NovelToon NovelToon
Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / CEO
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Deni adalah seorang pemuda jenius yang berada satu langkah lagi menuju puncak ilmu bela diri, namun secara sepihak diusir oleh gurunya untuk turun gunung dengan sebuah misi yang sangat absurd yaitu menjadi kurir Shopee Food. Untuk membuka segel kekuatannya dan resmi menjadi Raja Bela Diri sejati, Deni diwajibkan oleh sebuah sistem misterius untuk mengumpulkan seribu ulasan bintang lima dari para pelanggannya di kerasnya ibukota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Brak.

Saat Deni kembali ke ruang tamu, keempat wanita itu langsung menatapnya dengan penuh rasa penasaran.

"Siapa yang datang Deni, kenapa kamu bawa kotak kayu begitu," tanya Clara berdiri menghampiri pengawalnya.

Deni meletakkan kotak hitam itu di atas meja kosong yang ada di sudut ruangan agar menjauh dari makanan mereka.

Tuk.

"Tidak ada orang di luar sana Nona, cuma ada kotak ini saja yang ditinggalkan di depan gerbang," jawab Deni sambil mengelap tangannya ke celana.

Rina dan Maya ikut mendekat menatap kotak misterius itu dengan tatapan waspada.

"Jangan-jangan itu isinya bom waktu Deni, kita sering lihat hal seperti itu di berita televisi lho," ucap Rina menelan ludah ketakutan.

Deni tertawa kecil mendengar imajinasi sahabat bosnya itu yang terlalu jauh.

"Bukan bom Nona Rina, kotak sekecil ini tidak ada ruang untuk menaruh kabel dan baterai," jelas Deni santai.

"Aku juga tidak mendengar suara detak jam mekanik dari dalam sana kok."

Clara yang merasa penasaran perlahan mengulurkan tangannya untuk membuka penutup kotak tersebut.

"Biar aku buka saja, mungkin ini hadiah iseng dari teman bisnisku," kata Clara mencoba berpikir positif.

Tapi dengan cepat Deni menahan pergelangan tangan Clara sebelum wanita itu sempat menyentuh kotak kayunya.

Grep.

​"Jangan Nona bos, biar tanganku saja yang kotor membuka barang tidak jelas ini," cegah Deni dengan raut wajah sangat serius.

​Deni mengambil nafas pelan lalu menjentikkan jarinya ke arah kunci kuningan kecil di depan kotak itu.

​Trak.

​Kunci itu langsung terbuka dengan mudah hanya karena dorongan angin dari jentikan jari Deni.

​Deni membuka penutup kayunya ke atas dan mereka semua langsung melihat apa isi di dalamnya.

​Di dalam kotak yang dialasi kain beludru merah itu, terdapat sebuah koin tembaga berkarat dan selembar kertas perkamen yang digulung.

​"Koin apa ini, kelihatannya sudah sangat tua dan tidak laku dipakai belanja di pasar," komentar Deni mengambil koin itu.

​Clara mengambil gulungan kertas perkamen itu dengan tangan sedikit gemetar lalu membukanya perlahan.

​Srek.

​Mata Clara langsung membelalak lebar saat membaca tulisan tinta hitam yang ada di atas perkamen tersebut.

​"Nona Clara, ada apa isinya, kenapa wajahmu langsung pucat begitu," tanya Siska panik melihat reaksi bosnya.

​Clara menatap Deni dengan sorot mata yang dipenuhi rasa takut yang teramat sangat.

​"Ini bukan hadiah dari teman bisnis Deni, ini adalah surat peringatan darah," jawab Clara dengan suara bergetar pelan.

​"Di sini tertulis, serahkan proyek pesisir atau Grup Nirvana akan dikubur bersama seluruh orang di dalamnya."

​Deni langsung mengerutkan dahinya tidak suka mendengar ancaman norak seperti itu.

​"Siapa yang berani menulis surat murahan seperti anak kecil yang sedang marah begitu Nona," tanya Deni mengambil surat itu dari tangan Clara.

​Deni melihat di bagian bawah surat tersebut tidak ada nama pengirimnya sama sekali.

​Hanya ada sebuah cap stempel berbentuk tengkorak ular yang dicetak menggunakan tinta berwarna merah darah.

​Melihat cap tengkorak ular itu, Maya yang tadinya diam tiba-tiba mundur selangkah dan menutup mulutnya.

​"T-tengkorak ular, itu adalah lambang dari Serikat Bayangan Hitam Tuan Deni," ucap Maya dengan nada sangat ketakutan.

​Deni menoleh ke arah gadis adik sepupunya Nona Clara itu.

​"Kamu tahu siapa pengirim surat ini Maya," tanya Deni meminta penjelasan.

