NovelToon NovelToon
Luka Rembulan

Luka Rembulan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Keluarga / Kutukan
Popularitas:347
Nilai: 5
Nama Author: Yikkii

Chandra Baswara lahir pada malam yang indah di bawah cahaya rembulan, tetapi kebahagiaan itu retak sejak awal ketika ayahnya menolak dirinya hanya karena tanda lahir besar di wajahnya. Sejak kecil Chandra tumbuh dengan kasih sayang ibunya, namun dunia di sekitarnya tidak selalu sebaik itu. Tatapan aneh, bisikan, dan ejekan membuatnya terbiasa menyendiri dan perlahan menutup hatinya dari orang lain. Baginya, hidup sendiri terasa lebih aman daripada harus kembali merasakan penolakan. Namun semuanya mulai berubah ketika seseorang hadir tanpa memandang kekurangannya, sementara sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan keluarganya perlahan terungkap. Di tengah luka, penerimaan, dan pencarian jati diri, Chandra harus belajar memahami bahwa manusia tidak selalu sekejam yang ia bayangkan, dan bahwa nilai dirinya jauh lebih besar daripada apa yang terlihat di wajahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yikkii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB VII—GERHANA SEBAGIAN

Chandra berlari munuju kelas. Langkah cepatnya terhenti saat berada di depan pintu ruangan kelasnya. Suara dalam kelas terdengar hening hanya suaar penjelasan sang guru yang terdengar dari luar.

“Hah…hah…hah…hari yang buruk…bagaimana ini apa masuk saja ya tapi…ah sudahlah masuk saja” Ujarnya dengan keringat yang bercucuran di seluruh tubuhnya

“Assalamualaikum….maaf Pak….emm…maaf pak saya terlambat” Salamnya kepada guru

Kedatangan Chandra membuat mata seisi kelas hanya tertuju padanya. Sebagian mulut mereka menyeringai kegirangan atas keterlambatan Chandra sebagian lagi memilih untuk diam.

“Loh….Hebat sekali…jam berapa ini, sungguh teladan ya kamu” Sindir guru.

“Mohon maaf Pak”

“Okey lain kali jika telat gausah masuk ke dalam kelas berlaku saat Bapak yang mengajar, jika memaksa ingin ikut pembelajaran liat saja dari jendela…Ini berlaku untuk kalian semua. Paham?” Peringat sang guru

“Baik Pak”

“Ya sudah duduk sana.”

Chandra mengangguk lalu berjalan ke arah bangkunya, na’asnya ia melewati anak kelas yang paling suka membuli yaitu Fino Argasta. Remaja kaya yang problematik. Setiap ada dia pemasalahan akan membututi di belakangnya.

Saat Chandra berjalan menuju bangkunya, Fino sengaja memasangkan kakinya untuk menjegal Chandra.

Chandra terjatuh dan jidatnya menatap ujung meja yang runcing hingga tengkurap di ubin kelas.

BRUAK

“AHRG….”

Seisi Kelas menertawakannya kecuali Arka, Raka dan sang guru. Mereka tertawa seolah itu hal lucu. Posisi Chandra masih dengan keadaan tengkurap di atas lantai.

“Woi…sudah telat malah ingin tiduran di lantai kelas” Ujar Fino

Suara tawa renyah dalam kelas

“Hei apa yang kalian semua tertawakan?.”

Arka segera menghampiri Chandra yang posisinya masih tengkurap kesakitan.

“Chand kamu ga papa?” Tanyanya.

Chandra memalingkan badannya, darah menetes dari kepala maupun hidungnya.

Arka tersentak “Loh…Chand kepala sama hidungmu berdarah…ayo aku bantu ke UKS.”

Tawa kelas reda atas perkataan Arka.

“Gausah” Jawab Chandra.

“Huh….dasar sok kuat” Timpal sinis Fino.

Pak guru segera menghampiri ke arah Chandra “Loh….Cepet bawa ke UKS.”

Arka menuntun Chandra untuk berdiri dan berjalan “Ayo aku antar ke UKS.”

Mereka berdua menuju ke UKS dengan pelan. Fino dan lainnya masih cekikikan tanpa rasa malu sedikitpun kecuali dengan Raka yang hanya diam di bangkunya. Pelajaran pun berjalan kembali. Setelah mengantar Chandra, Arka pun kembali mengikuti pembelajaran.

