(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~17.
...🔥🔥🔥🔥...
...Setelah semuanya selesai, mereka pun bubar. Tristan segera membawa kanton buah yang sejak tadi di tangannya menuju dapur, dan tanpa ia ketahui Emily menyusul dirinya dari belakang secara diam-diam berdiri diambang pintu dapur menatapnya dari kaki hingga kepala....
"Alexa si janda itu beruntung sekali, ia mendapatkan pria yang tak hanya tampan dan memiliki tubuh super hot, tapi perhatian juga. Aaahhh... aku menginginkannya," batin Emily membuka kancing kemejanya sambil tersenyum penuh arti, berjalan pelang mendekati Tristan yang sedang mengupas buah.
"Kak," tegur Emily tersenyum manis mendongak menatap Tristan."Tidak di sangka ya, ternyata Kakak adalah putra pertama Tuan Josep. Itu artinya nanti Kakak akan menjadi Kakak iparku," kata Emily mengulurkan tangannya hendak menyentuh lengan Tristan yang sedang sibuk mengupas buah.
Prang!
...Emily terkejut segera menarik kembali tangannya dengan panik, saat Tristan dengan kasar menancapkan pisau di tangannya dengan kekuatan penuh mengenai papan iris kayu hingga terbelah menjadi dua bagian....
"Dengarkan aku baik-baik," tekan Tristan menatap Emily."Aku bukan Stevan yang bisa masuk ke dalam trik murahan mu itu dengan gampang. Dan jika sekali lagi kau mencoba menyentuhku, akan kupastikan, kali ini tangan dan lengan mu yang akan terlepas," ancam Tristan kembali meraih pisau melanjutkan mengupas buah-buah itu.
"Wow...! Aku suka, sangat suka." Emily mengigit bibir bawanya penuh gairah menatap Tristan."Dingin, tak tersentuh dan garang, itu adalah tipeku," batin Emily semakin menjadi-jadi.
"Kenapa? Kau masih tidak mau pergi? Apa kau ingin aku mencongkel kedua bola mata mesum itu? Dasar menjijikan," sela Tristan mulai tak nyaman dengan tatapan Emily yang membuat sisi psikopatnya seketika meronta.
"Maaf Kakak ipar. Baik, saya akan pergi."
...Emily segera pergi dari sana. Sesekali ia menoleh kebelakang sambil tersenyum nakal mengigit bibirnya menatap Tristan. Hal membuat Tristan kesal mencengkram erat pisau dapur yang ada di tangannya hingga urat-urat di lengannya menonjol....
"Tenang Tristan. Jangan gegabah, masih banyak hal yang harus diselesaikan," gumam Tristan menarik nafas dalam-dalam, lalu membuangnya secara perlahan.
...Ini bukan pertama kalinya Tristan digoda oleh wanita seperti Emily. Bahkan ada yang nekat memasukan obat perangsang kedalam minumannya. Tetapi setelah itu, nasib wanita itu berakhir dengan tragis sebelum menghilang bak hilang ditelan bumi, membuat semua polisi bingung bercampur frustasi mengatasi kasusnya....
...Semua itu berkat Elian yang pintar bermain obat kimia, dimana ia berhasil menciptakan kanton mayat yang mengandung bahan kimia keras yang bisa membuat tubuh para korban mereka lenyap begitu saja saat dimasukan ke dalam....
Ceklek.
...Pintu kamar terbuka lebar. Tristan dengan hati-hati berjalan masuk membawa buah yang sudah ia potong dan tata dengan rapi menghampiri Alexa yang duduk di depan meja rias, nampak kesusahan mengoles salep di punggungnya yang terdapat banyak bekas cambuk....
"Sini, aku oleskan."
...Tristan segera menaruh piring berisi buah itu diatas meja, kemudian meraih salep dari tangan Alexa. Dengan hati-hati Tristan mengoles salep itu di setiap bekas cambuk, lalu meniupnya....
"Uhhh..." desah Alexa tanpa sadar saat nafas hangat Tristan menyentuh kulitnya.
