Arabella, putri keluarga kaya yang tidak diakui oleh keluarganya lagi. Tunangannya direbut oleh seorang wanita miskin…
Ketika, wanita miskin itu menikah dengan tunangannya. Dirinya hampir dilecehkan oleh beberapa preman yang dikirim tunangannya.
Terpaku dalam dendam merasa dunia ini tidak adil. Sebuah ingatan tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya.
“Ini adalah dunia novel yang sudah mencapai ending? Dan aku adalah antagonisnya…” gumamnya tertawa dalam tangisan.
Seorang antagonis yang tiba-tiba memiliki kesadaran. Dirinya sudah tidak terikat plot lagi, karena cerita telah mencapai ending…
“Aku akan membalas mereka, ini awal dari permainan membalas dendam…”
"Aku akan menjadi senjatamu untuk membalas dendam." Diluar dugaan pria gila yang seharusnya mencintai protagonis mengulurkan tangan untuk membantunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Protagonis After Ending
Wanita yang benar-benar menatap kesal kali ini. Kenapa dirinya dilibatkan dalam hal ini? Ini adalah perselingkuhan antar protagonis.
Tapi tiba-tiba saja layar kolom komentar terbuka. Beberapa komentar masuk dengan cepat, tulisan-tulisan yang terlihat jelas.
‘Adegan panas Julian dan Angel benar-benar parah.’
‘Basah! Basah! Basah!’
‘Di mana Angel yang baik dan murni. Sedikit curhat saja sudah tergoda dengan pria lain.’
‘Memang hakikatnya tidak baik membicarakan urusan rumah tangga dengan lawan jenis. Salah-salah dari hal yang awalnya curhat, jadi rehat di ranjang.’
‘Astaga sudah mulai ronde kedua!’
‘Mereka benar-benar gila! Aku jadi kasihan ke Cakra. Dia begitu mencintai Angel dan setia hingga meninggalkan Arabella. Tapi malah seperti ini balasan yang didapatkan olehnya.’
‘Kata siluman babi…begitulah cinta…akan prett…pada waktunya…’
Berbagai komentar tertulis. Arabella menipiskan bibir menahan tawanya. Terkadang komentar-komentar begitu terlihat lucu. Tapi jujur saja, apa yang patut dikasihani dari Cakra? Pria ini sudah menyia-nyiakan seorang Arabella. Membuat seorang Nona muda ini menjadi begitu tidak bermartabat.
“Kenapa kamu senyum-senyum sendiri? Jangan-jangan kamu memiliki rencana untuk menjebakku!?” Suara bentakan Cakra terdengar.
Arabella perlahan tertawa kencang, tertawa hingga memegangi perutnya sendiri.”Kamu bilang Aku memiliki rencana untuk menjebakmu? Sedangkan kamu sendiri, memiliki rencana untuk membuat beberapa pria melecehkanku. Kamu harus berhati-hati…aku ini tipikal orang yang menyimpan dendam. Bisa saja aku membuatmu dilecehkan oleh beberapa pria. Aku memiliki uang dan kekuasaan untuk melakukannya setelah kakekku pulang.”
“Kamu…” Cakra yang tengah menyetir, mencengkram setirnya dengan erat. Benar-benar kesal dengan Arabella saat ini. Arabella yang dulu begitu penurut dan sangat mencintainya.
Tapi sayangnya hatinya kejam dapat melakukan apapun untuk menyingkirkan Angel.
“Kamu sendiri tidak punya otak. Mengirimkan beberapa orang untuk melecehkan anak perawan. Itu akan membekas seumur hidupku, jika kakekku tahu. Dia bisa merobek jantungmu. Jadi sampai sekarang aku masih berbaik hati tidak memberitahu pada kakekku. Merasa bersyukurlah…” Arabella membuang pandangannya, menoleh ke arah ramainya jalan-jalan di perkotaan.
