“Ketika aku masih menjadi Tuan Muda, kalian semua menghormatiku. Namun, setelah dantianku hancur, bahkan keluargaku sendiri menganggapku sampah.”
“Aku telah mengorbankan segalanya untuk kalian. Apakah penghinaan dan pengkhianatan ini balasan yang pantas kuterima?”
Dikhianati sekte, dihina keluarga, dan ditinggalkan orang-orang yang dicintainya, Qin Xuan kehilangan segalanya.
Namun, ketika semua orang menganggapnya tidak berguna, sebuah pagoda misterius justru memilihnya sebagai penguasa.
Mereka telah menghancurkan hidupnya. Kini, Qin Xuan akan membuktikan bahwa mereka telah meremehkan orang yang salah.
🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21: Obat untuk Ling'er
Qin Xuan mengikuti Li Jiu Yue menaiki tangga Paviliun Obat. Setelah melihat berbagai pil di lantai pertama dan kedua, ia semakin memahami betapa mahalnya obat-obatan yang dihasilkan para Ahli Alkimia.
Pil tingkat dua yang dijual di lantai kedua hanya terdiri atas beberapa puluh jenis. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan ratusan jenis pil tingkat satu di lantai bawah. Harganya pun meningkat berkali-kali lipat, dengan harga termurah mencapai tiga hingga empat ratus keping emas.
Bagi pendekar biasa, jumlah itu bukan pengeluaran kecil. Namun, Qin Xuan tidak terlalu mempedulikannya. Ia baru saja memperoleh hadiah besar dari Menara Pertarungan, dan tujuan utamanya datang ke tempat ini bukan untuk menghemat uang.
Ia hanya ingin menemukan obat yang mampu menyembuhkan Ling'er.
“Tuan Qin, pil tingkat dua memang memiliki khasiat cukup baik,” ujar Li Jiu Yue sambil terus berjalan.
“Namun, pil penyembuh terbaik yang tersedia di cabang ini berada di lantai tiga. Di sana kami menjual pil tingkat tiga, termasuk Pil Pemulih Roh milik Sekte Bintang Langit.”
Langkah Qin Xuan sedikit dipercepat begitu mendengar nama obat tersebut.
Tidak lama kemudian, keduanya tiba di lantai tiga. Berbeda dengan lantai bawah yang dipenuhi pembeli, ruangan ini jauh lebih lengang. Hanya terdapat sebuah meja panjang dari kayu berharga, dengan kurang dari sepuluh jenis pil yang dipajang di atasnya.
Mata Qin Xuan langsung tertuju pada salah satu botol giok.
Pil Pemulih Roh.
Obat yang selama ini ingin diperolehnya ternyata benar-benar tersedia di hadapan matanya.
Seorang pelayan wanita segera menghampiri ketika melihat Li Jiu Yue. Ia membungkuk memberi hormat, lalu menyambut Qin Xuan dengan sikap sopan.
“Salam, Pengelola Li. Selamat datang, Tuan.”
Li Jiu Yue membalas anggukan pelayan itu sebelum mempersilakan Qin Xuan mendekati meja.
“Semua pil penyembuh tingkat tinggi yang tersedia di cabang ini ada di sini. Silakan memilih.”
Qin Xuan memeriksa botol-botol tersebut satu per satu. Selain Pil Pemulih Roh, ia menemukan pil lain yang menarik perhatiannya.
“Pil Pemulih Jiwa?” gumamnya.
Li Jiu Yue segera menjelaskan, “Pil itu memiliki kemampuan penyembuhan yang sangat kuat. Bahkan seseorang yang tinggal memiliki sedikit napas masih berpeluang diselamatkan dengan pil tersebut.”
Qin Xuan mengangkat kepala, mendengarkan dengan saksama.
“Namun, keunggulan utamanya bukan hanya menyembuhkan luka,” lanjut Li Jiu Yue.
“Pil Pemulih Jiwa juga mampu memelihara dan memperkuat jiwa, bahkan meningkatkan kemampuan seseorang dalam memahami teknik dan kultivasi.”
Penjelasan itu membuat Qin Xuan terkejut.
Jiwa merupakan sesuatu yang sangat sulit diperkuat. Bahkan pendekar Alam Bintang Langit umumnya hanya mampu menggunakan sebagian kekuatan jiwa sebagai kesadaran untuk mengamati lingkungan.
Memperkuat jiwa secara langsung bukan perkara mudah. Karena itulah, pil yang mampu melakukannya memiliki nilai luar biasa.
Qin Xuan akhirnya memahami mengapa para Ahli Alkimia begitu dihormati oleh berbagai kekuatan besar.
