NovelToon NovelToon
Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Fiana Adams tak pernah menduga akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan yang singkat di reuni sebuah SMA telah membuatnya terus memikirkan Arjuna Zefanya Tekins. Siapa sangka keduanya justru tak bisa dipisahkan sejak malam itu walaupun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa keluarga mereka adalah orang yang paling berkuasa dan paling bermusuhan sejak zaman dulu. Berbagai tantangan datang dan berusaha memisahkan keduanya. Sampai akhirnya keduanya berada di sebuah pilihan yang sulit. Mempertahankan cinta mereka atau menjaga nama baik keluarga.
Ceritanya di jamin sangat romantis dan bikin baper. Walaupun memang penuh dengan tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perpisahan yang Berat

Tita datang bersama sepupunya yang bernama Luna. Gadis yang berprofesi sebagai foto model itu adalah gadis yang sudah lama diincar oleh Jerry. Fiana memohon pada Tita untuk membujuk sepupunya itu datang supaya ia bisa bertemu dengan Arjuna walaupun hanya sebentar. Namun Tita menunggu di tempat lain agar Jerry tak tahu kalau mereka memang sudah janjian.

"Hallo ..." sapa Luna membuat Jerry yang sedang menunggu adiknya di kursi tamu langsung menoleh ke arah suara itu.

"Luna? Senangnya ketemu di sini." sapa Jerry.

Luna tersenyum. Gadis itu bukannya tak menyukai Jerry. Namun dia tidak suka dengan sikap cowok itu yang agak kasar dan selalu menggunakan senjata kemana saja ia pergi dan berada.

Tita sudah menceritakan segalanya pada Luna. Gadis itu adalah teman sekolah Arjuna. Walaupun sebenarnya ia sedikit takut mengikuti permainan ini, namun ia berusaha mempertemukan sepasang suami istri itu karena ia tahu kalau Arjuna akan segera diasingkan.

"Jerry? Kebetulan kita ketemu di sini. Dengan pacarmu ya?" Luna pura-pura cemberut.

"Tidak. Aku menemani adikku untuk menggunting rambutnya." kata Jerry sambil menunjuk ke arah Fiana yang rambutnya sementara di gunting.

"Oh Fiana kan?"

"Iya. Kamu ngapain di sini? Mau perawatan rambut juga?"

"Iya. Tapi kayaknya salon ini sedang ramai. Aku kembali saja nanti. Kebetulan aku sudah sangat lapar." Luna membalikan badannya namun Jerry segera menahan tangannya. "Kamu sendiri?"

"Iya. Tak mungkin kan kamu menemani aku. Sementara kamu sedang bersama adikmu."

"Memangnya kamu ingin aku temani?" tanya Jerry penuh harap.

"Iya. Itu pun jika kamu mau bersama aku."

"Aku temani."

"Tapi adikmu?" Luna pura-pura tak enak hati.

"Sebentar aku telepon bodyguard nya." Jerry menelepon Reyna dan memintanya untuk datang ke salon itu. Ia kemudian berpesan pada adiknya untuk segera pulang jika sudah selesai menggunting rambutnya.

"Terima kasih mau menemani aku, Jer. Semoga pacar mu nggak marah."

"Pacar aku yang mana? Aku nggak punya pacar."

"Jadi aku boleh dong gandeng tangan kamu."

"Bolehlah." Jerry nampak senang. Luna pun segera menggandeng tangan cowok itu.

Tita yang melihat kepergian sepupunya dengan Jerry segera menelepon Arjuna. Ia tak lupa mengirim pesan pada Luna dan meminta sepupunya itu untuk membawa Jerry keluar dari mall ini.

Fiana yang rambutnya sudah selesai dipotong segera berdiri.

"Nona, apakah rambutnya tidak dikeringkan dulu?" tanya gadis yang mengguntingnya.

"Tidak. Terima kasih. Ini tips untuk kamu. Jangan katakan pada kakakku ya kalau aku pergi cepat dari sini." kata Fiana sambil menyerahkan beberapa lembar uang pada gadis itu. Jerry sudah membayar tadi untuk biaya potong dan cuci rambut.

Fiana dan Tita bertemu di dekat lift.

"Terima kasih, Tita." kata Fiana sambil memeluk sahabatnya itu.

