NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Kaisar Pedang

Reinkarnasi Sang Kaisar Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lima ratus tahun yang lalu, Lin Chen adalah Kaisar Pedang Ilahi yang berdiri di puncak Alam Dewa. Namun, saat ia mencoba menembus batas tertinggi kultivasi, ia dikhianati oleh tunangannya, Dewi Teratai Salju, dan saudara seperjuangannya, Kaisar Naga Hitam. Tubuhnya hancur, dan jiwanya tercerai-berai.
​Kini, lima ratus tahun kemudian, jiwa Lin Chen terbangun di Benua Langit Biru, di dalam tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama. Pemuda ini dikenal sebagai "Sampah Terbesar" di Kota Daun Musim Gugur karena meridiannya cacat sejak lahir. Namun, mereka tidak tahu bahwa di dalam lautan jiwanya, Lin Chen membawa Sutra Pedang Kehampaan, sebuah teknik kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap energi alam semesta.
​Dimulailah perjalanan Lin Chen untuk merangkai kembali takdirnya, menginjak jenius arogan, menaklukkan naga suci, dan kembali ke Alam Dewa untuk menuntut darah para pengkhianatnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Memasuki Lautan Naga

​Kereta kuda Keluarga Su melaju perlahan merapat ke gerbang raksasa Ibu Kota Kerajaan Api Biru. Dari jarak dekat, tembok kota yang terbuat dari Batu Besi Hitam itu tampak semakin mengintimidasi. Tingginya mencapai lebih dari seratus meter, diukir dengan ribuan formasi pertahanan purba yang memancarkan pendar emas samar.

​Di udara, kapal-kapal terbang yang diukir dari kayu spiritual berlalu-lalang, mengangkut para petinggi kerajaan dan bangsawan besar. Di bawahnya, antrean manusia yang ingin memasuki kota mengular panjang bagai naga tanah.

​Lin Chen masih duduk bersila di atap kereta, matanya yang tersembunyi di balik cadar topi bambu mengamati formasi raksasa yang menyelimuti ibu kota tersebut.

​"Formasi Pengumpul Qi Tingkat 4. Mengubah ibu kota menjadi pusat energi yang tiga kali lebih padat dari dunia luar. Tidak heran jika tempat ini bisa melahirkan banyak ahli kultivasi. Namun, susunan formasinya penuh dengan celah. Di masa lalu, aku bisa menghancurkan formasi semacam ini hanya dengan satu kedipan mata."

​Karavan akhirnya berhenti di jalur khusus pedagang VIP berkat lencana Keluarga Su.

​Pintu kereta utama terbuka. Su Ruoxue melangkah keluar dengan anggun, diikuti oleh pelayannya. Gadis bercadar itu menatap Lin Chen yang melompat turun dari atap kereta dengan gerakan seringan bulu, sama sekali tidak terpengaruh oleh pedang hitam raksasa di punggungnya.

​"Tuan Muda Lin, kita telah tiba di ibu kota dengan selamat," ucap Su Ruoxue lembut. Ia memberi isyarat kepada pelayannya yang langsung menyerahkan sebuah kantong sutra berhias benang emas. "Ini adalah sisa lima Batu Spiritual Menengah sesuai kesepakatan kita. Sebagai tambahan, saya memasukkan sebuah Lencana Giok Keluarga Su."

​Lin Chen menerima kantong tersebut. Ia melirik Lencana Giok di tangannya.

​"Keluarga Su kami mungkin bukan tiran di ibu kota, namun kami mengelola beberapa Paviliun Obat dan Rumah Lelang di distrik selatan," jelas Su Ruoxue. "Dengan lencana itu, Anda akan mendapatkan diskon penuh dan akses informasi dari jaringan pedagang kami. Anggap saja ini sebagai tanda persahabatan dari kami."

​Lin Chen mengangguk pelan. Di dunia yang baru ini, memiliki akses informasi akan mempermudahnya mencari material langka untuk memulihkan kekuatannya.

​"Aku terima," ucap Lin Chen singkat. Tanpa basa-basi atau salam perpisahan yang panjang, pemuda berjubah hitam itu berbalik dan melangkah masuk melalui gerbang kota, melebur ke dalam lautan manusia.

​Su Li, kapten penjaga yang berdiri di belakang Nona mudanya, menghela napas panjang melihat kepergian punggung yang terasa sangat sepi dan arogan itu.

​"Nona, pemuda itu benar-benar naga yang menyembunyikan diri di perairan dangkal," gumam Su Li. "Membunuh Kuang San yang berada di puncak Tingkat 9 hanya dengan satu tebasan... Jika dia memasuki Akademi Bintang Jatuh, ibu kota ini pasti akan dilanda badai darah."

​Su Ruoxue menatap ke arah hilangnya Lin Chen dengan sorot mata yang sulit diartikan. "Kita lihat saja nanti, Paman Li. Ibu kota ini adalah lautan yang dipenuhi oleh naga dan harimau buas. Kesombongannya akan diuji oleh takdir."

