NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Mafia Dingin

Terpaksa Menikahi Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Crazy Rich/Konglomerat / Angst / Roman-Angst Mafia / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang
Popularitas:99.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Liana El

Evelyn Arachelly Marshall. Seorang perawat berusia 24 tahun dan bekerja secara ilegal di sebuah klinik kesehatan karena tidak memiliki ijazah setelah 4 tahun lalu berhenti kuliah dengan alasan ekonomi. Hingga hidupnya semakin hancur karena tergadai oleh kedua orang tuanya dan terpaksa harus menikah dengan seorang mafia kejam demi melunasi hutang-hutang sang ayah.

Joshi William Dexter, pria berhati dingin, sombong kejam dan angkuh berusia 32 tahun. Seorang mafia, sekaligus pewaris 5 kasino terbaik di negaranya, Malta. Terpaksa harus menikah dengan seorang wanita miskin karena desakan orang tuanya, meski dia sudah memiliki kekasih.

Mampukah Evelyn bertahan menjalankan pernikahan paksa dengan seorang pria angkuh berhati dingin dan kejam?Ataukah Evelyn akan menyerah dengan kehidupannya yang baru? Lalu bagaimana sikap Josh saat mengetahui kebenaran tentang Evelyn?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana El, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 : Kotak Misterius

"Cari tahu tentang Sarah. Kau harus mendapatkan apa yang akan membuat wanita itu hancur."

Eric mengangguk setelah mendapatkan perintah dari Tuan Luise. Ia segera pamit untuk pergi menjalankan tugasnya.

Tidak berselang lama. Tiba-tiba Josh menelepon sang ayah dan membuat Tuan Luise berdecak. "Ck! Dia pasti membutuhkanku."

Pria paruh baya itu segera mengangkat teleponnya. "Kenapa kau menelepon, Josh? Daddy tidak bisa berlama-lama mendengarkan ocehanmu jika terus membual tentang wanita itu lagi."

"Dad! Kenapa Daddy membawa Eric? Di mana dia sekarang?"

"Kau bertanya padaku, Josh? Bukankah dia bersamamu?" Tuan Luise berpura-pura dan balik bertanya.

Josh terdengar kesal di ujung sana. "Argh! Daddy pasti bohong! Aku benar-benar membutuhkannya, Dad."

"Urus saja urusanmu dengan kekasihmu itu. Daddy banyak kerjaan. " Tuan Luise pun segera menutup teleponnya. Ia memang harus tegas menghadapi Josh yang sudah berumur 32 tahun tapi masih labil.

***

Eric keluar dari mobil. Ia masuk ke dalam rumah besar bernuansa putih dengan ornamen-ornamen berwarna gold di setiap ruangannya. Ia berjalan menaiki tangga menuju lantai dua, dan masuk ke sebuah ruangan.

Di dalam ruangan itu, seorang wanita paruh baya tengah menunggunya. Ia segera menyuruh Eric untuk duduk dan menceritakan informasi apa yang pria itu dapat.

"Saya sudah menyelidiki Nona Sarah, Nyonya. Memang ada yang tidak beres dengannya."

"Sejak kapan wanita itu beres?" sela Nyonya Irish ketus.

"Ah iya, maksud Saya... sepertinya Nona Sarah berselingkuh dengan seorang pria."

"Siapa?" tanya Nyonya Irish ingin tahu karena penasaran.

"Seseorang yang masih berada di industri entertainment, Nyonya."

"Lalu?"

"Ada yang lebih mengejutkan Nyonya. Ini," ucap Eric sembari menyodorkan sebuah flashdisk pada wanita itu.

Nyonya Irish segera meraih flashdisk itu dan menggeser laptopnya. Lalu, segera memasangkan benda itu, dan melihat semua isi folder–nya.

Betapa terkejutnya ia dengan apa yang dilihat. Ia tersenyum menyeringai, "bukankah ini bagus, Eric? Josh akan marah jika mengetahui Sarah seperti ini."

"Iya, Nyonya."

"Kita harus memberikan foto-foto ini pada Josh."

