NovelToon NovelToon
Merebut Tunangan Orang

Merebut Tunangan Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual
Popularitas:208
Nilai: 5
Nama Author: uwakmu

Chuzuru seorang wanita cantik di Negeri Sakura, dan selalu membawa pedang Katana Hitam pekat, kemanapun dia pergi. Selain cantik, dia pegang nama besar keluarganya, yang bernama Handoyo, sebagai Samurai Sejati di Tokyo, jelas sangat di hormati banyak orang, bahkan termasuk Kaisar Negeri tersebut, tidak luput dapat hormat darinya. Selain itu, dia sudah bertunangan orang hebat, bahkan kadang-kadang dijuluki pasangan serasi. Akan tetapi hidupnya langsung berubah, saat dirinya melabrak seorang pria pekerja kasar, memukul pantatnya, tanpa pikir panjang, siapa pria yang melecehkan dirinya, ia langsung menyerahkan pihak kepolisian, agar dia di penjara. Hal inilah membuat Kota Tokyo terancam bahaya, oleh pria pekerja kasar, membuat dirinya harus menikah orang tersebut, dan segera memutuskan tunangan yang dia cintai, karena betapa bahaya pria pekerja kasar itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uwakmu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Iblis

Setelah itu, apa yang terjadi? Apakah kalian tahu?

Yang aku tahu, ini akan menjadi masalah besar, bagi Negara Republik Indonesia, dimasa itu, adalah masa untuk tegang.

Diawali oleh, salah satu Kabinet Negara, karena sejak lama, dia tidak bisa tidur, untuk memikirkan pesan dari Pemerintah Jepang.

Dan sudah tiba tadi malam, dia pun sangat terkejut, setelah mendapatkan pesan itu. ""Sial... Aku tahu, hal seperti ini akan terjadi, dan Negara Republik Indonesia akan dapat masalah, sayangnya pesan ini, akan disampaikan besok." Ucapan Kabinet Negara, yaitu Pak Menteri Luar Negeri.

Dan keesokan harinya, sesuai janjinya, dia akan segera sampaikan pesan ini, ke Istana Negara, dengan simbol Garuda Pancasila, sebagai lambang Negara ini.

Padahal semua orang sedang sibuk masing-masing, tanpa tahu, ada hal gawat bagi Indonesia.

Makanya Kabinet Negara lainnya, justru sangat penasaran, kepada Pak Menteri Luar Negeri, sangat buru-buru untuk masukin Kantor Kepala Negara, dengan buka pintu begitu kasar.

Seolah-olah ajaran sopan santun, tidak diajarkan olehnya, melihat tindakan salah satu bawahan, membuat Presiden sangat marah besar kepadanya. "Reno Budiman, kalau kamu ingin masuk, ketok dulu pintunya! Atau kamu ingin aku berhentikan!" Teriakannya.

Tahu Pak Presiden marah kepadanya, Pak Menteri Luar Negeri berkata. "Segala hormat Pak Presiden, maafkan aku, yang tidak tahu sopan santun, hanya saja Negara kita, akan dapat masalah besar, kalau kita tidak tanganin segera." Perkataan itu, begitu sangat hormat.

Pak Presiden mendengar kata "masalah besar", dengan sebesar hati, dia maafkan ya. "Kalau emang masalah besar, katakan... Aku ingin dengar." Ucapan Pak Presiden.

"Kita terima pesan, dari kekaisaran Jepang, salah satu warga negara kita Tio Satrio, sudah di ketahui oleh Jepang, tentang Identitas Tio Satrio sebenarnya, yaitu keturunan bangsa ras Iblis, aku rasa Kekaisaran Jepang, mengaggap Negara kita, dicatat sebagai Negara penghianat." Terang Pak Menteri Luar Negeri, dan tidak ada dia tutup-tutupi.

Mendengar pesan dari kekaisaran Jepang, seperti itu, Pak Presiden terdiam sejenak, dan tiba-tiba dia meledak marah. "Apa kamu bilang?! Sudah kuduga, inilah yang akan terjadi, membiarkan bangsa ras Iblis, berpihak pada manusia." Ucapannya.

"Pak Presiden, apa yang harus lakukan, setelah dapat pesan ini?" Tanya Pak Menteri Luar Negeri, karena dia penasaran.

"Tidak perlu tanyakan lagi, kita akan melakukan rapat dadakan, di hotel grand Bali." Balasan Pak Presiden dengan tegas.

"Kalau kita rapat di tempat seperti itu, Menteri Keuangan akan protes." Tanggapan Pak Menteri Luar Negeri.

"Kamu sudah tahu kan, tunggu apa lagi?! Kumpulkan Kabinet Negara, di Istana Negara!" Perintah Pak Presiden.

"Pak Presiden, hotel yang kamu bicarakan tadi." Ujar Pak Menteri Luar Negeri, yang begitu heran, padahal sebelumnya bukan begini.

"Emangnya kamu siap diamuk Menteri Keuangan, cepat pergi!" Tegas Pak Presiden.

"Siap pak, akan aku laksanakan." Jawaban Pak Menteri Luar Negeri, dan dia tahu, kondisi gawat gini, Pak Presiden lagi bercanda kepadanya.

......................

Beberapa Jam kemudian, rapat sudah berjalan setengah, tiba-tiba ruangan rapat tersebut, hening sejenak.

Karena orang yang di tunggu-tunggu sudah datang, siapa lagi kalau bukan Hunter Hamzah, dia masuk ruangan rapat, sambil menguap, seolah-olah tidurnya kurang nyenyak.

"Brengsek! Rapat hampir selesai, kamu baru datang, apa kamu ke sini cari ribut hah!" Ucapan marah Pak Menteri pertahanan.

......................

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!