NovelToon NovelToon
GHOST SCHOOL

GHOST SCHOOL

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Hantu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:11.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Riumi

[Proses Revisi]
Empat orang gadis memiliki kemampuan yang semua orang tidak miliki, melihat mahluk halus? melihat masa depan? melihat masalalu? merasakan aura disekitar? Mengerikan bukan? Tentu saja. Siapa yang baik-baik saja ketika memiliki kemampuan tersebut.

Kadang melihat sesuatu yang mengerikan itu sangat melelahkan.

Tapi semua itu membaik ketika mereka bertemu dengan Kakak senior di sekolah barunya, memiliki aura yang notabenenya mereka butuhkan selama ini.

Bagaimana kisah cinta mereka dan kisah mereka dengan para mahluk tak kasat mata?

On IG: @ry_riuu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CEMBURU

Beberapa jam telah berlalu, Hanin masih belum sadarkan diri.

"Ca, ini udah pagi kenapa Hanin belum bangun?" tanya Ivy khawatir dengan keadaan Hanin.

"Iya ya. Caca juga khawatir sama Hanin." Jawab Echa sambil menatap Hanin yang masih menutup matanya.

"Kenapa bisa gini ya?" tanya Ivy.

"Gak tau, kenapa ga Vivi liat aja?" jawab Echa menatap kearah Ivy.

"Iya juga ya." jawab Ivy.

Ivy yang mendapat perkataan seperti itu langsung memegang tangan Hanin sambil memejamkan matanya. Siapa tau dia bisa melihat apa yang Hanin rasakan saat beberapa jam yang lalu.

"Gimana?" tanya Echa kepada Ivy yang sudah membuka matanya.

"Vivi ga liat apa-apa." Jawab Ivy sambil menggelengkan kepala.

Mereka sedang larut dalam pikirannya masing-masing. Entah apa yang mereka lamunkan, yang pasti sekarang mereka sedang mengkhwatirkan Hanin yang masih terbaring dengan mata terpejam.

Tok..tok..tok

Mereka langsung melihat kearah pintu, menandakan ada seseorang dibalik pintu tersebut, Ivy melangkahkan kakinya membuka pintu UKS dan ternyata itu kakak seniornya. Nathan, Azka dan Bara.

"Gimana keadaan dia?" tanya Nathan menutup kekhwatiranya.

"Masih sama kak." jawab Echa sambil menggenggam tangan Hanin.

"Kalian bisa pulang, kalau kalian mau." ujar Azka.

"Ehh, gak usah Kak, Vivi sama Caca juga punya tanggung jawab besar di kelompok." ucap Ivy sambil menggelengkan kepalanya.

"Kalau kalian maunya itu yaudah gak apa-apa." ujar Nathan.

"Kakak gak ada acara lagi?" tanya Echa menatap kearah ketiga kakak seniornya itu.

"Sampai jam 9 nanti gak ada. Kasian juga yang lain kalau terlalu cape." jawab Nathan.

"Ooh. Kenapa Kakak juga gak istirahat pasti capek." ujar Echa sambil menatap kearah Bara yang juga sedang menatap dirinya.

"Jadi, nanya intinya ke siapa?" tanya Azka sambil tersenyum penuh arti ketika melihat arah tatapan Echa kepada Baram

"ee-h itu ke kakak-kakak." jawab Echa gugup, karena aksinya tadi.yang terlalu terang-terangan.

"Kalau nanyanya ke kita. Ya karena kita juga punya tanggung jawab besar. Jadi, ini resiko kita, gak bakalan bisa istirahat. Tapi, kalau nanya ke Bara. Dia cuman mau liat Caca." ucap Azka sambil tertawa.

"Gak jelas." ujar Bara sambil menatap tajam Azka.

"Bilang aja Bar nanti di tikung orang tau rasa." ucap Azka memperingatkan.

"Diem, perlu di lakban?" tanya Bara menatap kearah Azka.

"Ehh gausah, iya ini diem." ujar Azka yang langsung terdiam seribu bahasa.

Keadaan di ruang UKS menjadi hening. Tidak ada percakapan lagi. Setelah kejadian tadi Echa dan Ivy pun bingung harus memulai percakapan.

"Ca." panggil seseorang pada Echa.

"Eehhh. Nin udah bangun?"tanya Echa sambil membantu Hanin untuk menyandarkan tubuhnya.

