Hwang zin bukanlah orang dari era ini,dia lahir di tahun 2028 dan berusia 30 tahun,dia yatim piatu,Dia bekerja keras selama hidupnya.
Dia menjadi koki , petugas pengangkutan barang, bartender,pelayan restoran dan lainnya,dia hidup dengan menghemat banyak uang saat tabungannya mencapai 100 juta dalam 15 tahun hidupnya.
Hwang zin membeli bangunan toko kecil yang lengkap penuh dengan barang-barang grosir dari barang orang tua hingga anak-anak dan makan pokok dan sejenisnya.
dia akan mulai berbisnis tapi siapa kira saat dia dalam perjalan pulang justru mobilnya tertabrak truk dan bangun disini .....bukannya mati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bos Dermaga Gong Yan
Hwang zin buka seperti biasanya,jam 9 pagi Zhang Peng yg tak terlihat sejak kemarin datang dengan seorang pria tinggi dengan wajah tegas berjalan dengan dua pengawal dibelakang nya.
Hwang zin berhenti mengelap meja melihat mereka menghampirinya,Zhang Peng tersenyum padanya."...Zin an ..."
"Saudara ku...ini..."dia melihat pada ke 3 orang lainnya dengan ragu.
Pria yg nampak agak Galak segera berkata dengan nada sopan."...saya bos dermaga, Gong Yan.."
"Ah... silahkan duduk..." Hwang zin tak mengira bahwa pria ini adalah bos dermaga kota.
pria itu mengangguk,ia berjalan duduk di bangkunya.Hwang zin dan Zhang peng duduk disebrang meja.
Sedangkan 2 Pengawalnya berdiri tak jauh,tak menganggu obrolan mereka.
"Saya sudah merasakan air dingin anda,dan itu sangat enak...saya berencana untuk membelinya dalam jumlah besar untuk konsumsi awak kapal dan pengangkutan barang di dermaga..."
Gong Yan awalnya ragu saat melihat bentuk air dingin yg seperti gumpalan telur katak yg terendam air,namun saat dia mencium baunya.
Itu harum, segar dan manis ,bahkan rasanya luar biasa dan bisa membuatnya lebih segar ,awak kapal yg meminumnya juga berkata minum' itu membuat mereka lebih segar.
Jadi Gong Yan bertanya pada Zhang Peng apa yg ada dalam air dingin,dia berencana membeli resepnya namun pria itu juga tidak tau.
Jadi dia pergi langsung ke sini, untuk bertanya,tapi saat dia mendengar ini adalah mata pencaharian dari anak Hwang,Zhang Peng berkata adik angkatnya seorang yatim piatu.dia hidup seorang diri.
Gong Yan jadi merasa bersalah.Karena itu dia berencana membelinya saja agar bisa membantu anak itu berbisnis.
Hwang zin mendengar kata-katanya, mengangguk.ini bisnis yg cukup menguntungkannya untuk nya
."...Tuan itu tak masalah,namun saya hanya bisa membuat 2 guci ukuran besar untuk perhari karena biji-bijian harus direndam selama 8 jam sebelum diolah..." Dia membuat alasan soal asal usul biji itu.
Biji selasih belum ada diera ini,dan Hwang zin hanya bisa menjawab bahwa itu dari biji buah yg ditanam oleh ayahnya,dia tak tau dari mana pria itu mendapatkannya.
"8 jam....!" Zhang Peng menoleh padanya dengan terkejut, Hwang zin tersenyum tak berdaya padanya."..kakak kamu kira biji yg kamu sebut sebagai telur katak itu mudah dibuat?"
"Lalu kamu menjualnya hanya 2 sen! Itu terlalu murah Hwang Zin,bahkan kamu memasukan gula mahal itu juga...." Dia benar-benar tak habis pikir.
"...Kakak kita berada digerbang kota, kebanyakan orang disini adalah pensiunan prajurit dan lansia dan anak-anak ,mereka tak memiliki cukup uang..."jelasnya dengan ringan.
"Lalu bagaimana dengan mu..." Zhang merasa ingin marah namun juga merasa tak berdaya.
