NovelToon NovelToon
Apocalypse Regression: Harem In The Zombie World

Apocalypse Regression: Harem In The Zombie World

Status: sedang berlangsung
Genre:Zombie / Hari Kiamat / Anime
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

"Satu kesempatan lagi... dan kali ini, aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh apa yang menjadi milikku."
​Yuuichi Shiro tahu persis bagaimana bau kematian. Sebagai korban eksperimen ilegal yang selamat hanya untuk melihat dunia hancur oleh virus Chimera, ia mati dengan penyesalan di ujung pedangnya. Namun, takdir berkata lain. Yuuichi terbangun enam hari sebelum hari kiamat dimulai—di ruang kelas yang tenang, dengan guru kesehatan yang cantik dan teman-teman yang seharusnya sudah mati di depan matanya.
​Dengan bantuan Apocalypse Ascension System dan kesadaran Miu yang sarkastik, Yuuichi memulai langkahnya. Bukan untuk menjadi pahlawan bagi dunia yang sudah busuk, melainkan untuk membangun singgasananya sendiri di atas puing-puing peradaban.
​Di tengah erangan mayat hidup dan pengkhianatan manusia, Yuuichi berdiri dengan elemen es di tangan dan barisan wanita luar biasa di belakangnya. Kiamat bukan lagi sebuah akhir, melainkan taman bermain bagi sang Regressor untuk membalas dendam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian dibawah Rembulan {2}

Suasana di aula utama bunker yang luas kini berubah menjadi arena latihan yang mencekam. Suara dentingan kayu yang beradu dan teriakan napas yang tertahan bergema di dinding-dinding komposit. Di bawah lampu neon yang disetel pada kecerahan maksimal, Sakura berdiri dengan kuda-kuda yang sempurna, memegang sebilah pedang kayu (bokken). Di hadapannya, Takeshi dan tujuh siswa lainnya tampak bersimbah keringat, napas mereka memburu, dan seragam sekolah mereka yang sudah lusuh kini basah kuyup.

"Lagi! Jangan hanya mengandalkan otot lenganmu, Takeshi! Gunakan rotasi pinggulmu untuk menambah daya dorong!" teriak Sakura. Suaranya yang biasanya lembut kini terdengar tegas dan tak kenal ampun.

Takeshi mencoba bangkit, mengayunkan pedang kayunya dengan sisa tenaga yang ada. Namun, dengan satu gerakan lincah, Sakura menggeser kaki kirinya dan memukul pergelangan tangan Takeshi, membuat pedang itu terlepas dan jatuh berdenting di lantai beton.

"Jika itu adalah zombie atau prajurit Black Ops, tanganmu sudah putus sekarang," ucap Sakura dingin. Ia menoleh ke arah Yuuichi yang sedang mengawasi dari balkon ruang kendali di atas.

Yuuichi memperhatikan mereka dengan tatapan datar. Ia tidak memberikan pujian, namun ia juga tidak mencela. Baginya, setiap tetes keringat yang mereka tumpahkan di sini adalah investasi nyawa untuk masa depan. Ia memutar-mutar kepingan kristal energi biru di jemarinya, merasakan denyut kekuatan yang terkandung di dalamnya.

"Pemberitahuan: Progres Latihan Garda Pertahanan mencapai 15%. Atribut STR dan SPD rata-rata siswa meningkat 1 poin. Kakak, kau benar-benar mengubah domba-domba ini menjadi serigala muda."

Miu memberikan komentarnya, sementara Yuuichi mulai berjalan turun menuju bengkel kerja yang terletak di sudut Sektor A. Ia memanggil Sakura untuk mengikutinya, meninggalkan Takeshi dan yang lainnya untuk melakukan sesi push-up hukuman.

Di dalam bengkel yang sunyi, Yuuichi menyalakan mesin pemurnian kristal. Cahaya biru elektrik memenuhi ruangan saat ia meletakkan pedang kayu milik Sakura di atas meja kerja baja.

"Sakura, kemarilah," panggil Yuuichi.

Sakura mendekat, wajahnya masih memerah karena aktivitas fisik. "Ada apa, Yuuichi-kun? Apa ada yang salah dengan teknik latihanku?"

