Ari atau yang sering di panggil sama teman kuliahnya dengan nama sam Ari di tengah ke frustasiannya dia mendapatkan berkah sebuah sistem yang membantu Ari menjadi arsitek terkenal bareng dua temannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chimoarikashiki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
proyek sekolah pertama
Ya proyek yang aku pilih renovasi sekolah karena kalau renovasi rumah dinas komandannya terlalu banyak bacot dan ikut campur. Karena sangking muaknya pas di beri pilihan oleh karyawan aku memilih renovasi sekolah selain lebih detail ya walau ada yang ikut campur paling hanya di meja dan kursi, para karyawan yang aku pertahanin pun pada bertanya namun jawaban aku cuma satu
"di sekolah lebih detail dan yang di hadapi cuma ormas kalau gak markas ormasnya kita bakar maka selesai beda sama tentara rata rata yang komandan mess mereka itu pakaiannya saja tentara tapi raganya ormas"kata aku ke mereka sambil lihat mereka
seketika para karyawanku pada diam semua karena apa yang aku jawab barusan adalah 100% bener. Mereka langsung memulai desain dan hitungan Rab tapi Rab gak langsung aku ACC , aku cek dulu dari hitungan time schedule bahkan bobot kerja hingga sistem memberikan misi yang membuat aku tersenyum.
'misi baru jadikan ini pondasi utama sebelum memulai lebih berat dan jadikan ini patokan berhadapan dengan pemerintah selain proyek rumah dinas'kata sistem arsitek di otakku
'hadiah 100.000.000 dan latihan tersembunyi buat tangan kanan yang sudah paham tentang anda'imbuh sistem arsitek di otakku
'wih mantap jiwa sistem gas dah kalau gitu'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
setelah gak ada yang kelewat dan layak buat di ACC aku langsung mengacc gambar dan rab tersebut dengan tanda tangan yang artinya proyek pertama perusahaan setelah aku ambil alih dan ganti nama langsung jadi mode serius ku.
Setelah selesai aku langsung mengetes empat orang kemarin yang mengganti Pur, Edy, Erul,dan Ringgo. Aku pun mulai mengawasi proyek ini sama yang bertugas di bagian keuangan.
Setelah melihat progres yang perlahan naik aku memberi kode ke yang lainnya untuk rapat.
"lu pada lihat kan apa yang membuat gue si Pur ini gue cut"kata aku ke mereka sambil lihat mereka
"gue tahu kenapa Ringgo dan Pur ini lu cut yang pertama progres yang sudah benar di belokkan yang kedua milih tangan kanannya gak becus yang ketiga gajinya di cicil seharusnya progres dapat berapa malah di di kurangi 20% sehingga mandor nyicil ke tukangnya"kata Yoni ke aku sambil lihat aku
"nah itu dia benar sekali bro jawabannya dan kita lihat saja sekarang dia menghilang kalau dia muncul kita permalukan dia"kata aku ke Yoni sambil lihat Yoni
"berarti progres kemarin itu gak jejeg nya yang di buat si Pur bro?"tanya Gita ke aku sambil lihat aku
"ya gitu lah bro kalau lu bilang gak jejeg gak salah karena apa progres yang di buat ada item yang di masukkan dan gak di infokan oleh si Pur ini dan ketika si Pur ini gue cut gue di tanya bokap gue lu tahu ujung ujungnya apa gue debat karena sudah menguap otak gue langsung aja gue ke pantai selatan temenin sama sanhu gue daftarin dah dia jadi tumbal"jawab aku ke Gita sambil lihat Gita
'lah jadi kemarin kita ke pantai selatan tuan'kata sistem arsitek di otakku
'iya daripada gue ngikutin saran lu bawa ke gunung kawi mending gue bawa ke pantai selatan'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
'yaudah sekarang tuan fokus di renovasi sekolah aja lumayan tuan untuk mereka gak usah tuan pikirkan'kata sistem arsitek di otakku
'oke dah gue akan fokus ke renovasi sekolah ini'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
aku yang dari tadi hanya mendengarkan debat mereka langsung menatap mereka agak tajam.
"untuk meja kursi dan lemari buat Alquran apa sudah ada yang ikutan sayembara"kata aku ke mereka sambil lihat mereka
"kayaknya belum ada dah bos memang ada apa?"tanya karyawan ke aku sambil lihat aku
"pakai segala nanya buat kesempatan lah benar gak bos"jawab karyawan satu nya ke karyawan yang nanya sambil melihat dengan tatapan mengejek
Aku yang melihat tatapan itu hanya tersenyum tipis"ya dia bertanya gak salah dan jawabanmu buat kesempatan juga salah"kata aku menengahi mereka berdua sambil lihat mereka berdua
"nah kalau bukan buat kesempatan terus buat apa bos?"tanya karyawan yang mengejek karyawan yang bertanya ke aku sambil lihat aku
"Yon jitak dulu dia karena salah nebak dan muka mengejeknya itu untuk alasannya apa git lu sudah lihat beberapa pembuat kursi meja dan lemari kan"jawab aku ke karyawan yang mengejek tersebut sambil lihat dia dengan tersenyum tipis
"udah bro gue Yoni dan deka sudah bertanya ke perusahaan itu dan gue sudah ngajak kerjasama dari duit yang kemarin lu kasih dan gue bilang meja sama kursinya yang sangat kuat soalnya rata rata pelajar Nusantara ini agak aneh aneh"kata Gita ke aku sambil lihat aku
aku hanya tersenyum tipis saat deka mengucapkan rata rata pelajar Nusantara yang kursi dan meja gak di gunakan semestinya.
"pak bos kenapa kok ketawa pas mendengar kata pelajar Nusantara rata rata agak aneh"kata karyawan yang suka mengejek itu ke aku sambil lihat aku
"kamu tahu fungsi kursi dan meja apa?"tanya aku ke karyawan yang suka mengejek sambil lihat dia dengan lumayan tajam
"fungsi meja buat naruh buku dan buat natakin buka yang mau di baca fungsi kursi ya buat duduk"jawab karyawan yang suka mengejek ke aku sambil lihat aku
"itu fungsi aslinya kalau menurut pelajar Nusantara adalah meja buat duduk atau buat keluar via jendela fungsi kursi menurut pelajar Nusantara buat tiduran meja juga terkadang buat tiduran"kata aku ke karyawan yang suka mengejek sambil lihat dia dengan lumayan tajam
mereka akhirnya paham kenapa aku berucap seperti itu dan setelah melihat respon karyawan yang suka mengejek reflek aku melirik ketiga sahabatku hingga Yoni berucap.
"anda tidak boleh keluar dari ruangan ini seperti yang lainnya karena kami curiga anda masuk sini pasti ada yang minta masuk kesini"kata Yoni ke karyawan yang suka mengejek sambil lihat dia dengan tersenyum tipis
yang lain pun langsung pada keluar ruangan karena mereka aku minta untuk fokus ke pekerjaan dan pengawasan progres sedangkan karyawan yang suka mengejek langsung jadi bahan ospek kami secara bar bar.
"kamu sepertinya ada yang membuat kami mengganjal apa kamu masuk sini menyogok orang dalam karena gayamu suka mengejek sesama karyawan"kata Gita ke karyawan yang suka mengejek sambil lihat dia dengan tersenyum tipis
dia pun hanya diam saja.