NovelToon NovelToon
Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Hantu / Iblis / Misteri / Roh Supernatural
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Ratih gadis miskin yang lugu dari Desa Cempaka yang di cintai oleh sosok Siluman ular yang berusia ribuan tahun----Setelah cintanya dikhianati oleh Arya, anak kepala Desa dusun Cempaka. Ratih Dipaksa membuat Perjanjian pernikahan dengan Pangeran Naga Seta yang sudah terobsesi pada Ratih----demi keamanan desanya lewat pernikahan gaib.
Warga Desa yang kembali terikat dengan Siluman ular penghuni aliran Sungai Seta harus memberikan sayeba setiap sebulan sekali untuk Siluman ular penghuni sungai, akankah warga desa terlepas dari perjanjian gaib ini.
Mengisahkan Dendam, Sakit hati, dan Perjanjian gaib di jadikan satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Ratih duduk mondar mandir di kamarnya sudah empat hari Naga Seta tak menemuinya di kamar, dirinya amat bosan.

Kamar mewah dengan empat tiang dan di depannya pintu jati dengan ukiran bunga dan ular----membuatnya terkesan kolosal.

Ratih terduduk di kamar sampai salah satu dayang maju dan meminta Ratih menemui Pangeran Naga Seta di Aula istana.

Ratih hanya menganggukkan kepala, dirinya masih mengenakan kemben warna merah, bawahan batik keemasan di belakangnya diiringi dayang.

Di lorong-lorong istana dengan dinding berbentuk gapura yang menjulang tinggi, dan tiang-tiang yang berukir bunga dan ular.

Ratih berjalan di dampingi dua dayang----berjalan di belakangnya menuju ruang singgasana.

Setiap Ratih lewat para Prajurit yang memegang tombak langsung bersimpuh, tanpa menghiraukan Ratih terus berjalan di lorong-lorong istana menuju ruang singgasana.

Langkah kakinya berhenti di depan pintu yang menjulang tinggi dengan ukiran indah, lalu dua prajurit membuka pintu dan mempersilahkan Ratih masuk.

Di depan ada dua singgasana megah yang di depannya para patih juga duduk di singgsana--- singgasana posisinya lurus memanjang tepat di depan singgsana raja dan ratu.

Ratih berjalan masuk menuju singgasana, Pangeran Naga Seta yang bertelanjang dada, bawahnya mengenakan celana ala bangsawan Nusantara, tak lupa kepalanya mengenakan mahkota kebesaran dengan hiasan ular dan beberapa permata.

"Kemarilah Permaisuriku," ujar Pangeran Naga Seta, tangannya terulur ke depan.

Ratih menyambut uluran tangan itu, menggunakan tangannya.

Salah satu dayang dengan membawa nampan dengan di tutup kain, dayang itu masih mengenakan baju yang sama kemben warna coklat dan rambut yang di sanggul dengan menggunakan bunga putih.

Gadis itu mengikuti uluran tangan sang pangeran untuk duduk di singgasana sampingnya, Ratih terdiam saat sang pangeran melepaskan mahkota kecil di kepalanya.

"Dayang majulah," perintah sang pangeran yang berdiri membawa mahkota kecil di tangannya.

Dua dayang maju dengan membawa nampan di masing-masing tangan, salah satu dayang membawa nampan kosong lalu pangeran menaruh mahkota Ratih yang kecil di nampan kosong itu.

Tangannya yang kekar lalu membuka nampan yang tertutup oleh kain sutra, di tangan dayang itu sebuah mahkota jauh lebih besar ada di atas nampan.

Pangeran Naga Seta mengangkatnya dengan hati-hati dan Ratih masih duduk di singgasananya----dirinya hanya diam melihat semua itu.

"Ini adalah hari keempat setelah pernikahanku...Hari ini aku akan menobatkan Ratih sebagai permaisuriku untuk mendampingiku di alam ini," ucap Naga Seta mengangkat mahkota ratu itu.

