NovelToon NovelToon
WHEN NPC Fallin Love

WHEN NPC Fallin Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Menjadi NPC
Popularitas:986
Nilai: 5
Nama Author: Sapiluv Mprits

_


When npc fallin love?

Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?

Ah, pasti seru!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peduli lindungi

Sedikit tersinggung atas penilaian yang diberikan ayya pada lagu barunya, namun Galih malah tertawa saat ayya menyangkut kan kelakuan Galih atas kurangnya nilai kesempurnaan yang ia beri.

" Hahaha, kamu kesel gara-gara apa sih? aku ga jahat ke kamu loh." Ucap Galih sembari mengusap air mata karena terpingkal.

Sebenernya ayya senang lihat Galih tertawa lepas di depannya, namun ia kesal karena meremehkan alasannya.

Melihat Galih masih menertawakannya, ayya pun berkacak pinggang saat itu juga.

" Kamu ga jahat?? Pernyataan lucu apa ini?"

Galih diam beberapa waktu, lalu kembali menatap ayya penuh lekat.

" Sebutin bagian aku jahatin kamu, biar aku tebus dengan permintaan maaf sekarang.."

Oh damn! Galih serius dengan ucapannya, dan itu benar-benar membunuh jiwa ayya sebagai ex cegil Galih.

Okay, tenang ayya! ayya berusaha tak menunjukkan betapa meltingnya sekarang.

Namun, belum sempat ayya menjawab, eh dari pintu utama ternyata eyang anna berdehem menyadarkan mereka berdua.

" Eh, eyang anna.." Ucap ayya menoleh.

Anna pun tersenyum entah sulit diartikan, ia berjalan ke arah ayya dan cucunya yang tengah berhadapan dekat.

" Kalian ngobrolnya kok berdiri? duduk sana." Peringat anna menunjuk dia kursi di samping taman.

Ayya reflek menggeleng, lalu meraih tangan anna untuk meminta pamit.

" Ayya mau pamit pulang? emang kenapa kok keburu? di usir sama leo, kah? emang dadar cucu eyang ini suka bikin kesel!"

Galih sontak mendelik tak terima. dan ayya pun menyela untuk menyangkal tuduhan eyang anna tersebut.

" Nggak eyang, kak leo.. eh, kak Galih maksudku ga ngusir kok, malahan ga bolehin ayya pulang makanya ayya ajak debat kenapa ga bolehin pulang.. Padahal ayya udah capek, harus istirahat dan belum minum obat juga.."

Peraduan ayya sangatlah sempurna, bin.. lengkap, bahkan informasi yang seharusnya tak dijelaskan turut diadukan pada eyang anna, sehingga Galih kembali menjadi salah.

" Leo, ga boleh nahan nahan ayya, masak kamu ga khawatir kalo ayya telat minum obat, bisa kambuh asma nya.."

Omelan eyang anna benar-benar membuat ayya semakin merutuki betapa cerobohnya ia berbicara.

Melihat Galih hanya diam mendengar omelan eyangnya, ayya pun mengambil alih membelanya.

Untungnya roy dan kedua adik plenger nya itu datang dan turut menengahi perdebatan ketiganya.

_

" Udah deh, mending anter ayya balik dulu.." Titah roy.

" Pastiin ayya minum obat juga." Timpal willy.

Louis pun setuju. " Jangan balik sebelum ayya keluar balkon setelah bang leo mastiin ayya minum obatnya."

" Astagaaaa, kalian bertiga malah ngelunjak banget sialan." Gerutu Galih tak Terima.

Ah, begitu pula dengan ayya yang menolak permintaan mereka bertiga.

" Kalian bertiga ini maunya apasih? Dikira aku lemah banget apa? Sampe harus kak Galih ikut dan mastiin aku minum obat?" Tanyanya berkacak pinggang.

Roy, willy, dan Louis pun akhirnya menundukkan kepala seakan menjadi korban diamuk ayya dan Galih, ck ck ck..sungguh playing victim.

" Sorry ayya-galih, kita cuma pengen kalian akur doang kok.." Ucap mereka memelas.

Galih pun berdesis jengah. " Emang selama ini kita ga akur?" Tanyanya.

Ayya reflek menoleh. " Ehem.. emang kita ga akur, kan.."

Pffft.. Tiga cowok plenger itu tertawa, apalagi saat Galih menoleh tak menyangka akan ketidak kompakan ayya dalam menyidang ketiga provokator itu.

" Udah ah, makin lama makin capek, aku boleh pulang kan?"

3 cowok plenger mengangguk dan mengacungkan jempol, lalu ayya menoleh pada Galih.

" Boleh pulang, kan. Kak galih?" Tanyanya memastikan.

Terpaksa, galih menganggukinya.

" Langsung pulang, ga usah jajan cilok.." Ucap Galih berpesan.

ah dasar gila! Mana ada orang jualan cilok di komplek seelit tempat tinggal mereka? dasar Galih geblek!

Ah, cukup mengiyakan saja ucapan galih karena ayya tak ingin berlama-lama lagi disana.

" Kelamaan disana bisa gila aku.." Ucap ayya sembari memasuki pintu rumahnya.

" Dipikir-pikir, ternyata kak Galih yang setegas itu bisa-bisanya satu sirkel sama cowok se plenger Louis, kak willy, sama kak roy.."

