Menikah adalah impian setiap wanita, tak terkecuali Tiyah Citanin, seorang wanita dewasa berbadan gemuk. Umurnya telah 28 tahun, ia tak memiliki tambatan hati, jadi belum ada yang melamar hingga sekarang.
Dilamar oleh seorang pria yang pertama kali ia lihat, pemuda tampan dengan mobil keren. Tak terlalu berpikir panjang, ia meneruskan kesalahpahaman keluarganya dengan menerima lamaran pria itu.
Pria yang ia nikahi terlalu misterius baginya, ataukah ... ia yang terlalu sering salah paham? Pernikahan mereka dibumbui dengan kesalahpahaman satu sama lain.
Hingga sebuah kenangan dimasa kecil muncul di kepala Tiyah. Janji untuk selamanya bersama.
Apakah pernikahannya akan berlangsung lama? Atau ia mencari pria di masa kecilnya?
Mari simak cerita ini! Karya orisinil Rozh! Hanya ada di aplikasi Noveltoon/Mangatoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyebut Nama Wanita Lain
Krek!
Suara pintu kamar Tiyah terdengar terbuka dari luar, hari ini Gibran pulang cepat. Padahal tadi ia mengirim pesan akan pulang larut malam kepada Tiyah. Setelah ia membuka pintu, ia masuk dan membuka bajunya.
Ia tersenyum, ia melihat kearah Tiyah yang sedang tertidur, ia tidur menggunakan handuk dengan tidur yang berantakan membuat paha mulus Tiyah terekspos. Gibran mengelus kaki, betis sampai paha Tiyah. Ia mendekati Tiyah dan mencium keningnya.
Ia menatap lekat wajah istrinya yang tertidur lelap itu. Mengelus pipinya, kemudian ia menghela nafas panjang, mengingat laporan dari pekerjanya tadi siang, membuat tangan kirinya terluka. Ia memukul dinding kantor dengan sangat kuat, hingga tangannya luka dan berdarah.
Ia kembali mencium Tiyah, kemudian berangsur beranjak, membuka seluruh pakaian yang melekat ditubuhnya, mengambil handuk dan segera pergi mandi. Setelah mandi, ia hanya memakai celana pendek dan kaos oblong, kemudian ia berbaring di samping Tiyah.
Matanya terus mengamati Tiyah, melihat setiap inci wajah wanita yang ia nikahi itu, kemudian mencium pipi tembemnya beberapa kali. Ia kemudian tersenyum kembali dan membelai-belai pipi tembem itu.
Entah kenapa, Gibran seolah lepas kontrol, atau perasaannya sedang kacau, ia kembali dan kembali menciumi pipi Tiyah, dan akirnya mengecup bibir Tiyah yang sedang tertidur itu, walaupun ia sesekali bergerak dan menggeliat, tapi Gibran mengelak dan menangkis tangan Tiyah.
Ia mengecup bibir Tiyah beberapa kali. Perbuatan Gibran akirnya membuat Tiyah terbangun. “Oii!” teriak Tiyah setengah sadar, reflek ia mendorong dan menampar wajah Gibran karena terkejut. Ia membuka matanya, dengan nafas setengah memburu. “Uh! Hah! Huft!”
“Ma... Maaf, maaf suamiku. Aku tadi bermimpi, ada orang yang menggangu ku, ia menggerayangi tubuhku, menciumi aku.” jelas Tiyah setelah kesadarannya kembali.
Ia segera mengelus wajah Gibran dan langsung mencium pipinya. Ia mencium pipi Gibran sebanyak 3x, dan yang paling terakhir sangat lama.
Gibran menatap Tiyah dalam, menyentuh wajah Tiyah, mengelusnya, mendekatkan wajahnya dengan wajah Tiyah. Dekat dan semakin dekat, ia kemudian mengecup bibir Tiyah beberapa kali.
Kemudian ia mencium bibir Tiyah dengan sangat lama, ia bermain-main dengan bibir dan lidah Tiyah. Tiyah yang baru saja tersadar dari tidurnya hanya terdiam menerima dan akirnya menikmati ciuman itu. Bahkan sekarang ia merasa di alam mimpi, mereka berciuman dengan panas.
