NovelToon NovelToon
Jangan Lagi Menangis Mama

Jangan Lagi Menangis Mama

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cerai / Keluarga / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Janda / Mengubah Takdir
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: Penggemar Senja

Anak adalah titipan,anak adalah amanah,dan kewajiban kita sebagai orang tua untuk memberikan yang terbaik bagi mereka.
Dan Dinda,yang diusia muda sudah menjadi ibu sekaligus ayah bagi tiga buah hatinya harus berjuang keras menafkahi meskipun ada begitu banyak rintangan yang harus dihadapi.
Mampukah Dinda melewati ujian hidupnya seorang diri,sekuat dan segigih apa perjuangannya untuk ketiga anaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penggemar Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

apa kegunaannya??

Hanya satu hari saja dirawat,Dinda sudah diperbolehkan pulang,karena melahirkan normal dan sehat,setelah diberikan pengarahan oleh dokter,akhirnya keluarga membawa Dinda pulang.

Dengan kesepakatan bersama dan dengan pertimbangan yang cukup lama akhirnya diputuskan jika Dinda dibawa pulang kerumah Usman kembali,Yanti dan Zul ikut serta kerumah Usman untuk mengantarkan.

Bi Rugai yang tidak ikut kerumah sakit hari itu bertugas mengurusi rumah kakaknya, dibantu Ria,mereka menata kamar Dinda agar dapat dihuni dengan nyaman oleh malaikat kecil yang akan datang kerumah itu.

"Assalamualaikum" ucap Zaida yang langsung disambut oleh penghuni rumah mereka

"Waalaikumsalam" jawab semuanya dengan sumringah

sang bayi yang berada dalam gendongan Yanti segera diletakkan di atas kasur yang sudah ditata rapi di ruang tengah rumah itu,bayi mungil yang sedang terlelap itu hanya menggeliat kecil begitu diletakkan di atas kasur empuk miliknya,membuat Ria dan Dedi tertawa gemas melihatnya.

" nah,sekarang Ria sama Dedi dapet panggilan om dan tante ya" ucap Dinda menggoda

"om kecil" sahut bi Rugai yang mengundang tawa mereka yang sedang ada disitu.

satu persatu tetangga pun datang untuk melihat dan mengucapkan selamat pada Dinda dan keluarganya,lalu bisikan bisikan ghaib pun mulai terdengar,mereka membicarakan Yoga yang beberapa hari ini tak terlihat batang hidungnya,bahkan saat sang anak dibawa pulang,ayahnya entah berada dimana.

hari menjelang sore,Yanti dan Zul pun berpamitan untuk pulang,

"nanti ibu kesini lagi ya,kasihan mertuamu pasti repot mengurusi kamu dan bayimu sendirian" ucap Yanti yang diberi anggukan oleh Dinda

sepulang kakak dan ibunya,Dinda membuka suara

"kak Yoga belim pulang juga bu?" tanyanya

Zaida terdiam sesaat,iba menatap menantunya

"dari kemarin Agung sudah mencarinya tapi gak ketemu Din"

"sudah gak papa,nanti dia juga pulang sendiri" ayah mertuanya yang paham apa yang terjadi mencoba menenqngkan hati menantunya itu.

"biar bapak yang kasih dia pelajaran kalau pulang nanti,kamu kalau butuh apa apa panggil ibumu atau adik adikmu,mereka semua siap menjagamu,paham?" Suara bariton milik Usman memang terdengar begitu bijak dan menenangkan hati.

"Assalamualaikum" sebuah suara bariton lain menggema dirumah itu.

Agung baru pulang dari bekerja,masuk dengan senyuman sumringahnya karena tau ada penghuni baru yang baru saja datang dirumah itu.

"cuci dulu tangan dan wajahmu itu Gung sebelum memegang bayi" cegah Zaida saat melihat Agung akan mendekati keponakannya itu,Agung walaupun dengan wajah cemberut,menuruti perintah ibunya,segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri,bahkan dia mengganti bajunya dengan yang bersih kemudian baru mendekati kembali sang bayi.

