Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.
Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.
"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.
Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.
Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"
Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.
Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17
Pada hari itu juga Azelva langsung mendatangi rumah sakit tempatnya melahirkan. Namun sayangnya, dokter yang menanganinya persalinan waktu itu, sudah tidak bekerja lagi di rumah sakit itu. Terhitung sejak Azelva keluar dari rumah sakit.
Kenapa aku merasa janggal? Gumam Azelva dalam hati.
Azelva merasa ada sesuatu yang aneh di sini. Tentang dokter yang tiba-tiba berhenti bekerja, apa ada sangkut pautnya dengannya? Pikir Azelva. Namun seberapa keras pun ia berpikir, tetap saja ia tidak menemukan jawabannya.
Namun, walaupun Azelva tidak bertemu dengan dokter itu, tapi setidaknya ia berhasil mendapatkan alamat rumah dokter itu.
Tadinya Azelva ingin pergi langsung ke rumah dokter itu, namun tiba-tiba saja ia teringat dengan Arlend. Sudah seharian ini ia meninggalkan bayi tampan itu. Walaupun Azelva meninggalkan banyak stok ASI di lemari pendingin, namun tetap saja ia tidak tenang meninggalkan bayi tampan itu.
Beberapa menit kemudian, Azelva sampai di rumah Kellano. Wanita cantik itu langsung mencari keberadaan Arlend.
"Sayang..."
Deg
Kellano tertegun mendengar panggilan sayang yang keluar dari mulut Azelva. Namun sayangnya panggilan itu bukan untuknya, tapi untuk putranya.
Azelva mengambil alih bayi tampan itu dari Kellano, Arlend yang saat itu sedang menangis, langsung menghentikan tangisnya begitu mendengar suara Azelva.
Kellano sampai melongok, merasa semuanya begitu ajaib. Namun itulah yang terjadi.
"Maaf ya, Sayang. Mama ninggalin Kamu nya lama." Azelva mencium seluruh wajah bayi tampan itu. Ia benar-benar menyesal sudah meninggalkan Arlend.
"Memangnya Kamu dari mana?" Tanya Kellano.
Pria tampan itu menatap Azelva penuh selidik. Setahunya, pertemuan Azelva dan suaminya hanya berlangsung sebentar. Namun, Azelva meninggalkan Arlend nyaris seharian.
"Aku ke kantor sebentar tadi, terus ke rumah sakit," ucap Azelva.
Wanita cantik itu duduk di sofa bersama Arlend dalam gendongannya. Saat ini ia dan Kellano sedang berada di kamar Arlend.
Azelva membuka kancing dressnya satu persatu. Ia bersiap untuk memberikan nutrisi pada Arlend. Karena terlalu panik wanita cantik itu melupakan keberadaan Kellano di sana. Padahal ia baru saja mengobrol dengan Papanya Arlend itu.
Gleg
Kellano sampai kesusahan menelan salivanya. Pemandangan di depan matanya benar-benar memanjakan matanya.
Apa dia sengaja? Batin Kellano.
Melihat Arlend melahap rakus bongkahan milik Azelva itu, membuat Kellano membayangkan jika ia melakukan hal yang sama seperti Arlend. Tiba-tiba saja Kellano menginginkannya.
Walau bagaimanapun juga Kellano adalah pria normal, di hadapkan pada situasi seperti ini tentu saja jiwa mesumnya meronta-ronta.
"Ehemm..."
Kellano sengaja berdehem saat Azelva ingin mengeluarkan bongkahan yang satunya. Ia ingin Azelva menyadari, apa yang dilakukannya itu begitu menyiksanya.
Mata Azelva seketika membulat saat menyadari kehadiran Kellano.
"Ka-kamu ngapain di sini?" Azelva panik, ia berusaha menyembunyikan gundukannya. Bahkan wajahnya kini sudah memerah karena menahan malu.
"Aku dari tadi di sini. Kamu lupa, atau sengaja?"
Kellano tersenyum sambil menaik turunkan alisnya, terlihat sangat menyebalkan di mata Azelva. Dan dengan santainya pria itu duduk di samping Azelva yang sedang menyusui Arlend.
Azelva semakin ketar-ketir saat Kellano semakin mencondongkan wajahnya.
Cup
Azelva terkejut saat pria itu mencium pipi Arlend. Namun bukan itu yang membuat Azelva shock, rupanya Kellano bukan hanya mencium pipi Arlend, tapi juga mencium gundukan padat Azelva yang sedang dinikmati Arlend.
"KELLANO MESUM!"
Kellano sudah lebih dulu melesat sebelum sandal Azelva menghantam wajahnya. Pria itu memukul kepalanya sendiri begitu keluar dari kamar putranya. Kellano benar-benar merutuki kebodohannya.
"Bisa-bisanya aku berbuat memalukan seperti itu," rutuknya pada diri sendiri. Entah apa yang Kellano pikiran saat itu, namun ia benar-benar tidak tahan melihat gundukan padat Azelva yang seperti melambai memintanya untuk dikecup.
"Tapi lumayan, dapat amunisi di siang hari."
...----------------...
"Nona, bagaimana ini? Sepertinya dia mulai curiga."
"Bodoh! Kenapa dia bisa mencurigai mu?" Suara seorang wanita lainnya di seberang sana terdengar marah dan juga panik.
"Saya juga tidak tahu, Nona. Tapi sebelum wanita ini, ada seorang pria juga yang mencari saya."
Seorang wanita yang berprofesi sebagai dokter itu terlihat sangat panik. Ia baru saja mendapatkan kabar dari rekannya, baru-baru ini ada seorang wanita mencarinya.
Karena takut, ia pun langsung menghubungi seseorang yang sudah menyeretnya ke dalam masalah ini.
Akhir-akhir ini dokter itu tidak bisa tidur nyenyak, apalagi setelah beberapa waktu lalu seorang pria juga mencari keberadaannya. Bahkan pria itu mendatangi rumahnya. Untung saja waktu itu dia sedang berada di luar rumah. Namun tidak menutup kemungkinan jika pria itu akan kembali mendatanginya.
Sampai saat ini, dia masih bingung siapa pria yang mencarinya itu. Namun ia yakin, pria itu berhubungan dengan rumah sakit tempatnya bekerja dulu.
"Kalau begitu Kamu harus segera tinggalkan rumahmu. Jangan sampai dia menemukanmu!"
"Tapi Nona, saya harus ke mana?"
Rumah itu adalah rumah satu-satunya yang dokter itu miliki. Ia bingung harus pergi ke mana. Ditambah lagi saat ini ia tidak memiliki pekerjaan. Setelah keluar dari rumah sakit itu, ia hanya mengandalkan uang yang diterimanya dari seseorang yang sedang menelponnya saat ini.
"Saya tidak mau tahu, pokoknya Kamu harus pergi sekarang juga."
Klik
Dokter itu mengerang kesal saat wanita itu mengakhiri panggilannya begitu saja.
"Harusnya sejak awal aku tidak menuruti permintaannya. Sekarang aku harus bagaimana?"
Dan di tengah-tengah kepanikannya itu tiba-tiba...
Tok tok tok
Deg
To be continued
bagus pak arjuna gercepdibandingin anaknya
ayo segera kita sambut si regina 👏
ayo Zola cepet cerita jgn byk mikir 🤣