Tiyah membalas ciuman itu, ia telah mahir sejak ciuman pertama saat itu. Tangan nakal Gibran mulai menjalar, awalnya masih mengelus wajah dan memegangi leher Tiyah, sekarang turun ke pinggang dan perut, kemudian naik ke atas, meraba-raba yang empuk disana.
Tiyah meringis awalnya, entah sakit karena belum pernah ada yang meraba atau karena geli. Lama kelamaan Tiyah menikmatinya, nafasnya tersengal-sengal. Gibran meletakkan tangan Tiyah di tubuhnya. ia pun mengikuti dan meraba tubuh yang perkasa dihadapannya itu.
Kemudian ia menarik handuk yang menutupi tubuh Tiyah, ia sangat malu rasanya, gugup karena tidak ada kain yang menutupi tubuhnya lagi. “Istriku.” bisik Gibran manja ditelinga Tiyah, ia mencium leher Tiyah sambil meraba yang empuk di dada Tiyah.
“Aku mencintai kamu Aya, mmmuach.” Kecupan merah dileher Tiyah membekas disana, tanda kepemilikan yang diukir oleh Gibran.
“Aya?” Tiyah bermonolog dengan pikirannya.
Dia jelas-jelas menciumku! Tapi, bisa-bisanya Ia menyebut nama wanita lain di depanku! Bahkan mengatakan cinta! Kurang ajar! Jadi, aku ini apa baginya?
Nafasnya yang memburu dan tersengal-sengal tadi mulai kembali beraturan, ia mendorong tubuh Gibran perlahan. “Aku lapar!” ucap Tiyah, kemudian bangun dan segera menjauh dari Gibran, ia dengan cepat berjalan ke lemari dan mengambil bajunya.
Gibran menghampirinya, memeluknya dari belakang. “Sayang, katanya tadi rindu! Aku rindu kamu, Istriku!” bisik Gibran manja pada Tiyah.
“Tapi, aku sangat lapar. Aku belum makan, malah ketiduran tadi.”
Huh! Rindu? Rindu apanya!? Rindu pada Aya?!
“Baiklah sayang, kalau begitu ayo kita makan.”
Gibran mencium tengkuk Tiyah dan mulai melepaskan pelukannya. Sebenarnya Gibran merasa sedikit kecewa, tadi dia sudah terlanjur On, tapi malah gagal karena lapar. Ia menggaruk-garuk kepalanya sambil tersenyum dan mengikuti langkah Tiyah.
Tiyah telah selesai memakai pakaiannya, ia langsung menuju meja makan. Gibran dan Tiyah segera duduk disana, pelayan menghidangkan makanan untuk mereka.
“Makan yang kenyang sayangku.” Gibran berkata kepada Tiyah sambil mencium pipi tembem Tiyah.
Aku benar-benar gak Mood! Hilang sudah semua seleraku, seberapa pun hasratku, semuanya hilang karena nama Aya itu! Padahal tadi hasratku begitu menggebu-gebu, aku sangat merindukan suamiku.
Perkataanmu membuat hatiku penuh cinta menjadi berantakan. Aku baru saja melambung dengan kehangatannya, tapi setelah ia mengucap nama wanita itu! Rasanya duniaku terjungkir, lalu terhempas ke jurang yang paling dalam. Aku terus saja bermimpi-mimpi, aku benar-benar bodoh!
“Kenapa? Kok gak dimakan? Katanya tadi lapar? Kok cemberut gitu muka nya! Apa makanannya gak enak?” tanya Gibran.
“Enak kok, Suamiku bolehkah aku bertanya sesuatu?”
Ya, sekarang lah waktunya. Aku harus menanyakan siapa Aya dan Raya itu! Dan apa artinya aku baginya!
“Tentu saja boleh, Istriku. Mau tanya apa?” Gibran tersenyum hangat.
“Apa...” pertanyaan Tiyah terhenti karena kedatangan kakak perempuan Gibran, Gina.
“Kamu tumben cepat pulang sekarang? Bukannya ngejar target?” Gina bertanya kepada Gibran, ia langsung mencomot makanan dan segera duduk di meja makan.
