Banyak sekali yang harus dilakukan Ananta Shakira sebagai bukti baktinya pada orang tuanya. Demi mendapatkan simpati publik, papanya memasukkannya sebagai tenaga pengajar di sebuah Taman Kanak Kanak.yang sudah terkenal dedikasinya dalam menelurkan anak anak pintar yang berbakat.
Kemudian dia juga harus mau dijodohkan dengan Arsen Angkasa, pewaris pengganti yang sedang naik daun, karena pewaris sebelumnya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.
Pewaris pengganti itu butuh power keluarganya yang merupakan pengusaha lokal dan salah satu wakil ketua dewan yang terhormat untuk memperkuat posisinya. Sedangkan keluarganya membutuhkan pewaris ini untuk bisa sejajar di kalangan bisnis dengan menjadikannya sebagai menantu keluarga konglomerat itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aib Arsen
Mobil yang disupiri Keto akhirnya tiba di rumah Arsen.
Ananta mengamati rumah yang jauh lebih kecil dari pada rumah neneknya Arsen. Tapi tampak asri dengan pekarangan depannya yang cukup luas dan ditanami bunga mawar beraneka warna.
Indah sekali, batinnya kagum. Ananta juga penyuka bunga lokal. Ngga disangka mamanya Arsen juga sama dengannya.
Kalo tau dia akan bawa koleksi bunga lokalnya untuk mamanya Arsen. Mungkin nanti, rencana Ananta dalam hati.
Mobil Arsen akhirnya diparkir di salah satu sudut halaman yang bersebelahan dengan sebuah mobil mercy yang berwarna hitam.
"Papi juga ada di sini ternyata," ucap Arsen sambil membuka pintu mobii.
"Tunggu bentar," perintahnya sebelum menutup pintu mobilnya.
Ananta menganggukkan kepalanya. Dia menatap sebuah tottte bag yang cukup besar yang di dalamnya berisi beberapa box cake dan puding yang sengaja mereka beli di perjalanan menuju ke sini.
Flashback on
"Mamaku senang banget makan bolu pisang. Waktu kami di luar dari negara ini beliau susah mencari bolu pisang yang enak. Sekalinya dibuat sendiri, tekstur pisangnya beda. Maklum saja, kami berada di negara empat musim. Rasa pisangnya berbeda dari yang ada di sini," jelas Arsen panjang lebar ketika sudah berada di depan sebuah toko bakery yang cukup terkenal di kota ini.
Arsen sadar sekarang, tiap bersama Ananta, mulut dan lidahnya sangat ringan untuk berbicara, bahkan bisa sepanjang ini tanpa harus berpikir sangat keras.
"Bukannya ada produk ekspor dari negara ini, kan, ke berbagai negara?"
"Ada, tapi tetap aja kata mami beda. Aku rasa karena mami kangen negara ini saja," tawa Arsen pelan.
Ananta tersenyum mengerti dan menganggukkan kepalanya.
Kebalikan dengan dirinya, selama jalan jalan ke Eropa, Ananta ngga pernah kepikiran makan bolu pisang yang sangat gampang dia temui di negaranya. Apalagi buah pisang, banyak sekali dan mudah di dapat. Pisang raja, pisang kepok, pisang tanduk, pisang mas dan banyak lagi jenis pisang lainnya yang rasanya ngga kalah dari pisang import.
Ananta lebih fokus dengan kuliner asli negara negara yang dia kunjungi selain mengunjungi tempat tempat indah di sana. Tapi belum ada yang membuatnya secinta itu dengan satu jenis makanan saja.
Kembali ke totte bag, ada tiga macam bolu pisang yang Arsen pilih untuk mamanya. Yang rasa original, rasa coklat yang ditaburi chocho chips dan bolu pisang dengan taburan keju.
Ngga Ananta sangka, ternyata kesukaan mamanya Arsen tidak aneh aneh. Kalo mamanya mungkin akan menolaknya. Beliau malah menyukai cake cake dan makanan khas luar negeri. Kalo cake maupun makanan lokal, mamanya tidak terlalu tertarik.
"Mama ketemu papi waktu ngisi acara di Jakarta. Mami jadi brand ambassador di hotel milik papi. Kata mama hanya enam bulan saja, sebelum balik lagi ke negaranya." Mereka sudah meninggalkan toko bakery tersebut dan melangkah pelan ke arah parkiran mobil.
Kalo tadi Ananta mendengar nada suara yang ceria, sekarang dia mendengar ada kegetiran di dalam ucapan Arsen barusan.