"Heemm." gumam Hanin yang masih merasakan sakit di dalam tubuhnya.

"Baik-baik aja kan?" tanya Ivy khawatir.

"Gak apa-apa kok, tenang aja." jawab Hanin dengan suara yang masih lemah.

"Kalian istirahat aja, masih lama ke jam 9, Hanin juga udah siuman. Kakak pergi dulu ya." pamit Azka ketika melihat keadaan Hanin.

"Eh, Hanin gak tau ada kakak. Makasi ya, udah nyempetin kesini." ucap Hanin sambil tersenyuman manis.

"Nathan katanya mau kesini. Aneh banget dia." ujar Azka sambil mendelik kearah Nathan.

"Kita panitia disini." ucap Nathan dengan santainya.

Entah apa yang ada di dalam hati Nathan. Yang pasti, ini bukan jalur mereka sebagai panitia. Hanya Tuhan dan Nathan yang tau apa yang dilakukan Nathan saat ini.

"Makasih ya kak Nathan, udah nolongin Hanin." ucap Hanin sambil tersenyum sangat manis meski masih terlihat lemah.

"Santai aja." ujar Nathan dengan santainya.

"Modus Nin jangan di percaya." ucap Azka

"Cepet sembuh ya." ucap Bara sambil diam-diam melihat kearah Echa.

"Iya, makasi kak." ujar Hanin dengan senyuman manisnya.

"Nin jangan senyum kayak gitu. Bakalan ada yang cemburu." ucap Azka.

"Siapa?" tanya Hanin bingung.

"Iitt.." belum juga Azka meneruskan ucapannya, Bara sudah mengambil telinga Azka lalu menyeretnya keluar, Bara tau Azka pasti akan menyindir dirinya lagi.

"Awww.. Barr.. sakitt.. Ca marahin." ucap Azka yang masih bisa bercanda di saat situasi seperti itu.

"Kak Bara, kasian kak Azka nya." ujar Echa namun, tidak di gubris oleh pemilik nama itu.

"Gak apa-apa ca, biarin aja." sahut Nathan sambil melihat aksi penyeretan itu antara Bara dan Azka itu.

"Iya kak." ucap Echa sambil menganggukkan kepalanya.

"Cepet sembuh ya Nin, kakak pergi dulu." pamit Nathan pada Echa, Hanin dan Ivy. Sambil berlalu pergi.

"Iya Kak, makasi ya sekali lagi." ujar Hanin sambil melambaikan tangannya.

"Ehemm..ehemm.." ujar Echa dengan suara batuk yang di buat-buat.

"Apa si Ca." ucap Hanin sambil menatap tajam kearah Echa yang berada di sampingnya.

"Eh, Vivi suka deh kalau kak Azka becanda kayak tadi." ujar Ivy sambil tersenyum.

"Inget Vi, kasta kita di bawah, bisa-bisa nanti dilabrak senior." ujar Echa memperingatkan kepada Ivy.

"Emang kayak yang di novel-novel gitu?" tanya Ivy sambil menatap tajam Echa.

"Ya engga si." jawab Hanin.

"Hanin dukung Vivi kalo mau nembak kak Azka. Dia baik, humoris juga." sambung Hanin sambil mengangkat jempolnya kearah Ivy.

"Makasii Hanin ku sayang." uar Ivy sambil memeluk Hanin. Sedangkan yang dipeluk hanya menganggukkan kepalanya.

"Eh, Nin malem kenapa bisa kelepasan gitu?" tanya Echa kepada Hanin.

"Iya, aneh banget Hanin ga bisa ngontrol diri." ujar Ivy yang sudah melepaskan pelukannya dari Hanin.

"Hanin juga gak ngerti, kenapa bisa masuk tiba-tiba, bahkan Hanin gak bisa ngendaliin diri Hanin sendiri, kaya yang besar banget auranya. Terus Hanin kayak yang di kurung gitu, Hanin udah panggil nama Caca sama Vivi tapi suara Hanin sama sekali gak bisa keluar." jelas Hanin pada kedua sahabatnya.

"Kenapa bisa gitu? padahal Hanin bisa ngendaliin dirinya." ujar Ivy.

"Hanin juga gak tau, kayaknya ada yang gak beres sama sosok itu. Hanin ngerasain ada rasa sakit hati, dendam pokoknya banyak banget, Hanin liat kayak anak sekolah sini deh." jelas Hanin.

