Kematian beruntun datang menghantui desa ujung pandang, banyak warga yang meninggal secara mendadak dan akhirnya menimbulkan fitnah kejam di dunia iblis.
Arwah suci bernama Sukma harus membersihkan nama, dia mendapatkan tuduhan keji bahwa dia yang sudah menyebar racun tersebut.
sebab kematian para warga sangat mengerikan dan para dokter juga tidak menemukan ada yang janggal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17. Menemukan jejak
Kesedihan melanda rumah kepala desa itu sehingga membuat mereka semua terdiam dan tidak tahu harus bagaimana untuk mengusut masalah tersebut, bila sebelumnya masih bisa meminta bantuan dan minta tolong kepada kepala desa ini namun sekarang mereka hanya bisa gigit jari karena kepala desa itu sudah tidak ada lagi dan tidak ada yang memberi mereka masukan.
Banyak yang merasa bersedih dengan keadaan ini karena mereka tidak menyangka bahwa Pak Kades akan meninggal dengan cara demikian, Pandu adalah manusia yang paling tidak bisa menerima kenyataan ini dan dia masih terus menangis memeluk erat jenazah yang mulai terasa dingin serta di tangannya telah tersedia tisu untuk mengusap darah yang terus menetes.
Memang bola mata itu terlihat sangat mengerikan sekali karena hanya tinggal rongga yang ada di dalam sana, mau di usap bagaimana juga tidak pernah bisa berhenti darah yang keluar itu sehingga mau tidak mau nanti harus di sumpal dengan kapas bila sudah selesai di mandikan oleh para pemandi mayat.
"Mbak, ini saya harus bagaimana pula?" Bu Kades menangis pilu.
"Apa kalian mendengar suara saat kematian ini akan datang?" tanya Purnama.
"Tidak ada yang aneh, kami berdua sedang ada di ruang makan dan Pandu datang untuk memanggil beliau." jelas Bu Kades dengan perasaan pilu.
"Saya boleh masuk untuk melihat kamar, Bu?" izin Arya.
"Boleh, silahkan masuk dan tolong carikan bukti ya Mas." pinta Bu Kades.
"Insya allah akan saya cari, kalau begitu saya masuk dulu." Arya segera masuk kedalam kamar untuk mencari.
"Huhuhuuu ya allah Bapak, kenapa tinggalkan aku begini?!" Bu Kades kembali menangis sedih.
Jelas ini adalah kesedihan yang begitu dalam untuk semua orang dan terutama untuk Bu Kades itu sendiri, sebab mau bagaimana juga itu adalah kepala keluarga yang begitu di hormati oleh banyak orang dan juga kebaikan yang Dia tebar selama ini sudah begitu banyak sehingga banyak yang menaruh rasa sungkan di dalam hati.
Hal ini semakin membuat para warga yakin bahwa ada sesuatu yang telah mengincar Desa ini, sebab saat ini bukan hanya keluarga Pak Bayan saja yang menjadi korban tapi sedang meramal dan bahkan langsung jatuh di kepala desa sehingga mereka yakin bahwa ini semua pasti ulah seseorang yang akan mencari mangsa.
''Jejak ini saja sama sekali tidak ada di dalam kamar ini.'' Sagara membuka suara.
Wuuussssh.
''Aduh!'' Sagara mengelap mata dia yang terkena salju dari kekuatan milik Arya.
''Bila memang ada iblis yang datang maka sebentar lagi akan terlihat.'' Arya menatap gumpalan salju yang sudah ada di dalam kamar itu.
''Hahhh cara kau menebar salju sudah seperti menebar racun saja.'' segera menggerutu dan dia menyentuh cermin yang menurutnya sangat menarik perhatian.
Cessssss.
''Cermin ini?!'' Sagara bergumam tidak yakin karena barusan dia merasakan sesuatu yang tidak biasa.
''Kenapa dengan cermin itu memangnya?'' Arya datang mendekat untuk memastikan terlebih dahulu.
Sagara masih belum bisa menjelaskan dengan apa yang ada di dalam cermin tersebut, tapi yang pasti ada sesuatu yang tidak biasa sehingga membuat dirinya merasa yakin bahwa ini semua ada sangkut laut dengan kematian dari Pak Kades itu, meski dia belum bisa memastikan secara langsung namun setidaknya dia memahami bahwa iblis itu muncul dari dalam cermin.
''Ini adalah jejak jari dia, mungkin lantai tidak bisa menemukan namun cermin ini ada!'' Sagara tersenyum kecil.
''Dengan ini maka aku bisa mencari tau tangan siapa.'' Arya segera mengambil cap tangan itu.
''Jangan langsung termakan oleh omongan orang lain karena belum tentu juga Sukma adalah pelaku.'' Sagara memberi peringatan kepada Arya.
