NovelToon NovelToon
Dia Adikku Bukan Istriku

Dia Adikku Bukan Istriku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Mafia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: wilia

Akibat desakan dari sang mommy akhirnya Noah terpaksa menikah dengan Zoe adik tirinya. Noah menganggap Zoe sebagai adiknya sendiri bahkan, setelah menikah-pun Noah tetap mengatakan pada semua orang bahwa Zoe adalah adik bukan istrinya.

Pernikahan rahasia antara Noah dan Zoe dari publik ternyata membuat Zoe cukup sakit hati. Ia menaruh perasaan pada Noah yang ia anggap sebagai pria satu-satunya setelah sang daddy yang pantas di jadikan suami tapi, Noah tak pernah mengakuinya lebih dari gelar ADIK.

Apa yang akan Zoe lakukan? Mungkinkah ia akan selalu bersabar menunggu posisi barunya atau pasrah melepaskan Noah?!
....

Bagi yang baru baca cerita ini mohon baca dulu novel IMPOTEN HUSBAND.

Jangan lupa vote, like and komennya say, mohon kritik dan saran tapi dalam bahasa yang manusiawi ya😄

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Layak mati

Noah sudah menyelesaikan pekerjaannya satu jam setelah Zoe keluar. Selama itu pula Zoe tak kembali ke ruangan Noah bahkan ponselnya juga ketinggalan.

"Gadis ini memang benar-benar," Gumam Noah melenturkan jemarinya di atas meja kerja lalu memberi pesan pada Vivian untuk segera ke ruangannya.

Tak lama setelahnya Vivian masuk. Pria muda itu terlihat selalu stand-by akan panggilan tuannya.

"Bawa Zoe kembali ke ruanganku!"

"Nona Zoe?" Tanya Vivian dan Noah mengangguk datar.

"Hm. Dia tadi turun untuk bermain. Bawa dia ke sini!"

"Baik, tuan!"

Vivian keluar dari ruangan Noah yang segera mengemasi barang-barangnya karena akan keluar. Ini sudah sore dan ia berniat membawa Zoe jalan-jalan sebelum pulang ke apartemen.

"Tuan!!"

Noah menautkan alisnya saat Vivian masuk kembali ke ruangannya dengan wajah terlihat cukup cemas.

"Ada apa?"

"Sejak tadi nona Zoe tak ada di perusahaan. Penjaga mengatakan jika tadi nona Zoe keluar gerbang tapi sampai sekarang belum kembali."

Mendengar itu raut wajah Noah menggelap. Ia segera memasukan ponselnya ke dalam saku celana lalu meraih jas di punggung kursi.

"Sebar semua bawahan mengelilingi area perusahaan!"

"Sudah, tuan! Saya akan memeriksa cctv!"

Vivian pergi menuju ruang cctv sedangkan Noah turun ke lantai bawah. Perasaannya jadi tak karuan karena Zoe sudah lama tak kembali. Bisa saja terjadi sesuatu pada gadis itu.

Setibanya di lantai dasar Noah di sapa banyak karyawan tapi kali ini Noah tak menghiraukannya. Langkahnya melebar ke arah bawahan yang tengah berdiri di depan pintu perusahaan.

"Adikku sudah kembali?" Tanya Noah terdengar sangat khawatir.

"Belum, tuan!"

"Bagaimana bisa kalian membiarkan dia keluar sendirian?!! Kalian tak lihat bagaimana situasi jalan di depan, haa??" Geram Noah masih menahan emosinya agar tak lepas kendali.

Mereka hanya bisa diam menunduk. Mereka tadi memang mengawasi Zoe tapi gadis itu berkeliaran sesukanya dan keluar sebentar tapi tak menyangka akan selama ini.

"Siall!!" Umpat Noah melihat ke area jalan di depan.

Karena ini sudah sore jadi banyak kendaraan berlalu lalang. Bagaimana jika Zoe tertabrak dan tak di sadari siapapun disini?!

"T..tuan."

"Jika sampai adikku terluka kalian akan menerima akibatnya," Tekan Nick dengan penuh intimidasi.

Mata Nick beralih pada Vivian yang sudah keluar dari lift dan langsung mendekatinya. Tatapan bingung para karyawan yang ada di sekitar sama sekali tak di hiraukan Noah.

"Tuan! Saya sudah memeriksa cctv di area sekitar. Nona Zoe tadi keluar gerbang menuju toko minuman di depan tapi lihat ini, tuan!"

Menunjukan layar ponselnya. Rahang Noah mengeras melihat ada dua pria bermasker dan topi yang membekap Zoe dari belakang dan membawanya masuk ke dalam mobil.

"BISA-BISANYA KALIAN TAK TAHU HAL INI!!!"

"M..maaf, tuan! Kami tak menyangka jika ada yang berani mengusik nona Zoe!" Jawab mereka gugup melihat wajah murka Noah yang tak pernah semarah ini sebelumnya.

Jelas tak pernah karena selama ini tak ada yang berani mengusik Zoe karena mereka tahu seberapa sayang Noah pada gadis itu.

