Arini tak menyadari jika dirinya telah menjalin hubungan dengan laki laki beristri dan saat Arini tau jika laki laki yang iya cintai dan yang telah menghamilinya merupakan pria beristri Arini pun memilih untuk pergi dan menjauh.
Terlebih saat tau dirinya hanya akan di jadikan alat untuk bisa memberikan keturunan untuk istri laki laki itu Arini pun memutuskan merahasiakan semuanya dan itu juga yang menjadi landasan untuk Arini memilih pergi dari laki laki yang sudah menipunya habis habisan.
" kamu boleh pergi dari ku tapi jangan pernah bawa anak ku karena aku menginginkan anak itu " ucap laki laki yang dengan sengaja menghamili Arini demi bisa memiliki anak.
Apakah Arini bisa benar benar lepas dari laki laki itu atau kah Arini harus benar benar memberikan anak yang selama ini iya rahasiakan dan sembunyikan demi bisa lepas dari laki laki yang ternyata masih memiliki istri yang sah ?
Dan bagaimana sebenarnya hubungan laki laki yang menghamili Arini dengan istri sahnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghapus Kerinduan
Dengan di bantu tetangga di sekitar rumah Puspa berhasil membawa masuk Arini ke dalam rumah kontrakan mereka dan tak butuh waktu yang cukup lama akhirnya Arini kembali sadarkan diri.
" apa Ghina sudah kembali ?" tanya Arini sambil terbangun dari tidurnya tapi kepalanya terasa sangat berat.
" kita akan cari Ghina sama sama " ucap Puspa mencoba untuk kuat saat mengatakan semua itu pada Arini karena iya pun tak tau kemana harus mencari Ghina apalagi hari sudah semakin malam.
Jika di rumah Arini sedang sangat panik memikirkan Ghina yang tiba tiba saja menghilang, lain halnya dengan Galuh yang baru saja selesai membayar belanjaan miliknya dan juga milik Ghina, suara dering ponsel kembali mengusik perhatiannya.
" bunda ?" penasaran dengan sambungan telepon bunda untuk ketiga kalinya membuat Galuh memutuskan untuk mengangkat sambungan teleponnya.
" ya bunda " ucap Galuh sambil memasukan barang belanjaan nya ke dalam kursi belakang mobil sedangkan Ghina sudah duduk manis di kursi depan sambil menikmati es krim kesukaannya.
" kamu dimana ?" tanya Bu Devina yang ingin mendengar penjelasan putranya tentang apa yang iya dengar.
" Galuh di jalan Bun, ada apa ?" tanya Galuh yang kini sudah duduk di belakang kemudi tepat di samping Ghina putri kecilnya.
" bunda tunggu kamu sekarang di rumah " ucap Bu Devina tanpa memberi pilihan.
" apa tidak bisa besok ?" tanya Galuh yang masih ingin menghabiskan waktu yang lebih lama dengan Ghina.
" bunda tunggu sekarang titik " ucap Bu Devina yang memang selalu seperti itu dan tak suka jika apa yang iya katakan di bantah oleh anak anaknya.
" baiklah tapi Galuh tak bisa menginap " ucap Galuh yang bersyukurnya rumah ibunya masih satu kota dengan Arini dan hanya butuh waktu setengah jam untuknya sampai ke rumah ibunya.
Galuh kembali menyimpan handphone miliknya di atas dashboard mobil baru setelah itu melihat ke arah Ghina yang masih asik menghabiskan es krim di tangannya.
" apa Ghina mau ikut om sebentar, ibu om meminta om untuk datang ke rumah sekarang ?" tanya Galuh yang tak ingin memaksakan kehendaknya jika Ghina memang tak ingin ikut bersama nya.
" tapi nanti bunda ..." Ghina ragu menyetujui permintaan Galuh tapi juga tak berani untuk menolak permintaan Galuh.
" nanti om yang bilang pada bunda mu " ucap Galuh yang belum menghubungi Arini bahkan Galuh seolah lupa jika dirinya tak memiliki nomor handphone Arini.
" memang om tau nomor telepon bunda ?" tanya Ghina yang ingin berbicara dengan ibunya saat ini.
" nomor telepon ?" Galuh termenung menyadari jika memang dirinya tak memiliki nomor handphone Arini ataupun Puspa jadi bagaimana bisa dirinya memberitahu Arini jika Ghina sedang bersama dengan dirinya.
" Ghina mau pulang " ucap Ghina yang tiba tiba saja menangis mengingat ibunya Arini.
" Ghina ngga mau ikut sama om, Ghina mau bunda " ucap Ghina dengan tangisan yang tak terelakkan.
" iya kita ketemu bunda tapi antar om ketemu nenek dulu ya " ucap Galuh yang berpikir jika dirinya mengembalikan Ghina saat ini mungkin Arini tak akan pernah mengijinkan dirinya lagi membawa Ghina pergi apalagi untuk menemui ibunya yang tak lain adalah neneknya Ghina.