​Maya mengangguk pelan dengan tubuh yang mulai gemetar hebat karena teringat masa lalunya yang kelam.

​"Serikat Bayangan Hitam adalah kelompok penguasa dunia bawah tanah yang paling ditakuti di negara ini Tuan," jelas Maya terbata-bata.

​"Mereka jauh lebih mengerikan dari sekte bayaran biasa, mereka tidak pernah gagal jika sudah mengirimkan koin peringatan."

​Deni menatap koin berkarat di tangannya itu lalu melempar-lemparnya ke udara seperti mainan.

​Ting ting.

​"Jadi koin jelek ini semacam tanda kalau kita sudah jadi target buruan mereka ya," simpul Deni dengan sangat santai.

​Clara duduk kembali ke sofa sambil memijat pelipisnya yang mendadak terasa sangat pusing.

​"Pasti Tuan Hermawan yang melaporkan kekalahannya pada serikat ini untuk membalas dendam pada kita," tebak Clara merasa sangat menyesal.

​"Maafkan aku Deni, sepertinya aku sudah menyeretmu ke dalam masalah yang jauh lebih besar dari sekadar preman jalanan."

​Deni langsung berjalan mendekati Clara dan menepuk bahu wanita itu dengan lembut.

​"Nona Clara tidak perlu minta maaf, aku kan kurir pribadi Nona yang dibayar untuk menyelesaikan masalah," ucap Deni tersenyum meyakinkan.

​"Lagipula mau itu serikat bayangan hitam atau bayangan putih, bagiku mereka semua sama saja."

​Rina memegang lengan Deni erat-erat karena tidak ingin melihat pemuda ini terluka parah melawan musuh yang sesungguhnya.

​"Tapi Deni, Maya bilang mereka itu penguasa dunia bawah tanah, pasti jumlah mereka ribuan orang," kata Rina cemas.

​"Bagus dong Nona Rina kalau jumlah mereka ribuan orang," jawab Deni malah tertawa senang.

​"Itu artinya aku bisa dapat ribuan pelanggan baru untuk dimintai ulasan bintang lima di aplikasiku nanti."

​Siska dan yang lainnya hanya bisa melongo mendengar jalan pikiran Deni yang sangat tidak masuk akal itu.

​Di saat semua orang ketakutan mendapat ancaman pembunuhan, pemuda ini malah memikirkan soal ulasan sistemnya.

​Tiba-tiba, suara notifikasi yang sangat khas berbunyi nyaring di dalam kepala Deni.

​Ting.

​[Sistem Raja Kurir Mendeteksi Ancaman Tingkat Tinggi dari Serikat Bayangan Hitam]

​[Misi Sampingan Terbuka Hancurkan cabang utama Serikat Bayangan Hitam di kota ini untuk mendapatkan hadiah sepuluh ulasan bintang lima sekaligus]

​Mata Deni langsung berbinar sangat terang seperti melihat tumpukan harta karun di depannya.

​"Wah sepuluh ulasan sekaligus, ini namanya rezeki nomplok di tengah malam," batin Deni berteriak kegirangan.

​Deni meremas koin tembaga berkarat itu di tangannya sampai hancur menjadi serbuk besi yang halus.

​Srr.

​"Nona Clara, Nona Rina, Siska, dan Maya, kalian semua tidak perlu khawatir soal surat mainan ini," ucap Deni dengan nada yang sangat percaya diri.

​"Lanjutkan saja pestanya sampai pagi, mulai besok aku yang akan mengurus serikat bayangan ini sampai ke akar-akarnya."

​Clara menatap mata Deni dan hanya bisa menemukan ketenangan serta keyakinan yang luar biasa di sana.

​"Kamu benar-benar yakin bisa mengatasi mereka sendirian Deni," tanya Clara memastikan sekali lagi.

​"Sangat yakin Nona bos, selama Nona tidak lupa menyiapkan ayam goreng untuk makan malamku besok," canda Deni membuat suasana tegang itu mencair.

​Malam itu pesta kecil mereka tetap dilanjutkan meskipun ada sedikit rasa ganjalan di hati para wanita tersebut.

​Namun bagi Deni, surat ancaman ini adalah tiket emas untuk mempercepat pembukaan segel kekuatannya yang selama ini tertahan.

1
Asmara Kacau
alur cerita nya bagus dan MC nya kocak
Asmara Kacau
kelazz ceritanya bagus dan mc nya deni sangat kocak orang nya 🤣🤣🤣 gass terus thor lanjutkan👊🏻
kiyoe: heheh pantengin terus kelanjutan cerita nya kak jangan lupa subscribe biar langsung muncul notif nya hehe 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!