NovelToon NovelToon
MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Rumah Tangga
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Alena menikah dengan Hendra meski tak direstui keluarganya karena dianggap miskin. Selama lima tahun ia dihina, dianggap mandul, dan hanya diberi satu juta rupiah sebulan untuk kebutuhan rumah. Saat Alena mulai berusaha bangkit, tekanan ibu mertua membuat Hendra akhirnya berselingkuh. Alena memilih bertahan, hingga ia menemukan jalan untuk membuktikan dirinya dan membalas semua perlakuan yang menyakitkan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

UANG SATU JUTA YANG SELALU KURANG

Hari gajian akhirnya tiba. Sejak pagi, Ibu Sari sudah tampak gelisah sesekali melirik jam dinding. Alena yang sedang menyapu halaman hanya bisa menghela napas pelan. Ia tahu betul apa yang akan terjadi sore nanti.

Tepat pukul lima sore, suara motor Hendra terdengar berhenti di depan rumah. Alena segera menyambutnya dengan senyum tipis.

"Selamat sore, Mas. Sudah pulang," sapanya lembut.

"Selamat sore, Lena," jawab Hendra singkat sambil melepas jaketnya.

Namun Hendra Belum sempat duduk, Ibu Sari sudah berjalan cepat menghampiri.

"Hendra, gajian sudah turun kan? Berikan saja pada Ibu, biar Ibu yang simpan uangnya," ujarnya sambil menyodorkan tangan.

Hendra langsung mengeluarkan amplop cokelat dari saku. "Iya Bu, ini semuanya ada tiga juta. Ambil saja."

Ibu Sari tersenyum lebar, kemudian menghitung uang itu di depan semua orang. Setelah yakin tidak kurang, ia mengambil selembar uang seratus ribu lalu menyisakan satu juta rupiah dan menyerahkannya pada Alena.

"Ini untukmu. Atur kebutuhan makan sebulan, jangan boros-boros," katanya dengan nada tegas.

"Terima kasih, Bu," jawab Alena sambil menerima uang itu dengan tangan gemetar.

tak lama kemudian Dinda datang dari kuliah, langsung mendekat ke arah ibunya.

"Bu, aku butuh uang lima ratus ribu untuk beli buku baru dan bayar tugas kelompok," ujarnya santai.

"Ambil saja di sini, Nak. Bilang sama Kak Hendra juga," jawab Ibu Sari tanpa ragu.

Dinda langsung menoleh ke kakaknya. "Kak, boleh ya?"

Hendra mengangguk pelan. "Boleh, ambil saja."

Malam itu saat mereka sudah berada di kamar, Alena memberanikan diri berbicara.

"Mas, bisa nggak lain kali uangnya sedikit ditambah? Uang satu juta itu seringkali kurang sampai akhir bulan," ucapnya pelan sambil menunduk.

Hendra yang sedang berbaring langsung menoleh dengan wajah tak senang.

"Lho, kan sudah cukup. Kita cuma berdua saja di rumah. Kalau kurang, berarti kamu yang boros," jawabnya ketus.

"Bukan begitu Mas. Harga beras, minyak, dan kebutuhan lain makin mahal. Belum lagi kalau Ibu atau Dinda tiba-tiba minta uang sama aku, aku nggak berani menolak," jelas Alena menahan tangis.

"Kamu jangan begitu. Ibu kan orang tua kandungku, Dinda adikku. Wajar kalau aku bantu mereka. Lagipula aku sudah bekerja keras. Kamu harus bisa lebih pandai mengatur uang," ujar Hendra dingin, lalu memalingkan wajah seolah tak ingin membahas lagi.

Alena menelan ludah susah payah. "Baik Mas, aku akan coba lebih hemat lagi."

Beberapa hari berlalu, Alena benar-benar berhemat sebisa mungkin. Ia membeli beras yang paling murah, memasak sayur sisa pasar, dan jarang sekali membeli lauk daging.

Namun di pertengahan bulan, Ibu Sari datang menghampiri Alena yang sedang menyiram tanaman.

"Lena, Ibu butuh uang tiga ratus ribu. Besok ada arisan ibu-ibu," ujarnya memerintah.

Alena terkejut. "Bu, sisa uang saya cuma empat ratus ribu lagi. Kalau ibu ambil tiga ratus ribu, kita makan apa seminggu ke depan?"

"Ah, cari cara saja, Kamu kan pandai berhemat. Lagipula uang itu kan dari gaji anakku, jadi wajar kalau aku yang pakai," jawab Ibu Sari ketus, lalu langsung berjalan pergi.

Alena hanya bisa diam terpaku, air mata mulai menetes membasahi pipinya.

Sore itu saat Hendra pulang, Alena mencoba menceritakannya.

"Mas, tadi Ibu minta tiga ratus ribu. Sisa uang kita sekarang tinggal sedikit," ucapnya pelan.

Hendra malah mengernyitkan dahi.

"Terus kenapa? Ibu kan butuh. Kamu harusnya mengerti," katanya datar.

"Tapi Mas, kalau begitu kita akan kesulitan makan minggu depan," elak Alena.

"Kamu cari saja jalan keluar. Jangan selalu merepotkan aku dengan hal begini," jawab Hendra dingin, lalu langsung masuk ke kamar.

Alena berdiri sendirian di ruang tengah, merasakan betapa beratnya hidup di rumah itu. Namun ia tetap berjanji pada dirinya sendiri untuk tetap bertahan.

BANTU LIKE DAN KOMENT YA🥺🥺

1
Thewie
jangan keluarkan airmatamu buat suami keparat itu ya alena
Thewie
terlalu lemah kau Alena. jadi agak gak suka lihat otor🤣🤣
Thewie
kapan Alena bahagia thorrrrr...
Nuna_Pena: ditunggu aja ya hehe,
total 1 replies
Thewie
5 tahun Alena... salut buatmu hidup dengan caci maki keluarga mertua .. luarbiasa kamu Alena..
Nuna_Pena: sprti diriku 7 tahun lbih bertahan dn sekarang menjauh dulu dri mereka😌😌😌.. hehe ngemeng2 makasi sudah mampir
total 1 replies
Himna Mohamad
lanjut kk
Cha Libra
jngan biarkan s alena d tindas mlu thour scpetnya cerai..semoga ja ada karma buat keluarga dajjal
Nuna_Pena: 😁😁😁... sabar sayang...
total 1 replies
Cha Libra
thour klo bsa hruf kapitalnya yg biasa ja jdi enak bacanya..
Nuna_Pena: makasi sudah mampir, nanti saya buat huruf biasa aja
total 1 replies
..
keren!
..
Hai kak, semangat yah. aku sudah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah. mari saling dukung!
Himna Mohamad
lanjut
..
semangat, kak. jangan lupa like balik dan saling dukung yah💪💪💪
SRIANA
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!