"LACAK MOBIL INI! KIRIMKAN POSISINYA SEGERA PADAKU!"

Bawahan Noah langsung bekerja. Vivian segera pergi mengambil mobil di lobby sementara Noah menghubungi anggotanya di luar untuk pergi lebih dulu menyisir daerah sini.

"Tuan?"

"Retas semua cctv yang ada di jalan sekitar perusahaan. Blokir akses keluar kota!" Titah Noah langsung berjalan ke arah mobil yang sudah di kemudikan Vivian ke depan gedung perusahaan.

"Baik, tuan!"

Noah mematikan sambungannya lalu masuk ke mobil. Vivian melajukan benda itu cepat karena tentu Noah sedang tak baik-baik saja.

Membayangkan betapa takutnya Zoe saat ini dan apalagi Zoe punya banyak trauma di kurung di area gelap sejak di sekap oleh Alice dulu dan trauma aniaya masa kecilnya.

"Bagaimana bisa aku kecolongan?!" Umpat Noah merutuki dirinya sendiri.

"Selama ini tak ada yang mengusik nona jadi tuan tak perlu menyalahkan diri. Nona pasti baik-baik saja."

Noah hanya diam. Ia menunggu pesan dari anggotanya hingga panggilan dari Tean salah satu orang kepercayaan Noah di area luar.

"Tuan! Saya sudah menemukan mobil itu."

"Dimana? Kirim lokasinya padaku!" Tegas Noah tak sabaran.

"Lokasinya di daerah pabrik tebu tua yang ada di pinggir kota. Akses jalan ke sana sangat buruk dan membutuhkan waktu 1 jam lebih. Tetapi, saya sudah mengirim anggota kita lebih dulu untuk mengantisipasi kemungkinan buruk."

"Hm. Jangan sampai Zoe-ku terluka!"

"Saya mengerti, tuan!"

Panggilan itu selesai. Noah tahu pabrik tebu yang di maksud Tean apalagi, itu tempat Zoe di sekap dulu.

"Pabrik tebu yang ada di pinggir kota. Lakukan apapun untuk cepat sampai ke sana sebelum malam!"

Vivian mengangguk. Ia memacu mobil secepat mungkin karena juga cemas akan keadaan Zoe. Bisa saja gadis itu sekarang di pukuli atau kemungkinan buruk lainnya akan terjadi.

Sementara sosok yang mereka takutkan itu tengah mengamuk di ruangan yang hampir gelap karena mentari akan tergelincir ke barat.

Emosinya kian menjalar ke ubun saat mendengar apa yang di katakan wanita sialan itu.

"KAU GILA, HAA??" Teriak Bei La saat Zoe menghajar habis dua pria berbadan kekar yang tadi membawanya ke sini.

Kedua tangan Zoe tak lagi di ikat hingga ia bebas mau meninju ke berbagai arah sesuai kehendaknya.

"Ulangi, apa yang kau katakan tadi?!" Desis Zoe melewati dua tubuh pria yang sudah tak sadarkan diri karena ia cekik dengan tali yang tadi mengikatnya.

Bei La berjalan mundur. Wajahnya pucat bahkan sangat syok tak menyangka jika Zoe akan sebrutal dan semarah ini.

Melihat wajah cantik gadis itu berubah keras dan menakutkan, ia sontak tak lagi punya keberanian.

"KATAKAAAN!!"

"A..Aku h..hamil."

"Hamil?" Tanya Zoe dengan kedua tangan mengepal erat dengan sorot mata membunuh.

Bei La semakin ketakutan kala Zoe terus berjalan maju.

"Y..yah. Aku..aku hamil. Jangan sampai kau melukaiku atau Noah akan benar-benar melenyapkanmu."

"Persetan denganmu!" Maki Zoe langsung meringsek dan meninju pipi Bei La sampai wanita itu terjungkal ke belakang membentur dinding.

"Argggg!!!"

Pekikan Bei La menggema karena kepalanya terasa sangat sakit dengan bahu nyeri bukan main. Darah di hidungnya menetes dengan kedua kaki yang mengigil menatap Zoe tepat berjarak satu meter di depannya.

"K..kau..kau berani melukaiku? Kau..kau tak takut mati, ha??"

Seringaian licik Zoe tampak jelas dari remang-remang cahaya mentari yang masih jelas terlihat karena mereka sudah keluar dari ruangan tadi dan ada di lantai 7.

"Jangankan melukaimu. Aku bahkan berani MEMBUNUHMU."

"T..tidak. Kau..kau tak berani dan tak akan pernah bisa."

Zoe terkekeh kecil mengambil botol kaca yang ada di lantai. Seperti dulu tempat ini memang di penuhi oleh banyak botol-botol minuman.

Bei La kian gemetar luruh ke lantai kala melihat senyum iblis Zoe menatap botol kaca di tangannya.

"Kau hamil anaknya tapi kenapa aku harus percaya, hm?" Desis Zoe tapi Bei La tak ingin mengakui kebenaran.

"Aku..aku memang hamil anak Noah. Dia bahkan memberiku apartemen dan sering menemuiku."

