jika hati sudah memilih, maka logika tak bisa lagi bicara. percuma saja punya kriteria jika yang sesungguhnya menilai adalah perasaan
kita tak pernah tau pada siapa akan jatuh cinta, ketika hati memilih bukan kesempurnaan yang diutamakan, tapi cintalah yang menjadikannya sempurna
ku memilihmu, karena kamulah cintaku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cie Lamaran
"gue kok deg-degan ya git"
Hari ini adalah acara lamaran keyza dan gaffi, setelah banyak proses panjang untuk memutuskan hal penting dalam hidup
"jantung dan hati gue lagi tawuran didalam" keyza memegang dadanya
"emang lo punya hati" sudah siap kita tunggu dipanggil
Gita mengenggam tangan keyza, sahabatnya akhirnya akan menikah. Gita sudah mau punya anak dua
"keyza sabrina"
Panggilan untuk keyza agar datang ke ruang tamu rumahnya. Keyza dan gaffi sepakat untuk tidak adakan pesta atau perayaan yang mewah
Keyza tak ingin membebani gaffi, baginya bisa menikah dengannya adalah suatu impian yang indah
Keyza berjalan ditemani gita yang perutnya sudah terlihat buncit
"mama" aruni duduk tenang dengan papanya sejak tadi. Setelah melihat mama dan tantenya langsung mendekat
"duduklah" gita meminta keyza duduk tak jauh dari kakaknya
Amara terlihat sinis dan kesal karena keyza tak mau dijodohkan dengan anak temannya, tapi malah memilih pria yang dianggap tak pantas masuk dalam keluarganya
"hanya emas saja, ngga mampu beli berlian rupanya" amara membicarakan yang dibawa oleh gaffi untuk melamar keyza
"cantik banget calon istrimu gaf" tomi ikut menemani gaffi dan juga ada naufal
Tak banyak orang hanya ada sekitar lima atau enam orang yang datang mengantarkan gaffi.
"mata lo jaga, atau gue congkel!" gaffi menyenggol lengan tomi yang tak henti menatap keyza
"nak keyza, tadi gaffi sudah memberitahukan maksud kedatangannya untuk melamar mu, apakah nak keyza bersedia?"
Keyza nampak tenang dan tegang, "iya saya mau" dengan cepat mulutnya menjawab
"alhamdulillah" gaffi juga lega
"silahkan diserahkan tanda pengikatnya"
Gaffi berjalan dan mendekati keyza

"maaf hanya bisa berikan ini untukmu, semoga kamu ikhlas menerimanya" gaffi meminta tangan keyza untuk dipasangkan cincin
"sisanya pakai sendiri nanti" gaffi hanya memakaikan cincin saja
jika dilihat apa yang dipakai keyza saat ini adalah barang mahal semua
"kamu ngga perlu bawa apa-apa aja aku mau" keyza berbicara pelan pada gaffi
Gaffi ingin tersenyum mendengar ucapan keyza, dizaman sekarang mana ada wanita yang berfikir sepertinya dan mau menerima keadaan gaffi
"foto dulu!" gita langsung gerak cepat mengabadikan momen spesial
"yang deket kita kan sudah akan menikah" keyza menarik tangan gaffi agar lebih menempel padanya
"masih belum halal" gaffi menyela ucapan keyza
acara sudah selesai, gaffi masih tinggal di rumah keyza dan temannya sudah pulang
"gaffi, saya mau bicara" clayton mengajak gaffi mengobrol
"kak, jangan macam-macam ya, awas aja lecet sedikit gita ga akan kasih jatah" keyza mengancam clayton agar tak mengganggu tunangannya
"kamu yang jangan macam-macam bawa-bawa gita! Awas ini urusan pria" clayton tak takut dengan ancaman adiknya gita tak pernah bisa menolaknya meski sedang marah sekali pun
"kak!"
"tenang saja!" gaffi mengusap kepala keyza. Untuk pertama kalinya berani menyentuh wanita
"cie-cie!" gita mengulangi apa yang gaffi lakukan pada keyza
"sama aja kayak kak clay!" keyza gelisah apa yang akan dibicarakan oleh gaffi dan kakaknya
"sudah sih key, duduk aja!" gita sudah mudah lelah saat ini usia kandungannya sekitar lima bulan
"gue takut dia bonyok lagi" keyza sampai menggigit jari-jarinya
"lo pikir dia lemah, sudah duduk jangan bikin gue pusing" gita menarik tangan keyza
sementara didalam ruang kerja
"kenapa kamu berbohong?" clayton baru saja mendapatkan informasi penting tentang keluarganya
"tentang apa kak?" gaffi tak merasa berbohong sedikitpun pada clayton dan keyza
"kamu anak tante nafisa?" clayton langsung pada intinya. Melihat ekspresi gaffi sepertinya dia benar
"darimana kakak tahu?" gaffi bukan berbohong tapi sudah menganggap tak punya ibu sejak tahu kejadiannya dari ayah dan ibu tirinya
"benar? Kenapa bohong!" clayton kembali mencecar gaffi
"saya bukan bohong kak, tapi saya sudah tak menganggap dia ibu saya. Maaf saya tak bisa cerita" gaffi menahan emosinya
Setiap mendengar nama ibunya disebut, setiap itu juga gaffi sangat benci wanita
"baiklah, saya hanya ingin memastikan. Lain kali jangan sembunyikan apapun, keyza sangat benci kebohongan" clayton meningatkan pada gaffi
"saya akan terbuka hal apapun dengan keyza kak, jangan khawatir" gaffi berjanji pada clayton
"keluarlah, bisa-bisa dia membun*hku nanti kamu kelamaan disini" ucap clayton
"saya lupa, ada satu hal yang belum.saya katakan. Saya sebentar lagi akan jadi dosen dikampus swasta. Tapi menunggu wisuda dua bulan lagi" gaffi jujur pada clayton dan keyza pun belum tahu itu
"hm, bagus saya memang tak salah merestuimu dengan keyza. Harusnya sesuai profesimu, kamu akan sabar dan kuat dengan sifat keyza" ucap clayton lagi dan sejak awal bertemu clay yakin gaffi bukan orang sembarangan
"hatiku yang memilihnya, insyaallah saya bisa" gaffi sangat yakin
Lalu pamit keluar sebelum pintu di gedor oleh keyza