NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Wanita Besi

Rahasia Sang Wanita Besi

Status: tamat
Genre:Tamat / CEO / Kehidupan di Kantor / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Fantasi Wanita
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nuah

Rahasia Sang Wanita Besi

Sebagai sekretaris pribadi, Evelyn dikenal sempurna—tepat waktu, efisien, dan tanpa cela. Ia bekerja tanpa lelah, nyaris seperti robot tanpa emosi. Namun, di balik ketenangannya, bosnya, Adrian Lancaster, mulai menyadari sesuatu yang aneh. Semakin ia mendekat, semakin banyak rahasia yang terungkap.

Siapa sebenarnya Evelyn? Mengapa ia tidak pernah terlihat lelah atau melakukan kesalahan? Saat cinta mulai tumbuh di antara mereka, misteri di balik sosok "Wanita Besi" ini pun perlahan terkuak—dan jawabannya jauh lebih mengejutkan dari yang pernah dibayangkan Adrian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Bayangan di Balik Tirai

Evelyn tak bisa menghilangkan bayangan percakapan tadi malam. Zayne—kehadirannya yang selalu menenangkan namun juga membingungkan. Perasaannya yang mulai tumbuh lebih dari sekadar rasa terima kasih, lebih dari sekadar kedekatan dalam misi bersama, membuat Evelyn merasa berada di tengah badai emosi yang tak terduga. Tetapi dia tahu, dia tak bisa terlalu larut. Saat ini, misi mereka jauh lebih penting daripada apapun yang berhubungan dengan perasaan.

Mereka telah berada di markas baru The Crimson Order selama beberapa minggu, berusaha menggali lebih dalam ke dalam organisasi itu. Semakin mereka menyelidiki, semakin banyak lapisan-lapisan rahasia yang terungkap—rahasia yang mengguncang dasar kepercayaan mereka sendiri. Namun, saat mereka semakin dekat untuk mengungkap identitas pemimpin mereka, bahaya semakin mengintensifkan.

Hari itu, Evelyn dan Zayne bersama tim lainnya mempersiapkan pergerakan selanjutnya. Mereka sudah memiliki sedikit petunjuk yang bisa membawa mereka lebih dekat ke inti dari The Crimson Order, namun mereka tahu bahwa segala sesuatu tak selalu berjalan seperti yang direncanakan.

Evelyn berada di meja komando, memeriksa laporan yang baru diterima. Zayne berdiri di sampingnya, melihat data yang sama dengan tatapan tajam. “Apa yang kita cari sebenarnya?” tanya Zayne, suaranya tenang meskipun ada kegelisahan yang samar terdengar.

“Petunjuk-petunjuk kecil yang telah mereka tinggalkan. Satu-satunya cara kita bisa melangkah lebih jauh adalah dengan mengungkap siapa yang terlibat dalam keputusan-keputusan besar yang mereka buat,” jawab Evelyn tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.

Zayne menatapnya, namun kali ini ada ketegangan di matanya. “Apa kau yakin kita tidak terlalu jauh melangkah, Evelyn? Semua ini sudah mulai membahayakan kita lebih dari yang kita perkirakan.”

Evelyn menghentikan tangannya dari mengetik, lalu menatap Zayne. Mereka saling memandang dalam diam. Dalam tatapan itu, ada banyak hal yang tak terucap. Keduanya tahu apa yang mereka hadapi, dan meskipun Zayne selalu ada di sampingnya, selalu memperingatkan agar tidak terlalu terbawa perasaan, Evelyn merasa bahwa kata-kata itu lebih dari sekadar peringatan. Ada kecemasan yang begitu jelas terlihat di wajahnya.

“Terkadang kita harus melangkah lebih jauh untuk mendapatkan kebenaran, Zayne,” ujar Evelyn dengan suara yang lebih lembut dari yang dia inginkan. “Aku tahu itu berbahaya. Tapi ini bukan hanya tentang kita lagi. Ini tentang orang-orang yang kita sayangi. Tentang masa depan yang kita hadapi jika kita gagal.”

Zayne menghela napas, tampaknya memahami. “Aku tahu, Evelyn. Hanya saja… kita tak bisa mengabaikan bahaya yang mengintai setiap langkah kita.”

Evelyn mengangguk pelan. “Aku tahu.”

Keheningan yang menggantung antara mereka terasa semakin tebal. Meskipun mereka berdua telah melalui banyak momen berbahaya bersama, kali ini rasanya lebih berat. Ada sesuatu yang berubah—perasaan yang tak terucap, ketegangan yang tumbuh semakin kuat, meskipun mereka berdua berusaha menahannya. Namun, Evelyn tak bisa menahan perasaan yang kini mengganggu pikirannya. Perasaan yang terus berputar-putar, seperti api yang tak bisa dipadamkan.

Sementara itu, di balik layar, Leonard yang masih berada di ruangan terisolasi kembali memandang mereka. Dia tahu bahwa Evelyn dan Zayne terlibat dalam permainan yang lebih besar daripada mereka sadari. Dia sendiri bukan orang yang mudah dipermainkan. Dalam ketidakberdayaannya, dia masih punya banyak informasi yang bisa mempengaruhi jalannya misi ini. Tapi, ada satu hal yang dia juga tahu: mereka takkan pernah berhenti mengejar kebenaran.

Malam itu, mereka berangkat untuk melakukan penyusupan ke markas kecil milik The Crimson Order yang berada di pinggiran kota. Informasi yang mereka dapatkan cukup meyakinkan—di tempat itu, mereka bisa menemukan petunjuk baru yang mengarah pada identitas sebenarnya dari pemimpin organisasi ini. Evelyn memimpin timnya, Zayne berada di sisi kanan, siap dengan segala peralatan yang diperlukan.