"BOHOOONG!!" Bentak Zoe melemparkan botol itu ke dinding tepat di atas kepala Bei La yang memucat terkena cipratan beling di wajahnya.

"K..kau..kau gila."

"Yah. Aku sangat gila karena aku mencintai pria yang kau ganggu itu," Geram Zoe kembali mengambil botol kaca yang lain seraya berjalan satu langkah.

"T..tinggu! Aku..aku punya buktinya. Ini..ini memang anak Noah dan kau akan menyesal telah melukaiku!" Gemetar Bei La mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menunjukan satu foto pafa Zoe.

"L..lihat! Noah..Noah selalu menemaniku USG! Kau pasti tak menyangka-kan?"

Rahang Zoe mengetat bahkan matanya mengigil marah. Di foto itu Noah terlihat memeggang perut Bei La seraya menatap ke arah monitor.

"Bagaimana? Aku tak berbohong. Ini memang anak Noah dan akulah yang pantas menjadi istrinya."

Zoe mengepalkan tangannya kuat. Marah, cemburu dan kecewa bercampur jadi satu. Ia tak lagi bisa berpikir jernih tentang foto itu karena hatinya terlalu sakit.

"Sebaiknya kau pergi dari hidup Noah. Kau tak bisa mengusirku karena aku mengandung anaknya dan.."

"TUTUP MULUTMUUU!!!" Bentak Zoe melempar botol itu ke kepala Bei La yang langsung memekik hebat dan tumbang ke lantai.

Tapi, Zoe sudah gelap mata. Ia menarik rambut Bei La dan menyeret wanita itu ke arah tangga.

"Tidaak!!! Kakakku dia milikku dan kauuu!!! Kau tak punya hak apapun dan termasuk.."

Zoe menginjak perut Bei La kuat.

"Arggggg!!!! Sakiiit sialaaan!!"

"Termasuk anakmu ini!" Desis Zoe langsung mendorong Bei La ke tangga yang ada di bawahnya sampai darah itu bercecer kemana-mana.

Zoe tersenyum puas dan tertawa tapi matanya berair. Bei La mengerang sakit di bawah sana tapi Zoe tak peduli.

"Ini menyenangkan," Gumam Zoe mengusap sudut matanya yang berair lalu menapaki tangga itu satu persatu mendekati Bei La yang sudah berlumuran darah tapi masih setengah sadar.

"K..kau.."

Ia ketakutan melihat raut wajah Zoe tak layak di sebut normal. Ekspresinya seperti sangat tak menyesal sama sekali bahkan tatapannya berubah 180° dari seorang Zoe yang telah ia lihat di perusahaan tadi siang.

"Kau pikir aku bermain dengan ucapanku?"

Bei La hanya bisa menggerakkan bibirnya karena sekujur tubuh Bei La sudah kaku dan mati rasa.

"Kau pikir aku tak berani membunuhmu?" Tanya Zoe berhenti di anak tangga terakhir tepat di depan wajah Bei La yang berlumuran darah.

"K..kau.."

"Siapapun yang menghalangiku, dia harus MATI!"

Zoe menendang perut Bei La yang lagi-lagi menjerit hebat. Zoe tertawa kesenangan tapi matanya terus berair. Senang dan sedih secara bersamaan membuatnya seperti orang tak waras.

"Kau tak layak bersaing denganku!! Sialaan!!" Desis Zoe terus menghajar tubuh Bei La tak peduli jika wanita itu akan mati.

Setelah beberapa lama terdengarlah suara orang-orang di bawah sana.

"Nonaa!!!"

...

Vote and like sayang

1
Aulia
sangat bagus sekali
Avril
😂
Nabila zaskia
Biasa
Nabila zaskia
Kecewa
AnaZa O
ximen aja hamilin anak org
ρυтяσ kang'typo✨
athor Prank aja cie ini... di umpetin kek'y Zoe
ρυтяσ kang'typo✨
ku harap ini hanya canda'n... tapi g lucu sama sekaliiiii
ρυтяσ kang'typo✨
saat kau menikah kan sudah banyak yang bilang Noah... jaga dia selagi ada😏😏🤧🤧😭😭😭u di kasih kepercayaan namun apa??? kau bahkan tak membalas cinta Zoe😭😭😭😭entah lah... kejer q
ρυтяσ kang'typo✨
setelah dia pergi untuk selama'y kau baru menyesali'y... mungkin Zoe meninggal itu adalah takdir yang baik😭😭😭
ρυтяσ kang'typo✨
ngucuuuur😭😭😭😭😭
ρυтяσ kang'typo✨
jangan harap Noah... Zoe sudah pergi sama Erlan😆😆😆
ρυтяσ kang'typo✨
apa ini Ximen yang mengirim pesan??
Lia Pazliani
Luar biasa
Ibelmizzel
Thor kapan lagi buat karya baru rindu dgn karyamu yg semuanya keren 😭
Lis Nawati
sangat keren
Anisah Batubara
bagus
Tiah Rahayu
Biasa
Tiah Rahayu
Buruk
Netty Netty
Luar biasa
Fareza Gmail.Com
ximen anak durhakim 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!