Yudi seorang pria dari dunia modern terlempar ke Tahun 700 masehi di pulau Buton, saat ayahnya meninggal Ayahnya mengatakan Bahwa ibunya ada di Bumi bagian utara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17: Perpisahan dan Janji Sang Sultan
10 Oktober 700 Masehi — Dataran Tinggi Lhasa, Tibet
Beberapa hari sebelum rombongan Dinasti Zhou bersiap kembali ke Luoyang, Yudi memutuskan untuk memberikan "pertunjukan perpisahan" yang tidak akan pernah dilupakan oleh sejarah. Ia ingin memastikan bahwa saat ibunya dan para pejabat Zhou melintasi perbatasan, mereka membawa keyakinan mutlak bahwa Dinasti Rahmad adalah kekuatan yang tak tertandingi.
Di lapangan luas yang menghadap ke lembah sunyi, Yudi berdiri di samping Maharani Wu Lin, Yue Qing, dan keempat adiknya. Di depan mereka, barisan mesin perang telah bersiap.
"Lihatlah, Ibu. Inilah alasan mengapa musuh tak punya pilihan selain berlutut," ucap Yudi datar.
Pertunjukan dimulai dengan uji coba senapan. Seratus prajurit inti Suku Rahmad melepaskan tembakan beruntun ke arah target baja sejauh 500 meter. Suara ratatatata yang memekakkan telinga merobek kesunyian, menghancurkan target hingga menjadi serpihan. Kemudian, Artileri dan MLRS mengambil alih. Roket-roket meluncur dengan ekor api, menghantam lereng gunung yang jauh, menciptakan ledakan berantai yang menggetarkan tanah di bawah kaki mereka.
Puncaknya adalah demonstrasi Rudal Pencegat dan Rudal Balistik. Sebuah sasaran udara diluncurkan, lalu dalam hitungan detik, sebuah rudal pencegat melesat dari unit VLS dan menghancurkannya di udara. Cahaya ledakannya menutupi sinar matahari sejenak. Terakhir, sebuah Rudal Balistik meluncur dari silo bawah tanah, melesat ke cakrawala dengan suara yang menggelegar layaknya naga langit yang marah. Wu Lin dan anak-anaknya hanya bisa terdiam, menganggap semua itu adalah kekuatan mistis yang dikuasai Yudi.
Hibah Baja dan Janji Kaisar
Sebelum rombongan berangkat, Yudi membawa mereka ke area logistik. Di sana, ribuan peti kayu telah tertata rapi. Yudi tidak pernah menyebutkan soal "Sistem" atau "Inventory"; baginya, biarlah mereka menganggap semua ini adalah hasil dari pengetahuan rahasia atau mukjizat penguasa.
"Ibu, aku tidak akan membiarkanmu menghadapi pemberontak Tang hanya dengan pedang," ucap Yudi.
Yudi menyerahkan 3.000 senapan laras panjang yang sangat canggih. Ia memberikan peringatan keras: "Senjata-senjata ini adalah pinjaman dariku. Tidak seperti senjataku yang seolah memiliki peluru gaib tak habis-habis, senjata untuk pasukanmu ini membutuhkan amunisi fisik. Aku menyertakan 30 juta butir peluru sebagai persediaan. Gunakan hanya untuk musuh yang benar-benar mengancam."
Tak hanya itu, Yudi memberikan 1 unit Helikopter Tempur bermesin Jet yang menderu nyaring, serta 3 unit Main Battle Tank. "Aku ingin memberikan kapal perang yang bisa menghancurkan pantai, tapi Tibet tidak memiliki laut. Gunakan 'Benteng Berjalan' ini untuk menjaga gerbang Luoyang."
Wu Lin menatap semua itu dengan mata berkaca-kaca, merasa sangat kecil di hadapan putranya. "Terima kasih, Yudi..."
