NovelToon NovelToon
Gelora Hati Seorang Gus Dan Gadis Mafia.

Gelora Hati Seorang Gus Dan Gadis Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Kriminal dan Bidadari
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

INSPIRASI DARI BULAN RAMADHAN.

Seorang gus bernama Ali Mahendra adalah putra kiyai kharismatik yang dipersiapkan menjadi penerus pesantren—jatuh cinta pada Nayla Malika seorang gadis yang terjebak dalam dunia Mafia karena masa lalunya yang rumit antara ibunya wanita Indonesia dan sang ayah pria Arab Saudi.

Sang Kiyai yang tahu jika Putra tunggalnya mencintai Nayla, berusaha mencarikan calon istri yang baik---anak dari Kiyai di pesantren lain.

Ning Syifa Maulida seorang anak Kiayai yang akan di nikahkan oleh Gus Ali.

Mampukah Ali dan Nayla bersama dalam perbedaan dunia sosial dan lingkungan. Atau Bagaimana Ali mengatasi masalah ini agar tak kehilangan Nayla

Cinta mereka bukan hanya tentang dua hati, tapi tentang dua dunia yang saling bertolak belakang: sajadah dan senjata, doa dan darah, dzikir dan dendam semuanya menjadi satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Jam menunjukkan pukul tiga pagi, pintu gudang berderit terbuka.

Gani sudah keluar sambil membenarkan celananya, diikuti sepuluh orang lainnya---Matanya Nayla melihat yang lain.

"Lah sepuluh orang lagi mana njirr?" tanya Nayla.

Tangan Nayla masih sibuk menghisap rokok di tangannya, menyembulkannya ke udara.

Sudah hampir sepuluh batang rokok habis, menunggu para wanita yang menodai masa kecilnya hari ini menjadi ternodai.

"Di dalam Boss lagi menggiring mereka menuju kapal," ucap salah satu bawahan.

Udara malam terasa panjang namun lebih tenang, Nayla merasa puas lantaran dendamnya terbalaskan.

"Jiwa iblis dalam diriku sudah damai sekarang," batinnya memejamkan mata.

Merasakan angin malam dari laut berhembus mengenai wajahnya, lalu menyuruh Gani masuk ke dalam mobil untuk menyetir.

Lampu dermaga memantul di permukaan air laut yang gelap.

Suasana masih di penuhi aura operasi rahasia tapi kini tanpa jeritan dan darah----hanya saja penjualan manusia.

Para wanita yang di sekap sudah di giring masuk ke dalam kapal.

Mereka semua akan di kirim ke Mexico, sementara Nayla sudah di dalam mobil sambil menghisap rokoknya.

"Gila badan mereka anyep, gampang keluar mereka!" ucap Gani sambil fokus menyetir.

Nayla hanya berdecih dengan pintu jendela mobil di buka, tangannya terus merokok.

"Tapi mulut mereka kaya gagak, pedes berisik," jawab Nayla dengan ketus.

Gani menoleh ke arah Nayla, lalu menyenggol lengannya.

"Kak udah napa? dendam lu 'kan udah terbalas," ucap Gani berusaha menghibur Nayla.

Nayla hanya menghela napas panjang, lalu kembali menghisap rokoknya.

"Gua kagak mikirin tujuh wewe gombel, gua mikirin nih dua orang tua peyot masih mau ngambil gua!" ungkap Nayla masih dengan menghisap rokoknya.

Gani hanya tertawa dengan julukan yang Nayla berikan kepada kedua orangtua biologisnya.

"Napa lu tawa? kerasukan kunti lu," ucap Nayla dengan menatap pemuda yang sudah dianggap selayaknya adik.

"Kagak Nay, lu mah masih mending cokk. Lah Gua dulu lebih parah lagi ama nyokap gua," ujar Gani.

Mendengar itu Nayla langsung menatap Gani, dan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada Gani.

"Nyokap gua Gundik, si sundel bolong!" tutur Gani.

"Iya sih Gundik emang cocok Sundel bolong, sundel 'kan artinya p*lacur!" ucap Nayla tertawa.

Diikuti Gani yang juga tertawa, entah apa yang ada di hati keduanya---seolah keduanya sangat membenci orangtua biologis mereka.

Flashback masa lalu Gani.

"Mama aku mau ikut!" ucap seorang anak laki-laki kecil memeluk ibunya.

Sang ibu yang dengan baju sexy siap untuk dugem, "awas kamu anak sial!" teriaknya membuat Gani kecil terhempas.

Ibunya segera mendekati anak laki-laki yang malang itu, menangis dan sudah terhempas.

"Rita!" teriak sang ibu memeluk anak laki-laki itu.

"Ibu sih! Aku mau gugurin anak itu malah nggak boleh!" teriak Rita yang amat tak mau Gani ada di rahimnya.

