NovelToon NovelToon
Bayang Rembulan

Bayang Rembulan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:792
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

Di tengah kekacauan lima klan bela diri yang saling berebut pengaruh dan rahasia kuno, lahirlah sebuah organisasi bernama bayangan kegelapan. Mereka adalah sekelompok pembunuh bayaran yang dilatih untuk menjadi mesin kematian tanpa emosi, sering kali ditugaskan untuk menghabisi para petinggi klan yang dianggap mengganggu keseimbangan atau menyimpan kekuatan terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 - JEJAK KIMIA YANG TERCEMAR

Wajah Arkhon yang tadinya penuh kesombongan kini berubah menjadi topeng ketakutan yang pucat. Ia melihat dua klon mahakaryanya hancur menjadi serpihan daging dan es hitam hanya dalam hitungan detik. Kaelan berdiri di tengah ruangan, uap hitam keluar dari pori-pori kulitnya, matanya merah menyala seperti bara di tengah badai salju.

"K-kau... kau melampaui perhitungan! Itu tidak mungkin!" Arkhon berteriak sambil mundur ke arah meja kontrol utama.

Kaelan melesat maju, belati hitamnya menebas udara, namun tepat sebelum ujung logam itu menyentuh leher Arkhon, sang dokter menekan sebuah tuas darurat yang tersembunyi di bawah lantai.

"Protokol Pembersihan: Aktifkan!"

Seketika, dinding di belakang Arkhon terbuka, menelan tubuh pria itu ke dalam lubang gelap. Pada saat yang sama, deretan tabung kimia di langit-langit laboratorium pecah, menumpahkan cairan asam berwarna ungu yang sangat korosif. Cairan itu mulai melumerkan lantai logam dan mengeluarkan gas saraf yang mematikan.

Kaelan terpaksa melompat mundur untuk menghindari percikan asam. "Rian! Elara! Keluar sekarang!"

Elara mencengkeram peti perak berisi sari rembulan, sementara Kaelan menyambar kerah baju Rian dan menggunakan Sutra Rembulan untuk berayun menuju lubang ventilasi atas. Di bawah mereka, laboratorium mulai meledak secara berantai, menghancurkan semua bukti eksperimen manusia yang mengerikan itu.

Mereka berhasil keluar ke lereng bukit tepat saat bagian tengah gedung bunga hitam itu runtuh ke dalam tanah. Kepulan asap ungu membumbung tinggi ke langit malam.

"Dia lolos..." Elara jatuh terduduk, napasnya tersengal-sengal. Ia menatap peti di tangannya dengan tatapan kosong. "Dan ini... ini bukan penawar. Aku gagal, Kaelan."

Kaelan menatap reruntuhan yang terbakar. Indra Domain Kesunyian miliknya menangkap getaran mesin yang menjauh di bawah tanah. "Dia tidak lolos begitu saja. Aku sempat menempelkan seutas Benang Perajut Jiwa di jubahnya. Benang itu dialiri Qi Embun Berbisa. Selama dia bernapas, aku bisa merasakannya."

Kaelan mendekati Elara dan mengambil peti perak itu. Ia membukanya, menatap cairan berpendar di dalamnya. Dengan insting tajamnya, Kaelan mengalirkan sedikit energinya ke dalam cairan tersebut. Cairan itu seketika berubah warna dari hijau menjadi biru bening yang suci.

"Arkhon berbohong," ucap Kaelan. "Cairan ini memang katalis mutasi bagi mereka yang memiliki benih tanaman di tubuhnya. Tapi bagi manusia biasa yang terkena racun saraf, ini adalah penetral yang paling kuat jika dimurnikan dengan Qi es. Arkhon hanya tidak ingin siapa pun memiliki obatnya."

Kaelan memberikan kembali peti itu kepada Elara. "Bawa ini pada adikmu. Murnikan dengan merendamnya dalam es selama satu malam sebelum diminum."

Elara menatap Kaelan dengan mata berkaca-kaca. "Kenapa kau membantuku? Kau adalah seorang pembunuh."

"Karena aku tahu rasanya tidak memiliki pilihan," jawab Kaelan dingin. Ia berbalik, menatap ke arah selatan, ke arah getaran Arkhon yang semakin menjauh. "Pergilah. Rian akan ikut denganmu untuk sementara. Dia terlalu lemah untuk perburuan ini."

"Kaelan, kau mau ke mana?" Rian memegang lengan Kaelan, matanya penuh kekhawatiran.

"Arkhon menuju markas pusat Aliansi Langit Merah," Kaelan melepaskan pegangan Rian dengan lembut namun tegas. "Aku akan mencabut akarnya sampai tidak ada lagi yang tersisa. Ini bukan lagi tentang bertahan hidup. Ini tentang pembalasan."

Kaelan menghilang ke dalam kegelapan hutan dengan kecepatan yang luar biasa, meninggalkan Rian dan Elara di bawah cahaya bulan purnama. Ia bukan lagi sekadar pelarian; ia adalah badai yang sedang menuju jantung kekuasaan.

Di kejauhan, Arkhon yang sedang berada di dalam kereta bawah tanah rahasia mulai terbatuk darah hitam. Ia meraba lehernya, merasakan seutas benang tipis yang hampir tak terlihat sedang perlahan-lahan mencekik detak jantungnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!