Ananta tidak ingin menggali cerita kesedihan Arsen lagi. Dia tau sedikit muara ceritanya. Mama Arsen harus pergi karena hubungannya dengan papinya tidak direstui neneknya Arsen. Kemudian papinya Arsen menikah dengan maminya Ega.
"Kalo Ega ngga meninggal, selamanya aku ngga akan tau punya papi dan papi ngga tau ada aku di perut mama ketika beliau pergi." Arsen malah melanjutkan cerita pahit hidupnya.
Kembali Arsen merasa heran karena dia dengan mudah mengungkapkan aib masalalunya pada Ananta. Tanpa ada sensor sedikit pun. Arsen sepertinya sudah masa bodoh dengan penilaian Ananta pada dirinya.
Lagi pula pasti secara garis besar, Ananta sudah tau cerita ini. Sejak dia dibawa papinya dan diakui sebagai pewaris tunggal neneknya, semua media meliput dan memberitakannya dengan sangat gamblang.
Bahkan ada beberapa media yang masih memiliki foto dan rekam jejak saat mamanya masih bersama papinya dulu.
Papinya adalah anak tunggal neneknya yang konglomerat terkenal. Jadi tiap percintaannya selalu menjadi makanan empuk para pencari berita.
Kehebohan media makin menjadi karena dia datang setelah Ega yang merupakan saudara tirinya yang meninggal dunia dalam kecelakaan. Kematian yang tragis.
Ananta terus menyimak sambil memperhatikan wajah datar Arsen saat mengungkapkan jati dirinya.
Menurutnya Arsen memiliki mental baja, bisa bertahan di situasi rumit seperti ini.
Mobil Arsen terparkir cukup jauh membuat mereka terus berjalan pelan. Tapi Ananta melihat Keto yang berada di luar mobil menyadari keberadaan bosnya. Jadi dia masuk lagi ke dalam
mobil untuk melajukan mobilnya mendekati Arsen dan dirinya.
"Boleh tanya sesuatu?"
Arsen menatap Ananta santai.
"Tanya aja."
Ananta menghela nafas perlahan.
"Ngga dijawab juga ngga apa apa." Ananta agak ragu dengan tanggapan Arsen nanti.
Ada kerutan dalam muncul di kening Arsen, tapi kemudian satu lengkung tipis tercipta di bibirnya.
"Belum bertanya juga," ejek Arsen.
Ananta mengalihkan tatapnya ke arah lain. Dia takut menyinggung Arsen.
"Kamu .... sejak tau ternyata seorang tuan muda .... apakah merasa senang?"
"Tentu saja senang," jawab Arsen cepat.
Ananta menoleh ke arah Arsen. Ternyata Arsen juga sedang menatapnya.
"Aku yang dulunya berpikir ngga punya papi, sempat down. Mama mulai sakit dan aku ngga bisa menikmati masa remajaku karena mulai bekerja apa saja untuk bisa hidup layak dan juga untuk pengobatan mama." Arsen menjeda ucapannya. Tapi tatapnya tetap tertuju pada Ananta.
Kali ini Ananta bisa melihat kilat marah dalam tatapan itu.
"Sekarang aku tetap harus bekerja keras, tapi dengan kondisinya yang berbeda. Aku bisa mendapatkan apa pun dengan mudah. Tanpa kuinginkan semuanya tersedia. Kalo dulu, bekerja sampai mati pun aku tetap ngga akan mungkin memiliki semua kemewahan ini." Tatapnya makin.dalam menghunjam ke dalam mata Ananta.
"Juga kamu."
JLEB banget kalimat terakhir Arsen menancap di hati Ananta.
"Aku yang dulu ngga akan mungkin bisa mendapatkan kamu. Tapi beda dengan yang sekarang, kamu yang datang padaku, juga gadis gadis yang lainnya."
Ananta tersinggung mendengarnya. Tapi kenyataannya memang begitu. Kalo laki laki ini masih Arsen yang dulu, ngga mungkin papa dan mamanya mau menyerahkannya untuk Arsen. Apalagi perjodohan ini diikat dengan perjanjian kerja sama yang nilainya fantastis.
Karenanya Ananta kadang merasa sedih. Kasarnya dia dijual dem menjadi transaksi bisnis papanya dan juga hidup mewah mamanya.
"Semua gadis yang ditawarkan padaku mau melakukan apa saja di pertemuan pertama. Tapi kamu baru mau melakukannya setelah ikatan perjodohan kita mulai jelas," tukas Arsen lagi, kembali menusuk hati Ananta.
Ananta akui kebenaran kata kata Arsen. Dia lemah terhadap Arsen karena sudah menyentuh titik titik sensitif di tubuhnya.
Endflashback
semangat😉
cerita keluarga baru apa?