"Biar aku saja," ucap seseorang membuka pintu.

***

Josh tengah mengomel dan menggerutu karena Tuan Luise menutup teleponnya. "Sial! Daddy benar-benar akan menelantarkan aku!"

"Percuma aku hamil. Kehamilan ini sama saja, tidak membuat kedua orang tuamu menerimaku. Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Masih akan tinggal di apartemen–ku?" Sarah menatap sinis ke arah Josh yang tengah berdiri di depan jendela menghadap ke luar.

"Aku seharusnya yang kesal! Mengikuti rencanamu ini membuatku kehilangan semuanya!"

"Kau menyalahkanku? Lalu akan kau apakan anak dalam kandunganku ini?" tanya Sarah dengan kening yang mengerut.

"Ya bagaimana lagi? Uang pemberianku masih kau tabung bukan? Kita pakai uang itu untuk keperluan kita. Kita kabur dari sini dan pergi jauh."

"Gila!"

Josh mengerutkan keningnya. "Siapa yang gila? Aku atau kau?! Apa kau menyebutku gila?"

"Situasi ini yang gila!"

Sarah tentu merasa situasi ini tidak berpihak padanya. Ia berharap kehamilan ini berjalan mulus dan membuat kedua orang tua Josh setuju menerima dirinya. Tapi, tetap saja mereka tidak menerimanya. Bahkan, saat ini ia kesal karena harus memberi tumpangan Josh tidur di apartemennya.

Keesokan harinya. Sang manager sudah berada di apartemen Sarah. Pria itu tengah duduk di sofa dengan memainkan ponselnya tampak acuh. Meski sesekali ia melirik ke arah Josh dan Sarah yang mulai bertengkar kembali.

"Mario, berikan kunci mobilmu. Aku harus ke rumah Ibuku sekarang," ucap Josh berjalan menghampiri manager sang kekasih.

Pria bernama Mario yang berusia 33 tahun itu mengerutkan keningnya sembari menoleh ke arah Sarah. Setelah wanita itu memberi isyarat, ia pun memberikan kunci mobil miliknya pada Josh.

"Aku akan meminjam mobil ini, mungkin selama beberapa hari. Kau pakai saja mobil pemberianku, Sarah."

Mendengar perkataan Josh, tentu Sarah marah. "Tidak! Aku tidak mau mengeluarkan mobil mewah itu. Kenapa kau tidak memakai taksi saja untuk pulang? Kenapa harus meminjam mobil Mario?"

"Ya sudah mana kunci mobil BMW itu! Biar aku yang memakainya, kau terlalu berisik akhir-akhir ini!" ketus Josh dengan menatap tajam ke arah kekasihnya.

Sarah tentu sama saja tidak akan mengizinkan Josh memakai mobil itu. "Ya sudah, pakai mobil Mario saja!"

Setelah itu Josh pun pergi meninggalkan apartemen Sarah. Ia segera mengendarai mobil itu dan menuju kediaman orang tuanya kembali.

Di tengah jalan, entah kenapa dia memilih untuk membelokan mobil ke arah rumahnya. Ia ingin membawa pakaian miliknya terlebih dahulu sebelum bertemu dengan ibunya.

Sesampai di halaman rumahnya. Josh segera keluar dari mobil dan melihat ada sebuah kotak di keranjang tempat penyimpanan paket. Ia mencoba memanggil Nina.

"Sepagi ini, apa mereka belum keluar rumah dan memeriksa keranjang paket ini?" gumamnya sembari mengambil kotak itu.

Nina yang mendengar suara dari arah luar itu segera menghampiri dan membuka pintu. Ia melihat tuannya sudah berdiri di depan pintu dengan alis yang terangkat sebelah. "Ah, Tuan sudah pulang?"

"Kau tidak memeriksa paket di depan, Nina? Siapa yang berbelanja? Apakah wanita itu menghabiskan uang untuk berpoya-poya?" cecar Josh.

"Tidak, Tuan. Nona Evelyn dan Saya belum berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari. Coba Tuan lihat, paket itu atas nama siapa."

