NovelToon NovelToon
Menikahi Duke Misterius

Menikahi Duke Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:JAEMIN NCT / Cinta Seiring Waktu / Barat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Melvin Blastorios, merupakan seorang ahli waris dari keluarga bangsawan Blastorios, yang terkenal akan kehebatan dan kejeniusannya. Selain itu, Melvin juga merupakan pemimpin dari sebuah organisasi rahasia di Inggris yaitu Dragon Knight of Archangel.

Arabella Winston, seorang gadis muda, cantik, bijak dan cukup terkenal di kalangan para bangsawan, yang sedang mencari seorang suamin. Walaupun begitu, Bella dikenal sebagai salah seorang gadis bangsawan yang selalu menolak banyak lamaran dari para pemuda bangsawan lain.

Ini hanyalah sebuah kisah cinta romantis antara seorang pemuda dari organisasi rahasia dengan seorang gadis muda penolak lamaran.

.

.

.

.

terinspirasi dari seri pertama novel club Inferno...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

.

.

.

Malam datang dengan tenang, tapi pikiran Bella tidak ikut menjadi tenang.

Langit di atas kota Vincent terlihat jernih, bintang-bintang bertaburan samar seperti titik-titik cahaya yang jauh dan sulit dijangkau. Udara terasa sejuk, membawa aroma bunga dari taman kecil di halaman rumah Winston.

Bella berdiri di balkon kamarnya, kedua tangannya bertumpu ringan pada pagar besi yang dingin.

Sudah beberapa hari ia mencoba mengumpulkan berbagai cerita tentang Melvin Blastorios.

Dan semakin banyak ia mendengar—

Semakin sulit baginya untuk menyimpulkan apa pun.

Semua orang memiliki versi mereka sendiri.

Versi yang berbeda.

Versi yang terasa… tidak pernah lengkap.

Ia menutup matanya sejenak.

Suara Clara.

Suara Elena.

Bisikan para tamu pesta.

Tatapan penuh arti dari orang-orang yang pura-pura tidak ingin tahu.

Kejam.

Licik.

Tanpa ampun.

Julukan Demon Duke kembali terngiang.

Bella membuka matanya perlahan.

Jika semua itu benar…

Kenapa pria itu tidak pernah menunjukkan sisi itu padanya?

Kenapa setiap percakapan mereka terasa… wajar?

Tidak, bahkan lebih dari wajar.

Terlalu nyaman untuk sesuatu yang seharusnya ia hindari.

Bella menghela napas pelan.

Ia tidak menyukai perasaan bingung seperti ini.

Ia selalu terbiasa memahami situasi dengan jelas.

Terbiasa membaca maksud di balik kata-kata.

Tapi Melvin—

Selalu terasa seperti teka-teki yang tidak pernah selesai.

Keesokan harinya, Bella menerima undangan makan siang dari bibinya.

Bukan undangan formal.

Hanya pertemuan keluarga kecil yang biasanya diisi dengan percakapan ringan.

Bella sempat ragu untuk datang.

Namun pada akhirnya… ia tetap pergi.

Rumah bibinya terletak tidak jauh dari pusat kota.

Bangunan klasik dengan taman yang selalu terawat rapi.

Tempat itu selalu terasa hangat.

Aman.

Dan hari ini—

Bella berharap bisa mengalihkan pikirannya sejenak.

Meja makan sudah tertata ketika ia tiba.

Beberapa sepupu jauhnya sudah duduk lebih dulu.

Percakapan ringan mengalir seperti biasa.

Tentang acara sosial terbaru.

Tentang perubahan mode pakaian.

Tentang rencana perjalanan musim panas.

Hal-hal sederhana.

Hal-hal yang biasanya membuat Bella merasa nyaman.

Namun hari ini—

Ia merasa sedikit berbeda.

Ia lebih banyak diam.

Lebih banyak mendengar.

Dan tanpa ia sadari—

Pembicaraan mulai bergeser.

“Bella, kau sudah mendengar kabar terbaru?” tanya salah satu sepupunya, Marianne.

Bella menatapnya.

“Kabar apa?”

Marianne menatap ke arah bibinya sejenak, seolah meminta izin tanpa kata.

Lalu ia kembali menoleh ke Bella.

“Tentang Duke Rostown.”

Nama itu lagi.

Bella berusaha terlihat santai.

“Apa lagi kali ini?”

Marianne menurunkan suaranya sedikit, meskipun tidak ada orang luar di ruangan itu.

“Ayahku bilang… ada keluarga bangsawan dari wilayah selatan yang mencoba menjalin kerja sama dengannya.”

Bella menunggu kelanjutannya.

“Tidak lama kemudian… keluarga itu membatalkan rencana mereka.”

“Kenapa?”

Marianne mengangkat bahu.

“Tiba-tiba saja mereka menarik diri.”

“Tanpa penjelasan.”

Sepupu lainnya ikut menambahkan,

“Ada yang bilang mereka menemukan sesuatu tentangnya.”

“Sesuatu yang membuat mereka memilih mundur.”

Bella menatap gelas di depannya.

Pantulan cahaya siang terlihat bergetar di permukaan air.

“Orang selalu mengatakan banyak hal,” katanya pelan.

Marianne tersenyum tipis.

“Kau tidak terlihat terkejut.”

