Aku bukan siapa-siapa. Nggak punya prestasi, nggak punya bakat khusus.
Yang aku punya cuma kenangan.
Kenangan jadi remaja perempuan yang dulu mikir dunia selebar halaman sekolah.
Tentang tawa di jam kosong, surat cinta yang nggak pernah dikasih, persahabatan yang pecah karena sepele, dan guru yang tanpa sadar ngubah hidupku.
"Cuma Modal Cerita" adalah kumpulan kisahku.
Loncat dari sekarang ke dulu. Dari dewasa ke anak kecil yang masih percaya permen bisa nyelesaiin semua masalah.
(Gak Semuanya Real Dari Hidup Ku ,Ada Beberapa Karangan)
Ini bukan novel tentang orang hebat.
Ini novel tentang kita. Tentang kamu, aku, dan semua orang yang pernah duduk di kursi paling belakang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jiejie_IYAYA'S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cincau Sang Pencari Duda
Bab 1: Misi Paling Nyeleneh di Dunia Maya
Di dunia maya, setiap orang punya ambisi masing-masing. Ada yang berburu peringkat di leaderboard, ada yang mengumpulkan aset langka, dan ada pula yang sekadar mencari teman ngobrol penyelelah hari. Namun, bagi sahabat online-ku yang berasal dari Malaysia ini, tujuannya cuma satu.
Namanya Cincau Mania. Seorang gadis muda yang usianya masih berputar di kisaran dua puluh tahun. Dari sekian banyak hal menarik di bumi, Cincau punya satu obsesi unik yang tak pernah padam: dia adalah sang pemburu duda sejati.
"Bukan sembarang pria, ya!" tegas Cincau suatu hari di voice chat discord dengan logat Melayu yang khas. "Kena cari yang berwibawa, yang ada cap Kaki Tiga, alias Mas-Mas Jawa asli!"
Aku hanya bisa menepuk dahi. Tiada hari tanpa mendengar ocehan Cincau tentang impian hidupnya.
Mau bangun tidur, makan siang, mandi, hingga live streaming, kalimat yang keluar dari mulutnya selalu sama. Jika ada lagu Dewa 19 berjudul Arjuna yang lirik aslinya menceritakan perjalanan mendaki gunung tertinggi dan mengarungi lautan demi mencari cinta, Cincau pasti mengganti bait terakhirnya menjadi panggilan penuh harapan kepada para duda di luar sana.
Kalau ditarik garis lurus, mungkin isi mimpi Cincau tiap malam bertema 'Oh Tuhan, ku cinta duda, sayang duda, rindu duda, inginkan duda'.
Bahkan demi menunjukkan dedikasinya, dia sampai membeli T-shirt khusus untuk karakter avatar Roblox miliknya. Baju virtual itu bertuliskan kalimat tebal yang membikin siapa saja tertawa saat membacanya: TAHANAN DUDA.
Bab 2: Petualangan di Map Cidro Janji
Hari itu, clan kami di Roblox mengadakan acara kumpul bersama. Begitu karakter kami spawn di dalam map, mata Cincau langsung bergerilya. Dia tidak peduli pada objective game atau obrolan kelompok. Fokus utamanya adalah menyisir setiap sudut folder server untuk mencari akun dengan tampilan avatar pria dewasa.
"Coba ikut aku ke map Cidro Janji," ajak Cincau suatu sore.
Map tersebut terkenal sebagai tempat nongkrong anak-anak game Roblox yang menyukai lagu-lagu bergenre Jawa. Tempatnya dipenuhi pencahayaan remang-remang bergaya clubbing atau tempat dansa virtual.
Di sanalah tempat berkumpulnya avatar-avatar dengan penampilan paling trendi—para cogan dan cewek-cewek berestetika tinggi.
Namun, di balik visual avatar yang menawan, map Cidro Janji menyimpan hukum rimba dunia roleplay yang penuh plot twist.
