Janu Manggala adalah seorang pemuda polos yang tak menyadari bahwa dirinya memiliki kesaktian Tiada Tanding... Segala jenis pusaka tunduk di hadapannya, ucapannya langsung menjadi kenyataan, dan orang orang yang menunjukan kesaktiannya di mata Janu mereka hanyalah orang gila...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nyai Diajeng Keshwari yang ketakutan
Bella dan Monica menganggukan kepalanya, "benar kami berdua melihat dengan kedua bola mata kami sendiri!" Ucap Bella.
"Oh ya sudah, justru bagus kalau mereka berdua wik wik dirumah mereka berdua, sebab kalian tidak perlu repot repot mengurus mayat mereka berdua." Ucap Nyai Diajeng Keshwari dengan sangat santai sekali.
Baik Bella dan Monica menghela nafas panjang mendengar hal itu, mereka berdua tampak sangat lega.
"Kalian berdua bisa pulang!" Ucap Nyai Diajeng Keshwari kepada keduanya.
Monica dan Bella kaget, keduanya saling memandang.
"Loh... kami tidak harus mengikuti ritual selanjutnya?" Tanya mereka berdua dengan kebingungan.
"Tidak usah, nanti saja setelah ini! Lagian siang hari ini aku ada acara menanam dengan seseorang, hehe." Ucap Nyai Diajeng Keshwari.
Baik Bella dan Monica menganggukan kepalanya.
***
Waktu berjalan dengan sangat cepat, tidak terasa malam hari kembali tiba begitu saja.
Akhirnya malam hari ini Nyai Diajeng Keshwari berangkat ritual untuk memelet Tuan Muda Galih Pratama.
Nyai Diajeng Keshwari saat ini berada di Lumajang.
Lumajang adalah sebuah kabupaten yang memiliki wilayah di bawah kaki gunung semeru. Salah satu gunung yang cukup di sakralkan oleh masyarakat setempat.
Di bawah kaki gunung semeru, terlihat seorang wanita paruh baya berparas cantik, berjalan dengan tenang menuju kesebuah arah.... hanya sebuah senter kecil yang menemani langkah kakinya.
Hingga pada akhirnya Nyai Diajeng Keshwari tiba di sebuah reruntuhan petirtaan kuno yang ada di salah satu sudut Gunung Semeru.
"Akhirnya tiba juga!" Ucap Nyai Diajeng Keshwari yang siap melaksanakan ritualnya.
Nyai Diajeng Keshwari tampak duduk bersila dengan khusyuk di dalam reruntuhan itu.
Tidak lupa dua gelas khusus itu sudah dia taruh di depannya. Plus foto Tuan Muda Galih dan Nona Bella.
Nyonya Diajeng Keswari tampak membacakan kidung khusus sambil membunyikan sebuah lonceng yang ada di tangan kirinya.
Suasana benar benar sakral, mengingat di tempat ini tidak ada satu orang pun yang muncul kecuali Nyai Diajeng Keshwari.
Setelah membacakan kidung khusus itu, Nyai Diajeng Keshwari membuka matanya, kemudian menipukan udara kedalam gelas itu. Nyai Diajeng Keshwari tersenyum memandangi kedua gelas itu.
Beberapa menit berlalu begitu saja...
"Loh? Kenapa tidak terjadi apa apa?" Tanya Nyai Diajeng Keshwari dengan bingung, kemudian dia meniup lagi kedua gelas itu.
Beberapa menit kembali berlalu begitu saja..
"Kenapa jiwa korban tidak muncul?!" Ucap Nyai Diajeng Keshwari dengan kaget ketika melihat keanehan ini.
Perlu di ketahui Jiwa korban seharusnya akan masuk ke dalam gelas ini, gelas di mana korban meminum wine itu.
Namun mengapa pada saat ini jiwa korban tidak muncul di gelas wine itu?
"Apakah aku salah membawa gelas?" Tanya Nyai Diajeng Keshwari. Kemudian dia mengamati gelas yang ada di depannya ini, "tidak, ini tidak salah sama sekali!" Ucap Nyai Diajeng Keshwari.
"Lalu Mengapa gagal?" Nyai Diajeng Keshwari benar benar kebingungan pada saat ini.
Sepanjang Nyai Diajeng Keshwari melakukan ritual memelet seseorang baru kali ini ia mengalami kegagalan.
Pikiran Nyai Diajeng Keshwari langsung tertuju kepada Bella dan Monica, "apakah dua orang bodoh itu sebenarnya gagal membuat kedua korban meminum wine?"
