NovelToon NovelToon
Dunia Akan Hancur Lagi Dan Aku Sudah Pernah Mati

Dunia Akan Hancur Lagi Dan Aku Sudah Pernah Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Ruang Ajaib
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rizqi Handayani Mu'arifah

Aku sudah mati sekali di hari kiamat.

Sekarang aku kembali—3 hari sebelum semuanya dimulai.

Aku tahu siapa yang akan mati.
Aku tahu monster apa yang akan muncul.
Aku tahu dunia ini tidak bisa diselamatkan.

Jadi kali ini…
aku akan mengubah semuanya.

Atau menghancurkannya dengan caraku sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqi Handayani Mu'arifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Asal usul kekuatan reina yang lepas kendali

Setelah kejadian itu, Reina bisa mengendalikan kekuatannya tanpa lepas kendali.

Mereka percaya Reina adalah senjata mematikan namun masih perlu diwaspadai membuat andri lebih menghormatinya.

Anggota mereka kembali seperti semula tanpa retakan.

Tanpa disadari waktu telah berlalu sangat lama, Kael telah pulih meskipun belum sepenuhnya.

Disaat mereka sedang beristirahat ditepi sungai, tanpa mereka sadari bumi telah bergetar secara perlahan.

Seperkian detik kemudian hilang, dan muncul lagi.

"kalian merasakannya juga?." tanya Prisma saat sedang minum air ditepi sungai.

Sedangkan Reina sedang mencuci hewan buruan yang telah santo tangkap.

Sedangkan andri dan dandi sedang membuat api untuk memasak hewan buruan mereka.

Karena Reina sedang berada ditepi sungai dia melihat sesekali air seperti sedang beriak.

"kami tidak merasakan apapun." ucap santo saling menatap andri dan dandi.

"aneh." gumam Prisma.

Andri merasa sedikit gelisah, entah perasaan apa yang sedang ia rasakan.

Mereka mendekat dipinggir sungai, dan iya mereka semua benar-benar melihat air itu sedikit bergerak seperti sedang ada gempa.

"jangan-jangan..." ucap reina pelan.

Andri menyadari sesuatu, "Gawat, cepat menjauh." teriaknya

Namun terlambat, tiba-tiba gempa bumi yang sungguh sangat dahsyat terjadi. Semua terguncang, banyak hewan menjadi liar, panik dan berhamburan.

Tanah terbelah, membuat jurang yang sangat dalam. Air sungai naik kedaratan dan menyapu seluruh pepohonan.

Dengan cepat Dandi menangkap tubuh reina yang hampir terbawa oleh air sungai yang meluap.

"Prisma!" teriak Andri, mencari keberadaannya.

Andri, santo, dandi dan reina terbang melihat keadaan yang sudah tidak lagi utuh.

"bagaimana bisa?." gumam reina perlahan.

"sekarang bukan waktunya untuk menyesal. cepat cari Prisma." ucap dandi dan segera pergi mencari keberadaannya.

Mata reina menyipit, apa itu diatas pohon tumbang yang terbawa air sungai. "jangan-jangan..." reina langsung menghampiri dengan cepat.

Ternyata benar, "Prisma.." teriak reina membuat semua orang menoleh dan menghampirinya.

Mereka melihat prisma dalam keadaan sehat dan "bukannya kamu bisa terbang?" tanya santo.

Prisma terkejut mengingat sesuatu, "ah iya saya lupa." ucapnya sambil terbang dan menggaruk kepalanya.

"huhfftt" reina menarik nafas lega.

Setelah hampir 20 menit, guncangan itu akhirnya berhenti. Kemudian mereka turun kedaratan.

"air sungai tadi kemana perginya." kata prisma.

"lebih baik kita pulihkan terlebih dulu energi kita, dan pergi dari sini. Pasti banyak warga yang butuh bantuan kita." karena kemampuan terbang sangat mengkonsumsi energi secata brutal.

