NovelToon NovelToon
Switch Body, Yuk Nikah!

Switch Body, Yuk Nikah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Nikahmuda / Komedi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Apa jadinya kalau dua orang yang bahkan tidak saling menyukai tiba-tiba terbangun dalam tubuh masing-masing?

Itulah yang dialami Daffa dan Dinda setelah sebuah kejadian aneh membuat roh mereka tertukar. Kekacauan pun dimulai. Daffa harus menjalani kehidupan sebagai perempuan, sementara Dinda terpaksa menghadapi dunia sebagai laki-laki.

Awalnya mereka berusaha menjalani situasi yang rumit itu. Namun semakin lama, mereka justru menemukan sisi lain satu sama lain yang selama ini tidak pernah terlihat.

Masalahnya, pertukaran roh itu ternyata memiliki satu syarat aneh untuk bisa berakhir. Mereka harus menikah!

Antara kekacauan, pertengkaran, dan perasaan yang perlahan tumbuh, mungkinkah pernikahan yang awalnya hanya sebuah solusi berubah menjadi kisah cinta sungguhan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelukan Di Tengah Kepanikan

BAB 17

Pelukan Di Tengah Kepanikan

Daffa tampak berpikir cepat. Matanya sesekali melirik Sarah yang masih tergeletak tak sadarkan diri.

"Letakkan Tante Sarah di sofa dulu. Kamu ke rumah dan panggil Mama. Cepat!" perintahnya.

Dinda mengangguk. Dengan susah payah, mereka memindahkan tubuh Sarah ke sofa.

Daffa mulai ikut kelimpungan. Melihat Sarah belum juga sadarkan diri membuat pikirannya semakin kacau. Ia pun bergegas kembali ke kamarnya dan mengambil kotak P3K, berharap ada sesuatu yang bisa membantu menyadarkan Sarah.

Sementara itu, Joanda tidak berada di rumah. Hanya Daffa yang kini menunggu Sarah, sembari berusaha menghubungi ayah Dinda melalui telepon.

Untungnya, sebelum kejadian ini, Dinda dan Daffa sudah saling bertukar nomor telepon orang tua masing-masing. Saat itu, mereka mungkin menganggapnya sepele. Namun dalam keadaan genting seperti sekarang, nomor tersebut justru terasa begitu berharga.

Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki tergesa-gesa dari arah pintu.

"Ada apa ini, Dinda? Ibumu kenapa?"

Mayang muncul dengan wajah panik. Begitu melihat Sarah terbaring di sofa, ia langsung menghampirinya.

"Sarah! Bangun, Sar!"

Daffa yang berada di dalam tubuh Dinda segera menyerahkan minyak yang baru saja diambilnya dari kotak P3K.

"Ma, coba ini!"

Mayang langsung merebut minyak tersebut dari tangan Daffa. Ia kemudian membuka tutupnya dan mendekatkannya ke hidung Sarah.

"Sarah... ayo, bangun, Sar."

Mayang menepuk pelan pipi sahabatnya itu, sementara Daffa berdiri di samping sofa dengan wajah tegang.

Dinda yang berada di dalam tubuh Daffa hanya bisa memandangi ibunya dengan cemas.

"Ibu..." Panggilnya, nyaris tak terdengar.

Tak ada jawaban. Sarah masih terbaring dengan mata terpejam dan napas yang terdengar berat.

Mayang mulai semakin panik.

"Daffa, telepon ambulans! Cepat!"

Dinda langsung tersentak.

"Ambulans?"

"Iya! Jangan cuma berdiri di situ!"

Daffa segera meraih ponsel dengan tangan gemetar. Dalam situasi seperti ini, mereka tidak bisa lagi mengandalkan minyak angin atau pertolongan seadanya.

Mereka membutuhkan bantuan medis secepat mungkin.

Mayang kemudian menoleh kepada Daffa yang masih berdiri di dekat sofa. Wajahnya tampak cemas, sementara pikirannya masih berusaha mencerna keadaan yang terjadi begitu cepat.

"Din, Ayahmu sudah kamu telepon?" tanya Mayang.

Daffa tersadar dari lamunan. 

"Belum."

"Telepon Ayahmu. Kabari kalau kita akan membawa Ibumu ke rumah sakit terdekat."

"Iya, Ma. Eh..."

Daffa tiba-tiba menghentikan ucapannya.

"...Tante."

Ia baru menyadari bahwa dirinya hampir kembali memanggil Mayang dengan sebutan "Mama".

Mayang langsung menatapnya intens.

Daffa terdiam. Jantungnya berdegup lebih kencang. Ia takut keceplosannya barusan membuat Mayang curiga.

Namun, beberapa detik kemudian, Mayang menghela napas panjang.

Mungkin karena melihat Dinda yang sedang panik, ia menganggap putri tetangganya itu salah bicara. 

"Sudah, jangan bengong! Cepat telepon Ayahmu."

"Iya, Tante."

Dalam hati, Daffa mengumpat.

Hampir saja...

Daffa mencari keberadaan ponselnya. Ia baru teringat ponselnya tertinggal di kamar. Tanpa pamit ia segera menuju ke kamar. Begitu ponselnya sudah ia dapatkan, ia segera menghubungi ayah Dinda sembari kembali menemui Mamanya. 

Sementara itu, Dinda yang tadi sempat mendengar ucapan Daffa merasa kesal. 