Kembali pada Chandra, sesampai di UKS ia langsung di tangani oleh pihak dari UKS. Kabar baiknya kepala Chandra tak perlu di jahit hanya saja kepalanya terasa nyeri dan pusing, selain itu hidungnya pun terasa pengar karena juga ikut terkena benturan dari lantai.

Jam istirahat pertama telah datang, Arka pergi untuk mengunjungi Chandra yang masih terbaring di ranjang.

“Chand bagaimana keadaanmu?” Tanyanya dengan pelan.

“Sudah aman kog”

“Yakin kamu?”

“Ya”

Arka menghela nafas lega “Syukurlah, kog bisa sih kamu terjatuh.”

“Biarlah, sudah lewat juga” Sangkal Chandra.

“Apa kamu di jegal?” Tanya Arka menyelidiki.

“Kalaupun iya biarin saja”

“Kamu ini…yawis lah kamu sendiri sudah ga peduli”

Diantara pembicaraan mereka terdengar suara anak perempuan merintih kesakitan di balik gorden. Suaranya merintih kecil, membuat Arka mati penasaran.

“Siapa?” Tanyanya ke Chandra.

Chandra menggeleng tak tahu karena sebelumnya ia tertidur pulas.

Arka langsung saja mengintip tanpa basa-basi dengan cara membuka gorden sedikit demi sedikit.

“Loh…dek”

Anak perempuan itu menoleh “Hm…kak kog di sini?” Jawabnya lirih menahan sakit.

“Kakak…jenguk teman, kamu sendiri kenapa?” Jawab dan tanyanya sambil menghampiri gadis itu.

“Asam lambungku kumat kak dari pagi tidur disini.”

“Yaelah bohong…mau bolos kelas saja pakai pura-pura segala”. Leder Arka sesuai dengan muka sinisnya yang di buat-buat.

“Terserah…pergi saja kalau begitu dari sini, ketimbang berisik malah buat perutku tambah sakit.”

“Yayaya….aku beli makanan untukmu.”

Gadis itu menghiraukankan Arka dan tetap merintih sedangkan Arka segera pergi untuk mencari makanan dan minuman.

Tak ada delapan menit dia kembali lagi dan menyerahkan makanan dan minuman untuk gadis itu dan ia langsung girang setelah makanan itu datang yang padahal sebelumnya ia tak meperdulikan Arka. Gadis tersebut makan dengan lahap, dengan mulut yang full dia bertanya.

“Lalau yuang ithu ponya sioapa?” Tanyanya sambil mulut yang penuh dengan makanan.

“Ini? untuk teman kakak, tuh” Ujar Arka sambil membuka tirai menunjukkan Chandra sedang duduk di ranjangnya yang wajahnya terkena sedikit cahaya matahari.

Gadis itu terpaku, seolah sedang menikmati pemandangan yang menakjubkan. Setelah itu gadis tersebut melambai kecil ke Arka menyuruhnya untuk mendekat.

“Kak….temenmu ganteng banget, kenalin ke aku dong” Bisik dengan pelan hingga semut mungkin tak dapat mendengar.

Arka geleng-geleng lalu mendorong kepala gadis itu menggunakan jarinya “Kamu itu cantik tapi genit dan gak punya etika makan, benerin dulu tuh cara makanmu baru suka cowok.”

“Yaelah gitu banget….hehm.”

Arka meninggalkan gadis tersebut lalu menghampiri Chandra dan memberi makanan yang dia bawa tadi untuknya.

“Ini Chand makan dan ini juga minumannya.”

“Gausah”

Arka langsung meraih tangan Chandra untuk menerima makanan dan minuman tersebut.

“Makan gih”

“Yawis makasih”

Chandra lantas memakannya dengan lahap, disela menyantap makanan itu dia merasa sedang di intai seseorang dan yang benar saja gadis di belakang tirai itu ternyata sedang mengintip Chandra dari ranjang sebelah dengan membuka sedikit tirai.

“Itu siapa?” Tanya Chandra sambil menunjuk ke arah tirai sebelah

Arka merespon dan melihat ke arah tirai dan satu kelopak mata gadis itu telihat.