Ditengah-tengah mereka istirahat. Tiba-tiba langit merah dipenuhi retakan cahaya tipi seperti ada sesuatu di baliknya.

"kenapa langit seperti terbelah." tanya dandi kemudian berdiri.

Andri merasa seperti ada yang sedang mengawasi, "Aku merasa seperti ada yang sedang mengintip."

Reina berdiri diam. Tangannya sedikit bergetar. Bukan karena kehilangan kendali.

Tapi karena… sesuatu seperti memanggilnya lagi.

“Datang lagi?” tanya Andri tanpa menoleh.

Reina mengangguk pelan. “Lebih jelas dari sebelumnya.”

Prisma langsung siaga. “Kalau ini berbahaya, kita mundur.”

“Tidak…” Reina menutup matanya.

“Kalau aku lari… aku tidak akan pernah tahu apa yang ada di dalam diriku.”

Dunia kembali membeku.

Namun kali ini tidak gelap sepenuhnya.

Ada cahaya. Lembut. Hangat.

Reina berdiri di ruang luas berwarna putih pucat, tapi retak di beberapa bagian.

Seperti sesuatu yang indah yang sudah rusak. Di tengahnya ada sesosok muncul.

Bukan bayangan hitam seperti sebelumnya. Tapi seorang wanita.

Rambut panjang seperti cahaya, namun tubuhnya terbelah oleh retakan hitam.

Reina membeku. “…kau siapa?”

Wanita itu menatapnya. Matanya penuh kesedihan. “Aku…”

Suaranya lembut, tapi terasa jauh. “…adalah bagian dari dirimu.”

Fragmen kenangan muncul.

Bukan lagi kehancuran tapi sesuatu yang jauh lebih besar.

Langit bukan milik dunia manusia. Makhluk-makhluk besar berdiri di atas hukum realitas.

Para dewa.

Namun perang terjadi. Bukan antar manusia.

Tapi antar entitas yang bahkan tidak seharusnya menyentuh dunia ini.

“Aku… pernah utuh,” kata sosok itu.

“Tapi untuk menghentikan sesuatu yang lebih besar dari kehancuran…”

Tubuhnya retak lebih dalam. “…aku membelah diriku sendiri.”

Reina menggertakkan gigi. “Kenapa aku?”

Sosok itu tersenyum tipis. “Karena saat kau mati…”

Waktu seperti diputar ulang. Reina melihat tubuhnya yang hancur di masa depan.

“…jiwamu berada di ambang.”

“Tidak hidup. Tidak mati.”

“Dan di antara semua kemungkinan…”

Sosok itu menyentuh dada Reina. “…kau adalah satu-satunya yang tidak hancur saat bersentuhan denganku.”

Reina menatap tajam. “…kalau kau setengah…”

Sosok itu terdiam.

“…di mana sisanya?”

Untuk pertama kalinya ekspresi wanita itu berubah. “Dia… masih ada.”

Ruangan tiba-tiba bergetar. Retakan menyebar lebih cepat.

“Dan dia…” Suara itu mulai pecah. “…sedang mencarimu.”

Kilasan muncul

Seorang pria berdiri di antara langit yang hancur.

Matanya dingin.

Tangannya memegang cahaya yang sama tapi lebih stabil. Lebih utuh.

 “…dia membawa setengah lainnya.”

“Dan ingatan… yang bahkan aku sendiri sudah lupa.”

Reina mundur selangkah. “Kalau kami bertemu…”

Jawaban tidak langsung datang.

“…aku akan hilang?”

Sosok itu tersenyum sedih. “Tidak.”

“Kau akan menjadi sesuatu yang lebih besar.”

“Namun…”

Ia menyentuh pipi Reina. “…mungkin bukan lagi dirimu yang sekarang.”

“REINA!”

Reina terbangun.

Terjatuh berlutut. Semua langsung mendekat.

“Apa yang kau lihat?” tanya Dandi.

Reina terdiam. Lama, lalu perlahan berkata “…aku bukan satu-satunya.”

Semua membeku.