Mereka menyusuri lorong gelap, setiap langkah mereka diselimuti ketegangan yang tak terucap. Zayne yang berjalan di belakang Evelyn, sesekali mencuri pandang ke arah wanita itu. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuatnya tak bisa berhenti memperhatikan Evelyn. Meskipun mereka berdua tak pernah mengungkapkan apapun secara langsung, Zayne tahu bahwa perasaan itu sudah ada sejak lama. Dan semakin lama, semakin sulit untuk mempertahankan jarak di antara mereka.

Evelyn tak menyadari tatapan Zayne. Fokusnya sepenuhnya tertuju pada misi ini, pada langkah-langkah yang harus mereka ambil untuk melindungi dunia dari kehancuran yang mungkin terjadi jika The Crimson Order terus dibiarkan berkembang. Namun, di dalam hatinya, ada kecemasan yang sama—bahwa mereka mungkin akan menghadapi pilihan yang lebih sulit, lebih berbahaya, dan yang lebih menyakitkan.

“Evelyn, kita hampir sampai,” Zayne berbisik pelan, menariknya dari lamunan.

Evelyn mengangguk dan memperlambat langkahnya. Mereka mendekati pintu utama markas tersebut. Saat Zayne mendekat, dia bisa merasakan kedekatan yang semakin kuat antara mereka. Hanya ada beberapa detik lagi sebelum mereka menyelinap ke dalam dan mencari jawaban atas semua pertanyaan yang selama ini menghantui mereka.

Namun, saat Evelyn membuka pintu, suara keras dari dalam membuatnya berhenti. Mereka tiba-tiba terperangkap dalam keheningan yang mengerikan, dan dalam sekejap mata, mereka disergap oleh sekelompok orang berseragam hitam yang muncul entah dari mana. Zayne dan Evelyn berputar, bersiap untuk melawan, tetapi terlalu terlambat—mereka sudah terkepung.

Seseorang yang berdiri di depan mereka mengenakan topeng dengan simbol Crimson Order yang terlihat jelas di dadanya. “Kalian berdua terlalu jauh,” ujar suara dalam topeng itu. "Kami tidak akan membiarkan kalian mengungkap lebih banyak lagi."

Zayne melangkah maju, bersiap menghadapi serangan. Namun, sebelum dia bisa bergerak lebih jauh, Evelyn tiba-tiba menariknya kembali.

"Apa yang kalian inginkan?" Evelyn bertanya dengan suara tenang, meskipun dalam hatinya ada perasaan lain yang mengusik.

Pemimpin yang mengenakan topeng itu tersenyum tipis, seolah tahu bahwa mereka tidak akan pernah menang. "Kami hanya ingin melindungi apa yang sudah kami bangun. Dan kalian berdua… kalian sudah terlalu terlibat."

Evelyn merasakan ketegangan semakin memuncak. Perasaan yang semakin kuat dan tak terucapkan, sekaligus ancaman yang lebih nyata daripada yang mereka bayangkan, semakin mendekat.

Sementara itu, di luar, bayangan seseorang yang tak dikenal mengamati dari kejauhan. Wajahnya tersembunyi, namun gerak-geriknya menandakan bahwa dia tahu lebih banyak daripada yang dia tunjukkan.

“Waktunya hampir tiba,” ujar pria itu dengan suara penuh kepastian, sebelum menghilang dalam kegelapan.

.

.

.

Masih ada yang baca tak?

Aku lanjut nulis nih kalo masih ada yang stend by kiw ah.

Kalo gak ada juga mau terus nulis no komen si, kasih like ya beri pertanda kalo emang masih ada yang baca.

hobiku nulis, jadi mau ada pembaca apa enggak yang penting nulis gaje waeh..

1
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
siapa tuh sosok yang bertopeng apakah dia suruhan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
bnr selesai aja misi nya baru deh nanti bicara soal perasaan 🤭
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
pasti kalian bisa menghancurkan musuh² itu
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
meskipun Leo udh ditahan masih aja ada musuh lain yang mau mengalahkan lyn dan teman² nya,
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
hati hati takutnya ada jebakan disana,semoga aja kalian menang melawan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga misi nya berhasil mengalahkan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
JD benar kah lyn itu hasil penelitian dari leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
kapan perang dimulainya udh GK sabar nih melihat lyn dan sopi menghancurkan robot yg dibuat oleh leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga lyn dan sopi bisa mengatasi robot yg digunakan oleh leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
keren ceritanya nya
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga aja lyn selamat dan bisa keluar dari perangkap nya leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
sebentar lagi perang akan dimulai
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
untung aja lyn udh keluar dari gedung itu coba kalau TDK pasti udh ketangkep sama Leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
km pasti bisa mengatasi semua ini Evelyn biar rahasia nya tak terbongkar smaa org lain
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
walaupun udh ketangkep pria misterius itu masih aja belum cerita siapa org yg nyuruh mereka buat menghancurkan evelyn
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
siapa org yg sudah mengkhianati nya
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
untung ada Adrian JD kau bisa selamat dari musuh itu
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
Adrian masih penasaran sama sekertaris nya apakah dia akan mencari info lebih dalam
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
ada yang mata²n mereka kah ko Adrian bisa tau.
QueenRaa🌺
Keren banget ceritanya thorr✨️ Semangat up!!
Kalo berkenan boleh singgah ke "Pesan Masa Lalu" dan berikan ulasan di sana🤩
Mari saling mendukung🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!