"itu juga berlaku untuk semua yang ada dirumah ini,kalau dari luar harus bersihkan diri dulu baru boleh deket deket sama bayi,ngerti" perintah itu terdengar seperti perintah seorang komandan pada prajuritnya,Dinda hanya tersenyum senyum kecil mendengar keriuhan keluarga suaminya itu.

"waaah,lucu banget kamu sayang" ucap Agung sambil menoel noel pipi keponakannya dengan gemas,kemudian menciumnya.

''mau dikasih nama apa kak?" tanya Agung tiba tiba

Dinda berpikir sejenak dalam diam.

"tunggu Yoga dulu,dia bapaknya,lebih berhak untuk memberikan nama" ucap Zaida

Dinda mengangguk membenarkan ucapan ibu mertuanya.

Agung menyerucutkan bibirnya,

"bapaknya aja gak tau masih idup apa udah mati" jawabnya sekenanya sambil menciumi kaki mungil keponakan kecilnya itu yang masih terbalut bedong

"gak baik bicara begitu Gung,biar bagaimanapun,dia tetap kakakmu,jaga sedikit bicaramu" Zaida mendelik tak suka

Agung tak menimpali lagi,sibuk menjahili bayi mungil di hadapannya itu.

"Dinda mau mandi?" tanya bi Rugai kemudian yang langsung di angguki Dinda

"ayo sini,biar bibi bantu" panggil bi Rugai lagi

"iya mandi sana,disini banyak orang yang menjaga cucu ibu" Zaida memberi perintah

perlahan Dinda bangkit dibantu oleh Ria,wajahnya terlihat masih meringis ringis menahan sakit yang mungkin masih dirasa di perut atau di bekas jahitannya,sedikit tertatih menuju kamar mandi dan mulai membersihkan diri dibantu oleh bi Rugai,

bi Rugai begitu telaten memandikan sambil menjelaskan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh ibu yang habis melahirkan,

"tiap hari harus mandi air rebusan rempah ini ya selama 40 hari" ucap bi Rugai

"harus selama itu bi?" tanya Dinda penasaran

"kalau kata orang dulu itu harus,karena rebusan ini berisi dedaunan rempah rempahan,manfaatnya untuk mengembalikan kebugaran dan juga mencegah bau yang tidak sedap dari badan ibu yang sehabis melahirkan" bi Rugai menjelaskan panjang lebar,Dinda membentuk huruf O dari bibirnya sambil manggut manggut.

setelah selesai,bi Rugai membalurkan semacam jamu yang bertekstur kental di sekitaran perut Dinda.

"pakai ini" bi Rugai menyerahkan selembar kain berwarna putih polos yang bentuknya sangat aneh bagi Dinda.

"apa ini bi?" tanya Dinda dengan raut wajah keheranan

bi Rugai tertawa kecil melihat wajah lugu istri keponakannya itu,

"ini namanya kain gurita,pakainya begini,diikat seperti ini,dan kain ini harus dipakai setiap hari selama 40 hari setelah dioleskn jamu tadi" jelas bi Rugai sambil mengikat simpul kin gurita di perut Dinda

"semua harus 40 hari?" tanya Dinda lagi,bi Rugai mengangguk

"nah sudah selesai,ayo kita ke depan lagi" ajaknya sambil menuntun Dinda berjalan perlahan keluar dari kamar mandi.

Dinda duduk berselonjor kaki di atas kasur yang sengaja diletakkan disamping bayinya,semua sudah disiapkan begitu saja oleh mereka.

"ingat,duduk harus hati²,bangun juga pelan pelan,ingat jahitanmu masih basah dan tubuhmu masih lemah" ucap Zaida yang di benarkan juga oleh bi Rugai.

