NovelToon NovelToon
ReyLin

ReyLin

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Teen / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Luh Sumartini

REMINDER !! ADA Beberapa Adegan D3w4s4



Rendy dan Linda

Dua manusia yang bersatu atas dasar perjodohan. Tidak ada yang tahu cerita itu, bahkan sampai mereka tidak jadi menikah pun ceritanya di tutup rapat.

tapi kilat putih dimalam itu membawa cerita yang berbeda -----


#mohon maaf masih pemula 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Sumartini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Linda Mencintainya

Rendy menarik dark smirk saat irish caramel wanitanya melihat kearah lain, wanita itu mengigit sendiri bibirnya agar suara merdu itu tidak lolos begitu saja.

"Jangan menahannya Linda. Aku sangat suka mendengar suara kamu." ucap Rendy menarik turun bibir bawah Linda dan memasukkan jarinya ke mulut wanita itu. "Ah sial. Kamu cantik sekali sayang." sambung Rendy lagi bergerak lebih dalam dan lebih cepat.

"Rendy.. Pelan - pelan.." lenguh Linda meremas kuat jari jemarinya yang bertautan dengan jari Rendy.

"Aku mencintaimu Linda. Hanya kamu. Maaf jika aku gak bisa lepasin kamu sampai kapan pun." ucap Rendy menatap dalam penuh cinta kearah irish caramel wanitanya.

"Rendy ada apa? Aku gak akan kemana pun." kata Linda membalas tatapan Rendy yang berada di atasnya.

Rendy membalik tubuh Linda. Memposisikan Linda tengkurap. Hal ini karena wajah Rendy sangat panas hingga merona merah. Dia malu di tatap dalam seperti itu oleh Linda.

"Rendy?" teriak Linda terkejut. Ia menoleh ke belakang dan bibirnya disambar kembali oleh Rendy. Melumat penuh cinta dan dalam mengabsen setiap gigi yang ada di dalamnya.

Rendy menatap wajah terengah - engah Linda. Saliva terjatuh dari sudut bibir wanita itu, mata yang sayu, peluh yang menempel membuat tubuhnya terlihat lebih berkilau. Sial ! Aku bisa gila Linda !

"Linda.." panggil Rendy dengan suara serak.

"Ya?"

"Apa kamu lelah?" tanya Rendy.

"Kalau aku bilang iya. Apa kamu akan berhenti?" tanya Linda balik.

Rendy menarik sudut bibirnya, "Tidak akan." jawaban singkat yang Linda sudah tahu dari sejak awal.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Sayang. Makanlah lebih banyak. Jangan sungkan." kata Viona mengambil beberapa lauk dan menumpuk di piring Linda.

"Sudah tante, ini terlalu banyak." ucap Linda menelan ludah menatap porsi makanan yang menjadi lebih banyak di piringnya.

"Siapa yang kamu panggil Tante?" tanya Viona dengan alis berkerut.

"Ah.. Maksudnya I..Ibu.." jawab Linda pelan, setengah malu.

Viona tersenyum lebar. "Oh menantuku sayang. Panggil Ibu ya nak. Jangan panggil tante ya sayang. Aku akan menjadi Ibu untuk kamu." kata Viona tersenyum lembut menatap calon menantunya, Linda Angkasa.

"Terimakasih Ibu." jawab Linda dengan wajah tersenyum.

Rendy ikut tersenyum melihatnya, dulu saat menikahi Diana. Ibunya tidak seramah ini. Tidak pernah menarik senyuman barang sedikit saja untuk Diana. Karena Viona tahu kelicikan Diana jadi dia sejak awal tidak merestui pernikahannya. Berulang kali Viona protes kepada suaminya Dion Chandra, namun Ayahnya tidak bisa banyak membantu.

Tapi sekarang Viona sangat senang, bahkan dia selalu menyuruh Rendy membawa Linda kerumah. Karena saat mengobrol atau pergi berbelanja dengan Linda adalah hal yang membuat Viona sangat senang karena ia seperti memiliki seorang anak perempuan.

"Bagaimana kabar Vito, Linda?" tanya Dion bersuara.

"Ayah sangat sibuk akhir - akhir ini Paman-"

"Paman? Kamu panggil istri saya Ibu dan kamu panggil saya Paman?" tanya Dion dengan nada tidak terima.

"Hahahaha." Jean Chandra tertawa mendengar protes Ayahnya. "Linda. Panggil saja Ayah Mertua." sambungnya.

"Mana mungkin..." jawab Linda merona merah.

"Kak. Jangan godain Linda lagi." protes Rendy menepuk kepala Linda.

"Iya. Iya. Padahal Linda sangat lucu ya. Kamu masih cantik seperti dulu." ujar Jean menarik senyuman di wajah tampannya.

Linda kembali bersemu merah yang sudah pasti membuat Rendy menjadi kesal.