" janji ?" tanya Ghina sambil mengulurkan jari kelingking mungilnya ke arah Galuh yang langsung di sambut kaitan kelingking Galuh yang tentu saja berbeda ukuran.
" maafkan om yang membawa Ghina tanpa izin saat ini tapi om janji akan menjaga Ghina sampai om antarkan kembali Ghina padamu " ucap Galuh pada dirinya sendiri.
Galuh sepertinya lupa jika cara yang iya lakukan akan membuat Arini khawatir dan panik, tapi mungkin ini sisi egois Galuh yang hanya memikirkan kebahagiaan dirinya tanpa memikirkan apa yang akan terjadi pada Arini saat ini.
" kita ke rumah nenek " ucap Galuh yang mulai mengemudikan mobilnya menuju rumah Bu Devina setidak nya ibunya bisa melihat cucunya meski hanya sebentar, hingga tak butuh waktu lama Galuh dan Ghina baru saja sampai di depan rumah Bu Devina saat jam sudah menunjukan pukul enam sore.
" nanti panggil ibunya om dengan sebutan nenek ok " ucap Galuh yang hanya ingin membahagiakan ibunya meski hanya sesaat.
" jangan lama lama ya om, Ghina mau ketemu bunda " ucap Ghina yang tak seceria saat tadi ikut dengan dengannya.
" iya " ucap Galuh sambil membuka pintu mobil nya baru setelah itu membukakan pintu untuk Ghina.
Ting tong
Ting tong
" itu pasti mas Galuh " ucap Anjani sambil membuka pintu rumah sedangkan Bu Devina masih duduk di ruang keluarga.
" ayo mas masuk... " pandangan mata Anjani terpaku saat melihat anak kecil di samping kakanya yang terlihat sangat mirip dengan wajah kakaknya.
" dia siapa mas ?" bisik Anjani yang sebenarnya bisa menduga siapa gadis kecil di samping kakaknya.
" nanti juga kamu akan tau, mana bunda " ucap Galuh yang tak bisa terlalu lama di rumah Bu Devina karena mungkin Arini sudah mencari dan mengkhawatirkan Ghina yang tak kunjung kembali ke rumah.
" Bun, coba tebak siapa yang mas Galuh bawa " ucap Anjani yang ikut merasa bahagia jika memang Ghina anak kakaknya meski dengan wanita lain yang tentu juga akan menjadi keponakannya mulai saat ini.
" Bun " Galuh menyapa ibunya yang terlihat sedang fokus ke layar televisi yang sedang menayangkan film favoritnya saat ini.
" kamu sudah datang " ucap Bu Devina tapi semua kata kata dan pertanyaan yang ingin iya tanyakan pada Galuh putranya seolah hilang dalam pikirannya saat melihat wajah mungil yang ada di samping putranya seolah wajah itu tampilan Galuh saat kecil tapi versi perempuan.
" apa dia cucu bunda " ucap Bu Devina yang masih terpaku di tempatnya saat ini.
" saya Ghina nek " ucap Ghina yang selalu di ajarkan Arini untuk menyalami orang yang lebih tua.
" ah pintarnya kamu sayang " ucap Bu Devina sambil mencium kening Ghina setelah Ghina menyalami dirinya.
" boleh nenek memeluk kamu " tanya Bu Devina yang membalas sopan santun Ghina dengan bertanya sebelum memeluk Ghina.
Ghina melihat sebentar ke arah Galuh seolah meminta pendapat Galuh dan saat Galuh menganggukkan wajahnya, Ghina pun mengangguk memberi izin pada Bu Devina untuk memeluknya.
Bu Devina memeluk Ghina cukup erat seolah dengan itu bisa menumpahkan kerinduannya pada sosok cucu yang begitu iya harapkan selama ini.
" dimana ibunya ?" tanya Bu Devina yang ingin melihat siapa wanita yang sudah memberikan iya cucu yang begitu manis dan pintar seperti Ghina.
" Arini tidak ikut " ucap Galuh.
" bunda ngga tau kalo Ghina dan om pergi " ucap Ghina polos.
" maksud Ghina apa ?" tanya Bu Devina pada putranya.
" apa kamu mengajak Ghina diam diam ?"
" apa kamu tidak berpikir apa yang akan ibunya pikirkan saat tau anaknya tak ada ?"
" cepat hubungi ibunya biar bunda yang bilang jika ghina ada di rumah bunda, jika perlu minta ibunya Ghina datang ke rumah bunda "
✍️✍️✍️ apa jadinya saat Bu Devina tau hubungan Galuh dan Arini yang sebenarnya dan apakah Bu Devina akan meminta Galuh menikahi Arini sedangkan Galuh masih bersama dengan Malika.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