NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Aisyah dokter 23 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang awalnya dia pikir semua baik-baik saja, tetapi ternyata kecelakaan 5 tahun lalu di saat dirinya masih remaja mengakibatkannya terikat dalam pernikahan itu.
Rahasia besar yang disembunyikan banyak orang kepadanya. Pria yang dia nikahi, ternyata menerima perjodohan dari orang tuanya karena memiliki maksud tertentu darinya.
Lalu bagaimana Aisya menjalani pernikahannya, di saat dia merasa semua baik-baik saja dan ternyata pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan yang menyakiti hatinya, karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Mari harus membaca karya saya dari awal sampai akhir, jangan lewatkan sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12 Malam Romantis

Acara pernikahan sudah selesai, seluruh keluarga kembali ke rumah masing-masing, termasuk Amira yang sangat lelah masih menggunakan seragam pesta pernikahan kakaknya dan sahabatnya itu yang sekarang sedang meletakkan kepalanya di paha Lidya yang duduk di sofa dan sementara Tony duduk di hadapan mereka sembari membaca buku.

Kaivan hobi membaca buku sampai dewasa itu pasti karena ketularan ayahnya yang memang memiliki hobi belajar sampai sudah tua.

"Kasihan tahu, Ma, melihat Aisya, di hari pernikahannya yang seharusnya menjadi kenangan yang bahagia untuknya tetapi harus dirusak karena keegoisan orang-orang dewasa," ucap Amira dengan nada suaranya yang terdengar mewek.

"Om Dharma sangat keterlaluan, Amira menjadi saksi di mana beliau sangat membela istri mudanya, istri mudanya sudah sedikit tahu diri dan meninggalkan pernikahan itu agar tidak berantakan, tetapi Om Dharma menahan dan menekankan untuk dia berhak berada di acara itu karena Aisyah juga merupakan anaknya," Amira terus saja mengoceh mengadukan semua kepada Lidya.

"Lalu setelah itu Aisyah bagaimana? karena Mama lihat dia tersenyum saat melanjutkan acara pernikahannya, tidak terlihat sedang terluka?" tanya Lidya.

"Aisyah pasti sangat sedih, dia pergi dan menangis, tetapi untung saja jatuh pada laki-laki yang tepat yaitu suaminya. Kak Kaivan sudah pasti menenangkannya sehingga Aisyah bisa melewati hari pernikahannya dan mau tidak mau harus menutupi kesedihannya dengan senyum dan padahal dia terluka, aku benar-benar tidak menyangka Om Dharma sejahat itu kepada Aisyah,"

"Lagian apa coba kurangnya tante Rahma, sudah cantik pandai memasak, lembut, istri yang sempurna, Om Dharma juga kelihatan laki-laki yang baik, tetapi siapa sangka memiliki istri dan anak lain," ucap Amira ikut-ikutan kesal dengan ayah sahabatnya itu.

"Amira, kita tidak tahu apa yang terjadi di kehidupan orang lain, mungkinkah kamu hanya melihat dari sisi luarnya saja dan siapa tahu ada cerita di balik semua itu, yang tahu hanya keluarga mereka," sahut Toni

"Pa, apapun itu masalahnya, perselingkuhan dan memiliki istri lebih dari satu tidak bisa dibenarkan dan bukan sebagai penyelesaian masalah, Aisyah yang menjadi korban, orang-orang dewasa tidak akan pernah mengerti bagaimana perasaannya," sahut Amira.

"Sudah-sudah, kamu jangan terlalu berlebihan mencampuri urusan Aisyah, Aisyah memang sahabat kamu dan sekarang sudah menjadi kakak ipar kamu, tetapi untuk permasalahan keluarganya tetap yang punya porsi adalah Aisyah sendiri, kita berdoa saja semoga setelah Aisyah menikah dengan Kaivan, hidupnya jauh lebih baik, bisa merasakan sosok seseorang yang melindunginya," ucap Lidya memberi masukan kepada putrinya.

"Amin," sahut Amira mengucapkan amin sepanjang-panjangnya.

Amira akan selalu memberikan doa tulusnya kepada sahabatnya.

*******

Aisyah saat ini sudah berada di dalam kamarnya, tidak di kediaman Aisyah dan juga tidak di kediaman Kaivan, tetap dengan dekorasi pernikahan mereka menyediakan satu kamar pengantin khusus untuk pasangan suami istri yang baru saja.