Ia kemudian memperhatikan harga yang tertera di dekat botol-botol tersebut.
Satu Pil Pemulih Jiwa dijual seharga seratus delapan puluh ribu keping emas, sedangkan Pil Pemulih Roh berharga delapan puluh ribu keping emas.
Harga itu bahkan melampaui kekayaan yang dimiliki sebagian pendekar Alam Bintang Langit.
Namun, Qin Xuan tidak ragu.
“Aku ingin membeli seluruh Pil Pemulih Roh dan Pil Pemulih Jiwa yang tersedia.”
Li Jiu Yue sempat terdiam, sementara pelayan di samping meja memandang Qin Xuan dengan terkejut.
Setelah memeriksa persediaan, mereka menemukan tiga belas Pil Pemulih Roh dan delapan Pil Pemulih Jiwa.
Qin Xuan membeli semuanya.
Ia juga memilih tiga Pil Pembersih Sumsum yang masing-masing bernilai hampir dua ratus ribu keping emas, beserta sejumlah pil untuk membantu kultivasi.
Setelah itu, Qin Xuan kembali mengunjungi lantai pertama dan kedua. Ia membeli berbagai pil penyembuh, peningkat kekuatan, serta obat yang dapat digunakan dalam keadaan darurat.
Beberapa pil mungkin belum dibutuhkannya sekarang, tetapi ia tidak ingin kembali berada dalam keadaan sulit hanya karena kekurangan obat.
Ketika seluruh pembelian dihitung, jumlah pengeluarannya telah melampaui empat juta keping emas, meskipun ia memperoleh potongan harga dua puluh persen dari kartu dua bintangnya.
Qin Xuan tidak menunjukkan penyesalan sedikit pun.
Baginya, uang dapat dicari kembali. Namun, kesempatan menyelamatkan Ling'er jauh lebih penting.
Setelah meninggalkan Paviliun Obat, ia masih mengunjungi beberapa toko lain di pusat perdagangan. Ia membeli berbagai perlengkapan yang dianggap berguna hingga total pengeluarannya pada hari itu melampaui lima juta keping emas.
Hampir separuh uang di kartu banknya telah habis.
Meski demikian, ketika memeriksa isi Cincin Penyimpanannya, Qin Xuan justru merasa puas.
Dengan semua obat ini, aku memiliki lebih banyak cara untuk membantu Ling'er.
Ia kemudian mengenakan kembali jubah hitam longgarnya dan meninggalkan Kota Tianfeng secara diam-diam.
Qin Xuan tidak ingin menarik perhatian setelah namanya mengguncang seluruh kota.
Sementara itu, orang-orang Akademi Bela Diri Tianyuan masih berusaha menemuinya.
Liu Yunshi sebelumnya berniat memberikan tawaran yang lebih baik agar Qin Xuan bersedia bergabung dengan akademi. Namun, ketika mengetahui bahwa pemuda itu telah pergi, ia hanya bisa menahan kekecewaan.
Ia juga mengkhawatirkan kemungkinan Qin Xuan telah menerima tawaran Menara Pertarungan.
Bagaimanapun, meskipun Akademi Bela Diri Tianyuan merupakan salah satu tempat kultivasi terbaik di Dinasti Zhao Agung, pengaruh Menara Pertarungan jauh lebih luas.
“Apakah penyelidikan mengenai asal-usul Qin Xuan sudah membuahkan hasil?” tanya Liu Yunshi kepada rombongannya.
Salah seorang anggota rombongan menyerahkan laporan yang baru diperoleh.
“Belum ada informasi yang benar-benar cocok, Guru Liu. Kami hanya menemukan seorang pemuda bernama Qin Xuan dari Keluarga Qin di Kota Qingquan.”
Liu Yunshi segera membaca laporan tersebut.
Pemuda itu pernah menjadi murid berbakat Sekte Bintang Langit. Namun, Dantiannya telah hancur, lalu ia dikeluarkan dari sekte.
Setelah kembali ke keluarganya, ia juga mengalami perselisihan dan akhirnya diusir.
Beberapa orang langsung menggeleng setelah mendengar penjelasan itu.
“Mustahil orang yang sama,” ujar salah seorang murid.
“Bagaimana mungkin keluarga kecil di Kota Qingquan mampu membesarkan jenius yang menduduki peringkat pertama?”
Wei Wuxiu juga menyampaikan pendapat serupa.
“Bahkan Akademi Bela Diri Tianyuan belum tentu mampu menghasilkan pendekar dengan bakat seperti itu. Lagi pula, Qin Xuan dari Kota Qingquan sudah kehilangan Dantiannya.”