Di tempat ini, avatar cowok ganteng belum tentu dimainkan oleh pria asli; sering kali di balik layarnya adalah seorang cewek. Begitu pula sebaliknya, avatar cewek anggun tidak jarang dimainkan oleh mas-mas yang sedang iseng. Lebih parahnya lagi, isu perselingkuhan antar-avatar alias cyber-cheating sudah jadi makanan sehari-hari di server tersebut.
"Dunia ini sudah terbalik," gumamku sambil mengendalikan karakterku berjalan di samping Cincau. "Masa iya di dalam game kotak-kotak begini orang bisa selingkuh?"
"Tak apa," sahut Cincau santai. "Yang penting kita cari yang berwajah duda."
Bab 3: Drama Server dan Manusia-Manusia Ajaib
Karena bosan hanya mutar-mutar tanpa hasil, Cincau mengulurkan ide baru. Dia mengajakku membuat konten tren video pendek. Tren pertama adalah gerakan sync—di mana karakter kami berdua menari dengan koreografi yang sama persis untuk menunjukkan kekompakan sebagai sahabat terbaik.
Tren kedua adalah video transisi penuh gaya.
Namun, merekam konten di server publik bukanlah perkara mudah. Di server pertama yang kami masuki, kami dibuat mengelus dada. Ada beberapa pemain yang menggunakan fitur animasi avatar untuk melakukan tindakan tak senonoh di tengah area terbuka. Padahal, semua orang tahu Roblox adalah platform yang dipenuhi anak-anak di bawah umur.
Perilaku menyimpang semacam itu sungguh sangat merusak pemandangan dan berbahaya jika ditiru oleh pemain muda.
Karena tidak nyaman, kami memutuskan pindah ke server kedua. Di server baru ini, kami kembali bersiap-siap mengambil posisi untuk merekam gerakan tarian. Tiba-tiba, sebuah pasangan avatar menghampiri kami.
Tanpa alasan yang jelas, mereka mulai mengetik pesan di kolom chat publik.
"Jijik banget liat kalian," tulis salah satu dari mereka. "Najis."
Aku dan Cincau saling berpandangan di balik layar gawai masing-masing.
Kami hanya dua sahabat yang sedang merekam video tarian kocak tanpa mengganggu siapapun, tapi malah dihadiahi semprotan kata-kata kasar. Lucunya, pasangan yang mengkritik kami itu sendiri sedang asyik mojok dan berpacaran di pojokan map.
"Pikiran mereka yang agak lajaj," celetuk Cincau santai. "Pacaran dalam game pun takut ketahuan orang, tapi malah sibuk mengurusi kita."
Kami hanya bisa menggelengkan kepala.
Dunia maya memang tempat berkumpulnya berbagai jenis manusia dengan segala keunikannya—mulai dari yang polos, yang aneh, sampai yang mengesalkan.
Bab 4: Sahabat Sejati dan Perjuangan yang Belum Selesai
Meskipun petualangan hari itu diwarnai berbagai drama dari server ke server, persahabatan kami tetap tidak tergoyahkan. Bagi Cincau dan aku, Roblox bukan sekadar game tempat melampiaskan kehaluan, melainkan ruang berkumpul untuk melepas penat dan tertawa bersama.
Kami tidak pernah berniat aneh-aneh. Hubungan kami murni sahabat dekat yang sudah menganggap satu sama lain seperti saudara sendiri, meskipun terpisah oleh batas negara antara Indonesia dan Malaysia.
Setiap kali teringat kaus Tahanan Duda yang dipakai avatarnya, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk sahabatku yang satu ini. Petualangannya di peta-peta Roblox mungkin belum membuahkan hasil, tapi semangat Cincau Mania tidak pernah surut sedikit pun.
Jadi, untuk siapa saja di luar sana yang kebetulan kenal atau tahu keberadaan sosok Mas-Mas Jawa bereputasi baik, tolong beri tahu aku secepatnya. Kasihan sahabatku ini, Cincau Mania sedang merana tingkat tinggi demi menuntaskan misi terbesarnya!