NovelToon NovelToon
Dinikahi Paksa Sang Bos Mafia

Dinikahi Paksa Sang Bos Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Balas Dendam / CEO / Penikahan Kontrak / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:106
Nilai: 5
Nama Author: Lorena Carapia

Sepuluh tahun diasingkan ke sekolah asrama di negeri seberang, Elisa akhirnya pulang ke New York—bukan untuk disambut, melainkan untuk menghadiri misa arwah mendiang ibunya. Di rumah megah yang dulu miliknya, ia justru diperlakukan bagai orang asing: kamarnya dirampas, foto ibunya disingkirkan, dan ibu tiri beserta saudari tirinya sudah menyiapkan satu rencana keji—menjual Elisa lewat pernikahan pada seorang pria bengis dua kali lipat usianya.

Namun malam itu, sepasang mata dingin sudah lebih dulu mengunci punggungnya.

Mario Adikara—taipan sekaligus pemimpin mafia yang tak pernah kalah dan tak pernah ditolak. Kecuali oleh satu gadis, di sebuah restoran di Italia, yang berani menampar harga dirinya. Kini ia datang untuk menagih. Dengan akta nikah palsu dan satu ancaman yang membuat sang ayah bertekuk lutut, Mario menyeret Elisa ke dalam pernikahan yang tak pernah ia minta.

Yang tak Elisa duga: di balik dinginnya pria itu tersembunyi obsesi yang membara. Dan di balik masa lalunya sendiri tersembunyi rahasia yang bisa meruntuhkan dua keluarga sekaligus—tentang siapa ibunya sesungguhnya, siapa ayahnya yang sebenarnya, dan mengapa ada begitu banyak orang yang menginginkannya lenyap.

Balas dendam, tipu daya keluarga, cinta yang posesif, dan kebenaran yang berdarah. Ketika si gadis yang dibuang kembali untuk merebut haknya, tak ada satu pun yang berani lagi memandangnya sebelah mata.

Dinikahi paksa oleh sang bos mafia... atau justru inilah pertemuan yang telah lama ditakdirkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorena Carapia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gairah

Saat hidangan disajikan, Elisa memandang piring-piring di tengah meja dan menyadari bahwa setiap menu adalah masakan-masakan kesukaannya.

Terkejut, ia menatap Mario di hadapannya. Sebagai jawaban, pria itu meletakkan tangannya di atas tangan Elisa. Jari-jari mereka bertaut, hingga para pelayan selesai menata makanan di kedua piring.

"Semoga kau suka."

"Bagaimana kau tahu ini semua masakan kesukaanku?" Elisa sangat penasaran ingin tahu jawabannya.

"Aku tahu segalanya tentangmu. Sumpah, kau pasti terkejut kalau kuceritakan," jawab Mario, meraih tangan Elisa lalu menciumnya.

"Kau ini penuh misteri. Kadang kau membuatku takut," aku Elisa.

Mario hanya tersenyum, meraih pisau, dan memotong sepotong daging.

"Coba ini, kau pasti suka." Elisa membuka bibirnya, memakan potongan daging itu.

Rasanya luar biasa; lembut dan berair.

"Wah, ini enak sekali." Gadis itu balas memotong sepotong kecil dan menyuapkannya pada Mario.

Keduanya mulai saling berbagi makanan. Musik dan suasana kian romantis dari detik ke detik. Selesai makan malam, Mario bangkit, mengulurkan tangan, dan mengajak Elisa berdansa.

"Kemarilah." Dengan antusias, Elisa menyambut tangan Mario dan mengikutinya. Mario meletakkan tangannya di pinggang sang istri, gadis itu memeluknya, dan mereka bergerak mengikuti alunan musik.

"Terima kasih," bisik gadis itu.

Sementara mereka menikmati malam, sepasang mata hitam mengamati dari kegelapan. Kepalan tangannya mengeras, dan wajahnya yang bagai malaikat berubah sepenuhnya.

"Sudah begitu banyak yang kusingkirkan. Sebentar lagi giliranmu."

Maura berbalik, lenyap ke dalam taman. Ia biarkan Mario dan Elisa menikmati cinta mereka. Cepat atau lambat, Mario akan menjadi miliknya.

"Semua ini indah sekali."

"Aku senang kau menyukainya, mawar putihku." Mario memberikan ciuman lembut di rambut Elisa.

Selesai berdansa, Mario menggenggam tangan gadis itu dan membawanya ke kamar. Kaki Elisa gemetar di setiap langkah. Meski ia sudah merasa siap menyerahkan dirinya pada Mario, ia tak bisa menahan rasa takut.