“Iya, aku lagi capek aja tadi. Makanya cepat pulang. Gimana sama pekerjaan Kakak?”
“Lancar. Kenapa tuh tangan kamu?”
Tiyah melihat tangan Gibran, ia baru sadar kalau tangan Gibran terluka. “Tadi ada gelas pecah.” jawab Gibran.
“Oh, kok bisa gelas pecah sampe ke punggung tangan? Gak lagi gebukin Khalil kan?” tanya Gina penuh selidik.
“Gak lah kak! Mana mungkin aku gebukin dia!”
“Kali aja kan, kamu kadang kan suka iseng.”
“Eh, tadi kamu mau tanya apa?” tanya Gibran kepada Tiyah setelah selesai berbicara dengan Gina.
“Ah! Aku lupa. Nanti kalau ingat, aku tanya lagi.” jawab Tiyah berbohong. Ia tidak enak hati bertanya itu didepan Gina.
Mereka makan dengan nikmat, dan mulai berbincang tentang keseharian dan terkekeh beberapa kali. Setelah makan Gina dan Gibran langsung pergi keruang kerja Gina, mereka sedang mengerjakan sesuatu yang Tiyah tidak pernah tau.
Tiyah kembali masuk kedalam kamarnya, suasana sunyi kembali menghampiri, Tiyah termenung. Adegan ciuman yang baru saja terjadi masih tidak bisa lepas dari ingatannya.
Setiap kali mengingatnya, muncul perasaan yang terasa sakit. Tak terasa butiran bening mengalir di pipinya, walaupun ia mencoba bertahan kuat dan menahan butiran itu agar tidak mengalir.
“Perasaanku benar-benar sakit, bukankah aku boleh menangis? Mengharapkan cinta suamiku! Bolehkan?” Tiyah menghapus air matanya, menutupi matanya dengan bedak, menyisir rambutnya dan memakai lipstik tipis.
Ia menepuk-nepuk pipinya, menghela nafas panjang, ia melatih wajahnya tersenyum beberapa kali.
BAGUS TU KHALIL DINIKAHIN, BIAR GK PLAYBOY LGI..
BARU TAU LO DICKY KLO SUAMI TIYAH LVLNYA DI ATAS LO.. DN TU GIBRAN SUDH MNCINTAI TIYAH SEDARI KECIL, KRN TIYAH ALAMI SUATU MASALH SAAT BNCANA BANJIR HINGGA LUPA GIBRAN, LUPA DIMAS, HINGGA TIYAH BNYK MNTAN COWOK TRMASUK SI DICKY YG PRMAINKNNYA..
MSKI TIYAH MNOLAK DICKY MNTAH2, TPI TIYAH TTP SALAH KLUAR BRTEMU DICKY TNPA IZIN.. DN SI DICKY KIRA SI KHALIL SUAMI NYA TIYAH, PNTAS SI DICKY BLANG KLO KHALIL BKN LKI2 BAIK2 KRN KHALIL PLAYBOY.. JDI DICKY BLG SUAMI TIYAH BKN LKI2 BAIK..
TPI LO YG DEKATI DN RAYU ISTRI ORG DN INGIN JDI PEBINOR APA LKI2 BAIK, DN LO DLU JUGA JDIKN TIYAH CWEK TARUHAN
APA KIRA2 JAWABN GIBRAN..
TPI SBAGAI ISTRI. DN SBAGAI WANITA BRSUAMI, TK PANTAS BRJALAN DGN LAKI2 YG BUKAN MAHRAMNYA, BHKAN TNPA DITEMANI, DN TNPA IZIN SUAMI.. APAPUN ALASAN NYA APA YG DILAKUKN TIYAH TTP SALAH... KRN MMBERIKAN CELAH PEBINOR DLM RMH TANGGA NYA
DN GIBRAN, KNP GK DICKY YG LO HAJAR, LO SAMPERIN TU KPRUASAHAANNYA..
INI KHALIL & DIMAS YG LO HAJAR..
DN LO JELASIN JUGA TU K TIYAH SIAPA TU RAYA..
TRUS KNP GIBRAN GK PEKA DGN TIYAH,, NTAR TIYAH BLAS SAMA DICKY, MKIN RUNYAM..