NovelToon NovelToon
The Real Of Ketempelan ~Mafia Bucin~

The Real Of Ketempelan ~Mafia Bucin~

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / CEO
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nana_Jm

"Eh...anak kecil minggir kamu!!"-usir bodyguard Naren-

"Lahh...aku duluan yang disini"-jawab Rena dengan ketus-

"Makanya datang lebih pagi dongg...gimana sih!!!"-berkacak pinggang di hadapan Naren-


Seorang Serena yang tidak tahu jika orang dihadapannya adalah ketua Mafia yang paling kejam Narendra Oliver Pradipta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana_Jm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelukan Rindu

"Aku gugup sekali Sayang"-ucap Lysa khawatir-

"Tenang Sayang...kita hadapi bersama"-menggenggam erat tangan istrinya-

"Bagaimana kalau respon nya seperti tadi?!"-lanjut Lysa dengan lirih-

"Kalian tenang saja! Narendra sudah meyakinkan Serena"-jelas Naresh tersenyum lebar-

"Pasti Serena mau bertemu dengan kalian lebih lama"-sambung Laras dengan antusias-

Malam harinya Narendra berniat untuk menginap di rumah Serena kembali, namun gadis itu menolak keras dan jika dirinya masih nekat menginap maka Serena tidak mau bertemu dengan orang tuanya.

Untuk memudahkan semuanya, Narendra memilih untuk mengalah dengan Serena. Dalam hidup seorang Narendra baru kali ini dirinya mengalah dengan perempuan.

"Besok kalau mau pergi, beritahu saja aku!!"-ucap Naren dengan tatapan tajam namun lembut-

"Iyaaa...iyaaaa... Pak Tua! Dasar Tiang listrik menyebalkan!!"-menutup pintu rumahnya-

"Dasar pendek kesayangan"-gumamnya pelan sambil tersenyum tipis-

"Besok aku harus bagaimana?! Rasanya rindu tapi sepi"-celetuknya pelan-

"Lihat saja besok!! Sebaiknya tidur awal lebih baik"-jelasnya sambil tertawa kecil-

Hari yang di tunggu tiba, Serena bangun pagi seperti biasa. Hanya saja dirinya merasa malas untuk melakukan aktivitas, dirinya berdiam diri sejenak di tempat tidur.

Ponselnya berdering tiba-tiba, tak ada nama maupun nomer ponsel yang terlihat di layar. Sontak saja Serena langsung menolak panggilan tersebut.

"Siapa sih!! Pagi-pagi udah ganggu aja!!"-ucapnya pelan-

Terdengar suara ketukan pintu yang cukup keras, Serena langsung menghubungi Narendra untuk melihat siapa orang yang mengetuk pintu rumahnya.

Sedangkan si Narendra sudah melihat siapa orang yang mengetuk keras pintu rumah Serena.

"Ini orangnya!! Tenang saja, sudah aman"-tulis Naren melalui pesan singkat-

"Kamu nggak bohong kan?! Orang itu tau darimana?"-balas Serena dengan penasaran-

"Untuk apa aku bohong dalam hal receh seperti ini"-tulis Narendra-

Pria itu melihat jika Serena keluar dari rumahnya sendirian, jadi spontan mengikutinya dari belakang dan memeluk gadis itu erat.

"Siapa sih?!"-memukul dada Narendra namun dapat di tahan-

"Mau kemana?! Kenapa pergi sendirian?"-bisiknya pelan-

"Ya kenapa?! Katamu sudah aman! Ya keluar sendirilah!"-celetuk Serena kesal-

"Sebentar lagi orang tuamu akan datang kemari, jadi segera bersiap"-jelas Narendra sambil membelai rambut Serena-

Narendra membawa gadis itu kembali kerumahnya, masih berbahaya jika gadis itu keluar sendirian. Dirinya menyiapkan semua keperluan untuk menyambut kedatangan orang tua Serena.

Gadis itu hanya terdiam dan terpaku melihat tingkah Narendra yang sangat antusias sekali, entah apa yang terjadi dengannya sampai begitu semangat untuk meyakinkan Serena menemui orang tuanya untuk pertama kali setelah kehilangan kabar cukup lama.

