NovelToon NovelToon
The Affair Mr. K

The Affair Mr. K

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Action / Selingkuh
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi dunia luar, pernikahan Dr. Emmeline Valerio dan Edward Snowden adalah simbol kesempurnaan dinasti papan atas di Los Angeles.

Namun, di balik dinding mansion Snowden yang megah, pernikahan itu tidak lebih dari sebuah Janji memuakkan.

Puncaknya, harga diri Emmeline sebagai seorang wanita diinjak-injak ketika dia mendapati Edward membawa wanita selingkuhannya ke atas ranjang mereka.

Emmeline tidak menangis. Dia tidak mengemis. Sebaliknya, api dendam yang dingin menyala di dadanya. Dia memilih membalas dendam dengan menyerahkan tubuhnya pada masa lalunya: Kingdom Kyle Stone.

Kini, di antara ego suaminya dan gairah protektif sang mantan agen rahasia, Emmeline memilih untuk berdansa di dalam neraka yang dia ciptakan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#28

Cahaya matahari pagi Chicago yang pucat menerobos masuk melalui jendela-jendela kaca patri setinggi lima meter di ruang makan utama Kastel Stone.

Ruangan itu terasa seperti museum abad pertengahan yang dingin. Sebuah meja panjang dari kayu ek kuno yang mampu menampung tiga puluh orang terbentang di tengah ruangan, dilapisi kain renda putih kaku khas istana.

Di atasnya, jajaran piring porselen Meissen dan peralatan makan dari perak murni yang berkilau telah ditata dengan presisi matematis oleh para pelayan yang bergerak tanpa suara.

Atmosfer sarapan pagi itu luar biasa kaku dan formal. Tidak ada obrolan hangat, tidak ada suara tawa renyah anak-anak yang terdengar seperti di kediaman Valerio di Los Angeles.

Di sini, setiap anggota keluarga Stone duduk dengan posisi tegak sempurna. Di ujung meja, sang Earl duduk dengan wibawa aristokratnya yang dingin, membaca koran pagi tanpa ekspresi.

Di sampingnya, sang Countess—ibu mertua Emmeline duduk dengan dagu terangkat angkuh, memimpin jalannya sarapan seolah itu adalah sebuah upacara kenegaraan.

Dan di sana, duduk tepat di sebelah Countess, Lady Genevieve masih berada di tempatnya.

Gadis kaku itu mengenakan gaun pagi berbahan tweed berwarna pastel yang sangat sopan, dengan rambut pirangnya yang disanggul rapi. Dia memotong telur benedict-nya dengan gerakan yang sangat anggun dan terukur, sesekali melemparkan tatapan mata penuh arti ke arah Kyle yang duduk di seberangnya.

Dr. Emmeline Valerio duduk di samping Kyle dengan keanggunan yang tidak kalah bersinar.

Dia mengenakan gaun midi sutra berwarna gading yang elegan, menyembunyikan lekuk tubuhnya dengan sempurna.

Sebagai putri dari Dinasti Valerio, Emmeline bukanlah wanita pemberontak yang akan meledak-ledak atau membuat keributan kekanak-kanakan hanya karena merasa diprovokasi.

Dia adalah seorang dokter bedah sekaligus wanita borjuis yang sudah sangat biasa menghadapi tipe perempuan manipulatif dan angkuh seperti ibu mertuanya. Dengan senyuman aristokrat yang tenang dan tata krama meja makan yang tanpa cela, Emmeline menikmati teh hangatnya seolah tidak ada ketegangan apa pun di udara.

Kyle, dengan tubuh masif setinggi 190 sentimeter, tampak seperti raksasa yang terkurung di dalam ruangan itu.

Kemeja linen hitam formal yang dikenakannya membingkai bahu lebarnya yang kokoh. Wajah tegas sang Alpha tampak dingin dan datar, sepasang mata kelamnya sama sekali tidak melirik ke arah Genevieve, melainkan terus terfokus pada Emmeline.

Tangan besarnya sesekali bergerak di bawah meja, mengelus paha Emmeline dengan lembut, menyalurkan kehangatan protektif yang konstan.

"Genevieve, sayang," suara Countess memecah keheningan yang kaku, terdengar sangat manis dan dibuat-buat. "Bagaimana tidurmu semalam? Aku sengaja meminta pelayan menyiapkan kamar terbaik di sayap timur untukmu."

Genevieve tersenyum malu-malu, melirik sedikit ke arah Kyle sebelum menjawab, "Sangat nyaman, Countess. Terima kasih atas perhatian Anda yang begitu besar."