Yudi melangkah mendekati Yue Qing, menggenggam tangannya di hadapan semua orang. "Pulanglah ke Zhou, Yue Qing. Jaga dirimu. Tak lama lagi, aku sendiri yang akan datang ke Luoyang untuk melamarmu secara resmi di depan seluruh rakyatmu."
Yue Qing tersenyum, matanya yang merah delima berkilat penuh emosi. "Aku akan menunggumu, Kaisarku. Takhta Zhou akan menjadi saksi janji kita."
Ziarah ke Kuil Siwa dan Benih Cahaya Baru
Sebelum menuruni lereng Himalaya, Maharani Wu Lin, Yue Qing, dan keempat pangeran meminta izin untuk mengunjungi Kuil Dewa Siwa yang terletak di tebing tinggi Lhasa. Di dunia ini, Tiongkok, Jepang, dan Korea adalah penganut Hindu yang sangat taat, sementara India merupakan pusat agama Buddha.
Yudi mengizinkan mereka. Ia berdiri di luar kuil, memperhatikan ibunya bersujud di depan arca Siwa yang gagah. Yudi menghormati tradisi mereka, namun ia sendiri tidak ikut serta.
Diam-diam, Yudi telah mulai melakukan penyebaran Islam di tanah Tibet. Tanpa paksaan sedikit pun, ia memperkenalkan ajaran tentang Tuhan Yang Maha Esa. Ia membangun beberapa masjid sederhana namun kokoh dengan fasilitas modern di dalamnya. Ia membagikan makanan dan bantuan kepada rakyat Tibet yang membutuhkan, menunjukkan akhlak dan kedamaian Islam melalui perbuatan nyata.
"Kaisar kita bukan hanya kuat, dia juga sangat adil," bisik rakyat Tibet yang mulai mempelajari cara bersujud kepada Allah melalui dakwah santun yang diprakarsai Yudi.
Kepulangan Rombongan Zhou
Sore itu, rombongan Maharani Wu Lin mulai bergerak meninggalkan Lhasa. Tank-tank hibah ditarik menggunakan truk pengangkut berat, sementara helikopter bermesin jet itu diterbangkan oleh pilot didikan Galuh. Yudi berdiri di atas tembok kota yang kokoh, menatap iring-iringan itu menjauh.
"Apa pandang-pandang? Ada utang ke?" sindir Yudi sekali lagi saat melihat Zhou Long masih meliriknya dari jendela kereta dengan wajah penuh rasa iri. Zhou Long segera memalingkan wajah, merengut dalam diam.
Yudi menatap ke arah matahari terbenam. Penaklukan Tibet adalah bab penutup dari masa pengembaraannya, dan segera, ia akan menulis bab baru di daratan Tiongkok sebagai pengantin sekaligus penakluk.
HUBUNGAN & KONDISI PSIKOLOGIS (KEPULANGAN)
Maharani Wu Lin (36 Thn): Merasa sangat bangga namun sadar akan jurang kekuasaan yang ada antara dirinya dan Yudi.
Yue Qing (16 Thn): Penuh kebahagiaan dan obsesi. Ia sudah membayangkan hari pernikahan mereka di Luoyang.
Zhou Long (15 Thn): Tertekan secara mental karena merasa tidak akan pernah bisa menandingi kakak sulungnya.
Yudi (17 Thn): Berambisi membangun peradaban Islam yang maju di Tibet sambil menjaga aliansi strategis dengan Zhou.
STATISTIK KERAJAAN DINASTI RAHMAD (UPDATE LOGISTIK)
Pusat Kekuasaan: Istana Potala, Lhasa.
Keyakinan Penguasa: Islam (Mulai disebarkan secara damai).
Aset Hibah ke Zhou: 3.000 Senapan, 30 Juta Peluru, 1 Helikopter Jet, 3 Tank MBT.
Kekuatan Udara Sisa: 4 Helikopter Tempur Jet (Total sisa dari 5 unit awal).
Status Hubungan: Aliansi Bulan-matahari (Rahmad & Zhou).
Pembangunan: Masjid Raya Lhasa dan infrastruktur modern berbasis teknologi sistem.