Memasuki kamarnya, ayya langsung meminum obatnya.

Melirik ke jendela balkonnya, ayya pun kelepasan tertawa, namun ia langsung terdiam.

" Ah, bukan kak Galih yang salah sirkel, tapi emang dianya aja yang ga beda jauh sama cowok plenger itu, bahkan dia juga termasuk cowok plengernya anjirrrr..

Apa malah, ketuanya ya???"

Pfft.. Capek mikir keras, yang harusnya tidur seharian penuh karena agenda besok ayya akan stay cation ke puncak bareng orang tuanya, kini jatah tidur sehariannya telah terpangkas habis.

" Sialan, udah mau ganti malem tapi belum puas tidur. Hmm, mana jadwal liburankku sampe sepuluh hari ke depan udah full booked lagi, mana bisa puas tidur?? Huaaa..."

Sesudah minum obat, efeknya membuat ayya mengantuk, harusnya ia mandi sore ini, namun matanya sudah tak kuat menahan kantuk.

Untungnya satu notif pesan membuat ayya langsung terjaga lagi.

Dan sialnya isi pesan itu membuat ayya menjadi tantrum.

" Haah?! Apa-apaan pake dipantau juga? kak gakuh mau peduli apa mau nge hukum sih? dari tulisannya aja udah nyeremin, hiks.."

Ayya merengut sejenak hingga tak lama kemudian kembali bersantai saat novelnya kembali melambai dari rak buku ayya.

" Emang deh cuma buku yang bisa ngertiin aku.."

_

Hari+ 2 sampai 4 hari libur sekolah.

Stay cation selama 3 harian di puncak bogor dengan kedua orang tuanya, ayya sangat menghargai setiap moment family time, jadi dia jarang memainkan ponselnya jika tidak untuk mendapat info sekolah saja.

Mendapat banyak pesan dari Kania, Louis, atau bahkan Galih, tak ada satupun yang ia buka, ayya hanya membacanya melalui notifikasi pesan yang terpampang.

Karena ayah bundanya orang-orang sibuk, ayya tak ingin waktu berkumpulnya ini terlewat sia-sia.

Namun sayang, kedua orang tuanya tak berpikir demikian sehingga pekerjaan mereka kembali merebut perhatiannya dari putri semata wayangnya.

" Its oke ayya, mereka kerja demi masa tuanya, demi masa depanmu juga."

Tiap saat selalu ayya yang menyemangati diri sendiri untuk lebih memaklumi mereka.

Dan disaat yang sama ayya masih bertahan untuk tidak merespon pesan sesiapa pun, disaat kedua orang tuanya sibuk ayya lebih memilih membaca atau menikmati view pegunungan yang indah.

" As anak tunggal, aku pengen punya kakak meski bukan kakak kandung.."

" Kesepian begini tuh ga enak sumpah!"

Kembali termenung, ayya pun dikejutkan dengan panggilan telfon di ponselnya.

Ayya kesal dan hendak menolak telfonnya, namun begitu melihat siapa yang menelfonnya, ayya terkesiap gugup menerkanya.

" k-kak Galih ngapain tiba-tiba telpon sih? ni orang ga liburan apa gimana?" gerutunya.

Ayya membiarkan telfon Galih berhenti dengan sendirinya, namun telfon terus terulang hingga ke empat kalinya ayya sudah muak.

Ia langsung menerima panggilan yang tak disangkanya sebuah telfon video.

Ayya sangat terkejut saat layar ponselnya mendapati Galih yang tengah duduk menghadap layar, meski begitu tetap saja ayya panik dan langsung mematikan telfonnya.

Galih pun terheran saat telponnnya tiba-tiba diakhiri, setelah ayya membalas lewat chat akhirnya Galih menelpon lagi.

Namun kali ini telfok biasa, mau tak mau ayya terpaksa menerima panggilan galih karena dilihat dari spam chat sejak tiga hari yang lalu sedang tak baik-baik saja.

Telfon terhubung, Galih langsung bertanya.

Galih: Kenapa ga pernah bales chatku? jangankan chat, dibuka aja enggak.

Ayya menggaruk kening, suara Galih begitu deep dan lembut dalam satu waktu, namun dibalik suaranya terdapat ucapan yang tegas seakan memendam kekesalan yang tak bisa dilampiaskan.

Galih: " Ayya, kamu denger aku gak sih?"

Ayya reflek mengangguk. " Maaf kak, aku ga buka hapeku sama sekali diaetiap moment family time, maaf kalo aku ga tau soal lagu baru kak Galih yang lagi booming.

Maafin aku yang gak update sama sekali tentang lagu kakak."

Berkali-kali ayya meminta maaf karena ia hanya fokus pada pesan Galih yang menanyakan pendapatnya tentang viralnya lagu mereka.

Bahkan ayya menyayangkan dirinya yang tak memberikan selamat pada rilisnya lagu mereka.

Namun bukan itu point yang Galih maksud, Galih menelpon ayya bukan untuk protes, tapi ia kesal karena tak bisa mendapat kepastian kabar dari ayya.

" Maaf kak.."

" Maaf buat apa? kalo maaf buat lagu baru kita, aku udah maafin..

Tapi aku ga bakal maafin sikapmu yang ga kasih kabar apapun ke aku.."

😮

1
Firamissyu
coba aja dibaca, pasti seru!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!