"Tentu saja. Kau adalah tamu kehormatan di kastel ini," timpal Countess, matanya sengaja melirik sekilas ke arah Emmeline dengan pandangan meremehkan yang tipis. "Keluarga Stone selalu menghargai wanita yang tahu cara menjaga keanggunan dan tradisi, bukan mereka yang datang dengan latar belakang... yang tidak jelas."

Emmeline hanya meletakkan cangkir tehnya dengan anggun tanpa menimbulkan denting sedikit pun pada tatakan piring.

Dia membalas tatapan ibu mertuanya dengan senyuman hangat yang begitu tenang, membuat Countess justru merasa terganggu karena provokasinya tidak mempan. Emmeline tahu betul, di balik keangkuhan itu, ibunya Kyle sedang merasa terancam karena putranya telah mengklaim wanita lain.

Namun, ketenangan itu mendadak buyar ketika seorang pelayan meletakkan sepiring smoked salmon dengan saus lemon yang pekat di depan Emmeline.

Begitu aroma amis ikan asap yang tajam berpadu dengan keasaman saus lemon itu menusuk indra penciumannya, perut Emmeline seketika bergejolak hebat.

Rasa mual yang teramat dahsyat, yang belum pernah dia rasakan sebelumnya Mendadak naik ke tenggorokan seperti air bah.

Ugh.

Emmeline tersentak. Wajah aristokratnya yang semula merona segar mendadak berubah menjadi pucat pasi.

Dia dengan refleks menutup mulutnya dengan saputangan sutra, tubuh rampingnya menegang menahan gejolak yang bergulung-gulung di dalam perutnya.

Dia mencoba menelan paksa rasa mual itu, namun aroma makanan di atas meja justru membuat dunianya seolah berputar.

Huekk.

Sebuah suara mual yang cukup keras lolos dari bibir Emmeline, memecah keheningan kaku di ruang makan tersebut. Emmeline segera mendorong kursinya ke belakang dengan agak terburu-buru, mencoba menahan diri agar tidak muntah di atas meja marmer mewah itu.

Suasana di meja makan seketika membeku. Denting garpu dan pisau terhenti.

Countess Stone langsung meletakkan serbetnya dengan sentakan kasar. Wajahnya mengeras oleh kilat kemarahan dan kejijikan yang nyata. Dia menatap Emmeline dengan pandangan mata yang menghunus tajam.

"Sangat tidak sopan dan menjijikan!" ucap sang Countess dengan suara meninggi, memecah protokoler meja makan yang kaku. "Mengeluarkan suara seperti itu di tengah jamuan sarapan keluarga Stone? Di mana tata krama pantai barat yang selalu kau banggakan, Emmeline? Ini benar-benar merusak selera makan semua orang!"

Genevieve di sampingnya langsung berakting, menutup hidungnya dengan ekspresi wajah yang dibuat seolah-olah dia sangat terganggu oleh kejadian tersebut.

Padahal, Emmeline mengalami mual parah itu karena janin kecil—darah daging Kyle—sedang bertumbuh dengan aktif di dalam rahimnya.

Mendengar ucapan kasar dan menghina dari mulut ibunya sendiri yang ditujukan kepada istri tercintanya, aura di sekitar tubuh masif Kyle berubah drastis dalam satu kedipan mata.

Kabut membunuh yang teramat pekat dan dingin khas panglima perang Unit Wraith meledak keluar, memenuhi setiap sudut ruang makan yang luas itu hingga membuat beberapa pelayan di sudut ruangan gemetar ketakutan.

Kyle berdiri dari kursinya. Tubuh raksasanya yang setinggi 190 sentimeter menjulang kokoh, memberikan tekanan dominan yang mutlak di atas meja makan. Sepasang mata kelamnya menyipit tajam, menghunus langsung ke arah sang Countess dengan tatapan mata yang bisa membuat nyali musuh di medan perang runtuh seketika.

Seluruh meja makan—termasuk William, Arthur, Victoria, dan bahkan sang Earl—seketika menoleh dan menatap lurus ke arah sang ibu dengan tatapan tidak setuju.

Tindakan Countess yang menyerang Emmeline di depan tamu seperti Genevieve dianggap telah melewati batas kesopanan bangsawan itu sendiri.

"Ibu..." suara bariton Kyle bergemuruh rendah, terdengar sangat berat, dingin, dan sarat akan ancaman yang tidak main-main. "Jaga bicaramu. Jangan pernah mencoba membuat istriku merasa tidak nyaman atau tertekan di dalam kastel ini, bahkan untuk satu detik pun."