Keduanya masuk ke dalam lift dan segera menuju ke bagian atas mall ini.

Arjuna yang sudah tak sabar langsung menunggu di depan pintu. Saat melihat Fiana, keduanya berpelukan sambil menangis.

Tita ikut terharu. "Ingat Fi, waktumu hanya 2 jam karena pihak kepolisian akan segera menjemput Arjuna." kata Tita sebelum beranjak dari tempat itu.

Arjuna' pun segera menutup pintu. "Sayang, aku sangat merindukan mu." kata Arjuna setelah keduanya saling berciuman.

"Aku juga. Aku pikir kamu akan bebas. Kenyataannya mereka mengasingkan dirimu. Bagaimana aku bisa mendengar suaramu walaupun hanya melalui telepon?" tanya Fiana sambil membelai wajah Arjuna.

"Tenang saja, sayang. Aku akan mencari cara untuk menghubungi kamu. Aku tahu 6 bulan itu waktu yang sangat lama untuk kita. Namun kita harus bersabar, sayang." Arjuna menghapus air mata Fiana. "Setelah masa hukuman ku berakhir, maka kita akan pergi jauh dari kota ini." kata Arjuna lalu menghapus air mata Fiana.

"Kamu jaga kesehatan di sana ya? Jangan lupa makan yang teratur dan olahraga yang cukup. Jangan suka bergadang."

"Iya, sayang. Kamu juga jaga kesehatan di sini. Berdoa terus untuk aku di tempat pengasingan nanti ya?"

Air mata Fiana kembali mengalir. Ia memeluk Arjuna sekali lagi.

"Oh Tuhan, betapa sulitnya hubungan yang harus kita lalui, Juna. Rasanya aku tak sanggup berpisah denganmu. Ayo kita lari saja sekarang ini."

Arjuna melepaskan pelukannya. "Sayang, kamu tahu kan tentara kerajaan kita? Mereka akan mencari kita sampai ke ujung dunia sekalipun. Dan seorang buronan hukumannya adalah ditembak mati jika ketahuan melarikan diri dari hukuman. Aku tak mau mati sia-sia. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Bersabarlah untuk 6 bulan ini."

Fiana mengangguk walaupun sebenarnya hatinya sangat sedih. Ia segera mencium bibir Arjuna. Melampiaskan perasaan cinta dan sayangnya. Arjuna membalas ciuman itu.

Keduanya kembali bergumul dalam balutan gairah. Tak menuju kamar seperti biasanya. Sofa putih di ruang tamu menjadi saksi percintaan mereka yang panas siang ini.

Seakan tak ingin memberi jedah pada tubuh mereka, Arjuna dan Fiana bercinta terus sampai akhirnya ponsel Fiana berdering. Ada panggilan dari Reyna.

"Nona, pasukan kerajaan sudah ada di lantai bawah mall."

Fiana dan Arjuna melepaskan pelukan mereka dengan perasaan tak rela. Arjuna segera ke kamar mandi untuk menggunakan pakaiannya kembali. Ia tak mau mandi dan menghilang harum tubuh istrinya.

Ponsel Arjuna berdering. Itu panggilan dari mamanya. "Nak, turunlah. Mereka sudah menunggumu di bawah."

Arjuna memeluk istrinya sekali lagi. Fiana menangis dalam pelukan Arjuna.

"Tunggu aku kembali, sayang. Aku akan kembali padamu." Arjuna mencium Fiana sekali lagi. Ia kemudian melangkah masuk menuruni tangga darurat sedangkan Fiana turun lewat lift.

Maura memeluk putranya begitu Arjuna keluar dari pintu masuk. Sedangkan Fiana hanya bisa melihatnya dari jauh. Gadis itu menangis terus saat melihat tangan Arjuna yang diborgol kemudian di bawa masuk ke dalam mobil khusus tahanan.

Tita dan Reyna berdiri di dekat Fiana.

"Sabar, Fi. Doakan agar Arjuna bisa melewati semuanya." kata Tita.

Fiana menghapus air matanya. Ia kemudian berjalan mengikuti langkah Reyna menuju ke tempat parkir.

Maura yang akan pergi dengan mobilnya melihat keberadaan Fiana di tempat itu. Perasaannya jadi tak enak.