Yang lain mengangguk setuju.
Dalam pandangan mereka, Qin Xuan yang baru menduduki peringkat pertama pasti berasal dari kekuatan besar dengan sumber daya kultivasi yang luar biasa.
Tiba-tiba, Zhao Feng teringat sesuatu.
“Guru Liu, bukankah Qin Xingqiong pernah mengundang kita menghadiri Upacara Besar Klan Qin? Acaranya berlangsung besok.”
Liu Yunshi menoleh kepadanya.
“Keluarga Qin yang dimaksud berada di Kota Qingquan,” lanjut Zhao Feng.
“Karena Qin Xuan muncul di Kota Tianfeng, mungkin dia pernah tinggal di wilayah sekitarnya. Kita bisa menanyakan hal itu kepada Qin Xingqiong.”
Liu Yunshi mempertimbangkan usul tersebut, lalu mengangguk.
“Baik. Kita memang sudah menerima undangan itu. Besok kita akan datang dan menanyakan apakah mereka mengetahui sesuatu tentang Qin Xuan.”
Ia berhenti sejenak sebelum menambahkan, “Kalaupun tidak memperoleh informasi yang kita cari, setidaknya kita bisa melihat kemampuan Qin Xingqiong. Tubuh Pembunuh Haus Darah miliknya tetap merupakan bakat yang layak diperhatikan.”
Pada waktu yang hampir bersamaan, Liu Chengfeng sedang menangani berbagai urusan di Menara Pertarungan.
Seorang pengurus tua tiba-tiba datang membawa laporan.
“Penguasa Menara, kami menemukan informasi baru mengenai asal-usul Qin Xuan.”
Liu Chengfeng segera menghentikan pekerjaannya.
“Jelaskan.”
“Di Kota Qingquan terdapat seorang pemuda dengan nama yang sama. Dia dahulu merupakan Tuan Muda Keluarga Qin sekaligus murid berbakat Sekte Bintang Langit.”
Pengurus itu kemudian menjelaskan bahwa Dantian pemuda tersebut hancur ketika menjalankan misi sekitar sebulan lalu. Setelah dikeluarkan dari Sekte Bintang Langit, ia juga diusir oleh keluarganya.
Liu Chengfeng mengerutkan kening.
Ia menerima laporan itu dan membacanya hingga selesai.
Sebelum kehilangan Dantian, Qin Xuan dari Kota Qingquan hanya memiliki kekuatan sekitar delapan belas banteng. Bakatnya memang cukup baik, tetapi sama sekali tidak dapat dibandingkan dengan jenius yang baru menduduki peringkat pertama.
Terlebih lagi, kehancuran Dantian biasanya membuat seseorang kehilangan kemampuan berkultivasi.
“Paman Liu, kau sudah lama bekerja untukku,” kata Liu Chengfeng sambil meletakkan laporan.
“Menurutmu, apakah informasi ini benar-benar berkaitan dengan Qin Xuan yang kita cari?”
Pengurus tua itu menundukkan kepala.
“Maaf, Penguasa Menara. Sejauh ini, hanya informasi tersebut yang berhasil kami temukan.”
Liu Chengfeng terdiam.
Jaringan informasi Menara Pertarungan sangat luas. Namun, kewenangannya sebagai penguasa cabang Kota Tianfeng tetap memiliki batas. Jika Qin Xuan berasal dari luar Dinasti Zhao Agung, tidak mengherankan apabila latar belakangnya sulit dilacak.
Ia kembali membuka laporan tersebut.
Kali ini, perhatiannya tertuju pada informasi lain mengenai Keluarga Qin.
“Oh? Keluarga ini juga memiliki seseorang dengan Tubuh Pembunuh Haus Darah?”
Liu Chengfeng membaca nama Qin Xingqiong.
Meskipun tubuh khusus tersebut tidak termasuk dalam peringkat tubuh dewa terbaik di Daratan Tai Xuan, potensinya tetap cukup baik.
Setelah mengetahui bahwa Keluarga Qin akan mengadakan Upacara Besar Klan keesokan harinya, Liu Chengfeng akhirnya mengambil keputusan.
“Paman Liu, siapkan perjalanan ke Kota Qingquan besok.”
Pengurus tua itu segera membungkuk.
“Baik, Penguasa Menara.”
Liu Chengfeng kembali memandang laporan di tangannya.
Ia belum mengetahui bahwa pemuda yang baru saja mengguncang Dinasti Zhao Agung dan mantan anggota Keluarga Qin yang dianggap tidak berguna sebenarnya adalah orang yang sama.
......................
Bersambung...