Kamar pengantin pada umumnya, terdapat beberapa kelopak mawar merah yang disusun indah di atas ranjang dan terlihat dua handuk yang dibentuk menjadi angsa yang saling berhadapan, aroma kamar terasa berbeda terkesan romantis dengan harum yang sangat indah.

Lampu kamar tidak terlalu terang, benar-benar disiapkan untuk pasangan pengantin yang akan menghabiskan malam pertama penuh cerita di dalam kamar itu.

Aisyah saat pertama kali masuk ke dalam kamar itu, cukup gugup dan merasa tidak terbiasa. Kepalanya berkeliling melihat di sekitarnya, dalam kegugupannya Aisyah yang tiba-tiba saja mundur.

BRUKKKK

Tubuhnya seketika langsung tertabrak bidang dada yang membuatnya menoleh dan lagi-lagi hampir terjatuh ke lantai karena tidak sengaja kakinya menginjak gaunnya dan untung saja Kaivan menahan kedua bahunya membuat Aisyah tidak jadi jatuh.

Kedua pasangan pengantin itu saling melihat, saling menatap dengan tatapan yang dalam. Kaivan selalu menatap mata Aisyah dengan tatapan yang berbeda, dengan kesulitan menelan ludah, sampai-sampai refleks membawa Aisyah ke dalam pelukannya.

Pelukannya benar-benar sangat erat membuat Aisyah kebingungan yang tidak membalas pelukan itu, tubuhnya bahkan terasa terjepit di dalam tubuh Kaivan.

Entahlah, Aisya tidak mengerti apa maksud Kaivan memeluknya dengan cara seperti itu. Kaivan bagaikan seorang pria yang sudah lama tidak bertemu, melepas kerinduan yang begitu besar.

"Kak, Aisyah sesak!" keluh Aisyah membuat Kaivan menyadari apa yang telah dilakukan melepas pelukan itu.

"Maafkan saya Aisyah!" ucap Kaivan mencoba untuk mengontrol diri dengan mengatur nafas.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Kaivan dengan lembut membuat Aisyah menggelengkan kepala.

"Aisyah hanya merasa sesak," jawabnya.

"Maaf, ya Aisyah, saya tidak bermaksud melakukan hal itu," ucap Kaivan.

"Tidak apa-apa. Kak," sahut Asiyah.

"Lalu bagaimana? Apa kamu ada yang terluka?" tanya Kaivan terlihat begitu khawatir dah.

Aisyah menggelengkan kepala.

"Ya sudah kalau begitu Aisyah, mau bersih-bersih dulu!" ucap Aisyah gugup.

"Baiklah!" sahut Kaivan.

Kaivan benar-benar merasa tidak enak kepada Aisyah, karena tidak dapat mengontrol diri Aisyah entar saja tidak bernafas.

Hal yang dilakukan Aisyah pertama kali yaitu melepaskan mahkota yang ada di atas kepalanya, tetapi ternyata Aisyah mengalami kesulitan Kaivan peka dan langsung membantu untuk melepas.

Tetapi justru apa yang dilakukan Kaivan membuatnya gugup dan hanya menunduk terus yang tidak berani mengangkat kepala melihat Kaivan.

Aisyah bahkan kesulitan menelan ludah, jantung berdebar seperti ada perang di sana, kedekatan yang terjadi antara dia dan Kaivan yang benar tidak bisa dijelaskan.

Sampai akhirnya mahkota itu terlepas, banyaknya pengait di sana untuk menempelkan mahkota itu di atas kepalanya.

Perlahan Aisyah mengangkat kepala sehingga saat ini dia kembali saling melihat dengan Kaivan, tangan Kaivan perlahan membantu melepaskan hijab yang dililit indah sebagai penutup aurat Aisyah.

Jantung Aisyah berdebar semakin tidak terkontrol dan mungkin saja Kaivan menyadari hal itu.

Bagaimana tidak laki-laki yang jarang berbicara dan sangat dingin di depannya itu saat ini memperlakukannya dengan sangat manis, perlahan melepaskan peniti pada pengait lehernya sampai akhirnya hijabnya terlepas.

Ini pertama kali bagi Aisyah, tanpa hijab di depan seorang pria, pertama kali baginya dan laki-laki yang menyentuhnya seperti ini, tapi ini tidak ada yang salah pria di hadapannya itu tak lain adalah suaminya sendiri.

