 

 

"Emmmmm....apakah saya boleh tanya sesuatu terhadap anda pak?"

 

 

"Silahkan."

 

 

"Apakah nama bapak Mario Rosfan?"

 

 

"Bukan."

 

 

"Terus, nama bapak siapakah?"

 

 

"Nama saya Mario Adhitama."

 

 

"Oh, maaf pak. Mungkin saya salah orang."Ucap Aira lemas ketika mendengar kenyataan.

 

 

"Ya."Jawab Mario dengan datar.

 

 

"Kalau tidak ada yang lain, saya permisi dulu." Pamit Mario.

 

 

Mariopun berjalan menjauh meninggalkan Aira yang masih terpaku dengan jawaban Mario. Dia sangat sedih dengan apa yang tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan.

 

 

"Entah hati kecilku mengatakan jika kamu adalah Marioku. Meskipun saat ini dirimu memungkirinya, aku akan tetap mencari tahu kebenarannya. Entah kenyataannya membuatku terluka."Ucap Aira dalam hati sambil memandang Mario yang berjalan menjauh dari tempatnya berdiri.

 

 

"Dokter suka ya sama Komandan Rio?" Tanya salah satu anak buah Mario.

 

 

"Eh, tidak kok pak."Elak Aira.

 

 

Diapun tersenyum karena melihat gelagat Aira yang malu karena memperhatikan atasannya.

 

 

"Wajar jika dokter terpesona dengan komandan, dia tampan tapi sayang dokter. Dia sangat garang dan tak tersentuh. Meskipun terkadang tegas dan disiplin dengan bawahannya, tapi jiwa sosial beliau terhadap bawahannya tak bisa nilai. Konon, dulu kehidupan yang keras yang beliau alami membuat beliau menjadi laki-laki yang dingin dan tak tersentuh. Tapi santai dok, beliau sebenarnya baik."Jelas laki-laki tersebut yang bername tag M. Alex di dadanya.

 

 

"Iya pak. Terimakasih infonya."Balas Aira dengan tersenyum.

 

 

"Sama-sama dokter....." menggantungkan ucapannya.

 

 

"Aira, panggil saya Aira saja."Balas Aira.

 

 

"Oh ya,dokter Aira. Nama saya Alex dan jangan panggil saya pak seperti saya sudah tua saja." Ucap Alex dengan tersenyum.

 

 

"Jika dokter butuh bantuan untuk dekat dengan Dan Mario, saya siap membantu. Santai dok, beliau belum punya pacar. Kalau ada yang mendekatinya, pasti langsung dia semprot. Jadi yang mau mendekatinya akan berlari terbirit-birit. ki...kik....ki."Tambah Alex dengan terkikik membayangkan kejadian dimana ada seorang perempuan sexy mencoba mendekati Mario, dimana saat itu Alex menemani Mario makan di luar. Bukan sambutan yang baik yang di terima sang wanita, tapi gebrakan dan kemarahan dari Mario yang dia dapat. Sehingga sampai saat ini dia sudah tidak berani mendekati Mario kembali.

 

 

"Baik bang Alex, boleh saya panggil bang Alex?" Tanya Aira.

 

 

"Silahkan dengan senang hati dokter."Balas Alex dengan tersenyum.

 

 

"Kalau begitu saya masuk dulu,senang bisa mengobrol dengan anda."Pamit Aira.

 

 

Airapun berjalan masuk kedalam tenda. Dia masih memikirkan tentan Mario. Setelah mendapatkan Velbed kosong dimana bersebelahan dengan Jenni, Airapun berjalan menghampirinya. Untung Jenni melambaikan tangannya ketika melihat Aira masuk.

 

 

"Akhirnya masuk juga."Ucap Jenni setelah Aira menghampirinya.

 

 

"Iya, maaf tadi mengobrol dulu sebentar dengan petugas di depan." Balas Aira dengan ramah.

 

 

Untuk Kevin, dia sudah menuju ke tendanya setelah mengantar Nayla membawakan kopernya.

 

 

"Mengapa kamu beda........"Ucap Aira dalam hati setelah merebahkan dirinya ke velbed.

***********

1
Ave Thohir
lanjut penasaran akhir crt nya
Umi Jasmine
semangat up date thoor, karyamu selalu kmi tunggu
Umi Jasmine
semangat lanjut up date
Chusma Paimo
Kapan update lagi
Vina Ina
tambah tegang...
Vina Ina
terimakasih KK sudah memberikan cerita yg menarik😍
dewi
mengajarkan banyak hal cirita ini
Kalsum Irwan
wah setelah sekian lma, bru up lgi kk. tpi terimakasih sudh up lgi, tpi buknnya Maira pkai hijab Thor? 🙏
Amin Srgfoo
jangan cakar cakaran ya
Umi Jasmine
wisnu jodoh maira, yaaa
💗 AR Althafunisa 💗
😭😭😭😭😭😭
💗 AR Althafunisa 💗
🥰🥰🥰🥰🥰
💗 AR Althafunisa 💗
Tanggung jwb ga, aku tuh masih nangis aja 😭😭😭💔💔💔
💗 AR Althafunisa 💗
Sedih aku tuh 😭😭😭😭 inget pas lagi sama-sama 💔💔💔💔
💗 AR Althafunisa 💗
Itu mah alesan tuh cewek atau keluarga nya buat nolak 😬
💗 AR Althafunisa 💗
kalau bukan Kevin, jangan-jangan suruhan ayahnya papa Irsyad 🤣 cara jitu buat calon mantu usaha buat dapat kan kekasih hati 😂
💗 AR Althafunisa 💗
Kevin kayanya, wong tadi aja kaya penjilat 😌
💗 AR Althafunisa 💗
Luar biasa
💗 AR Althafunisa 💗
Raisha bukannya adiknya Mario?
💗 AR Althafunisa 💗
Lanjutin cerita Aira Rio dulu, baru cerita bunda untuk Aira 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!