Hwang zin terdiam sesaat,lalu tersenyum kecil untuk menghiburnya." ...saya memiliki rumah,cukup makanan dan pakaian hangat....saya tak kekurangan apapun...."
Zhang Peng terdiam.Gong Yan terkejut akan kata-katanya.
Anak yg rendah hati,atau mungkin saat orang tua pergi dia pernah merasakan kesusahan itu jadi dia membuka kedai tak perduli soal untung atau rugi.
Asal masih bisa makan itu cukup baginya.
"Tak apa-apa...itu cukup ..." Jawab Gong Yan dengan nada yg lebih lembut,Hwang zin mengangguk lega, mereka segera membuat kontrak selama 1 bulan.
Gong Yan pergi dengan puas, sebelum pergi dia membayar separuh dari harga barang yak ni 5 tael. sedangkan uang untuk 1 bulan adalah 10 tael.
Dia juga berkata bahwa anak buahnya yg akan mengambil barang setiap harinya,jadi Hwang zin tak perlu mengantar kannya.
Pria itu sangat lega dan berterimakasih. Zhang Peng pergi bersama Gong Yan Karena sekarang dia bekerja padanya didermaga.
"Paman air dingin 3!" Teriak suara anak-anak dengan semangat mengejutkannya, Hwang zin melihat ke arah kedai dan ada total ada 3 anak berpakaian lusuh dengan wajah kotor.
"Baiklah tunggu sebentar!" Hwang zin segera masuk ke dalam kedai membuat pesanan.
Dia masing-masing memberikan mereka 1 gelas bambu dan juga memberikan mereka 3 pei telur.
Anak-anak saling melihat bingung,uang Mereka hanya cukup untuk membeli air dingin.
"Aku memberikannya pada kalian,karena toko akan tutup ... Gratis..." Jelasnya dengan tawa kecil, Anak-anak segera bernafas lega ,dan berterima kasih padanya.
Makan habis lebih cepat hari ini karena Zhao Yun datang untuk memborong hampir semuanya, untuk acara makan malam untuk menyambut tamu.
Jadi Hwang zin tutup lebih awal hari ini. dia kembali ke dalam rumah setelah mengunci toko,dia langsung ke dapur untuk mencoba membuat bubur buah.
Awalnya Hwang zin merebus air lebih dulu.lalu Dia mengambil 3 sendok tepung biji tertai dari toples,lalu dia membuka rak untuk mengambil buah kering,dia menaruhnya diwadah dan menghancurkan dengan kasar .
Setelahnya dia mencampur nya dengan tepung biji teratai dan menyiramnya dengan air panas yg sudah d mendidih lebih dulu dan mengaduknya dengan cepat.
Tak lama bubur tepung berubah menjadi transparan dan agak lengket, buah-buahan kering menjadi agak lunak karena air panas.
Hwang zin mengambil sesendok, menipu nya sebentar sebelum memakannya,rasa manis asam dan mudah dikunyah, sangat enak.rasa tepung biji teratai sendiri hanya hambar tapi dipadukan dengan buah kering membuatnya lebih manis.
Dan dia tak perlu menambahkan gula.Dia menghela nafas lega,ini bisa dijual saat musim dingin nanti.
Hwang zin pergi ke meja makan untuk mengambil sendok ketika Suara gedoran pintu terdengar!
"Tunggu sebentar!"teriak suara dari dalam. lalu dua pria dibalik pintu mendengar suara langkah kaki dan
pintu terbuka.
"...ahk Dokter Wang..?!" hwang zin yg membuka pintu terkejut.
kenapa Dokter Wang yg tak lain adalah Dokter keluarga mantan majikan ayahnya disini.Dia segera membuka pintunya lebih lebar mempersilahkan mereka masuk.
"Kamu lebih tinggi dari terahir kita bertemu..." Puji pria itu tulus,saat melihat bahwa anak ini tumbuh lebih tinggi dan tampan.
" Saya makan dengan baik.."Hwang zin tertawa malu.lalu tak lupa menawari makanan yg dia buat.
"...Benar Dokter Wang apa anda sudah makan?saya membuat menu baru untuk musim dingin nanti ...apa anda mau mencobanya?"