"Ah dasar bodoh, sebelum ini mereka berdua sudah berani beraninya mengatakan bahwa mereka melihat korban meminum wine itu, namun ternyata belum di minum!" Ucap Nyai Diajeng Keshwari.
"Apa lebih baik aku coba untuk melihatnya dulu ya?" Tanya Nyai Diajeng Keshwari.
Kemudian Nyai Diajeng Keshwari berdiri, menuju kesebuah sudut lain dari reruntuhan ini di mana terdapat sebuah kolam mata air kecil yang sangat jernih.
Tanpa basa basi lagi Nyai Diajeng Keshwari langsung merapalkan mantra untuk melihat apa yang terjadi di malam saat kedua wanita itu melihat bahwa korban sudah meminum wine.
Wus...!!!!
Dari permukaan air itu, terlihat sebuah bayangan adegan.
"Hmm,, restoran mewah? Jadi mereka berdua menjebak korban dengan membawa korban kedalam restoran mewah?"
Kemudian adegan kembali berganti, menampilkan beberapa orang yang masuk kedalam restoran itu.
"Dimana korban tumbalnya?" Tanya Nyai Diajeng Keshwari dengan penasaran, "apakah itu?" Tanya Nyai Diajeng Keshwari ketika melihat sepasang kekasih yang mengenakan jas dan gaun indah, Yang tak lain adalah Rangga dan pacarnya.
"Lololo, mengapa adegannya berganti ke pasangan lain?!" Alangkah kagetnya Nyai Diajeng Keshwari ketika melihat adegan yang ada berganti ke pasangan lainnya.
Di mana sang Pria tampak medioker, sedangkan sang wanita tampak super duper cantik.
"Loh? Nona Alyssa Kartawiraharja?" Nyai Diajeng Keshwari sedikit terkejut karena mengenali wanita itu.
Ia kemudian menatap Janu dengan mata yang berkedut, "mengapa dia tampak seperti pemelet yang lebih jago dari pada diriku? Bisa bisanya pria biasa saja seperti dia mendapatkan hati Nona Alyssa." Ucap Nyai Diajeng Keshwari, kemudian Nyai Diajeng Keshwari berucap, "mari kita amati lebih lanjut lagi!"
Nyai Diajeng Keshwari kembali membacakan mantra lebih lanjut untuk memperbesar gambar, seolah mendekat ke pasangan yang tidak ideal itu dan tampak mereka sudah meminum wine itu.
"Mereka sudah meminum wine itu? Lalu mengapa gag---" tiba tiba Nyai Diajeng Keshwari membeku di tempat begitu saja ketika melihat pria berwajah biasa biasa saja itu menoleh ke arahnya di dalam gambar, seolah dia tahu pada saat ini dia sedang di intip menggunakan ilmu khusus.
"Tidaakkk!!!" Teriak Nyai Diajeng Keshwari sembari terhuyung huyung dan ambruk kebelakang.
"I... ini tidak mungkin!" Ucap Nyai Diajeng Keshwari yang tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.
Keringat dingin langsung membashi tubuh Nyai Diajeng Keshwari dia benar benar ketakutan pada saat ini.
Bagaimana tidak? Pada saat ini Nyai Diajeng Keshwari berusaha mengintip di masa lalu... apa yang ia lihat di kolam air itu adalah cerminan masa lalu.
Namun mengapa sosok pria yang ada di cerminan masa lalu itu bisa menoleh ke arah dirinya di masa sekarang? Apakah pria yang ada di gambar itu bisa menembus waktu dan mengetahui dia sedang di intip di masa sekarang?
Bagaimana caranya?
Pada saat ini Nyai Diajeng Keshwari tidak habis pikir. Dia ketakutan, benar henar ketakutan menghadapi sosok laki laki misterius itu.
Apa yang tidak di ketahui Nyai Diajeng Keshwari bukan Janu yang tahu masa depan. Hanya saja setelah meminum tegukan pertama dari wine itu, Janu melihat seekor nyamuk dan matanya terfokus kepada nyamuk itu. Secara tidak sengaja Nyai Diajeng Keshwari mengintip melalui sudut pandang yang sama dari arah dimana nyamuk itu berada.
Sehingga seolah olah Janu bisa mengintipnya balik dari masa lalu. Benar benar kesalahpahaman yang tidak terduga sama sekali.
Nyai Diajeng Keshwari ambruk di atas tanah dan berucap, "aku harus apa?"