...Mendengar itu, Tristan tersenyum nakal. Perlahan tangan yang bebas merayap kebawa, masuk ke dalam gaun tidur yang dikenakan oleh Alexa, dan mulai mengusap milik Alexa yang sudah basa dibalik balutan dalaman....
"Sayang, milikmu sudah basa," bisik Tristan serak, mencium tengkuk Alexa dengan lembut.
...Di bawa, jarinya terus bermain di bagian paling sensitive milik Alexa, membuat Alexa mencengkram lengannya dengan tubuh gemetar hebat....
"Kau suka, sayang?" tanya Tristan pelang, tapi penuh kendali.
"Uh, iya," jawab Alexa mengangguk tanpa sadar.
"Bagus." Tristan tersenyum samar memasukan dua jari ke dalam goa milik Alexa.
"Akkhhh! Kau-"
...Sebelum Alexa protes, Tristan sudah lebih dulu mendapatkan G-spot miliknya, dan mulai memainkannya dengan jari membuat Alexa seketika bungkam....
"Tristan sepertinya aku, akan-"
...Tristan menarik kedua jarinya begitu saja dari sana, membuat Alexa yang tadi hampir meledak terdiam menatapnya dengan tatapan gelisah bercampur frustasi....
"Ke-kenapa berhenti?" tanya Alexa.
"Sayang, disini aku yang memegang kendali. Jadi hanya aku yang bisa menentukan kapan kamu akan melepaskannya," jawab Tristan dengan santai menjilati kedua jarinya sambil menatap Alexa."Manis sekali."
"Apa mau mu?"
Tristan pun berhenti sejenak tersenyum smirk menatap Alexa."Aku mau kamu melakukan hal yang sama kepadaku, sayang," jawab Tristan meraih rahan Alexa, mengusapnya dengan lembut.
...Alexa mendengus kesal membuang mukanya ke samping. Dalam hati, ia sangat ingin mencakar wajah Tristan, akibat berhenti begitu saja di tengah jalan saat ia hampir mencapai puncak, di tambah bagian bawa miliknya saat ini terus berdenyut akibat ulah Tristan....
"Baiklah, kalau kau ingin bermain," batin Alexa menoleh ke arah Tristan.
...Kemudian Alexa bangkit dari duduknya, meraih celana Tristan menariknya pelang ke arahnya. Dengan gerakan lembut dan menggoda, Alexa memasukan tangannya ke dalam celana, memegang milik Tristan yang tertidur pulas hingga terbangun dan berdiri tegap....
"Yes baby... seperti itu sayang," desah Tristan mendongak kepalanya keatas menikmati sentuhan yang diberikan oleh Alexa.
"Kena kau," Pikir Alexa tersenyum penuh kemenangan mulai memainkan jari-jarinya di ujung milik Tristan.
"Aakkhhh, sayang aku-"
"Ehem, sepertinya aku harus istirahat sekarang," sela Alexa mengeluarkan tangannya begitu saja dari dalam celana milik Tristan.
"Apa?" Tristan nampak bingung menatap Alexa.
"Iya, kata dokter tadi begitu 'kan? Jadi aku harus beristirahat sekarang," ucap Alexa membersihkan tangannya mengunakan tisu basa, lalu berjalan pergi menuju kasur.
"Alexa, jangan lupa siapa yang berkuasa disini?" Tristan dibuat geram melihat tingkah Alexa.
"Iya aku tau, aku cuman budakmu. Tapi kamu juga harus tau, seorang budak pun hanya manusia biasa yang butuh istirahat untuk memulihkan diri," balas Alexa naik keatas kasur, kemudian berbaring.
"Kau-" Tristan hendak protes, tetapi saat ia melihat bekas cambuk di pundak Alexa, ia memilih mengurungkan niatnya."Sial! Aku harus bermain solo untuk menidurkan juniorku, aaakkhhh!"
...Tristan mendengus kesal berjalan pergi masuk ke dalam kamar mandi. Disana ia mulai bermain solo sambil membayangkan Alexa sebagai fantasi liarnya demi menuntaskan hasratnya....
...(Bersambung)...