''Yang perlu kau beri nasehat seperti itu bukan aku tapi Purnama, sebab sampai saat ini aku sudah sangat yakin bahwa dia juga curiga kepada Sukma.'' ucap Arya.
''Aku tidak berani membantah firasat yang muncul di dalam diri Purnama itu karena selama ini dia selalu benar.'' Sagara membuat jawaban yang membuat Arya merasa kaget.
''Jadi kau berpikir bahwa Sukma adalah pelaku ketika Purnama sudah curiga ke arah sana?'' tanya Arya dengan nada sedikit tidak percaya.
Sagara mengangguk kecil dan dia kembali fokus mencari apa saja yang ada di dalam kamar itu sebagai barang bukti, pasti dalam hati dia mengatakan bahwa tidak berani membantah ucapan Purnama namun tetap saja dia juga merasa kasihan bila terlalu curiga kepada Sukma.
Sukma belum tentu bersalah sehingga dia berlangsung dijauhi seperti itu oleh rombongan mereka sendiri, sebisa mungkin harus terlihat Netral saja dan nanti terbukti bahwa semua itu benar maka mereka bisa menanyakan alasan Sukma melakukan ini semua.
...****************...
"Kau tidak bisa langsung menuduh seperti itu karena kita tidak tahu secara langsung.'' Anita membantu ucapan Suketi.
"Tapi yang membuat racun itu adalah Sukma dan aku yakin dia juga tidak memberikan kepada iblis lain." Suketi berkata dengan sangat yakin.
"Ya Siapa tahu saja ada yang menyerupai racun itu dan sengaja ingin membuat fitnah untuk Sukma." Anita terus saja berpikir positif.
Suketi membuang muka dengan kesal karena dia tahu bahwa Anita adalah teman dekat Sukma itu sendiri, Jadi sebenarnya wajar saja bila sejak tadi dia terus membela dan mempercayai bahwa Sukma tidak akan pernah melakukan hal seperti itu kepada manusia atau bahkan para iblis lain juga.
''Jangan karena kau adalah teman dia sehingga bisa bersikap Sesuka Hati.'' Suketi memberi peringatan kepada Anita.
''Yang aku katakan ini adalah hal yang wajar sehingga tidak mungkin kalau dia bisa dengan tega melukai banyak manusia dan iblis lain.'' bantah Anita kembali.
''Suketi itu benar, meski dia adalah temanmu namun kau juga tidak bisa membela yang jelas bersalah seperti itu.'' Airin ikut membuka suara.
''Diam kau!'' Anita membentak marah kepada Airin.
Airin yang di bentak seperti itu tentu saja langsung terdiam, dia tidak berani lagi banyak bicara. takut kalau nanti malah Anita semakin emosi saja, mereka juga tahu bahwa pengantin setan ini bila sudah emosi maka pasti akan mengeluarkan senjata andalan untuk membabat habis.
''Aku sangat yakin bahwa Sukma tidak mungkin melakukan hal seperti itu kepada mereka semua.'' tegas Anita.
Airin dan juga Suketi tidak lagi membantah ucapan Anita karena mereka lelah berdebat dengan penghuni Lembah kematian itu, jelas pikiran mereka sangat jauh berbeda dan keyakinan itu tidak bisa bila dibantah begitu saja, malah nanti yang ada mereka akan bertengkar satu sama lain akibat beda pendapat dan beda kepercayaan kepada Sukma yang memang menyimpan penuh misteri itu.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar nya ya.
tp apa hubungannya dg Iis yaaaa ,, knp dia hrs membangkitkan arwah Iis dn membunuh byk orang serta para iblis ,, apa mksdnya ❓🤔
aiiss Sam ... congor mu dh ketularan virus yaaaa 🤣🤣🤣
bisa-bisa ngomong bgtu sama Luthfi ,, kn JD melongo orang nya 🤣🤣
mpe ngompol di buat nya sangkin ketakutannya PD Nana 🤦🤦
nyook ach temukan lg bukti-bukti itu biar Sukma TDK kna fitnah trs 👏👏
semangat kawan-kawan member 💪💪
yaa gmn purnama gak percaya ,,,, Krn Kunti yg Bu Warti ceritain itu adalah member nya purnama sndri 🤣🤣🤣
kn JD cacat skrg Krn punya satu kaki 🤣🤣🤣
mknya jgn macam-macam sama purnama 🤣
baby Gun gentle bgt 👏👏👏
gak kira-kira Nilam mukul perut nya Davin ,, untung Davin gak pingsang 🤣🤦
bgtu jg dg Salsa yg gak bisa nahan mulut nya untuk komentar dg penampilan mereka berdua 🤣🤣🤦🤦🤣🤣
dn Prakasa buru-buru di bantai jg dah buat gak rusuh trs 🤬🤬
kalau Sagara mah kalem ... sifat nya kga tegaan 🤣