Bisa-bisanya masih manggil Mama. 

Di tengah kepanikan, pertukaran tubuh mereka ternyata bukan hanya membuat keadaan semakin rumit, tetapi juga memaksa keduanya untuk belajar berhati-hati dalam setiap perkataan.

***

Beberapa menit kemudian, ambulans akhirnya tiba. Sarah segera diangkat ke dalam ambulans dan dibawa menuju rumah sakit terdekat.

Setibanya di rumah sakit, Sarah langsung mendapatkan penanganan di IGD. Seorang dokter segera memeriksa kondisinya, sementara seorang perawat membantu memasangkan selang infus pada salah satu tangannya.

Mayang berdiri di samping ranjang dengan wajah cemas. Sesekali pandangannya tertuju pada Sarah yang masih belum sadarkan diri.

Tak lama kemudian, dokter selesai memeriksa keadaan Sarah.

"Untuk sementara tidak apa-apa, Bu. Kemungkinan beliau hanya mengalami syok. Ditambah kondisi fisiknya yang cukup lelah, sehingga tenaganya menurun dan menyebabkan beliau kehilangan kesadaran," jelas sang dokter.

Mayang mengembuskan napas lega.

"Syukurlah, Dok."

"Kalau pasien sudah sadar dan kondisinya membaik, boleh dibawa pulang. Namun, tetap pastikan beliau cukup istirahat dan jangan terlalu banyak beraktivitas dulu."

"Baik, Dok. Terima kasih."

"Sama-sama. Kalau begitu saya permisi."

Mayang mengangguk. Ia kemudian kembali memperhatikan Sarah yang masih terbaring di ranjang IGD.

Begitu dokter mulai melangkah menjauh, Dinda dan Daffa segera mendekat. Keduanya ingin memastikan sendiri bagaimana keadaan Sarah.

"Ibumu baik-baik saja, Sayang. Kamu tidak perlu terlalu khawatir."

Mayang mengusap lembut kepala Dinda—yang sebenarnya adalah Daffa.

Daffa hanya tersenyum tipis. Sejujurnya, ia tidak terlalu khawatir karena Sarah bukanlah ibu kandungnya. Namun, berbeda dengan Dinda yang kini berada di dalam tubuh Daffa.

Raut wajah Dinda sama sekali tidak bisa menyembunyikan kecemasannya. Matanya tampak sendu, bahkan berkaca-kaca ketika melihat sang ibu terbaring lemah di atas ranjang.

Sayangnya, Mayang tidak mengetahui keadaan sebenarnya. Ia tidak tahu bahwa putri tetangganya saat ini justru berada di dalam tubuh Daffa.

Melihat wajah Dinda yang murung, Daffa pun merasa tidak tega.

"Bang Daffa..."

Daffa sengaja memanggil dirinya sendiri, kemudian mendekati tubuh aslinya yang saat ini ditempati Dinda.

Tanpa banyak bicara, ia langsung memeluk tubuhnya sendiri. Atau lebih tepatnya, tubuh Dinda yang sedang ditempati olehnya.

Daffa tahu, pelukan itu bukan untuk dirinya sendiri.

Ia hanya ingin memberikan sedikit penghiburan kepada Dinda yang jelas-jelas sedang membutuhkan seseorang untuk menenangkannya.

Dinda sempat terkejut ketika tiba-tiba dipeluk. Namun, ia tidak menolak. Justru kedua tangannya perlahan terangkat dan membalas pelukan tersebut. Untuk beberapa saat, keduanya hanya diam.

Di tengah situasi yang serba kacau akibat pertukaran tubuh mereka, setidaknya Dinda tahu bahwa ada seseorang yang memahami kecemasannya.

Momen sederhana itu ternyata tidak luput dari perhatian Mayang. Meski sedikit aneh melihat Dinda yang duluan memeluk Daffa di matanya, wanita itu memperhatikan keduanya sambil tersenyum kecil. Ia tentu saja merasa senang melihat kedekatan Dinda dan Daffa.

Dalam pikirannya, mungkin keduanya memang sudah semakin dekat sejak beberapa waktu terakhir. Dan niat untuk menjodohkan mereka juga semakin besar. Mayang tersenyum penuh arti.

-

-

-

Bersambung...

Jangan lupa like dan komen ya, terima kasih 🙏😊

1
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
awalnya pacaran nih ye wkwkwk
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
pasti Lo bakalan diterima
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
Alhamdulillah akhirnya tubuh mereka kembali lagi sprti semula
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ciee mangat bgt dapp
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
bayangin juga gada yg tegang 😂
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
bu mayang ternyata udah suka sama dinda jadi mantunya ya 🤣
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ngebet amat bang
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
harusnya kamu percaya anakmu dulu sii
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
jangan lupa undangan nya 🤣
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
berawal dari kesalahan pahaman Maslaah nya jadi rumit.
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
lah salah paham ternyata 🤣🤣🤣
salahin nggak pake kacamata itu
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
ribet kan jadinya
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
jadi gak lamaran nya
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ketawa Aja dulu
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
lama yg pasti Kamu
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
yg Bayarin km dap
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
meluk meluk segala, tau tau ada rasa eakkk wkwkwk
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
tiwi otw patah hati
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
udh deh kalian jadian aja
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
dih dr dulu juga dibully luh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!