NovelToon NovelToon
Pendekar API Dan ES

Pendekar API Dan ES

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Terlahir dengan dua elemen sekaligus, Yan Bingchen justru harus menanggung kutukan yang membuatnya kesulitan mengendalikan kekuatannya sendiri.

Dianggap berbahaya bahkan oleh keluarganya, ia tumbuh dalam kesepian dan penolakan sejak kecil.

Namun, ketika kesedihan dan amarahnya mencapai puncak, Yan Bingchen memilih meninggalkan klannya. Pada saat itulah, kekuatan sejatinya akhirnya bangkit sepenuhnya.

Kini, di dunia yang memandangnya sebagai ancaman, mampukah ia membuktikan bahwa dirinya bukanlah bencana … melainkan calon yang akan berdiri di puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Melanjutkan perjalanan

Matahari pagi di Federasi LIN hampir tak mampu menembus kanopi yang luar biasa padat, namun bagi Yan Bingchen, cahaya redup itu sudah cukup untuk menerangi keputusannya.

Selama berbulan-bulan di bawah bimbingan Tetua Lin Mu dan Lin Yue, kekuatannya telah mengkristal dengan sempurna.

Namun, semakin ia kuat, semakin ia menyadari bahwa aura "Penyatuan Dua Kutub" miliknya kini berdenyut seperti suar di tengah kegelapan, mengundang pemangsa dari Benua Binghuo.

​Ia berdiri di tepi balkon pohon, menatap hamparan hijau yang telah memberinya kedamaian sementara.

​"Mo Ran, sepertinya kita harus pergi secepatnya dari tempat ini," ujar Yan Bingchen tanpa menoleh.

​Mo Ran, yang sedang asyik tiduran telentang di atas punggung bulu Si Hitam yang empuk sambil mengunyah buah hutan yang manis, hanya mendongak malas. "Ke mana pun kau pergi, aku ikut saja, Kak. Lagipula, makanan di sini mulai membosankan," sahutnya enteng.

​Tiba-tiba, entah karena bosan dijadikan bantal atau memang ingin menjahili Mo Ran, Si Hitam mendadak berdiri dan melompat ke dahan yang lebih tinggi.

​WHOSH!

​"WA—AAAAKH!"

​DUGH!

​Mo Ran jatuh tersungkur, wajahnya mendarat lebih dulu di lantai kayu yang berlumut. Buah di tangannya menggelinding jauh ke bawah jurang.

​"Kalau begitu, ayo kita berpamitan dengan Tetua," ujar Yan Bingchen, mulai berjalan tenang tanpa memperpedulikan keributan di belakangnya.

​"Dasar anjing! Kau punya dendam apa kepadaku, hah?!" teriak Mo Ran sambil bangkit dan menunjuk-nunjuk hidung Si Hitam.

​GRRRR ...

​Si Hitam hanya mendengus meremehkan, mengibaskan ekornya yang besar tepat ke wajah Mo Ran sebelum berjalan angkuh menyusul Yan Bingchen.

Mo Ran yang meradang terus mengomel, menciptakan kontras lucu dengan ketenangan hutan di sekitar mereka.

"Dasar anjing menyebalkan."

​Di bawah Pohon Leluhur, Tetua Lin Mu sudah menunggu bersama Lin Yue. Suasana mendadak menjadi melankolis.

Lin Yue berdiri sedikit di belakang, wajahnya yang biasanya dingin kini tampak pucat, matanya yang sewarna daun berguguran itu tak mampu menatap Yan Bingchen terlalu lama.

​"Aku sudah menduga hari ini akan datang," ujar Tetua Lin Mu, suaranya berat penuh wibawa. "Burung elang tidak akan pernah bisa tumbuh besar jika terus berada di bawah naungan pohon rimbun."

​Sang Tetua menyerahkan sebuah gulungan kuno yang dibungkus kain sutra hitam. "Ini adalah Teknik Langkah Bayangan Naga. Ini akan membantumu menyembunyikan auramu saat bergerak. Dan pergilah ke arah Timur, menuju Ordo Long. Di sana kau pasti dapat belajar lebih banyak."

​Yan Bingchen menerima gulungan itu dan membungkuk dalam. "Hamba tidak akan pernah melupakan kebaikan Federasi LIN."

​Ia kemudian melirik Lin Yue. Gadis itu maju satu langkah, bibirnya bergetar seolah ingin mengatakan sesuatu, namun yang keluar hanyalah suara pelan, "Jangan mati, Yan Bingchen. Jika kau terluka ... kembalilah ke sini."

​Yan Bingchen hanya mengangguk singkat. Baginya, komitmen pada kekuatan lebih utama daripada asmara, namun ia menghargai ketulusan gadis itu dengan sebuah tatapan hormat yang dalam.

​Saat mereka mulai melangkah menuju gerbang batas hutan, seorang gadis muda klan LIN—yang sering membawakan buah untuk Mo Ran—berlari menghampiri dengan nafas tersengal.

​"Tunggu! Mo Ran!" teriaknya.

​Mo Ran berhenti, bingung. "Eh? Ada apa, Nona?"

​Tanpa aba-aba, gadis itu menarik kerah baju Mo Ran dan mendaratkan sebuah ciuman cepat di pipinya. "Terima kasih sudah menghiburku selama ini! Jangan lupakan aku!" Gadis itu kemudian lari sambil menutupi wajahnya yang merah padam.

​Mo Ran mematung. Wajahnya perlahan berubah menjadi warna tomat matang. "A-apa ... barusan itu ..."

​GRRRR-HAPH!

​Si Hitam, yang entah mengapa terlihat sangat kesal atau mungkin cemburu karena diabaikan, mendadak menggigit kerah belakang baju Mo Ran dengan rahangnya yang kuat.

Tanpa ampun, ia menyeret tubuh Mo Ran yang masih melongo itu di atas tanah, menjauh dari gerbang desa.

​"Woy! Hitam! Lepaskan! Aku sedang dalam momen romantis, bodoh! Kau merusak segalanya! Lepaaas!"

​Yan Bingchen hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan dua sahabatnya itu. Ia menatap ke langit timur, ke arah Ordo Long. Langkah kakinya kini lebih mantap, membawa beban masa lalu dan harapan baru di atas bahunya.

1
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
Ibad Moulay
Lanjutkan. 🔥🔥🔥
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor
Ibad Moulay
Uraa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Abil Amar
iy in kyk dicerita dlegenda pendekar sabit yan bingchen bntu shan luo wktu mau dbnuh ayahny mau rebut kristal leluhurny yg dbnuh yan bingchen ayahnya shan feng
Abil Amar
emmmmmm kyk pernah dengar y klu g slah ceritanya ad dbgian menolong shan luo dlegenda pendekar sabit
Arken: satu Dunia
total 1 replies
Ibad Moulay
Merah
Ibad Moulay
Langit
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Surianto Tiwoel
bantai abis,, mantap Ferguso
Marsahhayati
justru yg tidak waras adalah orang yg apa adanya.,👍
Ibad Moulay
Pedang Darah
Ibad Moulay
Sekte
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!