"Dan ini yang harus kamu perhatikan,jangan pernah memegang apapun peralatan kebersihan dan peralatan memasak selama 40 hari,karena itu pantangan ibu yg melahirkan di adat kami,biar bi Rugai nanti yang membantu ibu mengurusi semuanya,paham kamu?" sambung Zaida lagi,Dinda mengangguk mengerti

"air susumu belum keluar Din?" tanya bi Rugai

Dinda menggeleng pelan

"biar nanti Agung bantu belikan susu formulanya sampai kamu bisa menyusui bayimu" Zaida menenangkan

"owh iya,kamu juga harus pakai ini" ucap bi Rugai sambil mengoleskan sejenis jamu berbau tajam bertekstur kental dan kasar ke kening Dinda

"itu gunanya apa bi?" Ria mewakili Dinda untuk bertanya,karena dia merasa penasaran dengan apa yg diberikan oleh bi Rugai barusan

"ini namanya pilis,gunanya biar darah putih ibu yang sehabis melahirkan gak naik ke mata,karena kalau naik ke mata bisa bikin mata cepat rabun sebelum tua" bi Rugai menjelaskan dengan rinci

"alangkah ribetnya,boleh gak sih gak usah pake melahirkan?" tanya Ria yang sama polosnya dengn Dinda,mengingat usia mereka memang hanya terpaut satu tahun.

"hust,bicara apa kamu ini,asal saja,kodrat perempuan itu ya melahirkan,menyusui dan menstruasi,gak bisa ditolak" Zaida menjelaskan

Ria hanya cengar cengir menunjukkan deretan gigi putihnya .

'Alhamdulillah,aku dan anakku diperhatikan dan disayangi disini,Ya Allah berikanlah aku banyak kemudahan dibalik segala kesulitan' Dinda berucap dalam hati

1
Sirot Judin
lanjut Thor 👍💪💪💪💪
Sirot Judin
tetap 💪💪💪💪💪👍 Thor
Sirot Judin
👍💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪❤️❤️❤️❤️❤️🌹🌹🌹🌹
Sirot Judin
semangat 💪 Thor kalau bisa cepat cepat di obatin kasian kan anak anak ⭐⭐⭐❤️❤️❤️🌹🌹🌹😍🥰
Sirot Judin
💪💪💪💪 tetap 💪❤️🌹 Thor
Sirot Judin
astaghfirullah kejam sekali tu orang 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪 Thor ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Sirot Judin
👍👍💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Dapur Mama lina
sediiiihhhh
Baek chanhun
ibu Zaida yg terhormat,
itu blm seberapa, karma yg
di terima oleh anak mu yg tersayang.
siapkan mental, siapkan pisik.
dan berlapang dada.
thanks mbak 💪😍
Hanzo
kok blm rilis jg ya
mama iez
betul sekali 🤗
Baek chanhun
next Mbak 💪🥰
Suyadi Yadi
klu Dinda bodoh tetap bersamamu yoga Karena Dinda pintar makanya minta cerel sama kamu
Hanzo
mantap, lanjutkan thor /Applaud/
mama iez: terima kasih 🤗🙏
total 1 replies
Suanti
jgn mau kembali sama yoga lebih baik cepat ngurus surat cerai
mama iez: siap kk 🤗 terima kasih responnya,ikuti terus updatenya ya 🙏🤗
total 1 replies
Hanzo
hhmmmmmmmmh,,,gantung lg thor 😂
Hanzo: siap thor, tencuuu
total 2 replies
Baek chanhun
next Mbak 💪🥰
Hanzo
krikk...kriikkk...krrriiikkk
Baek chanhun
aduh Thor Ngantung banget
bacanya, kayak buah dd Ng pake
bra, tergantung tapi masih nempel
di dada, kalo novel ini di hati.
thanks mbak 💪🥰
mama iez: wkwkwkwkwk,,iya kakak maaf,soalnya lagi sibuk,jadi nulisnya gak bisa banyak 😁🙏 diusahakan update terus deh biar cepet selesai juga 🤗
total 1 replies
Suyadi Yadi
betul itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!