Cakra menghela nafas berkali-kali. Apa saat itu dirinya benar-benar keterlaluan? Jika dipikirkan sekali lagi itu memang tindak kejahatan. Apa pantas Arabella mendapatkannya?
“Aku melakukan semuanya untuk memberikan pelajaran padamu agar tidak mengganggu Angel!” Cakra tetap kukuh dengan pendapatnya.
“Aku sudah tidak tertarik lagi dengan hubungan kalian berdua. Setiap hari kalian bercinta, hingga terdengar dari kamarku. Aku sengaja memasang peredam suara di kamarku sendiri agar tidak mendengar suara percintaan kalian yang….Ah! Ah! Cakra…ohwh…oh… ha! Ha!” Arabella dengan sengaja mengucapkannya menggunakan nada mengejek.
Angel mengatakan suaranya tidak tembus hingga kamar samping. Tapi tidak disangka Arabella ternyata mendengarnya. Ini kenyataan yang benar-benar merusak reputasi seorang Cakra.
“Jangan pernah mengganggu Angel lagi.” Peringatan dari Cakra.
“Jangan pernah mengganggu hidupku lagi. Kita jalani hidup masing-masing, aku dengan calon suamiku. Dan kamu dengan istrimu…” Arabella tersenyum mengucapkannya terus terang.
Cakra terdiam sejenak. Menghela nafas berkali-kali, ada perasaan tidak nyaman dalam dirinya mendengarkan kalimat dari arabella.“Kamu akan menikah?” tanyanya.
“Dulu aku terlalu naif. Dengan keteguhan hati menentang keinginan kakekku untuk menjodohkanku. Kemudian aku terlibat cinta dengan pria yang salah. Merajuk kepada kakek agar bisa bertunangan dengannya. Tapi sekarang aku sudah sadar, aku sudah bertobat, malaikat memberikan jalan yang benar bagiku, jalan ke atas menuju surga. Aku akan mengikuti perintah kakekku, untuk menikah dengan pasangan yang dipilihkan olehnya.” Arabella menjelaskannya begitu terperinci.
Cakra tidak mengatakan apapun lagi, sesekali pria itu melirik ke arah Arabella. Arabella memang begitu cantik dan tidak memiliki kekurangan. Kakek wanita ini, tidak pernah merestui hubungan mereka.
Hanya karena Arabella yang memaksa, pertunangan dapat terjadi.
Cakra berusaha keras untuk tersenyum.”Paling kamu akan melarikan diri dari perjodohan. Kemudian mengetuk pintu kamarku, kembali mengganggu hubunganku dengan Angel. Lagi pula kamu tidak mungkin tiba-tiba jatuh cinta dengan orang yang tidak kamu kenal.”
“Cinta padamu lagi? Mengemis-ngemis seperti dulu? Sorry ye…! Lebih baik kamu tangkap istrimu dulu, daripada mengurusi hidupku.”
Perjalanan yang tidak begitu terasa. Mobil yang berhenti pada akhirnya di Venus restoran. Kedua orang yang memasuki tempat tersebut.
Melihat ke arah sekitar, ke kiri dan ke kanan. Cakra benar-benar mencari keberadaan istrinya. Tapi nihil, tidak ada sama sekali.
“Permisi…Aku ingin bertanya apa ada reservasi meja atas nama Angel?” Tanya Cakra pada kasir, menyodorkan black card.
“Maaf kami tidak bisa membocorkan informasi pribadi pelanggan.” Jawaban dari wanita itu.
“Aku kebetulan ada janji temu dengan Angel. Tapi aku lupa nomor mejanya berapa. Nomor teleponnya juga tidak aktif. Aku mencari-carinya disini tidak ada. Aku ini adalah kakaknya. Ini adalah fotonya dengan fotoku.” Dusta Arabella berakting secara alami.