***********

Jerry tiba di rumah saat hari sudah malam. Saat ia baru turun dari mobilnya, masuk pesan dari nomor yang tidak dikenal di ponselnya. Ada kiriman video yang membuat darah Jerry langsung mendidih.

Nampak Fiana sedang berpelukan dengan seseorang di hutan kecil dekat pantai asuhan. Walaupun orang itu menggunakan masker namun Jerry yakin itu adalah Arjuna karena mobil yang digunakannya adalah mobil Zack.

Juga kiriman video saat Arjuna dan Fiana berpelukan di depan pintu apartemen Arjuna. Nampak juga Tita ada di sana.

"Fiana .......!" teriak Jerry begitu memasuki rumah.

Fiana yang sedang menangis di kamarnya segera keluar mendengar teriakan kakanya.

"Fiana.....! Turun kamu!"

Wulan keluar dari kamar bersama suaminya Jhony.

"Ada apa, nak?" tanya Wulan.

"Penghianat kamu!" Jerry langsung menampar adiknya dengan sangat keras membuat tubuh mungil Fiana terjungkal dan ia langsung jatuh ke lantai.

"Jerry. Apa yang kamu lakukan?" teriak Wulan melihat anak gadisnya yang selama ini dijaga bagaikan boneka porselen, kini ditampar dengan sangat keras oleh kakaknya.

Fiana memegang sudut bibirnya yang berdarah. Jerry bermaksud akan memukul adiknya kembali namun Jhonny langsung menahan putranya. "Kenapa, Jer. Apa kesalahan adikmu?"

Jerry meludah ke arah adiknya. "Papa dan mama tidak tahu, anak gadis kalian yang sangat kalian banggakan ini sudah menjual tubuhnya pada Arjuna Pekins yang adalah pembunuh kakaknya. Dia seharusnya mati juga karena sudah mengkhianati keluarga Adams."

Jhonny dan Wulan sama-sama terkejut. Mereka menatap Fiana yang masih di lantai. Gadis itu menangis sambil memegang pipinya yang terasa panas.

********

Deissy menyesap anggur merah yang ada di tangannya. Gadis diplomat itu tersenyum penuh kemenangan saat melihat pesan yang dikirim nya sudah dibaca oleh Jerry.

"Matilah kau, Fiana. Tak ada yang boleh merebut Arjuna dari tanganku." katanya lalu menghabiskan anggur di gelas yang dipegangnya.

***********

Apakah Deissy akan dibutakan oleh cintanya pada Arjuna?

1
momAriqa
terlove love kak author ❤❤ lanjut kak 🤗🤗
Gia Nasgia
Ihhh kak Hen ternyata kisahnya Arjuna and Fiana penuh teka teki🤭tetap cemungut 🫶💪
Gia Nasgia
Lah giliran Juna yg takut dgn Fiana ehh Diana😂
tintiin21
Dokter edgar masih tanda tanya bgt.. 🤔🤔🤔
tintiin21
ini namanya kado terindah Jun... 😁😁😁
Liina Anjani Malick
jadi gmn moms... 😤teka teki nya bnym syekali... aku udh pusing mikirin kehidupan ku eh jd ikut mikirin idup fiana... astagfirullah🤣
Enny Olivia: makasi tetap membacanya walaupun sudah pusing 😄😄🙏🙏
total 1 replies
Maria Kibtiyah
si edgar punya dendam ma siapa si
Syavira Vira
🥰🥰♥️♥️
Syavira Vira
semangat kak dilanjut 🙏💪👍🏻♥️
Liina Anjani Malick
diana = fiana ya moms😔
Syavira Vira
👍🏻👍🏻💪💪👍🏻♥️♥️♥️
Syavira Vira
lanjuttttt
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
Sepertinya Edgar punya rencana lain meskipun menerima rencana Dessy🤔berarti fix Fiana ,itu Diana🤔
tintiin21
semoga memang bnr Fiana "masih" di selamatkan dr Edgar...
Maria Kibtiyah
berarti diana itu fiana karena ada dokter edgar juga
Gia Nasgia
Lah jangan blang itu Fiana 🤔
Liina Anjani Malick
masih ada harapan yes 🤣
tintiin21
berharap semoga Diana adalah Fiana...
Maria Kibtiyah
apakah diana itu fiana atau hanya mirip
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!