NovelToon NovelToon
Pemuas Sang Cassanova

Pemuas Sang Cassanova

Status: tamat
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:8.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: ntaamelia

Tak pernah terbayangkan dalam benak Bella, bahwa dia akan menjadi pemuas seorang cassanova setelah kepergian ayahnya.

Cerita ini bermula dari sang tante yang menjualnya. Membuat dia terjerat pria yang tak memiliki komitmen itu. Pria yang selalu menatapnya dengan tajam, tetapi begitu mendamba tubuhnya. Dia, William Hognose Liem.


Akankah kisah mereka berujung bahagia? Atau justru selamanya Bella akan menjadi pemuas hasrat William saja? Ikuti kisahnya di sini, dan jangan lupa follow akun sosial media author.

Ig @nitamelia05
Fb @Nita Amelia

Salam anu👑

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Tak Habis Pikir

William menolak untuk menginap di mansion. Alhasil saat tengah malam dia baru pulang ke apartemen bersama dengan Leo. Selama di perjalanan mereka tak saling bicara, dan semua itu terasa lebih baik karena William bisa mengemudikan mobilnya dengan tenang.

Namun, sebelum William menekan password apartemennya, tiba-tiba Leo menahan tangan pria itu. William kembali memalingkan wajahnya, hingga kedua netra mereka saling tatap.

"Kau yakin ingin menerima perjodohan itu? Lalu bagaimana dengan Bella? Kau tidak lupa kan dengan dia," tanya Leo dengan mimik wajah serius, karena tak habis pikir dengan cara kerja otak sepupunya.

William sedikit terperangah, merasa aneh dengan sikap Leo yang tiba-tiba begitu peduli pada Bella. Padahal Leo baru saja mengenal gadis itu.

"Kau tidak perlu pusing dengan semua itu. Karena itu bukan urusanmu!" jawab William dengan sikap acuh tak acuh. Dia kembali melanjutkan niatnya, tetapi lagi-lagi Leo menahannya.

"Aku hanya ingin mengingatkanmu, Will. Meski aku bukan pria baik, tapi dengan menerima perjodohan itu kau membuat posisi Bella menjadi serba salah. Atau kau memang ingin melepaskannya?"

Mendengar itu mata William seketika menatap dengan nyalang. Karena untuk sekarang dia tidak lagi berpikir untuk melepaskan Bella. Gadis itu akan tetap berada di sisinya.

"Kau tidak tahu apa-apa tentang aku dan Bella. Jadi jangan ikut campur dan sok menasehati aku!" ketus William dengan menggebu-gebu. Namun, Leo malah menanggapi itu semua dengan sebuah senyum remeh.

"Baiklah ... tapi ingat, kalau kau sudah bosan dengannya. Berikan dia padaku. Aku yang akan membahagiakannya!" balas Leo hingga menciptakan gesekkan panas di antara mereka.

William mengepalkan tangan, tetapi dia berusaha untuk tetap tenang. Baginya ancaman Leo tidak ada apa-apanya. "Dan aku pastikan semua itu tidak akan pernah terjadi."

Lantas setelah itu William masuk ke dalam apartemennya dengan tergesa. Dan matanya langsung menangkap sosok bertumbuh mungil yang terlelap di atas sofa. Ada beberapa bungkus snack juga di sana, sementara TV masih menyala.

Bibir William sedikit berkedut, karena sampai detik ini kebiasaan Bella masih sama. Yakni menunggunya pulang. Tanpa ba bi bu pria itu melangkah menuju sang gadis, dia mematikan TV kemudian mengangkat tubuh Bella untuk memindahkannya ke dalam kamar.

Karena merasakan sebuah pergerakan, Bella pun akhirnya mengerjap. Dan dia melihat sosok yang tengah menggendongnya dengan tatapan samar. "Tuan, anda sudah pulang?"

"Hem ...." William hanya menjawab singkat. Akan tetapi Bella sudah terbiasa dengan itu semua. Karena di balik wajahnya yang datar, nyatanya William juga pria yang perhatian.

Sampai-sampai Bella lupa, kalau William adalah seorang penjajah wanita. Dia terlanjur nyaman dengan semua yang William suguhkan, hingga nyaris tak peduli bahwa William tak pernah bisa berkomitmen dalam sebuah hubungan.

Bella menatap sekeliling dan dibuat bingung, karena William tidak melangkah menuju kamarnya.

"Tuan, kita mau ke mana? Kamarku kan di sebelah," tanya Bella dengan mata sayu dan suara yang terdengar parau.

"Kamarku. Kita tidur di sana," jawab William, entah apa yang ada di dalam pikiran pria itu, yang jelas dia hanya ingin memeluk Bella semalaman dan menghirup aroma tubuh gadis itu.

"Tapi jangan lakukan lagi, aku lelah," rengek Bella setengah sadar, membuat sudut bibir William terangkat.

"Kita buktikan ucapanmu. Mau taruhan?" bisik William, dan ia benar-benar membawa Bella masuk ke dalam kamarnya. Menjadikan gadis itu sebagai sosok pertama yang tidur di ranjangnya.

Sementara di belakang sana, Leo hanya bisa menyaksikan itu semua. Sumpah demi apa pun, kali ini ia benar-benar tak bisa menebak jalan pikiran William.

"Semoga saja kelak kau tidak menyesal," gumam pria itu, kemudian berlalu dari sana.

1
ayu cantik
mampir
Nuryati Yati
Jo otakmu ngeres lihat dua buah
Nuryati Yati
waduh ketemu Freya
Nuryati Yati
sadis banget William
Nuryati Yati
akhirnya Will kamu mengungkapkan perasaanmu🤗
Nuryati Yati
salah orang to Bell pasti malu😆
Nuryati Yati
Bella g tau kalo dia hamil
Nuryati Yati
Lena ibu tiri Bella🤔
Nuryati Yati
ternyata suruhan Debora
Nuryati Yati
Leo dokter cabul😁
Nuryati Yati
jngn bucin duluan Bell
Nuryati Yati
William egois nyebelin
Nuryati Yati
kasian Bella
Nuryati Yati
Leo kamu berani sama William
Nuryati Yati
wis Bell gawangmu bobol juga
Nuryati Yati
William edan
Nuryati Yati
tobat Will
Nuryati Yati
ealah bayi gede minta di mandiin to awas Bel kondisikan matamu ada yg gondal gandul😁
Nuryati Yati
belum tau thor aq baru baca karyamu bisa di urutkan 🤔
Nuryati Yati
pusing pala atas bawah ya Will
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!