Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Hari ini Devina tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya, mungkin karena dia masih terbayang dengan kejadian semalam.
Semalam Abian terlihat sangat panik sampai memanggil dokter untuk memeriksanya, hanya karena dia sakit demam.
Devina menghela napas panjang, lalu menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kantor.
"Tidak mungkin kalau dia mengkhawatirkan aku. Dia tidak ingin aku sakit karena takut aku merepotkannya."
Dia tiba-tiba teringat kembali dengan kejadian malam panas dengan Abian, dia tidak mengerti mengapa sampai kini dia belum bisa melupakannya juga.
Dia memijat pelan keningnya yang terasa pening. "Pokoknya kejadian waktu itu jangan pernah terulang lagi. Dia tidak boleh berbuat seenaknya padaku."
Meskipun... Devina sangat kesal kepada dirinya, mengapa waktu itu dia malah seakan ikut menikmati dengan semua sentuhan yang Abian lakukan padanya. Rasanya benar-benar muak pada dirinya sendiri.
Devina merasa hidupnya benar-benar sial. Pernikahan dia dengan Eliano telah dihancurkan begitu saja, lalu Abian memaksanya untuk menikah dengannya. Dan sekarang, kesucian yang dia jaga, malah direnggut oleh musuh bebuyutannya itu.
...****************...
Hari ini Devina makan siang bersama dengan Lola di sebuah restoran yang letaknya tak. jauh dari kantor.
Lola mengeluh, "Semalam aku demam tinggi, mungkin gara-gara kehujanan. Makanya aku segera pergi ke dokter."
Devina tak menjawab, dia menjadi teringat kembali dengan kejadian semalam, saat dia melihat Abian yang begitu panik, sampai memanggil dokter ke Mansion. Bahkan Abian menyuapinya.
Apakah pria itu mulai peduli padanya.
Devina pun menggelengkan kepala. "Gak mungkin dia peduli padaku," gumam hatinya.
Devina pun melanjutkan makannya kembali.
Beep...
Beep...
Beep...
Tiba-tiba, ponsel Devina berdering. Dia mengerutkan keningnya saat melihat nama Abian mengirim pesan padanya.
"Untuk apa dia mengirim pesan padaku?" gumam hatinya.
Dia pun segera membaca pesan tersebut.
[Padahal aku sudah melarang kamu bekerja, tapi kamu malah ngeyel. Jangan lupa diminum lagi obatnya. Jangan sampai sakit lagi. Kalau kamu tidak, aku akan memberikan hukuman lagi padamu.]
[Oh iya, kamu harus lebih agresif di malam-malam berikutnya.]
Devina yang sedang makan, hampir tersedak saat membaca pesan dari pria itu.
Malam-malam berikutnya?
Devina merasa ngeri membayangkannya. Dia berkata di dalam hatinya. "Gak. Gak boleh terjadi malam kedua, ketiga, dan seterusnya. Aku tidak boleh membiarkan dia menyentuhku lagi."
Devina dikejutkan dengan kehadiran Eliano di restoran tersebut. Saat ini, dia sedang berdiri di hadapannya.
"Eliano? Untuk apa kamu datang kesini?" tanya Devina.
Eliano menjawab dengan serius. "Aku ingin bicara penting denganmu."
Lalu Eliano menoleh ke samping, menatap Lola yang duduk di hadapan Devina. "Lola, bisa kamu pergi sebentar? Aku ingin bicara penting dengan Devina."
Lola terpaksa menganggukkan kepalanya. Dia segera pergi memberikan ruang pada Devina dan Eliano untuk bicara.
Devina nampak gelisah. "Aku gak ingin orang lain salah paham jika melihat kita satu meja seperti ini."
Eliano menjawab dengan santai. "Kita kan kerja satu kantor. Gak ada salahnya sesama rekan kerja makan siang bersama."
Devina menghela nafas. "Tapi semua orang sudah tahu kalau kamu itu mantan aku. Dan sekarang aku sudah punya suami."
Eliano berkata dengan serius. "Tapi aku tahu kamu sudah berencana ingin lepas dari Abian. Dan aku akan membantumu. Aku sudah menghubungi seorang pengusaha, perusahaannya cukup besar. Dan dia bilang sangat tertarik menjadi investor utama di perusahaan Buana."
Devina nampak tertegun mendengarnya. Bukankah ini yang dia mau? Ingin segera lepas dari Abian?
otw...novel baru...🌹🌹🌹🌹
Semangat bang Dire
Ditunggu cerita terbaru nya
Krena ada yg baruuu, cusss ah meluncurr kesana 🚴🚴
thank's thor....
meluncur ke cerita baru....
gak pernah gagal bikin alur yang mengharu biru❤
terimakasih banyak sudah bertahan d'mari🤗
luv Kamu banyak³😘😍🥰
sukses slalu buat Kamu🤲🏻🤲🏻
semangat berkarya 💪🏻💪🏻
Aku tunggu karya selanjut'y🤗🥰😍
🤣🤣🤣