“Oh…Jadi anda temannya? Kenapa tidak bilang dari tadi, malah seperti pelaku kejahatan yang ingin menyuap untuk menangkap seseorang. Aku cek dulu…” sang kasir mencoba memeriksa daftar pelanggan.
Kemudian kembali menoleh ke arah Arabella.”Pelanggan bernama Angel sudah meninggal restoran mungkin lebih dari sejam yang lalu.”
“Yah! Aku terlambat ditraktir! Ini semua gara-gara tugas lembur yang banyak.” Arabella bagaikan terlihat kesal.”Kalau begitu aku permisi dulu…”
Dua orang yang segera keluar dari area restoran. Cakra terlihat lebih panik dan emosional lagi.
“Kamu sebaiknya pulang naik taksi. Aku akan mengirim orang untuk mencari keberadaan Angel! Kalau ada sedikit saja petunjuk kamu terlibat untuk melukainya. Kamu akan tahu akibatnya!” Cakra menekankan kata-katanya.
“Tidak apa-apa, nanti calon suamiku akan menjemputku. Kamu tidak perlu khawatir.” Arabella mengedipkan sebelah matanya pada Cakra.
Pria yang melajukan mobilnya pergi, tapi mata Cakra sempat tertuju pada spion mobilnya. Melambatkan laju kendaraannya, entah apa yang ada di pikirannya. Mungkinkah pria itu mengira arabella akan mengejarnya?
Tapi tidak, sebuah mobil yang lebih mewah daripada mobil miliknya menjemput arabella. Arabella tersenyum pada orang yang ada di dalam sana. Kemudian masuk di kursi penumpang bagian depan.
Arabella ternyata benar-benar menerima perjodohan dari kakeknya. Kenapa ada perasaan yang begitu berat dalam hati Cakra?
Tidak! Yang dicintainya adalah Angel. Dirinya harus menemukan keberadaan Angel.
Pria yang kembali melajukan mobilnya, menembus padatnya jalanan. Yang ada di pikirannya saat ini, semuanya ingin beralih kepada Angel, ingin menemukan keberadaan Angel secepatnya.
***
Pakaian berceceran di bawah sana, Angel masih terbaring di ranjang. Julian memeluk tubuhnya penuh cinta.
“Maafkan Aku…itu karena kamu cantik, itu karena aku kesulitan menahan perasaanku sejak pertama kali bertemu dengan wanita hebat sepertimu.” Bisik seekor buaya darat, ketika mencoba menggoda wanita ini.
Tangan Angel gemetar, Ini pertama kalinya dirinya berselingkuh dari Cakra. Tapi perlakuan lembut dari Julian tadi, benar-benar membuatnya mabuk kepayang.
Mengatur durasi yang membuatnya puas, tanpa membuatnya lemas seperti Cakra.
Cakra terlalu buas dalam bercinta. Berbeda dengan pria ini yang begitu lembut. Sulit untuk dikatakan, dirinya menyukai cara pria ini bercinta.
“A…aku…Jangan katakan ini pada suamiku.” Angel menangis terisak-isak.
Julian hanya memeluknya dalam diam. Pria itu menghela nafas, kemudian mengelus rambutnya begitu lembut.”Aku rela selama-lamanya menjadi sahabat bagimu. Kamu boleh hanya mencintainya, kamu boleh selalu memiliki status bersamanya. Aku akan selalu menjadi tempatmu untuk pulang, dan menunggumu…” Julian tersenyum diam-diam tanpa disadari oleh Angel.
Sedangkan hati wanita itu dari yang awalnya, merasa bersalah pada Cakra. Kini merasa bersalah dan terharu pada pengorbanan Julian.
Protagonist after ending…akankah karakternya runtuh? Karakternya yang baik bagaikan malaikat…
pacaran lagi dengan si dia
😅😅😅
seruuu ini 🤣🤣
cuma...???
🫣🤣🤣🤣
kasiaaaan
mampus makan tu angel mu