Kyle melangkah memutari meja tanpa memedulikan tatapan shock dari ibunya.

Tangan kekarnya yang besar langsung merangkul pinggang ramping Emmeline dengan sangat posesif, menarik tubuh istrinya yang masih agak lemas ke dalam dekapan dadanya yang kokoh, memberikan perlindungan mutlak.

"Jika Ibu merasa kehadiran Emmeline merusak selera makanmu," Kyle melanjutkan, suaranya terdengar begitu datar namun mematikan, menantang otoritas sang Countess di depan seluruh keluarga besar. "Maka kami tidak perlu menghabiskan waktu satu bulan di sini. Kami bisa langsung mengemas koper kami dan pulang ke Los Angeles hari ini juga. Pilihan ada di tanganmu, Ibu."

Countess Stone tertegun di tempat duduknya, wajah angkuhnya mendadak memucat karena terkejut melihat bagaimana putra ketiganya dengan begitu berani mengancam untuk memutus hubungan keluarga demi seorang wanita pantai barat.

Sementara itu, Emmeline yang berada di dalam dekapan hangat Kyle, menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya. Di balik wajah pucatnya, taring Valerio-nya kembali mencuat dengan senyuman kemenangan yang tipis.

Bersama Kyle di sampingnya, tidak ada satu pun benteng bangsawan yang bisa menyentuhnya.

1
Zahra Alifia Hidayat
love my kaelix😍😍😍😍
Zahra Alifia Hidayat
pangeran bungsu kak😍😍😍😍😍
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Sholikhah Sholikhah
penasaran dgn mantannya emmelin 🤔
Ros 🍂: mantan suaminya Sudah berakhir ya kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Bau2nya freya bkn gadis sembarangan,, mungkin ank konglo yg kabur / di culik pas kcl,, 🤭🤭 jodohnya ken kah,, jangan sampe ada cinta segi4,, 🤣🤣
Ros 🍂: Hihihi author mah ngikut alur Reader saja 🤭🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Tenang mom,, nanti jg di siapkan pawangnya masing2 untuk triple K sama othor,, 🤭🤭
Ros 🍂: haha mommy perlu dikasih tau kak🤭🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Cerita kaelix dulu kk,,! 😌
Ros 🍂: penasaran ya kak🤭
total 2 replies
Agus Tina
Lanjuut ... penasaran sama mantannya Mrs. Stone ...
Ros 🍂: Mantannya Siapa kak?
total 1 replies
Agus Tina
Bagus sekali ... alhirnya sang countess benar2 luluh
Ros 🍂: hehe iya kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Typo,, cucu audrey,, knp yara udah punya cucu,, 😌yara kan menantu audrey ipar emme,, 🤭
Ros 🍂: Author kacau kak🤣🤣 Lupaa 🤭🤭🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Triplet ya thorrrr,, plisssss
Ros 🍂: sesuai request ya kak🫶🥰
total 1 replies
Dev..
istrinya Kensington kan Audrey thor🤔😅
Ros 🍂: asli Sampe lupa Kak 🤭🫶
total 3 replies
Dev..
Kensington kan thor..
Ros 🍂: ma'aciww ya kak komentarnya 🫶🥰
total 2 replies
Agus Hidayat
lanjut,kak kok Yara terus Audrey kak😍😍😍😍
Ros 🍂: kak, itu keliru sama ceritanya yang sebelah, hehe maaf Typo ya kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Hidayat
kok Yara yg bener itu Audrey,Yara istrinya max menantunya ken🙏
Ros 🍂: maaf ya kak🤭 keliru 😭🤣🤣
total 1 replies
rachma yunita
lanjuuuuutt.. triple k
Ros 🍂: siap kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
tri
lanjutin kak... saat anak2 mulai besar dan mengacau hahaha
Ros 🍂: Hahaha siap kak🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Tina
Bahagia sekali ... selamat mr and mrs. Stone
Ros 🍂: hheheh🥳🥳
total 1 replies
Mundri Astuti
pas dah sama kyle, satu militer tangguh, sebelahnya dokter bedah Badas euy
Ros 🍂: hehe sama-sama badas ya kak🤭
total 1 replies
durrotul aimmsh
i love your story kak...👍
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Kenapa mereka berdua tiba2 jd manusia bodoh🤣🤣🤣
Ros 🍂: kwkwk🤭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!