“Ada seseorang…”

Matanya menatap langit retak. “…yang membawa setengah dari diriku.”

"apa?" jawab mereka terkejut.

"maksudnya sekarang dirimu tidak utuh?." tanya dandi penasaran.

Reina terdiam, tidak tahu bagaimana menyampaikannya. Selain santo tidak ada yang tahu kalau dia terlahir kembali.

Santo dan Prisma seakan mengerti apa yang sedang dia pikirkan, "jangan-jangan ada hubungannya dengan jiwamu yang pernah reinkarnasi?." tanya Prisma tanpa basa basi.

Semua terkejut dan menatap prisma, sedangkan santo dan reina terkejut bagaimana prisma bisa tahu tentang reina terlahir kembali.

"reinkarnasi?." kata dandi dan andri secara bersama.

"bagaimana kamu tahu ini." tanya santo.

"ini bukan waktunya membahas ini. Sekarang yang lebih penting apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh reina." ucap prisma.

Lamunan reina buyar, "prisma benar, ini ada hubungannya dengan jiwa ku yang telah reinkarnasi."

"jadi..?" kata andri.

Mereka menunggu reina berbicara.

"saya bertemu dengan setengah jiwa yang ada didalam diriku. Disaat jiwaku terlahir kembali jiwanya juga masuk kedalam tubuhku, dan aku melihat sebagian dari kenangan miliknya."

"tunggu, kenapa harus kamu?" kata santo.

"kata dia, karena hanya jiwaku yang tidak hancur saat bersentuhan dengannya." ucapnya pelan.

"jangan-jangan.." kata andri pelan tanpa sadar kakinya mundur beberapa langkah.

"kamu benar, ingatan yang saya lihat kehancuran dunia yang bukan hanya milik manusia."

"dewa." kata andri pelan nyaris tak terdengar.

"apa???" kata dandi, prisma dan santo.

"ada seseorang yang sedang mencari keberadaanku dan membawa setengah jiwanya."

"kalau jiwa setengahnya menyatu, apa kamu-?" ucap prisma suaranya bergetar.

"saya tetap ada, namun berubah menjadi yang seharusnya tidak ada. Karena saya sendiri sudah memiliki kekuatan yang jauh melampaui batas."

"jadi karena jiwa ini hanya setengah jadi kekuatannya retak maka dari itu kamu sering lepas kendali." ucap santo.

Reina terdiam sejenak, "mungkin."

1
DRR_LOVE
Keren loh, wajib dibaca..
Ellasama
cari referensi Thor supaya tau dan bisa bikin novel yang bagus apalagi reader gak suka type karakter yang lemah apalagi untuk si fl
DRR_LOVE: tentu kak, terimakasih
total 1 replies
Ellasama
gak heran makin dikit yg kasih like
Ellasama
alah ternyata type fl menyek-menye please paling gak suka kalau karakter ny gitu, katanya terlahir kembali dan sudah pernah ngalamin gitu aja gak bisa ngatasin
DRR_LOVE: halo kak, maaf kalau tidak sesuai dengan pemikiran kakak ya.. karena murni hasil dari imajinasi 🙏🙏
total 1 replies
Ellasama
kukira ada zombie ny ternyata dewa-dewi alurnya,,,, agak aneh tp suka kalau ada space entah seterusnya kek mana/NosePick/
Ellasama
Dewi Sinta? film India kah,,,, ada ada aja ni author. pasti ni ada benang merahnya ni🤭
Anime aikō-kā
.
yang
semngat💪
DRR_LOVE: terimakasih suportnya kak😍💪🙏
total 1 replies
yang
hus sana pergi
yang
hmm
DRR_LOVE: halo kak, terimakasih sudah suport😍🙏
total 1 replies
Andira Rahmawati
lanjuttt trusss semangat💪💪💪
DRR_LOVE: terimakasih sudah support kak🙏😍
total 1 replies
Andira Rahmawati
hadir thorrr
DRR_LOVE: Terimakasih kak 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!