Arka menepuk jidatnya sendiri. “Ya ampun… Weninggg.”

Gadis tersebut segera menutup gorden yang terbuka sedikit dan berpura-pura untuk tiduran.

“Itu adik sepupuku Chand, hiraukan saja” Ucap Arka pasrah

Chandra mengangguk dua kali lalu tetap melanjukan santapannya.

Jam istirahat telah usai. Arka segera berpamitan dengan Arka maupun ke adik sepupunya.

“Oh ya Chand kamu disini aja sampe pulang nanti aku izinin ke guru setiap mata pelajaran hari ini, aman saja.”

“Gausah Istirahat kedua aku nanti balik.”

“Oh yaudah Chand, aku duluan ya.”

Ruangan UKS kembali sunyi, begitu pula dengan rintihan lirih dari gadis yang berada di balik gorden tersebut. Hanya suara-suara dari luar yang terdengar dan Chandra pun kembali tertidur untuk menghilangkan rasa sakit di kepalanya.

Jam istirahat telah kembali di siang hari, begitupula dengan Chandra yang memutuskan untuk kembali ke kelasnya kembali. Rasa sakit di kepalanya masih belum juga sirna meskipun begitu ia memaksakan diri untuk tetap kembali ke kelas. Ia berjalan dengan langkah demi langkah. Saat langkah Chandra berada di lorong-lorong sekolah, entah sesial apa hidupnya di hari ini harus bertemu langsung dengan Fino, Raka dan komplotannya. Ia tak menghiraukan mereka, hanya langkah pelan yang menuntunnya.

“Weh…cocok juga tuh plester di kepalamu” Sindir Fino

Chandra hanya diam sejenak lalu tetap melanjutkan langkah kakinya. Fino mengeraskan rahangnya hingga membuatnya meraih kerah belakang Chandra dan menariknya.

“Bentar gue lihat dulu muka lu”

“Hmmm...kayanya ada yang kurang, hmmm…yayaya aku tahu…kayanya gumpalan hitam ini harusnya ikut di plester juga ga sih?” Ejek Fino sambil menyentuh tanda lahir Chandra menggunakan dari jemarinya dengan nada yang semakin meninggi “BIAR GUA GA JIJIK LIHATNYA.”

Chandra tak mau ambil resiko dia tetap terdiam seperti patung. Hal ini malah membuat Fino semakin menjadi-jadi.

“Gue sebenarnya enggan bilang ini, tapi tahu ga sih?” Menghela nafas sejenak “Sebenarnya lo tuh tampan tapi dengan adanya si hitam ini, ketampanan lo tuh jadi menjijikan bangettt” Ejeknya lagi dengan tetap menunjuk dengan jemari ke tanda lahir Chandra.

Chandra tetap diam dan tetap ingin melangkahkan kembali menuju kelas akan tetapi kerah belakangnya masih di tarik oleh tangan Fino yang satunya.

“Kenapa lo kagak terima hah?.”

“Diem aja lu bisu ya?.”

“Udah menjijikan punya itu sekarang malah kepingin jadi bisu juga ya?”

Sungguh Chandra hanya diam ta mengatakan satu katapun. Dia membiarkan dirinya direndah serendah mungkin dengan ejekan, hinaan dan tawa yang menyayat.

“Chandra Chandra…gua kasian sama lo yang punya beginian di muka, tapi gua pikir-pikir lagi arti namamu itu Bulan kan? Kalau memang iya berarti lo tuh kaya bulan yang terkena gerhana. Eh bentar deh…bulan sendirikan ga rata, Banyak lubang-lubang di permukaannya, nah itu mengartikan muka lo ini hahaha.”

“Hahaha…” Tawa antek-antek Fino.

“Makanya namamu tuh jangan Chandra makanya muka lo jadi kek gini, orang bodoh mana yang memberi nama itu. Jadi deh manusia dengan wajah kaya gini, bikin…JIJIK” Hina fino tanpa perasaan.

Untuk ucapan kali ini, Chandra melototkan matanya seakan ingin melepaskan matanya sendiri, lalu dia mendorong badan Fino dengan keras “ASU.”

BRUKKK

1
Roar22
jarang banget sih genre kayak gini, semangat-semangat aja thor/Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!