NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Fantasi / Iblis
Popularitas:787
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Vince adalah seorang guru sekaligus pemilik saham terbesar di SMA Taruna. Awalnya ia mau untuk menjadi kepala sekolah, namun setelah kedatangan murid dengan paras yang begitu mirip dengan cinta pertamanya.
Vince mengurungkan niatnya untuk menjadi kepala sekolah.
Ternyata muridnya itu adalah anak kandung dari cinta pertamanya yang bernama Naura, Naura di paksa menikah dengan vampir.
Murid Vince yang menjadi cinta pertamanya adalah Maura, Maura tidak tahu jika dia bukanlah anak kandung dari Stela.
Maura adalah anak dari raja vampir Liam, Lian dan juga Naura.
Lian maupun Liam dulu sangat mencintai Naura, namun Naura meninggal dunia setelah beberapa hari melahirkan bayi Maura.
Naura meninggal dengan cara mengenaskan dengan menjadi tawanan raja vampir.
Lian sendiri menikah dengan Stela, namun detik detik meninggalnya Naura. Lian mengatakan hal yang menyakitkan Stela, membuat Stela menaruh dendam kesumat bahkan kebencian pada Maura, apalagi wajah Maura itu sama persis dengan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29.

Anak laki laki yang seumuran dengan Maura itu adalah anak dari pelayan baru yang bekerja di rumah Cherly.

Maura melongo sebentar, kala dirinya tersadar, jika ada bagian tubuhnya yang tadi di lihat oleh anak laki laki itu.

"Lebih baik aku lanjutkan saja ganti bajunya! Mau berteriak atau bersikap malu pun juga percuma. Semua sudah terlanjur," gumam Maura dalam hatinya, ia memilih pasrah.

Karena apapun yang sudah terjadi juga tidak akan bisa di ulang bukan, di sesali juga percuma.

Makanya Maura memilih untuk pasrah, ituah pemikiran yang ada di dalam hatinya.

"Non, tolong kalau ganti baju itu di tutup dulu pintunya, saya tahu kalau Nona itu buru buru mau segara menemui nyonya. Tapi maaf, takutnya kalau sembarangan seperti tadi. Ada orang yang melihatnya," ujar pembantu baru rumah Cherly memberi nasihat sembari memasang wajah takut.

"Tenang Bibi, aku tidak akan melapor pada Mamih. Gak usaha takut! Kalau begitu aku mau ke kamar Mamih dulu."

Setelah selesai mengganti bajunya, Maura bergegas menuju kamar ibu angkatnya, Mamih Cherly. Ia ingin memastikan keadaan Mamih Cherly yang dikabarkan sedang sakit.

Namun, begitu sampai di kamar tersebut, Maura terkejut mendengar pengakuan Mamih Cherly bahwa ia tengah hamil. Selama ini Maura mengira bahwa ibu angkatnya hanya menderita sakit biasa.

Wajah Maura langsung pucat mendengar kabar tersebut. Tidak ada rasa senang yang terpancar dari ekspresi wajahnya. Sebaliknya, Maura merasa kecewa dan takut akan kehilangan kasih sayang dari ibu angkatnya. Hatinya berkecamuk, memikirkan bahwa perhatian Mamih Cherly kini akan terbagi dengan adanya saudara baru di keluarga mereka.

Air mata mulai menggenang di sudut matanya, Maura berusaha menahan rasa kecewanya. Ia tidak ingin menunjukkan perasaannya yang sebenarnya di depan Mamih Cherly.

Namun, ketakutan akan berkurangnya kasih sayang ibu angkatnya itu semakin menghantui pikirannya. Maura merasa seperti kehilangan pijakan, takut akan perubahan yang akan terjadi dalam hidup mereka.

"Maura, kenapa kamu menjauh dari Mamih? Sini peluk Mamih!" pinta Cherly sembari merentangkan ke dua tangannya, agar putri angkatnya itu segera memeluknya.

Cherly akui, selama seminggu lebih bedrest di rumah. Ia merasa begitu merindukan sosok putri angkatnya.

Semenjak kecil, Maura memang tidak tinggal bersama dengan dirinya, tapi Cherly selalu ada untuk menemani pertumbuhan dan perkembangan Maura.

Oleh karena itu, tentu saja Cherly dan Aron menganggap Maura sebagai anak kandung mereka sendiri.

Tapi melihat Maura mundur perlahan, menggelengkan kepalanya dengan air mata yang tak terhentikan, Cherly merasa ada yang salah dengan putri angkatnya itu.

Cherly mengira bahwa air mata yang tadi luruh dari kedua pelupuk mata Maura, saat dirinya memberitahukan soal kehamilannya, adalah air mata bahagia. Namun, ekspresi sedih pada wajah putri angkatnya itu mengindikasikan sebaliknya.

"Maura... Kenapa kamu bersedih? Bukankah kamu seharusnya bahagia karena kehamilan Mamih? Nanti kamu juga akan memiliki adik," ujar Cherly dengan nada lembut.

Walaupun sebenarnya Cherly ingin bangkit dari ranjang untuk menghampiri Maura, namun ia teringat pesan dokter untuk beristirahat penuh, akibat kandungannya yang sangat lemah dan akhirnya Cherly memilih untuk mengurungkan niatnya.

Dalam benaknya, Cherly nampak bertanya-tanya, apa yang membuat Maura begitu sedih dengan kabar kehamilannya ini?

"Apakah dia merasa tidak lagi akan mendapatkan perhatian dari ku dan juga Aron? Ataukah ia takut perubahan dalam keluarga ini akan mengubah kasih sayang ku dan juga Aron terhadapnya?" Setumpuk pertanyaan agaknya menumpuk di dalam benak Cherly.

Melihat Maura yang tidak bergeming, dan malah berdiri mematung di dekat jendela.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!