"Sekarang urus tuh anak!" tunjuknya ke hadapan wajah Gani yang sudah menangis.

Rita pergi untuk ke club, dirinya berencana mencari sugar daddy untuk dijadikan ladang penghasilannya.

Rita tak memikirkan nasib Gani, anak dari seorang om-om yang sudah meninggalkannya.

Gani yang malang lahir, dari seorang ibu---dan sang ayah tak jelas asal-usulnya.

Hanya sang nenek yang selalu mendampingi masa kecilnya.

Dulu Gani ingat selalu ikut sang nenek bekerja menjadi buruh cuci, dan saat solat zuhur Gani ikut.

Setelah Selesai sang nenek selalu membelikan makanan enak untuk Gani, bakso, soto Bogor, dan nasi padang.

Hanya semenjak sang nenek hidup----hidup Gani yang saat itu berusia lima tahun lebih bahagia dan berwarna.

Namun kejadian Naas terjadi sang nenek sakit keras yang membuatnya meninggal, sedangkan Gani hidup sendiri.

Sang ibu berangkat malam dan pulang pagi dalam keadaan mabuk, Gani bertemu Pedro Aditya saat sang ibu membawa sugar daddy ke rumah.

Aditya tertarik membawa Gani.

Gani pergi tanpa membawa pakaian hanya membawa fotonya dan sang nenek, dirinya pergi di bawa Pedro Aditya tanpa bayaran.

Beda hal dengan Yuka, Nayla, dan Raffi.

Gani pergi ke Pedro Aditya dengan pasrah akan jalan hidupnya, sungguh Gani kecil yang malang.

Di kediaman Suradinata, Gani juga di ajari banyak hal yakni membaca, berhitung, lalu menggunakan senjata.

Gani tak tahu lagi kabar mengenai sang ibu, meski Gani amat merindukan ibunya---Tapi kali ini Gani sudah lupa akan wajah ibunya.

Rita.

Rita sama sekali tak tahu keberadaan Gani, bahkan wanita itu tak mencarinya.

Hati seorang ibu sudah benar-benar hilang, Gani hanya mendengar kabar dari Pedro saat usia 15 tahun.

Waktu itu Gani sudah berteman dengan Yuka dan Nayla.

Jika sang ibu---Rita sudah menikah sirih dengan seorang pria, Rita menjadi perusak rumah tangga orang lain.

Hanya demi uang---Rita rela merusak rumah tangga orang lain.

Gani sudah tak mau peduli dengan ibu biologisnya, sekarang fokus utamanya membangun bisnis perhotelan dan Diskotik.

Hal yang menjadi tujuan utama hidupnya.

Gani memejamkan matanya mengingat masa lalunya, dirinya jika ditanya mau menerima ibunya lagi atau tidak.

Maka, jawabannya sama seperti Nayla---membenci bahkan tak menganggapnya orangtua, terlepas dari yang melahirkannya atau tidak.

Gani juga kadang sehabis pulang bekerja sering ke makam sang nenek memberikan bunga, melihat sang ibu berkunjung bersama adik perempuannya.

Pemuda itu memilih tak bertegur sapa dengan ibunya, meski sudah di panggil oleh Rita.

Tapi Gani menjadi tak peduli, karena baginya dirinya tak memiliki seorang ibu.

Kembali ke masa sekarang.

Nayla menghisap rokoknya, dirinya menatap ke depan.

"Lu kagak mau balas dendam gitu ama tante atau om lu yang sok suci?" tanya Nayla menghisap rokoknya.

Gani tersenyum, "selagi meraka kagak nyenggol gua lagi, gua kagak peduli."

Nayla hanya tersenyum sambil menyembulkan asap dari mulutnya.

Nayla dan Gani sangat akrab keduanya seperti kakak dan adik, baginya mereka hanya kerja sama tak ada perasaan Cinta.

"Gani, kalo lu bantu gua bangun bisnis gua di desa Ratna Maharani, gua akan kasih hadiah buat lu."

Gani menatap kakak angkatnya lalu tersenyum.

"Serius lu kak?" tanya Gani.

"Dua rius," jawab Nayla.

Mobil melesat di tengah kegelapan malam, mereka akan menjalankan satu lagi misi---untuk menancapkan bisnis.

Mereka harus menumpahkan darah sekali lagi.

*

*

*

1
Dayang Rindu
Hay kak, karya baru? 🔥
Dayang Rindu: sama aja, 😁
total 2 replies
Muhammad Isha
iklan buat mu
Putri Sabina: makasih udah mampir Kak
total 1 replies
Muhammad Isha
jangan lupa mampir
knovitriana
cerita yang menarik
knovitriana: iklan buat mu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!