NovelToon NovelToon
Detektif Hans

Detektif Hans

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri
Popularitas:612
Nilai: 5
Nama Author: Ashciel

Di kota London yang basah dan dingin, Hans Lorte bertahan hidup dari ketajaman otaknya. Baginya, kegaiban hanyalah alasan bagi orang bodoh yang malas berpikir.
Namun, sebuah kasus misterius memaksa Hans berhadapan dengan teka-teki paling berbahaya dalam kariernya. Tanpa saksi, tanpa tanda-tanda pembobolan, dan bukti fisik yang janggal, Hans harus berpacu dengan waktu sebelum sang pelaku menghilangkan jejaknya secara permanen.
Sebuah kisah investigasi gelap tentang obsesi, konspirasi, dan batas akhir dari akal sehat manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashciel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Frekuensi Kritis di Bawah Thames

"Padamkan lenteramu, Pip. Sekarang," bisik Hans Lorte, suaranya nyaris tenggelam oleh deru air dan derak langkah sepatu boot perwira kepolisian yang makin mendekat.

Pip tidak bertanya dua kali. Tangan lincah anak jalanan itu seketika menutup katup tembaga lentera saku mereka, melempar lorong batu tersebut ke dalam kegelapan yang menyisakan hanya satu sumber cahaya: pendaran kebiruan fosforisens dari kelereng-kelereng air yang melayang di sekeliling Dr. Finch.

Hans meraba anting perak bulan sabit di telinga kirinya. Otaknya bekerja dengan kecepatan gila, menyusun kalkulasi dari tiga variabel fisik yang ada di depannya.

Pertama, artefak abyssal di tangan Finch merespons radiasi cahaya dan massa dengan getaran frekuensi tinggi. Kedua, pasukan Scotland Yard mendatangi mereka membawa lima lentera minyak terang dan senapan mesiu berdaya ledak kinetik. Ketiga, sudut pembelokan ruang di lorong ini berada tepat di titik temu air es dan jaringan batu Gotik.

Jika gelombang kinetik tembakan dan intensitas cahaya lentera polisi menghantam medan anomali Finch, kalkulasi Hans di dalam kepalanya meledak dingin, reaksi kebalikan gravitasi akan membalikkan arah ledakan lurus ke sumber energi terbesar.

"Lorte! Menyerahlah! Kau tidak punya jalan keluar lagi!"

Cahaya kuning tajam dari lima lentera minyak perwira Scotland Yard mendadak menyeruak memotong belokan lorong. Inspektur Hallowell muncul di barisan paling depan dengan senapan teracung presisi, diikuti empat anak buahnya yang berseragam wol basah.

Namun, begitu berkas cahaya kuning lentera mereka menyorot belokan lorong, pendaran itu menghantam belasan kelereng air kebiruan yang melayang di udara.

BRRRRRNGGG...!

Suara dengung berdengung nyaring bersuhu dingin meledak seketika dari artefak kuningan buatan abad ke-17 di tangan Finch. Frekuensi tinggi 440 Hertz bergema memekakkan telinga, memicu gelombang getaran yang membuat dinding-dinding batu bata merah abad ke-17 meretak hebat!

"A-apa yang terjadi?!" teriak salah satu anak buah Hallowell, matanya membelalak horor saat melihat genangan air di bawah kaki mereka mendadak terangkat naik, membentuk ribuan tetesan cair yang melayang tanpa bobot.

"Jangan hiraukan sihir murahan ini! Tembak mereka!" bentak Hallowell histeris.

BANG! BANG! BANG!

Tiga dentuman senapan meletus sekaligus. Kilatan api mesiu membelah kegelapan.

Namun, peluru-peluru timah berkecepatan tinggi itu tidak pernah menyentuh tubuh Hans maupun Finch. Begitu proyektil panas melintasi medan kebalikan gravitasi di sekeliling kelereng air abyssal, lintasan peluru membengkok tajam 90 derajat ke atas!