Begitu pintu tertutup di belakang mereka, Mario mendorong Elisa perlahan ke dinding. Gadis itu terkurung. Cahaya bulan menerangi wajahnya. Ia menangkupkan kedua tangan di pipi Mario, dan mendekatkan bibirnya ke bibir pria itu.

Sesaat kemudian, bibir mereka menyatu dengan penuh gairah. Perlahan, lengan gaunnya meluncur turun dari bahu Elisa.

Bibir panas Mario turun menyusuri leher gadis itu, sementara tangannya yang tak sabar menurunkan ritsleting gaun.

Gaun hitam itu jatuh ke lantai, menyisakan tubuh Elisa dalam balutan pakaian dalam berwarna merah.

Mata hitam Mario menjelajahi tubuh setengah telanjang istrinya. Seketika, ia mengangkatnya dan membawanya ke ranjang.

Mario membaringkan Elisa perlahan di atas kasur, sembari dengan tergesa melepaskan kemejanya.

"Akan kubuat kau menyentuh langit," ucap Mario dengan suara serak.

Elisa mengusapkan tangannya ke kedua buah dadanya, lalu menurunkannya perlahan dengan menggoda. Mario menindih tubuhnya, dan tangannya membelai tubuh gadis itu.

"Jadikan aku wanita seutuhnya, dengan cara yang hanya kau tahu," bisik Elisa di telinganya.

Mario tersenyum, melepaskan pengait bra gadis itu, lalu membelai kedua payudaranya dengan kedua tangan. Sentuhan itu menerbitkan kenikmatan luar biasa dalam diri Elisa.

"Ahh~" Desahan mulai lolos dari bibir Elisa.

Mario turun menyusuri perut gadis itu. Sembari turun, ia membuka kedua kaki Elisa, lalu tiba-tiba membalikkan tubuhnya, menelungkupkannya. Mario mengambil sebuah bantal dan menyelipkannya di bawah tubuh Elisa.

Pinggul gadis itu kini terangkat. Meski posisi itu tak begitu nyaman, ia tak berkata apa-apa. Mario menciumi punggung istrinya, menyingkap rambutnya ke samping, lalu menyusupkan dua jarinya ke bagian terdalam gadis itu.

Elisa sudah begitu basah. Namun Mario belum puas. Ia menggerakkan jari-jarinya perlahan di dalam sana, membuat gadis itu kian membasahi ranjang.

Elisa merasakan setiap otot di tubuhnya menegang. Desahannya kian rapat, dan tubuhnya mulai berkeringat. Semua ini asing baginya, tapi ia kian menyukainya.

Mario kembali membalikkan tubuh gadis itu, membuka kedua kakinya. Dengan senyum nakal, ia menyusupkan kepalanya di antara keduanya. Gelombang kenikmatan yang dahsyat menjalari seluruh tubuh Elisa.

Ia mencengkeram erat seprai di bawahnya, kedua kakinya berusaha menutup, tapi tangan Mario menahannya.

"Uhh~"

Setelah membawanya ke puncak kenikmatan dengan bibirnya, Mario mengatur posisi dan dengan sangat perlahan mulai memasuki Elisa, agar tak menyakitinya.

Saat ia masuk, Elisa merasakan sakit. Ia menancapkan kukunya di punggung Mario. Mario tak berhenti, ia hanya mulai membisikkan kata-kata indah di telinganya agar gadis itu rileks.

"Aku mencintaimu..."

"Rilekskan tubuhmu."

"Nanti kau akan menyukainya."

Elisa memejamkan mata, dan melemaskan tubuhnya. Rasa sakit itu perlahan mereda. Yang datang setelahnya adalah kenikmatan semata.

Selesai bercinta, Elisa merasa amat lelah. Sepanjang hampir semalaman, Mario mencintainya. Meski begitu, ia tak juga terlelap. Ia memeluk erat dada suaminya.

"Ini seribu kali lebih indah dari yang kubayangkan," ujar Elisa, tak bisa menghapus senyum dari bibirnya.

Gadis itu pun telah melampaui segala harapan Mario. Malam itu begitu ajaib dan berbeda dari semuanya.

Ia menyerahkan dirinya pada Elisa dengan cara yang berbeda dari semua wanita lain. Bersama Elisa, ia merasakan sesuatu yang tak pernah ia rasakan bersama wanita mana pun.

Sulit menjelaskan apa yang ia rasakan saat mencintai Elisa. Begitu indah dan tak tergantikan, hingga ia rela mengulanginya, sekali, seribu kali lagi, tanpa pernah bosan.

"Kau membuatku gila karenamu." Mario menundukkan kepala dan menyelipkan jarinya ke rambut gadis itu. Ia memberinya sebuah ciuman panas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!