Ketika hijab sudah terlepas dan rambut tergerai begitu indah. Kaivan menatap dalam, perlahan tangannya memegang pipi lembut Aisya.

Aisyah refleks memejamkan mata, kedua tangannya tampak meremas dress pengantin yang masih dia kenakan.

Perasaannya semakin tidak terkontrol, semakin gugup, saat Kaivan semakin mendekatkan diri pada Aisyah sehingga merasakan aroma parfum khas milik Kaivan.

Melihat bagaimana suaminya yang memiliki tinggi sempurna di hadapannya itu, harus menatapnya tetapi mata Aisyah tertuju pada jakun Kaivan yang terlihat kesulitan menelan ludah.

Kaivan memegang rahang Aisyah menggunakan kedua tangannya, kemudian perlahan mengantarkan wajahnya untuk mencium lembut kening Aisyah yang membuat Aisyah memejamkan mata.

Meski apa yang dilakukan Kaivan membuat perasaannya tidak stabil, tetapi Aisyah hanya berusaha tenang, setelah keningnya yang dikecup begitu lembut. Kaivan kemudian mencium kedua pelipis matanya secara bergantian.

Kecupan itu berpindah pada pipinya yang membuat wajahnya merah merona.

"Kak....." Aisyah harus menghentikan ketika Kaivan ingin mencium bibirnya.

Kaivan tidak bertanya ada apa tetapi ekspresi wajahnya menggambarkan pertanyaan.

"Maaf, Kak. Aisyah tidak bisa melakukannya malam ini," ucapnya mencegah suaminya untuk berbuat hal lebih jauh.

Kaivan mengerutkan dahi, ekspresi wajahnya terus bertanya.

"Aisyah datang bulan," ucap Aisyah memberikan jawaban yang sebenarnya.

Bersambung.....

1
Oma Gavin
terlalu sombong jadi orang biarkan saja aisyah merasakan akibat kesombongan yg merasa bisa melakukan apa saja tanpa bantuan orang lain orang waras melek saja butuh orang lain apalagi dia buta
falea sezi
klo jd aisyah mending cerai najis aja di jadiin ban serep setelah Sindy meninggal🤭
falea sezi
pergi aisyah😕
Herman Lim
moga Aisyah dpt donor mata lagi dan berkumpul lagi sama kaivan
Herman Lim
bgs u buta selama nya aja
Oma Gavin
cindy ingin bisa segera melihat karena dia terobsesi untuk kembali mendapatkan kaivan mimpi terus saja cindy seperti ibumu karmila yg egois
Herman Lim
gimn bayi Aisyah klo dia dah operasi mata lagi apa Masi aman
Oma Gavin
itu lebih baik dan adil ngga ada lagi yg perlu diperdebatkan tinggal kaivan silahkan mata aisyah segera dikembalikan ke cindy dan nikahi cindy ending gitu aja ngga perlu ribet dan saling menyalahkan
Herman Lim
lanjut Thor
Herman Lim
kaivan di ty cinta aja ga BS jawab dasr laki2 ga becus😔
Haura Az Zahra
👍👍👍
Herman Lim
ribet bgt serius ntah gimn akhir nya puyeng aku min 😔
Oma Gavin
cerita nya makin ruwet mbundet ngga relevan udah salah satu tokoh utama nya dibikin mati saja biarkan aisyah mati dan kembali mata cindy dan dharma pada cindy biar kaivan dan karmila bahagia
Oma Gavin: bener kak ceritanya jadi bertele-tele
total 2 replies
Oma Gavin
kenapa bisa cindy hidup lagi lantas siapa yg dikubur di makam cindy banyak drama dan aisyah kembalikan saja mata cindy sekarang sudah ketemu biar impas
Herman Lim
lanjut kak kasian Aisyah yg begitu hancur
Milla
next kk
Oma Gavin
pergi yg jauh aisyah tinggalkan kaivan dan ayahu yg penuh kebohongan
Fauziah Rahma
poor aisyah
Herman Lim
nah kaivan u bakal bgs kejer klo Aisyah bakalan pergi jauh 😔
Herman Lim
kaivan kamu bakal menyesal TDK blg ke Aisyah soal mata Cindy dan pasti Aisyah mikir klo kamu nikahi dia karna ada mata Cindy di tubuh nya 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!