BRAK! BRAK!

Peluru-peluru timah tersebut menghantam langit-langit batu di atas kepala pasukan Scotland Yard, merontokkan pecahan batu bata tebal yang menimpa tubuh para perwira.

"Setan! Pelurunya membalas!" jerit seorang polisi seraya merebah ketakutan di atas air yang mengapung.

Hans tidak menyia-nyiakan fraksi detik dari kekacauan spasial tersebut. Ia melangkah maju satu tapak, memanfaatkan momen ketika tubuh Hallowell limbung akibat guncangan gravitasi lokal.

Dengan satu ayunan putar yang presisi, kepala besi tongkat jalan Hans menghantam pergelangan tangan Hallowell yang memegang senapan.

PRANG!

Senapan Hallowell terlempar, terperosok ke dalam pusaran air melayang. Belum sempat Hallowell menarik tongkat pemukulnya, Hans mengibaskan ujung bawah tongkat besinya menghantam titik saraf lutut sang inspektur.

TUK!

"Aaghh!" Hallowell meraung kesakitan, tubuh tegapnya ambruk telungkup di atas genangan air yang terdistorsi.

"Pip! Bawa artefak itu dan amankan Dr. Finch! Kita bergerak ke celah air Greenwich sekarang!" perintah Hans tegas seraya dengan cekatan mengambil artefak kuningan raksasa dari genggaman jemari Finch yang membeku, lalu membungkusnya dengan sisa kain mantel untuk meredam pendaran energinya.

Pip melompat cepat menembus tetesan air melayang, menangkap bahu kaku Dr. Finch yang terkulai lelah. Sang ilmuwan telah kehilangan seluruh kekuatannya setelah menahan pemicu artefak; pendaran energi artefak yang telah dibungkus kain oleh Hans pun meredup pelan seiring menjauhnya energi kinetik tembakan.

Hans merangkul pinggang Finch dari sisi kanan, menopang bobot tubuh ilmuwan yang berbalut es tersebut, sementara Pip menyangga dari sisi kiri dengan artefak terbungkus kain dalam dekapan eratnya. Mereka melangkah setengah menyeret Finch menyusuri lorong drainase yang menukik turun menuju ke kedalaman jaringan bawah tanah Greenwich.

Di belakang mereka, fenomena kebalikan gravitasi perlahan runtuh akibat kehilangan resonansi. Ribuan liter air yang sebelumnya mengapung mendadak tumpah kembali secara brutal ke dasar saluran.

BYUURRRR...!

Gelombang air bah buatan itu menerjang pasukan Scotland Yard yang merangkak di lantai batu, menyapu Hallowell dan anak buahnya kembali terdorong jauh ke belakang lorong miring.

Pukul 03.30 dini hari.

Derit engsel besi tua bergema pelan saat Hans memutar roda pintu air kuno di ujung saluran drainase. Udara bersih malam—walau masih berbau tanah basah dan jelaga pabrik—menyergap masuk, menggantikan aroma ozon amis yang memuakkan.

Hans, Pip, dan Dr. Finch keluar di sebuah kubah batu penyimpanan batu bara yang terbengkalai di bawah dermaga Greenwich. Cahaya bulan kabur yang menyusup dari celah ventilasi atap menerangi ruangan kering tersebut.

Hans membaringkan Dr. Finch di atas tumpukan karung goni tua. Artefak kuningan raksasa yang telah terbungkus kain diletakkan Hans dengan hati-hati di ceruk pilar batu terdekat. Tangan kirinya meraba anting perak bulan sabitnya seraya memperhatikan napas ilmuwan itu yang berhembus lemah, mengeluarkan uap dingin tipis.

Pip duduk bersandar di dinding batu, napasnya memburu parau. "Tuan Lorte... kita berhasil lolos dari Inspektur Hallowell... tapi apa yang akan kita lakukan dengan Dr. Finch? Tubuhnya... sebagian sudah mengkristal jadi es."