"Kak. Kamu cari cewek lain aja. Jangan godain tunangan adik sendiri." keluh Rendy kesal. Meski Jean adalah Kakak kandungnya tapi wajah merona merah itu hanya bisa untuk Rendy.

"Kak. Jangan buat Kak Rendy kesal lagi." sahut Devan Chandra yang berada di tengah - tengah mereka berdua.

"Oh Adik Bontotku sayang. Kamu juga tampan kok." ucap Jean menangkup pipi Devan.

Devan menghentakkan tangan Jean yang menyentuhnya. "Kak ! Cari pacar sana !. Jangan sentuh - sentuh aku. Kak Rendy ayo tukar kursi." ucap Devan menatap Kakak Keduanya.

"Ih gak mau." jawab Rendy menatap horor kearah Jean.

"Sudahlah. Jangan ribut kalau makan. Kalian gak malu sama Linda?" kata Viona dengan tegas.

Linda hanya bisa tertawa kecil melihat kehangatan keluarga ini.

...****************...

Saat ini Rendy menemani Linda ke sebuah mall yang tidak jauh dari rumahnya mencarikan hadiah untuk adik Linda, Bagas Angkasa.

"Kapan Bagas ulang tahun?" tanya Rendy.

"Lagi dua minggu." jawab Linda singkat melihat - lihat beberapa toko yang buka di dalam mall tersebut.

"Apa yang mau kamu berikan untuk Bagas?"

Linda menghentikan langkahnya. "Sebenarnya aku belum tau. Maka dari itu aku ajak kamu, mungkin kamu bisa rekomendasikan aku sesuatu?" jawabnya menatap Rendy dengan cengengesan.

"Hahaha.. Iya ayo kita keliling dulu sayang." jawab Rendy menarik Linda agar kembali berjalan.

Setelah tiga jam menyisiri mall dan mendapatkan hadiah yang cocok, Rendy dan Linda mampir ke kedai makanan untuk mengisi ulang tenaga mereka. Mereka duduk saling berhadapan. Paras Rendy yang hampir sempurna itu menarik beberapa pasang mata betina yang sesekali mencuri pandang kearahnya.

"Rendy seharusnya kamu pakai masker yang bisa nutup sampai di bawah mata." ucap Linda dengan nada kesal saat Rendy sedang membaca menu.

"Kenapa sayang?" tanya Rendy tidak mengerti.

"Kenapa kamu sangat tampan. Aku tidak suka lirikan mata para betina itu !" keluh Linda menyatukan kedua alisnya, wajah ditekuk tidak suka.

Rendy melirik di sekitarnya, "Betina apa itu Linda?" tanya Rendy kembali, dia masih belum paham.

Linda menjadi kesal, "Sudahlah Ren. Pesan saja." katanya.

"Kamu mau apa?" tanya Rendy.

"Apa pun itu terserah." jawab Linda.

Rendy melirik pasangannya, "Linda? Kamu mau apa sayang?" tanya Rendy sekali lagi.

Linda hanya diam. Merajuk kesal. Tapi Rendy tidak paham dengan perasaan wanita yang cepat sekali berganti.

"Linda.. Kemari lah. Duduk di sebelahku." ucap Rendy menepuk kursi di sebelahnya yang kosong dan menyuruhnya duduk.

Linda menarik senyum di bibirnya, ia berpindah posisi duduk di sebelah kekasihnya. Merangkul lengan Rendy dan mulai ikut memilih menu.

Rendy tertawa dalam hati melihat tingkah Linda, dia jadi gemas dan mengecup singkat dahi wanitanya. Lucu sekali kalau dia manja begini.

"Rendy apa kamu tidak merasa risih?" tanya Linda.

Saat ini posisi Linda bersandar di bahu Rendy. Entah kenapa ia merasa ingin sekali bermanja - manja seperti ini dengan tunangannya.

"Kenapa aku harus risih?" tanya Rendy balik.

"Apa aku terlalu manja sama kamu?" tanya Linda kembali dengan nada pelan hampir tenggelam namun masih bisa di tangkap oleh pendengaran Rendy.

"Aku suka kalau kamu manja sama aku." jawab Rendy mengusap mahkota panjang Linda.

"Rendy gimana kalau Diana suka kamu?" tanya Linda dengan takut - takut.

"Kenapa kalau dia suka aku? Orang yang aku suka itu kamu bukan Diana." jawab Rendy.

Linda tersenyum tipis. "Aku juga suka kamu." ucap Linda.

"Iya. Makanya jangan coba - coba kabur dari aku." ucap Rendy.

Linda tertawa kecil, "Mana mungkin aku kabur."

1
Jro Resmiasa
terus berkarya Thor 💪💪💪🙏
Sumartini: terimakasih kak 🙏 semangat berkarya juga 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!