"Kenapa kamu yang semangat banget sihh!!"-celetuk Serena kesal-

"Biasa aja kenapa?! Kayak ada selebriti"-sambungnya lagi sambil menatap tajam-

"Sini...aku peluk"-meraih pinggang Serena dan memeluknya erat-

"Yaaaaa!!! Dasar Tiang listrik!!! Lepasin nggak?!"-mencoba melepaskan pelukan Naren-

"Sebentar saja Cantikkk"-ucapnya sambil berbisik-

Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar, Narendra langsung membukanya dan berjaga. Nampak orang tua Serena yang datang sambil di temani orang tua Narendra.

Naresh terkejut saat melihat putranya yang membuka pintu itu, dirinya melihat sekilas di dalam rumah dan gadis sibuk sendiri.

"Serenaaa....Sayanggg"-ucap Lysa dengan suara gemetar-

"Mama dan Papa sudah kembali lagiii"-sambung Jayden dengan lembut-

Serena menoleh ke belakang dan menatap keduanya dengan perasaan yang tak menentu, Dirinya sudah lama sekali tidak berjumpa dengan kedua orang tuanya itu bahkan tak pernah mendapatkan kabar sedikitpun tentang mereka.

Gadis itu tak kuasa menahan tangis dan berlari memeluk kedua orang tuanya, Narendra terdiam melihat gadis incarannya menangis cukup lama dan suara tangisan terdengar sangat menyakitkan untuknya.

"Sejak kapan aku peduli dengan suara tangisan!!"-gumamnya sendiri-

"Lemah sekali kau Narendra!!"-omelnya ke diri sendiri-

"Sayanggg...Mama rindu sekaliii"-memeluk dan mencium kening putri kecilnya-

"Kenapa Mama dan Papa nggak pernah balas pesanku selama ini?!!"-tanya Serena lirih-

"Sayanggg....selama ini kita selalu berusaha menghubungi dirimu"-jelas Lysa dengan lembut-

"Tapi nomermu tak pernah aktif Sayangggg"-ucap Jayden dengan penuh kasih-

"Pasti ada yang sengaja memisahkan mereka"-gumam Naren yang sedang duduk santai di kursi-

Naresh memberi kode untuk putranya, supaya lebih menjaga gadis itu. Dirinya tahu jika ada yang sengaja ingin menyingkirkan putri Jayden setelah pertemuan awal mereka.

"Jaga Serena baik-baik!! Papa akan urus orang yang mengincar gadis kecil itu"-bisik Naresh sambil menepuk bahu putranya-

"Papa tahu siapa orangnya?!! Lenyapkan saja semua keluarganya kalau perlu!!"-menatap dingin ke arah Naresh-

"Tentu saja....itu sudah pasti!! Dia sangat meresahkan sekali"-celetuk Naresh sambil tersenyum licik-

Setelah menangis dengan sesenggukan, gadis itu mulai tak terdengar suaranya. Tubuhnya mulai melemah dan tumbang seketika, Melysa dan Jayden tampak panik, spontan langsung menggendong putrinya ke dalam kamar.

Narendra yang sudah mengetahui jika hal itu akan terjadi, dirinya memanggil dokter keluarga untuk memeriksa kondisi Serena yang nampak pucat.

"Kamu sudah tahu hal ini Rendra?!"-celetuk Naresh tak percaya-

"Iya Pa....pasti hal ini akan terjadi! Meskipun dia terlihat kuat tapi tetap saja"-jelas Narendra tertawa kecil-

"Bagaimana kondisinya?!!"-tanya Narendra serius-

"Dia baik-baik saja Tuan...Hanya merasa syok dan terkejut"-jelas dokter itu-

"Apa ada penanganan khusus untuk setelahnya?"-tanya Jayden dengan lesu-

"Hanya penjagaan yang lebih di perketat saja"-jelasnya sambil tersenyum tipis-

Naresh mengajak Jayden untuk ngobrol berdua, sedangkan Narendra mengawasi Melysa juga Serena.

