NovelToon NovelToon
Simfoni Dua Deru

Simfoni Dua Deru

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Syra Aliyah Farhana, seorang gadis kota yang hidup bebas dengan deru mesin motor, mendapati dunianya jungkir balik saat dipaksa "mondok" dan dijodohkan dengan putra mahkota Pesantren Al-Fathan. Ia datang dengan jaket denim robek dan knalpot bising, siap untuk memberontak.
​Namun, ia harus berhadapan dengan Arkanza Farras Zavian, Gus muda yang berwibawa, dingin, dan tak mudah goyah oleh gertakan. Di tengah aroma kopi dan lantunan kitab kuning, Syra terjebak dalam perjanjian yang merampas fasilitas mewahnya. Di balik tembok pesantren, ia tidak hanya harus berhadapan dengan aturan yang mencekik, tapi juga rahasia hati, kecemburuan, dan masa lalu yang mengejarnya dari Jakarta.
​Ini bukan sekadar tentang perjodohan, tapi tentang perjalanan mencari arah pulang di tempat yang Syra sebut sebagai "Neraka Suci."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji di bawah langit al-fathan dan deru mesin kebebasan

Malam setelah badai fitnah mereda, Pesantren Al-Fathan seolah sedang menghela napas panjang. Suara serangga malam di perkebunan jati terdengar lebih nyaring, seakan merayakan kebenaran yang baru saja terungkap. Di koridor Dhalem, sisa-sisa ketegangan masih terasa, namun bagi Arkanza Farras Zavian, beban seberat gunung yang selama ini menghimpit pundaknya seolah menguap begitu saja saat ia menatap gadis di depannya.

Syra sedang duduk di bangku kayu panjang dekat taman, sibuk membersihkan layar laptopnya dengan ujung kaos. Rambut cokelatnya yang berantakan tertimpa cahaya lampu taman yang kekuningan, menciptakan siluet yang bagi Arkan jauh lebih indah daripada lukisan kaligrafi mana pun.

"Masih mau di situ terus, atau mau menagih janji?" suara rendah Arkan memecah lamunan Syra.

Syra mendongak, matanya berbinar nakal. "Gue pikir lo mau lanjut sujud syukur sampai subuh, Gus."

Arkan tidak menjawab dengan kata-kata. Ia merobek label "Gus" yang kaku malam itu. Ia melepas peci hitamnya, menyampirkan sarungnya di bangku, dan kini ia hanya mengenakan celana jeans hitam serta kaos dalam yang dibalut jaket kulit Black Hawk legendaris miliknya. Penampilannya benar-benar berubah; ia kembali menjadi Arkan sang penguasa aspal.

"Ayo," ajak Arkan sambil melemparkan sebuah kunci motor ke arah Syra. "Sirkuit tua di pinggir kota. Malam ini, tidak ada santri, tidak ada pengurus, hanya ada kita dan kecepatan."

Mereka menyelinap keluar lewat gerbang belakang, tempat motor BMW R25 klasik milik Arkan dan motor sport Syra sudah bersiap. Saat mesin kedua motor itu dinyalakan secara bersamaan, suara derunya membelah kesunyian desa, seolah-olah dua ekor naga sedang terbangun dari tidur panjangnya.

Mereka memacu motor menyusuri jalanan pedesaan yang berkelok-kelok. Di depan, Arkan memimpin dengan gaya berkendara yang sangat tenang namun presisi, sementara Syra mengekor di belakang, sesekali melakukan wheelie tipis hanya untuk menggoda Arkan.

Setelah tiga puluh menit berkendara, mereka sampai di sebuah kompleks olahraga tua yang sudah terbengkalai. Aspalnya sudah agak retak di beberapa bagian, namun lurus dan panjang—sempurna untuk melepas penat.

Arkan menghentikan motornya di garis yang ia buat sendiri dengan kapur. Ia membuka helm full-face-nya, menatap Syra yang baru saja berhenti di sampingnya.

"Aturannya sederhana, Syra," ucap Arkan, napasnya terlihat seperti uap tipis di udara malam yang dingin. "Tiga putaran. Kalau kamu menang, kamu boleh minta apa pun dariku. Tapi kalau aku yang menang..."

"Kalau lo yang menang apa? Mau nyuruh gue hafal Juz Amma dalam semalam?" tantang Syra sambil membuka kaca helmnya.

Arkan tersenyum miring, jenis senyum yang membuat jantung Syra berdegup lebih kencang daripada mesin motornya. "Kalau aku menang, kamu harus berjanji untuk tidak pernah lagi menanggung beban sendirian. Kamu harus membiarkan aku menjadi orang pertama yang berdiri di depanmu, apa pun masalahnya."

Syra tertegun sejenak. Syarat itu jauh lebih berat daripada menghafal kitab mana pun. Itu adalah syarat untuk menyerahkan kemandiriannya yang selama ini ia banggakan. Namun, ia melihat ketulusan di mata Arkan.