​Melangkah di jalanan utama ibu kota yang berlapiskan marmer putih, Lin Chen benar-benar merasakan perbedaan mencolok antara kota pedesaan dan pusat dunia.

​Lebar jalanan mencapai lima puluh meter. Di sisi kiri dan kanan, bangunan megah yang menjual Senjata Spiritual tingkat menengah, pil alkimia, dan teknik bela diri berjejer rapi.

​Yang paling menarik perhatiannya adalah tingkat rata-rata kultivasi para penduduknya. Di Kota Daun Musim Gugur, Ranah Kondensasi Qi Tingkat 6 sudah cukup untuk disebut jenius dan bisa berjalan menyamping dengan sombong. Namun di sini, orang-orang yang berlalu-lalang—bahkan para pedagang kaki lima—rata-rata berada di Tingkat 4 atau 5!

​Sesekali, Lin Chen melihat prajurit penjaga kota melintas dengan seragam perak. Mereka memancarkan aura tekanan yang sangat kuat.

​"Prajurit patroli biasa saja berada di Ranah Pembentukan Fondasi (Foundation Establishment)," gumam Lin Chen. "Pantas saja ibu kota selalu memandang remeh kota-kota kecil."

​Namun, hal ini tidak membuat nyalinya ciut sedikit pun. Darah Kaisar Pedang di nadinya justru mendidih. Inilah panggung yang pantas untuk memulai penaklukannya kembali menuju Alam Dewa!

​Tujuan pertamanya sudah jelas: Akademi Bintang Jatuh.

​Akademi tersebut terletak di distrik pusat, menempati area seluas puluhan kilometer persegi, seukuran kota kecil di dalam kota raksasa.

​Setelah berjalan santai selama satu jam, Lin Chen tiba di alun-alun raksasa di depan gerbang utama Akademi. Patung batu raksasa berbentuk bintang jatuh yang menembus pedang menjulang megah, memancarkan tekanan formasi kuno.

​Alun-alun itu penuh sesak oleh ribuan pemuda-pemudi yang mengenakan pakaian sutra mewah bersulamkan benang emas dan perak. Aura mereka meledak-ledak, menunjukkan kebanggaan khas bangsawan. Rata-rata dari mereka berada di Ranah Kondensasi Qi Tingkat 7 hingga Tingkat 9.

​Hari ini adalah Hari Pendaftaran Khusus bagi para pemegang Token Bintang Jatuh.

​Lin Chen berjalan perlahan menuju meja pendaftaran yang dijaga oleh seorang tetua akademi berjubah abu-abu. Ia mengabaikan tatapan merendahkan dari para jenius bangsawan yang menatap jubah hitamnya yang berdebu dan topi bambu lusuhnya.

​"Hei, lihat gembel itu. Dari lubang cacing mana dia merangkak keluar? Dia berani datang ke Pendaftaran Khusus?"

"Mungkin dia tersesat. Dan pedang hitam raksasa itu... apakah dia pandai besi keliling? Senjata rongsokan sejelek itu dibawa ke Akademi Bintang Jatuh, benar-benar merusak pemandangan."

​Lin Chen sama sekali tidak memedulikan gonggongan anjing-anjing kecil di sekitarnya. Saat ia hampir mencapai meja pendaftaran, sebuah lengan yang dibalut sutra emas tiba-tiba terjulur, menghalangi langkahnya.

​Wush!

​Seorang pemuda tampan dengan mata tajam bagai elang dan aura Ranah Kondensasi Qi Tingkat 8 berdiri di depannya. Di dada jubahnya terukir lambang pedang bersilang, menandakan dia berasal dari salah satu keluarga militer di ibu kota.

​"Minggir, Tikus Pedesaan," ucap pemuda itu dengan nada dingin dan penuh arogansi. "Garis ini hanya untuk para bangsawan dan jenius sejati yang memegang Token Khusus. Pendaftaran jalur tikus untuk rakyat jelata ada di sebelah barat kota."

​Di belakang pemuda itu, beberapa pengikutnya tertawa keras.

​Lin Chen menghentikan langkahnya. Ia menoleh sedikit dari balik cadarnya, menatap pemuda aristokrat itu dengan pandangan sedatar air di mangkuk mati.

​"Tarik tanganmu dalam tiga detik," ucap Lin Chen tenang. "Atau kau tidak akan pernah bisa menggunakannya lagi seumur hidupmu."

​Kata-kata itu diucapkan dengan volume sedang, namun entah bagaimana membungkam tawa para pengikut pemuda tersebut.

​Wajah pemuda tampan itu seketika memerah karena amarah. "Kau berani mengancamku? Aku adalah Chu Yun dari Kediaman Jenderal Chu! Bahkan jika aku membunuhmu di tempat ini, penjaga kota hanya akan tutup mata! Mari kita lihat bagaimana kau—"

​Sebelum Chu Yun bisa menyelesaikan kalimat angkuhnya, Lin Chen tidak menunggu tiga detik.