Hans merunduk di samping Finch, mengeluarkan kaca pembesar berbingkai kuningan untuk meneliti permukaan es kebiruan di pipi dan lengan ilmuwan tersebut.

"Kristalisasi ini tidak menyebar lagi," analisis Hans pelan. "Begitu terpisah dari pemicu frekuensi di laboratorium, proses oksidasinya terhenti. Tubuhnya membutuhkan penawar kimia murni dan isolasi suhu hangat."

Dr. Finch perlahan membuka mata kanannya yang masih normal. Jemarinya yang kaku cemas mencengkeram lipatan mantel kusam Hans.

"Lorte..." suara Finch terdengar parau, pecah oleh tenggorokan yang mengering. "Kau... kau harus mendengarkanku..."

"Simpan tenagamu, Finch," sahut Hans datar. "Kau aman sekarang. Buktimu, artefak ini, dan catatan risetmu ada di tanganku."

"Tidak... kau tidak mengerti..." Finch terbatuk pelan, menghembuskan uap beku. "Peti spesimen yang hilang dari Dermaga No. 9... dan jam saku emas yang disita Hallowell... itu bukan sekadar artefak koleksi Lord Sterling..."

Mata kelabu Hans memicing tajam. "Lanjutkan."

"Sterling tidak hanya ingin menjual artefak itu di pelelangan gelap Mayfair," bisik Finch dengan mata membelalak penuh ketakutan murni. "Dia telah membangun sebuah mesin pemancar uap tekanan tinggi di bawah menara air pusat Kerajaan... Dia berniat mengalirkan frekuensi abyssal ke seluruh jaringan pipa uap London saat perayaan Puncak Kerajaan minggu depan..."

Pip menelan ludah dengan susah payah, menatap Hans dengan wajah pucat pasi. "Mengalirkan frekuensi abyssal ke seluruh jaringan uap kota?"

"Jika frekuensi itu menyebar lewat jaringan uap pusat," lanjut Finch gemetar, "seluruh kota ini akan mengalami kekacauan spasial yang sama seperti laboratoriumku... Ratusan ribu orang akan terperangkap dalam retakan ruang..."

Kalkulasi di dalam benak Hans Lorte berputar dengan kecepatan puncak.

Potongan konspirasi ini kini utuh: Lord Sterling bukan sekadar pemburu harta karun bawah laut, melainkan pemimpin The Abyssal Order yang menggunakan teknologi uap era Victoria untuk melumpuhkan pusat pemerintahan Kerajaan dari dalam.

Hans berdiri tegak, merapikan topi pet kusam di kepalanya, lalu memegang erat tongkat jalan berkepala besinya.

"Pip," ujar Hans dengan suara dingin yang terukur. "Istirahatlah dan jaga Dr. Finch di tempat ini sampai fajar tiba. Keringkan pakaianmu dan pastikan artefak itu tetap terbungkus kain."

Pip mendongak kaget. "Tuan tidak langsung bergerak sekarang?"

Hans memalingkan wajahnya ke arah celah ventilasi. Cahaya kemerahan samar dari fajar menyingsing mulai membias tipis di ufuk timur Sungai Thames.

"Menyusup ke Mayfair saat tengah malam yang pekat hanya akan memicu kecurigaan penjaga gerbang," sahut Hans datar. "Pukul 05.00 pagi, saat para pelayan dan kereta pasokan susu mulai memadati lorong belakang Mayfair, kita punya celah sempurna untuk menghubungi Lady Evelyn tanpa terdeteksi mata-mata Sterling."

Hans menyalakan sebatang rokok gulung murahnya, membiarkan asap abu-abu membumbung pelan menembus pendaran fajar Greenwich.

"Pagi ini," bisik Hans dingin. "Kita akan membawa permainan ini langsung ke pintu depan Lord Sterling."

1
aefpe fp
baca novelku juga ya😄
Ashciel: terimakasih udah mampir :)
total 1 replies
Putry Chan
Hans seorang detektif
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!