Semua akan hadir jika kita sedang memiliki harta benda, Rumah yang mewah , harta dimana mana, semua akan di anggap KELUARGA jika kita punya segalanya, Tapi coba lihat jika kita sedang tidak punya apa apa, jangankan di anggap keluarga di tanya kabar pun tidak akan pernah, Uang yang berbicara, uang yang membuat lingkungan keluarga menjadi Cemara dalam cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Hitam.Id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jorok
Pagi Hari saat Lesi sedang buru buru mandi karena merasa gerah karena kipas angin di kamar nya rusak, jadi semalaman ia tidur dengan keringat yang bercucuran karena Lesi sendiri tidak bisa tidur tanpa ada kipas angin yang menyejukan dirinya.
ia segera mandi dengan terburu buru, dan Ketika Lesi sedang mandi, dari luar terdengar suara dua orang yang membuatnya merasa di buru buru in.
" Mbak, cepetan, aku juga mau mandi " Teriak seorang yang suaranya sedikit ngebas, sepertinya itu Riza
"Iya mbak, gantian, perut aku juga mules " sahut satu orang lagi, sepertinya itu suara Yessa
loh ? Apa dia salah masuk kamar mandi, kok ada Riza dan Yessa disana ?. Lesi sambil membilas tubuhnya yang penuh dengan sabun, seketika berfikir keras, dan celingak celinguk melihat sekeliling kamar mandi.
" bener kok ini kamar mandi di rumah aku " gumam nya.
ketukan pintu itu semakin menjadi , dan teriakan dari kedua sodara juga semakin keras.
sampai pada akhirnya Lesi keluar dengan muka sebalnya.
" kenapa sih, aku lagi mandi juga kenapa di buru buruin " ketus Lesi.
bukan nya meminta maaf, kedua anak itu malah menerobos masuk kamar mandi tanpa permisi, bahkan muka Riza terlihat bodo amat dengan omelan sang tuan rumah.
Lesi yang melihat itu semakin geram, dan badan nya terasa manas kembali.
" Kurang ajar banget sih tuh anak, gak di didik apa sama orang tua nya " Gerutu nya seraya berjalan menuju kamarnya, untuk mengganti baju.
mengganti handuk Kimono yang menutup dirinya dengan setelan pendek yang adem saat di pakai, karena Lesi seharian ini menghabiskan waktunya di rumah. ya bukan hari ini saja sih, tapi hari harinya memang di rumah.
" Bu kenapa sih tuh anak dua pada mandi disini, emang disana gak ada kamar mandi apa ?" gerutu Lesi kepada bu Arumi yang sedang menyetrika baju.
" katanya sih gak ada air, karena belom beli token nya" jelas Bu Arumi yang masih fokus ke baju yang sedang ia Setrika.
" Haduh tuh orang ya, gak bisa apa gak nyusahin orang, beban banget perasaan " Oceh Lesi seraya menjatuhkan badan nya ke sopa .
Bu Arumi hanya mengangkat bahunya , dan melanjutkan Tugasnya.
di dalam kamar mandi terdengar suara Yessa dan Riza yang sedang bermain sambil bernyanyi dengan teriak teriak sampai suaranya terdengar oleh Bu Arumi dan Lesi di depan.
" ganggu banget, WOYYY JANGAN PADA BERISIK, MANDI MANDI AJA, MULUT NYA DIAM " teriak Lesi , tapi suara Yessa dan Riza semakin kencang seperti sengaja membuat Lesi marah.
Lesi pun segera bangkit dari duduknya dan segera berlari menuju kamar mandi, dan mengetuk pintu dengan sangat kencang.
" Hey, Hey , udah mandi nya , Jangan buang buang air terus, cepetan " Tegurnya seraya terus mengetuk pintu kamar mandi.
Kedua anak itu langsung keluar kamar mandi dengan handuk yang di lilitkan kebadan nya.
keduanya berlari ke depan dengan keadaan kaki yang masih basah, membuat lantai menjadi becek, dan Lesi melihat ke kamar mandi, Terlihat sabun cair kesukaan nya berceceran di mana mana, dan bahkan isinya tak ada sisa, ada juga baju mereka yang basah tergeletak di bawah dengan sembarangan di mana mana,
" ampun deh nih anak ya , gak di kasih tau apa kalo numpang mandi juga ada adab nya, sabun orang malah di habiskan, aku aja yang beli hemat hemat, mana nih baju kaga di bawa balik lagi" Oceh Lesi sambil membereskan kamar mandi yang berantakan seperti habis di bom.
mungkin mendengar Lesi teriak teriak dari arah kamar mandi, Bu Arumi yang sedang mengepel lantai menghilangkan jejak Kedua anak Ratna itu pun menyahuti .
" Duh iya ya, kok pada di pake sih sama tuh anak, apa mereka tau fungsi nya alat mandi kamu Les ? " tegur Bu Arumi.
" iya nih apa apa dia pake, mana gak di simpen di tempatnya lagi bu, Tuh liat baju nya juga di biarin gitu aja, suruh aku yang cuci apa gimana, gak sopan tuh satu keluarga " Omel Lesi sambil melanjutkan beberes alat mandinya yang di bongkar oleh Yessa dan Riza
"Ya udah kamu balikin aja sana ke mamanya, mungkin mereka lupa " Titah bu Arumi dan kembali pergi ke depan.
" Aku lagi aja , ah elah " gerutu Lesi, tapi tetap dia lakukan, ia segera memasukan baju baju kotor Yessa dan juga Riza ke dalam ember dan membawanya ke rumah Ratna.
" mbak ?, Mbak ?, aku mau balikin baju baju anakmu nih, tadi ketinggalan di kamar mandi aku " Panggil Lesi dan langsung masuk kedalam karena pintu nya terbuka lebar.
" ke kamar mandiin aja Les sekalian " Sahut Ratna dari arah kamar.
" Gila nih rumah apa tong sampah?, bau iya, berantakan iya, sampah dimana mana, baju juga gak tau mana yang bersih dan kotor , ih jorok amat " Gumam Batin Lesi sambil menahan napas karena ia tidak kuat dengan aroma ruangan Di rumah sewa Ratna.
ia segera menuju kamar mandi di belakang, sebelum ia masuk ke kamar mandi, Lesi harus melewati Dapur dulu, betapa mual nya perut Lesi melihat penampakan dapur Ratna, Cucian piring menumpuk sampai Dua baskom besar, dan banyak makanan yang sudah berubah warna menjadi warna hijau seperti lumut, sudah berapa lama Ratna tidak mencuci nya sampai seperti itu ?.
tidak mau berlama lama lagi, Lesi langsung berlari pelan karena dia takut kepeleset , di karenakan lantai dapur Ratna sangat lah lembab dan lengket.
masuk ke kamar mandi Lesi di kejutkan lagi dengan, tumpukan Baju kotor yang menggunung, lantai kamar mandi yang kotor, bahkan bau pesing menyeruak ke hidung Lesi.
" Rumah apa ini?, jorok sekali " Gerutunya Lesi sampai mau mengeluarkan Isi perutnya, untung saja dia belom makan apa apa pagi ini.
Lesi langsung melempar baju kotor yang ia bawa dan segera lah ia pergi tanpa berpamitan, Lesi tidak tahan dengan aroma rumah Ratna.
" huakk " Lesi hanya bisa memuntahkan air saja, perutnya tidak kuat menahan rasa mual, dan juga kepala langsung pusing.
" Kok bisa ya , yang nempatin nya cakep bersih gitu, tapi rumah nya kek rumah hantu, ih Jijik banget aku " Lesi bergidik ngeri mengingat isi rumah Ratna.