"Ada yang sengaja ingin memisahkan kalian!!"-ucap Naresh dengan serius-

"Siapa pelakunya?! Apa aku juga mengenalnya?!"-telisik Jayden penasaran-

"Tentu saja kau mengenalnya! Dia dari keluarga Elio!"-jelas Naresh tersenyum tipis-

"Putraku sudah melenyapkan anak mereka!! Saat ini giliran seluruh keluarga besarnya!!"-lanjutnya sambil menatap tajam-

"Kamu tau darimana kalau itu ulah mereka?!"-celetuk Jayden tak percaya-

"Narendra yang menyelidiki...semenjak ia kenal dengan putrimu!!"-jelas Naresh datar-

Di dalam Narendra menceritakan semua apa yang dirinya ketahui tentang sosok Serena, bahkan dia juga sering menyadap nomor asing yang berusaha menghubungi gadis itu.

Semenjak banyak bodyguard yang mencari dirinya dan nama belakang Serena juga, membuat Narendra lebih protektif terhadap gadis itu.

"Sebaiknya biarkan dia tinggal disini!! Jangan libatkan dia dalam urusan bisnis kalian!!"-ucap Narendra dengan serius-

"Kita terlalu sibuk sampai tidak tahu kondisi Rena bagaimana? Bahkan aktivitas apa yang dia lakukan selama ini?"-jelas Lysa sambil tersedu-

"Dia. bertahan sendiri dan sangat kuat tanpa kalian sadari"

"Sekalipun banyak yang mengincar dirinya saat itu!!"-celetuk Narendra santai-

"Biarkan aku yang menjaga dan mengawasinya!! Kalian fokus saja dengan orang-orang toxic yang harus di lenyapkan!!!"-jelas Naren tersenyum tipis-

Setelah pertemuan singkat tersebut, kedua orang tua Serena langsung kembali ke rumah Naresh. Mereka meminta Narendra untuk menjaga dan mengawasi putrinya.

Di dalam mobil Naresh mengingatkan Jayden untuk bersikap biasa saja, seperti tak pernah bertemu dengan putrinya. Karena ada yang mengintai dirinya beserta putri tunggalnya.

"Jaga diri kalian!! Jangan sampai putri kalian yang menjadi sasaran"-jelas Naresh serius-

"Kemunculan kalian menarik perhatian banyak musuh! Terutama keluarga Elio yang ingin menyingkirkan. Putri kalian!!"-menatap Jayden datar-

"Kenapa mereka tega melakukan itu?!!"-tanya Lysa dengan kesal-

"Mereka tidak bisa mendapatkan putri kalian satu-satunya!!"-celetuk Naresh dingin-

"Gilaaa!!! Persaingan bisnis harus membawa nama putriku sebagai taruhannya?!! Jangan harap bisa tenang mereka!!"-ucap Jayden sambil mengepalkan tangannya-

Sedangkan gadis itu masih tertidur pulas akibat obat yang diberikan oleh dokter, Narendra sengaja menginap dirumah gadis incarannya itu. Dia sama sekali tidak mau membiarkan orang-orang Elio mengambil Serena.

"Tenang saja Renaaa...aku akan menjagamu"-celetuk Naren sambil tersenyum manis-

"Pasti selama ini sangat sulit untukmu bertahan sendirian"-lanjutnya lagi sambil menatap lekat Serena-

"Kamu belum pulang?!!"-ucap Serena pelan-

"Sudah bangun Cantikkk?"-membelai rambut Serena dengan lembut-

"Mereka?! Dimana?"-melihat sekeliling-

"Sudah pulang bersama Papaku!! Tenang saja, masih ada aku disini"-tersenyum tipis sambil mengecup kening Serena-

~Rumit yaa punya keluarga konglomerat dan setengahnya mafia. Beuh...banyak banget yang mengincar~😌

1
Hasniza Babab
sangat bagus /Good/
Karo Karo
pak tua yg akan membucin
Karo Karo
orangnya dong Thor 😁
Karo Karo
singgah Thor 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!