"Sebenernya yang masuk itu siapa nin? Caca liatnya serem banget." tanya Echa penasaran.

"Satu. Tapi itu bukan wajah aslinya, kalau kalian liat wajah aslinya dia itu cantik banget. Kita juga kalah." ujar Hanin.

"Masa si nin? Kenapa bisa gitu?" tanya Ivy.

"Iya, gak banyak dari mereka yang serem itu bener-bener serem, kadang ada yang nunjukkin dirinya itu serem karena ada sesuatu. Mungkin ada yang gak dia terima sebelum dia pergi." jawab Hanin.

"Caca juga waktu Bagas kesurupan, sebenernya hantu itu gak serem. pas Caca pergi ke alam dia, malah dia cantik banget." ujar Echa.

"Itu beda Ca, emang kalau ketempat terakhir mereka bakalan cantik." ujar Hanin.

"Udah deh Vivi takut." ujar Ivy sambil memegang tangan Hanin.

"Vivi jadi penakut ya sekarang?" tanya Echa.

"Bukan gitu Ca, cuman takut ada apa-apa lagi, nanti repot lagi kakak kelas, malu." jawab Ivy

Kalau dipikir-pikir iya juga, mereka sudah banyak merepotkan kakak kelasnya itu.

1
lala laili
haloo thor
setelah 3 thun lalu aku baca 3 kali, tahun ini baca lagi yng ke empat saking bagusnya ni cerita 😍😍
ᴀᴜʀᴇ́ʟɪᴇ Swan
Ceritanya bagus.
di baca deh, di jamin bakalan nagih 🥳👍
ᴀᴜʀᴇ́ʟɪᴇ Swan
baca ulang lgi di tahun 2025, ingat dlu thn 2022 nge fans sm novel ini. skrg udh Sma tpi tetep suka sama Couple Echa & bara.
saking suka buat nama panggilan jdi caca🤭
yupiiii
gasuka ceritanya terlalu lebay apalagi dgn panggilan yg manggil nama ke diri sendiri geli aja gt, dan kesan horornya ga dpt malah kebanyakan romance. utk thn 2022 okelah novel ini tp pas 2025 dibaca geli banget anjinggg
yupiiii: ya kau juga ngapain sibuk ngurusin perkataan org keliatan banget dikampungmu pasti kau salah satu manusia yg paling banyak mengomentari hidup org lain kayak ga diajari ortu aja🤣 ah apa jangan2 ngomentari org ortumu yg ajari yaa upss🤭
total 10 replies
y u l l i e
kok tamat thooorrrrr????
but thanx ya.....lanjut ghostvilla......bye²
strella♡
author Miss you kapan lanjutin yang teror? 😢
Leandra Anastasya
aku pertama baca cerita ini dari tahun 2022 tapi aku pengen baca lagi karna seru cerita nya thank you ya Thor karna nulis cerita bagus ini dan cerita² lain nya juga
Matthias Von Herhardt
Si Riana lagi Ada ritual Pemujaan... dia itu pengkhianat sbnrnya, juga Ivy...
anikksuriani🌼
Huaaa nggk bisa ini novel trllu kece pokoknya keren banget novel horror pertma yg paling keren yg aku baca susah move on😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Othorr TANGGUNG JAWAB!!!😭😭😭😭
Didi Penulis Horror
kak ceritanya bagus
yasmin azzahra
Luar biasa
Dede Sup
Lumayan
~• Hypper©®Queen°L•A™ •~
calon pasangan nya Echa nih boss, senggol dong 🫠
Sekar Sari
itu nancy momoland bukan si yang jadi viola
Aquarius26
gk bisa berkomentar,,,novelnya bagus banget, speechless sama alurnya,,, tp aq baru nemu & baca ditahun 2025 ,gpp terlambat,drpda tdk sama sekali,,keren novelnya
elsaa
Luar biasa
Imliyana Syafi'i
nyri novel teror keman" aku
di online pengen ad yg jual tp semua nihil
hbsnya greget sma lnjutnn si teror
Evie Aprilianti: di sopee nama nya ap kak.soal aku cari ga dapet
total 2 replies
Imliyana Syafi'i
kpn ya teror up lg
ini ulng baca dr awal terus tp tenag gl bosan" kok
Mira Novariani
Luar biasa
Nelvanda Humaira
Allen Ren/Ren Jialun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!