Lalu Mahkota itu di pasangkan pada kepala Ratih menggunakan kedua tangan Naga Seta yang kekar, Ratih berdiri setelah itu dengan menyambut uluran Naga Seta.

Para Patih juga berdiri demi menghormati Ratu baru, dan para dayang juga berdiri di depannya.

Ratih tersenyum di hari besarnya ini----pikirannya masih menyimpan dendam pada Arya---anak kepala desa yang menjadi cinta masa lalunya.

Di saat dirinya masih lugu, Arya mengkhianatinya yang meninggalkannya demi kedudukan dan kekayaan.

Paling yang Ratih ingat pada hari yang sama----Arya menikahi anak pejabat kota----Ratih juga menikahi pangeran Naga Seta.

Memang keluarga kepala Desa sangat tak punya simpati, di saat desa Cempaka tengah dilanda banjir----malah kepala desa merayakan pernikahan putranya dengan mewah di kota.

Memang kepala desa adalah pemimpin yang kejam dan tidak punya rasa empati sedikit pun kepada rakyat Desa Cempaka yang tengah kesulitan, bertahan antara hidup dan mati.

Ratih duduk di singgasana mendampingi Naga Seta, "Pangeran apa sekarang aku menjadi---" belum sempat Ratih menyelesaikan kalimatnya Naga Seta segera menyuruh Ratih duduk.

"Kamu akan tahu Ratih, Kamu sekarang menjadi permaisuriku."

Ratih menganggukkan kepala dirinya hanya duduk menatap sekitar.

Patih Welang Chandra tengah mengerjai desa itu dengan musibah kelaparan, sedangkan ibunya Ratih ke kota dengan membawa emas yang di berikan Chandra Welang.

Di Desa itu malam ini Chandra Welang melihat beberapa gadis yang sedang bertani, dirinya merubah diri menjadi sosok dukun.

Dan mulai mempengaruhi warga desa agar kembali memuja sungai Seta, dan memberikan sesajen seminggu sekali untuk sungai.

Entah bagaimana cara siluman ular ini mempengaruhi warga desa, tapi setelah warga desa memberikan sesajen dengan ajaib hasil panen mereka tumbuh subur.

Pembangunan Rumah bisa lebih cepat atas bantuan siluman ular welang itu, tapi tanpa di sadari desa itu seolah akan menuju ke arah sesat lagi setelah sekian lama----disadarkan oleh wali.

"Bagus aku akan membuat laporan pada Prabu Naga Seta," ujarnya kembali ke dalam istana.

Di istana alam gaib Naga Seta sedang mengatur pemerintahan----dirinya mendapatkan dukun dari berbagai wilayah, gunung dan beberapa dukun ada yang hidup lebih modern menyatu dengan masyarakat agar tak di curigai.

Ratih tidak tahu tujuan dirinya di jadikan permaisuri, dirinya hanya tahu jika dijadikan pendamping hanya agar Dusun Cempaka aman.

Warga desa juga mulai mengikat kain poleng di pohon yang tinggi besar dekat sungai lalu memberikan sesajen, seolah menjaga keseimbangan alam dengan tidak mengusik habitat hewan.

Di Singgasana kerajaan gaib, Ratih duduk di samping pangeran menatap seorang Patih yang masuk, Chandra Welang masuk dan langsung berlutut memberi hormat.

"Lapor pangeran, Desa Cempaka sudah lebih baik sesuai instruksi Pangeran, dan sebagai gantinya mereka memberikan sesajen seminggu sekali."

Naga Seta tersenyum dan bertepuk tangan saat mendengar para warga desa mulai kembali memuja mereka, lebih tepatnya menjaga keseimbangan alam.

Dan para siluman tak akan mengusik jika----para manusia tak menganggu tempat mereka, dan para siluman tak akan mengusik jika warga desa dengan rajin memberikan sesajen dengan menyalakan dupa seminggu sekali.