Bella mengangkat bahu ringan.

“Aku sudah mendengar cukup banyak cerita akhir-akhir ini.”

Bibinya, yang sejak tadi diam, akhirnya ikut berbicara.

“Bella,” katanya lembut,

“tidak semua orang cocok berada di lingkaran yang sama.”

Bella menatapnya.

“Apa Bibi juga percaya cerita-cerita itu?”

Bibinya tidak langsung menjawab.

Ia hanya tersenyum kecil.

“Pengalaman seringkali lebih jujur daripada rumor.”

Kalimat itu membuat Bella terdiam.

Bibinya melanjutkan,

“Tapi terkadang… pengalaman juga belum tentu menunjukkan keseluruhan gambaran.”

Bella memahami maksudnya.

Ia memang baru bertemu Melvin beberapa kali.

Itu bukan waktu yang cukup untuk benar-benar mengenal seseorang.

Apalagi seseorang seperti dia.

“Yang penting,” lanjut bibinya pelan,

“kau tetap berhati-hati.”

Bella mengangguk kecil.

Ia tidak ingin membuat semua orang semakin khawatir.

Percakapan kembali bergeser ke topik lain.

Namun pikirannya tetap tertinggal pada satu hal.

Setiap orang seolah memiliki peringatan yang sama.

Berhati-hati.

Jangan terlalu dekat.

Jangan terlalu percaya.

Bella menatap keluar jendela ruang makan.

Langit siang terlihat cerah.

Burung-burung terbang rendah di atas taman.

Semuanya terlihat damai.

Berbeda dengan pikirannya.

Sore harinya, setelah kembali ke rumah, Bella memutuskan berjalan sebentar di taman belakang.

Langkahnya pelan.

Tangannya menyentuh kelopak bunga yang bermekaran di sepanjang jalan kecil.

Tempat ini selalu menjadi tempat favoritnya untuk berpikir.

Dan hari ini—

Ia benar-benar membutuhkan ketenangan.

Ia mencoba mengingat kembali setiap cerita yang ia dengar.

Kejam.

Licik.

Tanpa ampun.

Tapi dalam semua cerita itu—

Tidak ada satu pun yang benar-benar ia saksikan sendiri.

Ia memang melihat sisi dingin Melvin.

Ia tidak menyangkal itu.

Namun—

Ia juga melihat sesuatu yang lain.

Cara pria itu mendengarkan dengan serius ketika ia berbicara.

Cara ia tidak pernah meremehkan pendapatnya.

Cara percakapan mereka terasa… seimbang.

Tidak seperti kebanyakan pria lain di society yang lebih suka mendengar suara mereka sendiri.

Bella berhenti berjalan.

Angin sore menggerakkan rambutnya pelan.

Ia menatap langit yang mulai berubah warna.

Mungkin…

Masalahnya bukan pada siapa Melvin sebenarnya.

Tapi pada seberapa banyak orang merasa tidak nyaman dengan seseorang yang tidak mudah dikendalikan.

Seseorang yang tidak bermain sesuai aturan sosial yang biasa.

Seseorang yang tidak berpura-pura ramah hanya untuk menjaga citra.

Bella tersenyum kecil.

Ia tidak tahu apakah pikirannya benar.

Ia juga tidak tahu apakah ia terlalu cepat mempercayai penilaiannya sendiri.

Namun satu hal mulai terasa jelas—

Ia tidak bisa lagi hanya mengandalkan cerita orang lain.

Jika ia benar-benar ingin tahu siapa Melvin Blastorios—

Ia harus melihatnya sendiri.

Memahaminya sendiri.

Menilai dengan caranya sendiri.

Bella menarik napas panjang.

Keputusan itu terasa sederhana.

Tapi juga…

Tidak sepenuhnya aman.

Karena semakin ia mencoba memahami pria itu—

Semakin ia merasa terlibat lebih dalam.

Dan semakin ia terlibat—

Semakin sulit baginya untuk menjaga jarak.

Langit mulai berubah menjadi jingga.

Cahaya matahari terakhir menyentuh taman dengan lembut.

Bella menutup matanya sejenak.

Di dalam hatinya—

Ia akhirnya mengakui sesuatu.

Ia memang penasaran.

Tapi rasa penasarannya sudah berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam.

Sesuatu yang tidak bisa lagi ia sebut sekadar kebetulan.

Dan mungkin—

Tanpa ia sadari—

Langkahnya perlahan mulai mengarah ke dunia yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.

Dunia yang penuh misteri.

Dunia yang penuh risiko.

Dunia yang… dipenuhi oleh seorang pria bernama Melvin Blastorios.

1
Reilient
ditunggu lanjutannya
Rei_983
lanjutin
Ocean Blue
lanjutin ceritanya
Rose Ocean
lanjutin ceritanya kak
Reha Hambali
lanjutin ceritanya thorr
Riha Zaria
lanjutin ceritanya thor
Reezahra
lanjutin thorr
Zariava
lanjutin thor
Reatha
lanjut thorr
Reazara
lanjutin kak
Zahira
lanjutin thor
Zahra
lanjutin kak
Ria08
lanjut kak
Reza03
lanjut
@RearthaZ
siap kak
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
Rose Mizuki
lanjut💪
Reva456
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!