"Oke. Deal! Siap-siap makan debu, Gus!"

BRRRUUUMMM!

Balapan dimulai. Syra langsung melesat di depan, memanfaatkan bobot motor sport-nya yang lebih ringan dan aerodinamis. Ia memimpin di putaran pertama, melakukan manuver tajam di setiap tikungan dengan keberanian luar biasa. Namun, Arkan bukanlah lawan sembarangan. Ia menggunakan teknik "racing line" yang sangat rapi, menjaga momentum mesin tua BMW-nya agar tetap stabil.

Di putaran ketiga, di tikungan terakhir sebelum lintasan lurus, Arkan melakukan sesuatu yang gila. Ia mengambil sisi dalam yang sangat sempit, hampir saja menyerempet pagar pembatas, dan berhasil menyalip Syra dengan selisih hanya beberapa senti.

Mereka melewati garis finis hampir bersamaan, namun roda depan Arkan menyentuh garis lebih dulu.

Arkan mengerem motornya perlahan, memutar balik ke arah Syra yang sedang cemberut di atas motornya. Mereka turun dari motor, melepas helm, dan berdiri di tengah sirkuit yang hanya diterangi cahaya bulan purnama.

"Curang! Lo pasti udah hafal setiap retakan aspal di sini!" protes Syra, meski ia tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya.

Arkan terkekeh, ia melangkah mendekat, memangkas jarak di antara mereka. Ia memegang kedua bahu Syra, menatapnya dengan intensitas yang membuat dunia di sekitar mereka seolah menghilang.

"Aku menang, Syra. Ingat janjinya?"

Syra menunduk, memainkan ritsleting jaketnya. "Iya, iya. Gue nggak bakal sok jagoan lagi sendirian."

Arkan mengangkat dagu Syra dengan jarinya. "Bukan soal sok jagoan. Ini soal... aku tidak sanggup melihatmu terluka lagi hanya karena ingin melindungiku. Cukup malam ini saja kamu menjadi perisai digital saya. Mulai besok, biarkan saya yang menjadi bentengmu."

Syra merasakan matanya memanas. Di bawah langit Al-Fathan yang luas, ia menyadari bahwa pencariannya selama ini—pelariannya dari Jakarta, pemberontakannya pada Ayahnya—semuanya bermuara pada pria bersarung yang ternyata memiliki jiwa sebarbar dirinya ini.

"Arkan," bisik Syra. "Kenapa gue? Kenapa bukan Sabrina yang lebih pantes buat lo?"

"Karena Sabrina mencintai sosok 'Gus Arkanza' yang sempurna," Arkan mendekatkan wajahnya, kening mereka bersentuhan. "Sedangkan kamu... kamu mencintai Arkan, pria yang tangannya bau oli dan masa lalunya penuh debu. Dan bagi saya, itu adalah satu-satunya alasan yang saya butuhkan untuk tetap bertahan."

Malam itu, di tengah sirkuit tua yang sunyi, mereka tidak hanya mengikat janji balapan, tapi juga janji hati yang jauh lebih kuat dari ikatan wasiat mana pun. Syra tahu, hidupnya di pesantren tidak akan pernah membosankan selama ada Arkan di sampingnya.

"Jadi," Syra menyeringai kecil di sela suasana haru. "Sekarang kita balik ke pesantren, terus lo bakal ceramahin gue karena kita keluar lewat jam malam?"

Arkan tertawa lepas, mengecup kening Syra dengan lembut. "Tidak. Sekarang kita balik, dan saya akan buatkan mie instan paling enak di dapur dhalem. Tanpa terasi mentah, tentu saja."

"Sialan lo, Arkan!"

Mereka pun memacu motor kembali menuju Al-Fathan, dua jiwa yang berbeda dunia, kini melaju di satu jalur yang sama.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Hartini Donk
dalemmmm banget terhura aku...👍👍👍💪
falea sezi
sweet amat sih gus
falea sezi
suka deh endingnya g ribet g bertele Tele kerennnn
falea sezi
ini dibuat sinet pendek bagus deh
falea sezi
jd mereka uda nikah
Hartini Donk
jossss
Hartini Donk
ini n kdi film po sinetron mini keren banget thorrrr...
Isti Mariella Ahmad: wah semoga aja ya
total 1 replies
Rahma Sari
keren loh ceritanya.
Rahma Sari
keren loh ceritanya
Isti Mariella Ahmad: Terimakasih sayang, baca yang lain juga ya
total 1 replies
Hartini Donk
aku sukaaa...
Rahma Sari: aq juga suka (maaf y u yg sentuhan fisik bukan bermaksud membenarkan) tp ini novel.
total 1 replies
Muharlita Muharlita
Wahhh seru ceritanya
Isti Mariella Ahmad: Makasih sayang, baca cerita yang lain juga ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!