"Bukan. Kau butuh sesuatu yang lebih dari sekadar kayu untuk misi di Distrik 2 besok," jawab Yuuichi. Ia mengambil kristal energi biru murni dan mulai menghancurkannya menjadi debu halus dengan tekanan energinya sendiri. "Tanganmu."

Sakura memberikan tangan kanannya dengan ragu. Yuuichi menggenggam jemari Sakura, kulit mereka yang bersentuhan menciptakan sensasi listrik statis yang lembut. Yuuichi mulai mengalirkan energi es hitamnya, namun kali ini ia mencampurnya dengan partikel kristal biru.

[ KETERAMPILAN KHUSUS: PEMBUATAN SENJATA MAGIS - KRYO-KATANA ]

Di atas meja, pedang kayu Sakura perlahan terbungkus oleh lapisan es transparan yang sangat keras, namun di dalamnya terdapat serat-serat energi biru yang berpendar. Kayu itu tidak hancur, melainkan menyatu dengan struktur kristal, menciptakan senjata yang memiliki berat kayu namun ketajaman berlian.

"Ini adalah Yuki-Onna's Breath," bisik Yuuichi sambil menyerahkan pedang yang telah bertransformasi itu. "Senjata ini akan merespons emosimu. Jika kau tenang, dia akan membekukan apa pun yang disentuhnya. Jika kau marah, dia akan meledakkan duri es dari luka musuh."

Sakura menerima pedang itu dengan tangan gemetar. Ia merasakan aliran energi yang dingin namun nyaman mengalir dari gagang pedang ke nadinya. Ia menatap Yuuichi, matanya berkaca-kaca bukan karena takut, tapi karena rasa haru yang mendalam. Yuuichi jarang memberikan hadiah, dan senjata ini adalah simbol bahwa Yuuichi memercayakan punggungnya pada Sakura.

"Terima kasih... aku akan menjaganya. Aku akan menjagamu," bisik Sakura. Ia tiba-tiba melangkah maju dan menyandarkan kepalanya di dada Yuuichi, menghirup aroma dingin yang khas dari tubuh pemuda itu.

Yuuichi terdiam sejenak, tangannya yang ragu perlahan mengelus punggung Sakura. Di tengah kiamat yang menghancurkan segalanya, momen sunyi seperti ini terasa lebih berharga daripada tumpukan emas.

"Istirahatlah, Sakura. Besok malam akan menjadi perjalanan yang panjang," ucap Yuuichi lembut.

Sementara itu, di ruang analisis, Miho Nishimura masih terjaga. Ia menatap layar yang menunjukkan grafik pergerakan patroli di Distrik 2. Namun, di sudut layarnya, ada satu jendela kecil yang tersembunyi—sebuah algoritma yang terus mencoba memecahkan pola perilaku Yuuichi.

"Semakin aku melihatmu, semakin tidak masuk akal data ini, Yuuichi-san," gumam Miho. "Kau bergerak seolah-olah kau sudah pernah melakukan misi ini seribu kali. Tapi tidak ada catatan tentang infiltrasi Vanguard di arsip mana pun. Kecuali... kau datang dari tempat di mana misi ini gagal."

Miho menyesuaikan kacamatanya, sebuah senyum tipis yang penuh teka-teki muncul di wajahnya. Ia tidak berniat mengkhianati Yuuichi. Sebaliknya, ia merasa tertantang. Sebagai seorang analis, tidak ada yang lebih menarik daripada sebuah anomali yang bisa mengubah jalannya sejarah.

Malam itu, bunker Level 2 tenggelam dalam persiapan yang sunyi. Di barak, Takeshi mengasah pedang kayunya dengan batu asahan, matanya menatap pintu keluar dengan penuh determinasi. Di lab, Elisa memastikan virus digitalnya siap disuntikkan ke server musuh. Dan di kegelapan kamarnya, Yuuichi Shiro menatap telapak tangannya yang mengeluarkan uap es hitam.

Ia tahu, misi ke Distrik 2 adalah langkah pertamanya untuk benar-benar menghancurkan cengkeraman Kagawa. Dan kali ini, ia tidak akan membiarkan siapa pun mati.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!