NovelToon NovelToon
Gadis Montok Sang Don

Gadis Montok Sang Don

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Mafia / Asmara / Cewek Gendut / Tamat
Popularitas:4
Nilai: 5
Nama Author: Lenardt

Setiap pagi, Laras melayani pelanggan pertamanya di kedai kecil itu: seorang pria bermata biru yang selalu memanggilnya "Cantik". Hanya itu. Karena di rumah, ayah dan kakaknya memperlakukannya seperti sampah, dan lelaki setampan itu tak akan pernah melirik gadis gemuk sepertinya.

Yang tidak Laras tahu, pria itu adalah Satria Kusuma, Don 'Ndrangheta, bos mafia yang ditakuti, dan ia punya waktu enam bulan untuk menikah atau kehilangan takhtanya. Satu malam, setelah melihat sendiri bagaimana Laras diperlakukan, Satria mendatangi rumahnya dan menawarkan kesepakatan yang tak bisa ditolak ayah Laras: utang dilunasi, dan Laras menjadi istrinya.

Laras mengira ajalnya sudah dekat. Ia punya rahasia yang menurut hukum mafia pantas dibayar nyawa. Tapi pria yang ia takuti justru menyediakan sofa, selimut, dan kesabaran tanpa batas, dan perlahan menunjukkan padanya bahwa ia boleh hidup, boleh dicintai, bahkan boleh menjadi kuat.

Sementara itu, di balik pesta dan perjodohan, keluarga Kusuma menyimpan rahasia yang bisa menghancurkan semuanya. Dan Bianca, adik Satria yang tajam lidahnya, sedang bermain api dengan satu-satunya lelaki yang tak boleh ia sentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenardt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Satria Kusuma

Begitu melihat Laras, aku tidak peduli lagi pada apa pun. Aku bahkan tidak melihat sekeliling siapa saja yang ada di sana, atau apakah Laras akan malu karena tindakan nekatku. Yang kutahu, aku memegang lengannya dan menciumnya. Kutempelkan bibir kami dengan intens. Laras lama membalas, tapi begitu dia membalas, aku hanya bisa berpikir betapa aku sudah tamat.

Sejak awal aku tahu pernikahan ini bukan karena cinta, tapi karena kepentingan, dan aku juga tahu aku tidak memilih Laras secara kebetulan. Yang tidak kutahu, aku akan jatuh cinta padanya dan akan melakukan apa saja untuk perempuan ini. Yang tidak pernah kubayangkan, ciumannya bisa membawaku ke planet lain dan membuatku melayang tanpa arah.

Kalau bukan karena rapat yang sangat penting ini, yang menarikku kembali ke kenyataan, entah apa yang akan kulakukan pada perempuan ini. Aku sadar sepenuhnya aku harus menunggu saatnya, tapi coba jelaskan itu ke tubuhku.

Pelan-pelan kulepaskan bibirnya, mengecup ringan dan menggigitnya sedikit, tak ingin melepaskan perempuan ini lagi. Baru sekarang kusadari satu tanganku ada di pinggangnya, menahannya menempel padaku, dan satu lagi di lehernya. Aku juga sadar Laras bisa merasakan ereksiku. Itu hal yang tidak kuinginkan sekarang karena takut membuatnya ketakutan. Tapi kenyataan dia tidak protes dan tidak menunjukkan reaksi menolak sentuhan itu membuatku senang banget, sialan.

Aku berbalik ke meja sekretarisku dan mengambil kantong yang tadi kutaruh di sana.

"Ini buat kamu, Arya akan mengajarimu cara memakainya." Di dalam kantong ada ponsel keluaran terbaru dan laptop, juga rilisan terbaru, salah satu yang terbaik yang pernah kulihat. "Kalian bisa pakai ruanganku selama aku dan Bianca ke ruangan Rendra bersamanya."

"Terima kasih, Satria, tapi..." Wajahnya merah, aku belum tahu karena ciuman tadi atau karena hadiahnya.

"Jangan berani-berani menolak. Aku membelinya khusus untukmu. Maaf, sekarang aku benar-benar harus bicara dengan mereka, habis ini ada rapat dengan Dewan." Dia menatapku masih ragu, tapi mengangguk.

"Arya, semuanya sudah kamu siapkan di komputer Rendra seperti yang kuminta?" Arya mengangguk, dan begitu aku berbalik kulihat Rendra memandangku bingung, tapi dia tidak bilang apa-apa. Kulihat kecemasannya pada Bianca dan betapa dia menahan diri supaya tidak memeluk dan menenangkannya karena kejadian tadi. Di situlah, saat itu, aku sadar. Mereka berdua benar-benar saling mencintai, dan tak ada apa pun atau siapa pun yang bisa menghalangi itu. Sial, Rendra, kenapa harus dia.

Aku tidak berkata apa-apa lagi, langsung menuju ruangan Rendra, dengan dia dan Bianca di belakangku.

"Aku minta Arya membiarkan semuanya terbuka di komputermu supaya aku bisa menjelaskan semuanya ke kalian."

"Serangan sialan apa itu tadi? Sejak kapan musuh ada di belakang kita?" tanya Rendra bahkan sebelum kami duduk.

Aku ke mejanya dan duduk di depan komputer seakan ruangan itu milikku, lalu memberi isyarat supaya mereka duduk di depanku, dan mereka menurut.

"Semalem gue ngebatalin pernikahan dan perjanjian sama orang Rusia, dan mereka ngamuk."

"Jadi mereka yang ngejar gue?"

"Masih kami selidiki, tapi semuanya mengarah ke sana. Dan dengar, urusannya jauh lebih dalam dari itu."

"Lo udah kasih tahu semua orang alasan pembatalannya?" tanya Rendra sambil menatap Bianca, jelas mencemaskannya.

"Nggak perlu." Aku berdiri dan mondar-mandir. "Yang kalian berdua lakukan itu gegabah, dan salah sampai taraf yang nggak terbayangkan. Kalian tahu yang kalian lakukan dianggap pengkhianatan, kan?"

Keduanya mengangguk sambil saling melirik dari sudut mata. Kekompakan mereka masih hal baru buatku, karena selama ini aku tidak pernah melihat mereka dengan cara lain. Yang kulihat hanya keluarga yang kompak, tak pernah terpikir ada yang lebih dari itu.

"Tapi sekarang yang tersisa untukku cuma berterima kasih pada kalian."

* * *

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!