​Ia tidak repot-repot menarik pedang beratnya. Lin Chen hanya mengangkat bahunya sedikit dan menabrakkan tubuhnya ke depan, menggunakan teknik langkah dasar dari Sutra Pedang Kehampaan.

​BAM!

​Bukan sebuah pukulan, bukan sebuah tebasan, hanya sebuah tabrakan bahu murni!

​Namun bagi Chu Yun, tabrakan itu terasa seperti dihantam oleh kereta perang baja yang ditarik oleh gajah gila.

​"Ugh—!"

​Chu Yun membelalakkan matanya saat rasa sakit yang luar biasa menjalar dari dada hingga ke lengannya. Udara di paru-parunya terdorong keluar secara paksa. Tubuh pemuda Tingkat 8 yang sangat sombong itu terpelanting ke belakang sejauh belasan meter, menabrak tiang batu hingga memuntahkan seteguk darah.

​Lengan kanan yang ia gunakan untuk menghalangi Lin Chen kini terkulai lemas dengan sudut yang tidak wajar. Tulangnya patah!

​Alun-alun seketika jatuh dalam keheningan yang mencekam.

​Mata ribuan jenius ibu kota membelalak lebar. Chu Yun adalah salah satu jenius dari keluarga militer, namun ia diterbangkan hanya dengan satu tabrakan dari orang desa berbaju lusuh yang baru berada di Tingkat 7?!

​"K-Kau... Kau berani menyerangku di depan gerbang akademi?!" Chu Yun meronta dari tanah sambil memegangi lengannya yang patah, wajahnya pucat bercampur amarah yang mendidih. "Tetua Pendaftaran! Orang ini membuat keributan dan melukai sesama calon murid! Tangkap dia!"

​Tetua berjubah abu-abu yang duduk di balik meja pendaftaran perlahan mengangkat wajahnya. Ia sedari tadi menonton pertunjukan tersebut dengan mata setengah terpejam.

​Tetua itu menatap Chu Yun dengan dingin. "Di Akademi Bintang Jatuh, yang lemah adalah pihak yang salah. Kau tidak bisa mempertahankan posisimu, maka kau pantas disingkirkan."

​Kata-kata Tetua itu membuat Chu Yun bungkam seribu bahasa. Wajahnya memucat seketika menyadari hukum rimba yang kejam di akademi ini.

​Tetua itu lalu mengalihkan pandangannya pada Lin Chen yang kini berdiri tepat di depan mejanya seolah tidak terjadi apa-apa.

​"Tubuh fisik yang luar biasa untuk kultivator Tingkat 7. Cukup menarik," puji Tetua itu singkat. "Mana Tokenmu?"

​Lin Chen mengeluarkan Token Perak berukir bintang jatuh dari dalam cincinnya dan meletakkannya di atas meja batu.

​Tetua itu menyuntikkan sedikit Qi ke dalam token tersebut untuk memverifikasi. Alisnya sedikit berkerut ketika melihat informasi yang muncul dari cahaya token tersebut.

​"Berasal dari... Kota Daun Musim Gugur?" Tetua itu menatap Lin Chen dengan ekspresi sedikit terkejut. "Sebuah kota di perbatasan selatan? Sangat jarang ada seseorang dari kota sekecil itu yang mendapatkan Token Perekrutan Langsung, apalagi mengalahkan Chu Yun dari ibu kota."

​Tetua itu mengangguk pelan, melempar kembali token itu kepada Lin Chen beserta sebuah medali giok bernomor 404.

​"Bawa medali ini. Pendaftaranmu telah dikonfirmasi. Tiga hari dari sekarang, berkumpullah di Lembah Ujian di belakang akademi. Kalian semua akan memasuki Jembatan Penilaian untuk menentukan apakah kalian layak menjadi murid resmi, atau mati sebagai pupuk bagi tanaman spiritual akademi."

​Lin Chen menangkap medali giok itu. Nomor 404... angka kematian di banyak kebudayaan. Seulas senyum tipis yang penuh antusiasme terbentuk di balik cadar bambunya.

​"Aku mengerti," ucap Lin Chen singkat.

​Ia memutar tubuhnya dan berjalan menjauhi meja pendaftaran. Ratusan jenius ibu kota yang tadinya mengejeknya kini menyingkir secara otomatis, membuka jalan baginya dengan tatapan waspada dan penuh permusuhan.

1
Eddy S
kecewa cerita tanpa kelanjutan episode nya
Anonim: sabar lah bos ya kali langsung tamat
total 1 replies
Eddy S
pasti cerita ga ada kelanjutan nya 🤣🤣🤣cape deh
Albiner Simaremare
lanjut thor
Zero_two
👍👍👍👍
Zero_two
Dewi teratai udah terpesona sama 'kekuatan' terpendam si naga hitam kayaknya/Doge//Doge//Doge//Blush/
Romansah Langgu
Mantap thor,,, bar bar..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!