*

*

*

1
neni nuraeni
mungkin kah anaknya yg melindungi ibunya,,, kalau iya bkl tmbh seruuu ni
Putri Sabina: Yah itu udah insting anak laki-laki kak, kalo dimana² pasti akan melindungi ibunya
total 1 replies
kinoy
kyknya pemuda tu anak Ratih ma seta deh
Putri Sabina: itu kekuatan nya kak dari bangsa siluman🙏
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuuut
neni nuraeni: ok deh😉
total 2 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐁𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩 𝐱 𝐬𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐀𝐦𝐛𝐚𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐤𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐤𝐞 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐬𝐢𝐡.
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐠𝐚𝐤 𝐝 𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡. 😞
Putri Sabina: ikutin aja kak alurnya😄
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuut
Putri Sabina: besok lanjut kakak
total 1 replies
neni nuraeni
wiih mantaaap.. lnjut
Putri Sabina: besok kak pasti lanjut kok😄
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
Ke desa Cempaka baru rencana, kpan ksitu nya Rania. 😂
Putri Sabina: sabar atuhh, kan lagi persiapan Dania juga masih sekolah jugaa kak😩
total 1 replies
neni nuraeni
semoga aja Ratih kuat...
neni nuraeni: iya ksian... 🙂
total 2 replies
kinoy
si Ambar cr mati..JD dia yg nambahin racun ke tubuh Ratih..SMG aj CPT ketauan trus dipateni
Putri Sabina: tunggu aja kak, karmanya buat kobra Ambarwati😄 dan orang jahat pasti akan ada karmanya🤭
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐉𝐝 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐡 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐭𝐮 toh😳😆, 𝐠𝐚𝐤 𝐧𝐲𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚 𝐭𝐩 𝐬𝐞𝐫𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫. 😂
Putri Sabina: sesuai keinginan readers kak, nanti di bab selanjutnya akan ada banyak tokoh tambahan🙏
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐝𝐞𝐡 𝐏𝐫𝐚𝐛𝐮 𝐍𝐚𝐠𝐚 𝐬𝐞𝐭𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐫𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭 𝐱 𝐦𝐞𝐦𝐞𝐥𝐮𝐤 𝐚𝐠𝐚𝐦𝐚 𝐢𝐬𝐥𝐚𝐦 𝐲𝐚. 😃😃
Putri Sabina: aminn😉🙏
total 1 replies
neni nuraeni
jgn smpai dong Ratih meninggal kasian ibu ya,,,
neni nuraeni: ya dehhh
total 2 replies
kinoy
waduh..gmn nasib Ratih y
Putri Sabina: tunggu kelanjutannya kak, besok update koo😄
total 1 replies
Nur Bahagia
kamyuuu nanyaaa? 🤭
Nur Bahagia
ternyata pangerannya jahad 🤨
Putri Sabina: namanya juga siluman kak
total 1 replies
Nur Bahagia
oii pangeran.. pikirin juga dong calon ibu mertua mu
Putri Sabina: Yah begitulah kak, sifat alami siluman😉 egois🤭
total 1 replies
Nur Bahagia
seperti nya pangeran harus mengurangi ego nya 🤭
Nur Bahagia
kenapa pangeran tau2 ngamuk 🤔 jangan bilang kalau kamu masih labil pangeran 🤣🤭
Putri Sabina: bukan labil, dia nggak mau Ratih pergi kak🤐
total 1 replies
neni nuraeni
yaaa bersmbung
neni nuraeni: 👌 othor... dtunggu ya klnjutannya... 🥰
total 2 replies
Nur Bahagia
kalo kamu berhutang budi, harusnya dari dulu kamu bantu Ratih dan keluarga nya biar bisa hidup enak 😁🤭
Putri Sabina: Naga Seta maunya Ratih jadi istrinya kak🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!