"Baiklah.. Maaf merepotkan..." Dokter Wang tak menolak kebaikannya. Hwang zin berkata itu bukan masalah dan mengantar mereka ke meja makan.
Keduanya duduk disana dan membiarkan anak itu berlari ke dapur.
"Anak ini hanya tinggal sendiri?"tanya keponakannya saat melihat bahwa tak ada orang dewasa yg menyambut mereka saat ini.
Dokter Wang mengangguk." Benar .. ayahnya meninggal karena sakit beberapa bulan lalu..."
Keponakannya tertegun, ternyata anak itu hidup sendiri. Dia bahkan tidak lebih muda dari adiknya yg manja dirumah.
Hwang zin masuk ke dapur,mengambil 3 mangkuk sedang dan menaruh bubur diwadah ke dalam mangkuk, diatasnya dia menambahkan bubuk kacang yg dia haluskan tempo hari.
Tak lupa mengambil bakpao dan bery segera dan menatanya dipiring terpisah.Dan segera membawanya ke meja makan.
"Tuan silahkan....." Hwang zin menyajikan untuk mereka dengan sopan, Dokter Wang mengambil sendok untuknya dan keponakannya.
Dia melihat ke dalam mangkuk dan tertegun."..Zin.an apa ini?"
"....Ini tepung teratai yg saya campur dengan buah kering, diatasnya ada taburan kacang..."Hwang zin juga duduk diseberang mereka berdua.
meminta Dokter Wang makan lebih dulu."silahkan..."
Pria tua itu tak sopan,dia mengambil sesendok tak luap meniupnya dulu,saat makan dia terkejut lagi.
rasa manis ringan,dan buah kering yg keras terasa lembut dan mudah dikunyah,cocok untuk selera orang tua seperti nya.
Keponakan Dokter Wang juga mencicipinya dan benar-benar merasa bubur ini sangat enak,dan menghangatkan diperut.
"Kamu benar-benar pandai memasak..."desah Dokter Wang tak bisa tak memujinya.
Hwang Zin menyentuh hidungnya malu."...saya hanya mencoba-coba saja..."
Ke tiganya mengobrol bersama dan menghabiskan makanan tanpa terasa.Hwang Zin membuatkannya teh gojibery untuk keduanya.
Dan lagi-lagi mereka benar-benar kagum dengan rasa teh itu.anak ini benar-benar pandai memasak.
"Zin.an saya datang kesini atas nama Tuan Luo,dia hanya ingin tau bagaimana kabarmu disini..." Dia menyampaikan kedatangannya padanya.
Saat Tuan Luo tau Dia akan pergi ke desa gerbang Kota untuk urusan sesuatu,dia berharap bisa melihat anak Hwang dan menanyakan kabarnya.
Hwang zin merasa sedikit terharu pada Tuan Luo yg selalu mengingat Ayah Hwang dan anaknya,wlpun dia hanya seorang pelayan.
"Dokter Wang saya baik-baik saja, sampai terimakasih banyak pada Tuan besar untuk saya....."Pria tua itu mengangguk lega mendengarnya.
Dan mengatakan hal yg diminta Tuan Luo katakan." .....Sebenarnya dia ingin kamu ikut dengannya,karena takut kamu hidup dengan buruk disini...tapi melihat kamu sekarang saya yakin Tuan Luo akan merasa lega...."
"Saya hidup dengan baik,Toko juga berjalan dengan baik jadi tak perlu kwatir....benar saya dengar Nona muda akan menikah?" Hwang Zin mendengar ini dari para pedagang yg membeli ditokonya Sore tadi.
"Dia akan menikah dengan keluarga Zhao..." Jawab Dokter Wang ringan.Dia tertegun."Keluarga Zhao?apa itu Tuan muda Zhao Yun?"
"Tidak itu kakak tertuanya...kenapa?"tanyanya heran.
Hwang zin berkedip."... Tuan muda Zhao Yun adalah pelanggan tetap disini,hari ini dia memborong semua makanan untuk menyambut tamu ..."
"Benar hari ini keluarga Zhao akan pergi ke rumah Tuan Luo,jadi pasti itu alasannya......"Dokter Wang mengangguk.
Ke tiganya mengobrol beberapa waktu sebelum berpamitan pergi.