Josh mencoba mendengarkan saran Nina. Ia segera memeriksa kotak paket itu dan mengerutkan keningnya saat membaca namanya yang tertera di sana. "Untukku?" gumamnya.

"Oh, untukku. Mungkin aku lupa memesan sesuatu," ucap Josh dan segera masuk ke dalam. Ia berjalan menuju lantai dua untuk masuk ke kamarnya.

Di kamar, dengan santai Josh pun meletakan kotak itu di atas ranjang. Ia mencoba mengambil kopernya terlebih dahulu dari bawah ranjang. Lalu membuka koper itu dan mulai memasukan pakaiannya ke dalam.

Ia sudah bertekad akan tinggal sementara di apartemen Sarah sampai dirinya mendapat restu dari kedua orang tuanya. Lalu, tiba-tiba ia teringat sesuatu. Ia tidak membeli barang secara online dalam waktu dekat ini.

Keningnya mulai mengerut seiringan dengan menatap kotak itu. "Aku jadi penasaran apa isinya, dan dari siapa paket ini," gumam Josh dengan meraihnya.

Ia perlahan membuka kotak itu dengan hati-hati. Lalu, matanya terbelalak saat melihat isi yang ada di dalam kotak itu.

"Apa-apaan ini?!"

Josh mulai meraih isi yang ada di dalam kotak itu. Ia menatap satu persatu foto yang ada di dalam, memastikan apakah itu palsu atau asli.

"Sial! Apa Sarah berselingkuh?!"

Josh terkejut karena mendapati foto-foto kekasihnya tengah dalam pelukan pria lain. Sayangnya wajah pria itu tidak terlihat karena tengah memalingkan wajah. Di foto itu, Sarah terlihat tersenyum cerah seperti orang yang tengah kasmaran.

Hingga Josh membuka amplop berwarna coklat dan berharap mendapat penjelasan dari foto-foto itu. Namun, ia kembali dibuat terkejut dengan foto-foto nakedd Sarah yang tengah berada di atas ranjang dengan seorang pria. Lagi-lagi pria itu tidak menampakan wajahnya.

"Sialan! Kau berselingkuh di belakangku, Sarah! Siapa pria bajingan ini!" Josh mengacak rambutnya. Ia meremas foto-foto itu. Lalu, dengan cepat berjalan keluar dari kamar dan menuruni tangga menuju keluar.

Evelyn yang melihat itu hanya menatapnya penuh tanya di ambang pintu dapur. Ia segera memanggil Nina, "Nina, coba kau telepon Eric. Suruh dia mengikuti Tuan Josh," titahnya. Nina pun mengangguk dan segera menelepon Eric.

1
gia nasgia
Maksudnya josh hanya pura "blon 🤔
gia nasgia
Next
gia nasgia
Good job daddy Luise 😂
gia nasgia
Gimana rasanya dapat wanita yg bisa di miliki semua orang
gia nasgia
lanjutkan
gia nasgia
sangat cocok dgn karakter nya
gia nasgia
Gimana rasanya klau tahu selama ini hanya di anggap ATM berjalan 😂
gia nasgia
pantas aja Daddy mu nggak gampang memberi kepercayaan dgn menyerahkan perusahaan, sebab kamu seperti bufallo di cocok hidung 😜
gia nasgia
Dasar rubah sdh bermimpi setinggi langit nggak sadar apa klau jatuh gimana sakitnya 😜
gia nasgia
paling juga josh hanya di peralat
gia nasgia
Nah lho karma di byr tunai 😂🤣
gia nasgia
semoga Evelyn bisa tegas dlm menghadapi paksu yg hanya di atas kertas
gia nasgia
Next
gia nasgia
Kurasa Evelyn hanya anak angkat karena tdk ada ibu yg mau membunuh anaknya sendiri
gia nasgia
Dasar rubah dgn sejuta akal bulus
gia nasgia
untung Evelyn dapat mertua yg baik
gia nasgia
Tamat riwayat mu rubah😡
gia nasgia
keterlaluan awas aja kalau sdh bucin
gia nasgia
Rasain
gia nasgia
Evelyn cantik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!